Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)

Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)
M22 : MENANGISLAH, EV


__ADS_3

M22 🥀 : MENANGISLAH, EV


“Two cheeseburger with double petty, pickle, onion ring, ketchup sauce, mustard sauce, and spicy souce. Don’t forget, French fries. Minumnya, lychee tea with extra less ice.”


Lelaki yang berada di balik kemudi mobil Jeep Rubicon wrangler itu baru saja menyebutkan pesanannya pada seseorang di seberang, kala Ev keluar dari bangunan dua lantai yang berdiri kokoh di depan sana. Dia cukup kelaparan setelah melakukan perjalanan berjam-jam lamanya. Keningnya bertaut kala melihat Ev yang berjalan cukup tergesa-gesa, layaknya tengah berada di atas catwalk yang mengharuskan dia berjalan cepat.


Tidak lