Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)

Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)
M26 : ‘DITANDAI’


__ADS_3

M26 🥀 : ‘DITANDAI’



Ev buru-buru mengunci pintu saat dia berhasil mauk ke kamar. Raut wajahnya merah padam. Jantungnya berdegup kencang. Jemari lentiknya kemudian bergerak, menyentuh lapisan bibir yang tidak suci lagi. Lima tahun setelah menikah, baru kali ini Ev merasakannya. Pernah dulu mereka berciuman, namun semua terkesan formal. Ciuman itu sebatas ciri khas dalam acara sakral seperti pernikahan. Berbeda dengan ciuman sepihak yang tadi Darren layangkan.


Sempat membuat Ev terlena, tetapi dia masih bisa mempertahankan kewarasan. Yang ada Ev merasa marah karena Darren memaksakan kehendak kepadanya.


“Jangan lengah hanya karena sebuah ciuman, Ev.”


Ev bergumam seraya menggelengkan kepala. Sungguh, rasa muak yang lebih mendominasi hati. Sekali lagi Ev tekankan, apa yang Darren lakukan hanya sebatas ciuman satu pihak. Pria itu bahkan sudah melakukan lebih dengan wanita lain. Ev juga tidak terlalu yakin jika jantungnya berdebar karena merasakan sesuatu yang spesial, melainkan karena rasa marah yang menguar.


Ev benci Darren yang diktator. Pria itu selalu berusaha memperlihatkan kekuasaannya, padahal semua itu hanya sementara. Ev juga semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran Darren. Di saat Ev meminta bayi, dia pergi begitu saja tanpa menolak atau pun menyetujui. Saat Ev sudah tidak lagi mau memiliki bayi, pria itu malah memaksa akan memenuhi keinginan Ev.


Dasar plinplan.


Selain plinplan, Darren juga patut diwaspadai. Pasalnya, pria itu selain diktator, memiliki tabiat yang tidak mau mengalah jika belum dapat meraih apa yang dia inginkan. Hari ini Ev selamat dari cengkraman Darren. Namun, besok? entahlah.


Siapa pula yang bisa menebak isi kepala Darren Aryasatya Xander jika sudah menyangkut apa yang dia inginkan. Ev harus pandai memutar otak cantiknya, agar saat dia bermain tarik-ulur, dia tidak terjebak dalam permainannya sendiri.


Untung saja hari ini Emilio menjadi penyelamat bagi Ev. Hewan kesayangannya itu telah menunjukkan betapa kuat ikatan antara mereka, oleh karena itu Emilio bisa merasakan jika Ev dalam bahaya. Omong-omong soal Emilio, apa ikan jenis Arwana silver red super itu baik-baik saja setelah membenturkan tubuhnya dengan keras?


Ev buru-buru merogoh handphone dari dalam tas miliknya. Mencari nama Dini—maid pribadinya—untuk mengetahui kondisi Emilio. Jangan sampai ikan gemoy itu kenapa-kenapa setelah menolong Ev. Karena tidak bisa memeriksa Emilio secara langsung ke bawah, Ev menyuruh Dini untuk melihat kondisi anak kesayangannya itu. Saking cemasnya, Ev bahkan melakukan video call dengan Emilio melalui handphone Dini. Setelah memastikan Emilio baik-baik saja, Ev beralih untuk menghubungi Dimi. Hari ini dia akan work from home, mengingat sumber bad mood-nya ada di rumah. Sekalipun Ev pergi ke luar, Ev tidak yakin jika pria itu mengizinkan. Mengingat kondisi pria itu saat ini tengah dalam mode waspada level 1.


Ev benar-benar tidak keluar kamar seharian, sekalipun untuk makan. Wanita cantik itu hanya makan snack bar yang sengaja dia stok di kamar jika lapar. Sudah bolak-balik para maid hingga Dini mengetuk pintu kamarnya. Namun, Ev enggan beranjak. Hingga matahari terbenam sekalipun, Ev memilih melewatkan jam makan malam, dan lebih memilih melakukan briefing secara virtual dengan Dimi dan tim-nya.


Selesai briefing, Ev memasuki kamar mandi mewah yang tersedia di kamarnya. Walaupun bukan kamar utama, fasilitas di dalamnya tidak kalah lengkap. Di samping itu, ada juga walk in closet mewah tempat koleksi busana, tas, sepatu, hingga perhiasan Ev disimpan.


Setelah penat seharian dengan berbagai aktivitas, Ev menghabiskan waktu 20 menit lamanya berendam di bathtub yang diisi oleh bath bomb busa. Berendam memang menjadi me time yang cukup menyenangkan bagi Ev. Apalagi jika dibarengi dengan adanya bath bomb. Seperti namanya, bath bomb berarti akan ‘meledak’ di dalam air dan akan memberikan warna dan aroma yang membuat nyaman. Bath bomb biasanya mengandung baking soda yang akan menghasilkan letupan. Ada juga kandungan citrid acid yang bertugas menetralkan pH soda yang bersifat basa.


Selain dua kandungan tersebut, ada juga kandungan essential oil, pengharum alami, dan pewarna. Aroma yang dihasilkan akan masuk ke saraf penciuman, kemudian dapat menenangkan pikiran yang tegang agar lebih relaks.


Selesai dengan urusan kamar mandi, Ev melipir ke walk in closet untuk mengambil pakaian. Malam ini pilihan sleepwear yang digunakan Ev jatuh pada 1 set sleepwear silk dress satin berwarna dusty purple. Satu set sleepwear silk dress itu terdiri dari inner dress dengan model tali spageti di pundak dan memiliki belahan dada cukup rendah, dihiasi pula oleh renda-renda motif bunga. Selain inner dress, ada juga kimono sebagai outher.


Selesai berpakaian, Ev melangkahkan kaki dengan anggun ke luar. Sejak kecil bercita-cita menjadi model, tentu banyak yang sudah terbiasa Ev lakukan dengan batasan-batasan sebagai seorang model. Seorang model pada dasarnya harus percaya diri. Ev juga selalu menerapkan hal tersebut. Sekalipun tidak ada kamera yang sedang menyorot ke arahnya, Ev harus selalu tampil percaya diri.


Jika seorang diri seperti ini, Ev bebas mengenakan pakaian yang dia sukai. Asalkan dengan catatan pakaian itu nyaman digunakan. Karena pada dasarnya kaum Hawa akan merasa lebih percaya diri jika tampak cantik dan nyaman dengan apa yang digunakan. Betul bukan? Namun, sejauh ini Ev tampil cantik hanya untuk urusan pekerjaan. Sisanya, jika berada di rumah seperti saat ini, dia akan tampil natural tanpa make up, menggunakan pakaian yang sekiranya nyaman digunakan. Jika hari ini Ev tampil cantik menggunakan sleepwear silk dress, itu semata-mata untuk kesenangan diri sendiri.


Namun, lamunan Ev tergangu oleh suara pintu yang tiba-tiba terbuka. Menampilkan siluet seorang pria rupawan dalam balutan piama panjang motif salur berwarna dark blue.


“What are you doing here?” tanya Ev cepat, tidak mampu menutupi keterkejutannya.


Ev baru saja menggunakan cream malam yang biasa dia gunakan saat pria itu muncul begitu saja. Ev memang sempat mengunci pintu. Tapi, dia melupakan connecting door yang menjadi penghubung antara kamar mereka.


“We will sleep together (kita akan tidur bersama),” jawab Darren enteng seraya bersandar pada kusen pintu.


“Are you insane (kamu sudah tidak waras)?” tanya Ev, tak habis pikir. Tangannya yang tadi memegang tub kaca berukuran kecil, kini menghempaskan benda itu begitu saja ke atas meja. Menciptakan bunyi yang cukup nyaring.


“Kenapa kamu tiba-tiba jadi menyebalkan begini, Darren? Sudah aku katakan sejak awal, aku tidak suka di-dikte.”

__ADS_1


Pria yang menerima semburan kalimat pedas itu acuh tak acuh seraya berjalan mendekat.


“Karena aku ingin,” jawabnya kala berhasil mengikis jarak di antara mereka. Dari jarak ini, Darren bisa menghirup aroma menggoda dari lawan bicaranya.


Ev menatap lawan bicaranya sengit, kemudian beranjak. Berdiri, menyamakan posisi. Sekalipun tingginya hanya sebatas dagu. “Bukannya sejak awal sudah dikatakan jika kita dilarang menganggu privasi masing-masing? Ini kamarku, privasiku. Kenapa kamu menganggu privasiku.”


“Karena kamu juga melakukan hal yang sama, Ev.”


“Apanya?” tanya Ev emosi.


“Kamu mengusik privasiku.”


“Oh, jadi ini soal hubungan gelap kamu?” Ev tersenyum miring seraya bersidakep dada. “Sepandai-pandainya kamu menyembunyikan bangkai, suatu saat bau busuknya akan tercium juga.”


Tanpa Ev duga, sang lawan bicara malah balik menyunggingkan seringai tipis. “Jadi, di sini kamu merasa jadi yang paling benar, Ev?”


“Menurutmu? Memangnya perbuatan kotor apa yang kulakukan di belakangmu?” tanya Ev balik.


Darren terdiam. Untuk saat ini mungkin dia tidak bisa membongkar kebusukan sang istri. Namun, pertanyaan nya adalah, apakah istrinya itu memang memiliki celah? Seperti yang orang lain lihat, Darren hanya melihat keunggulan dalam diri istrinya yang satu ini. Terlampau sempurna bagi manusia biasa, karena Ev hampir tak memiliki celah. Kecuali soal kehidupan asmaranya yang suram.


“Kamu tidak bisa menjawab?” Ev tersenyum evil. “Jika kamu punya urat malu, sebaiknya sekarang kamu enyah dari kamarku.”


Ev menatap lawan bicaranya lekat. Pria itu tampaknya tidak berniat undur diri, sekalipun sudah kalah telak.


“Aku tidak bercanda soal tidur bersama, Ev.”


“Dan aku juga tidak bercanda soal jawaban ‘tidak’, Darren.”


“Diktator eoh?”


“Hal ini kulakukan karena kamu sekarang sulit dikendalikan.”


Ev tersenyum miring seraya menatap Darren. “Aku bukan peliharaanmu, sehingga dapat kamu kendalikan dengan mudah.”


Mendengar kalimat peda itu muncul dari lawan bicaranya, Darren mengeram lirih. Tangannya kemudian terangkat, menarik pinggang kelewat ramping milik Ev agar mendekat. Mengikis jarak di antara mereka, sehingga mereka begitu lekat.


“Kamu istriku.”


“Ya, istri di atas kertas,” ujar Ev santai. “Harus berapa kali aku ingatkan lagi? Bukannya istrimu yang asli ada di rumah… ahk!” kalimat Ev terpotong begitu saja, kala sebuah jeritan kecil lolos dari bibir ranum-nya.


Pria itu memang melakukan hal gila dalam sekejap mata. Dengan cepat Darren merunduk kala Ev tengah berbicara panjang-lebar. Kemudian, tanpa Ev sadari pria itu telah memberinya tanda di area antara leher dan perpotongan bahu.


“Apa yang kamu lakukan, Darren!” ucapnya marah seraya mendorong dada bidang pria di hadapannya.


“Menandai milikku.”


“Menandai, a-pa?!” Ev sontak menunduk. “Hick*y?!” Ev menatap lawan bicaranya tak percaya.


Darren tersenyum misterius saat melihat hasil cipta karyanya di kulit putih bersih milik Ev. “Kau sengaja melakukannya bukan?”

__ADS_1


“Sengaja katamu?” ulang Ev seraya tersenyum pongah.


“Kau menolak tidur bersamaku, tapi berpakaian seperti ini.” Darren menatap sang istri dari atas sampai bawah. Inner dress bertali spageti, belahan dada rendah, ujung dress hanya ½ menutupi paha. Leher, tulang selangka, bahu, dada, lengan, paha hingga kaki, semua bagian itu terekspose.


“Kamu lupa profesiku, Darren? Pakaian seperti ini biasa aku gunakan.” Ev menatap lawan bicaranya sengit.


Sedangkan yang ditatap demikian hanya menyunggingkan senyum tipis. “Lalu, apa maksudmu menggunakan wewangian floral yang mengandung senyawa afrodisiak?”


“Apa?” Ev mencoba mencerna kalimat Darren.


“Senyawa afrodisiak, senyawa yang biasa terkandung dalam extrak bunga melati dan ylang-ylang. Senyawa yang dapat meningkatkan gairah sexual,” tutur Darren setengah berbisik. Matanya tak lepas memandang wajah Ev. “Kamu sengaja menggunakannya untuk menggodaku?”


Ev tidak menjawab. Wewangian apa? dia bahkan belum menggunakan parfum. Dia hanya menggunakan bath bomv saat mandi. Apa mungkin bath bomb itu yang memiliki wewangian yang Darren maksud? Bath bomb yang Ev gunakan memang memiliki aroma flora yang menyenangkan, bentuknya juga cantik. Bulat dengan kombinasi warna pink dan purple, serta ada bunga bunga keringnya juga. Jangan-jangan, bath bom pemberian Diana Xander itu…..


“Ada apa, Ev? apa sekarang kamu mengakuinya?” tanya Darren seraya mengendus leher Ev yang masih tak bergeming. Wanginya lembut, manis, menggoda layaknya kuncup nektar. Aromanyaandu untuk dihirup lama-lama.


“Bath bomb.”


“Apa?” bingung Darren seraya mensejajarkan wajahnya dengan Ev.


“Wewangian itu berasal dari bath bomb yang aku gunakan.” Ev menjeda kalimatnya sejenak.


Kening Darren bertaut mendengarnya. “Bath bomb?”


“Hm. Itu pemberian Mama.”


Darren tampak berpikir sejenak. Sebelah tangannya bergerak guna menyentuh dagu Ev. Membuat wanita itu mendongkrak, mempertemukan tatapan mereka. “Maksud kamu, itu Bath bom…. S*x?”


🥀🥀


TBC


Author Said : Hi, Readers!


Apa kabar?


Maaf belum bisa memenuhi target kalian buat daily update, double update atau crazy update. Aku ada kerja, dan kerja itu lumayan berat bagi ku. Aku juga punya riwayat batu ginjal, jadi tidak bisa terlalu memaksa tubuh dan otak bekerja. Ibuku bahkan meminta aku untuk off nulis. Tapi, buat aku itu sulit. Jadi walaupun sedikit dan lama update nya, percaya lah tulisan itu aku persiapkan dengan penuh perjuangan.


Bukannya aku tidak mau loyal nulis seperti dulu lagi, tapi situasi & kondisi tidak memungkinkan. Jadi, buat yang masih berharap daily update, maaf bangettt, buat sekarang aku belum bisa 🙏🙂


Buat yang nunggu Bukan Dijodohkan dan Bukan Cinta Terencana juga, sabar ya. Lapak mereka insyaallah aku selesaikan 🙂


Oke, semoga readers semua terhibur dengan tulisan ku. Jangan lupa like, vote, komentar, share, & follow Author ❤️


Sehat-sehat readers. Kita jumpa lagi di part berikutnya 👋


Salam dari emaknya Radityan Series 💃


Tanggerang 21/01/22

__ADS_1


21.18 WIB


__ADS_2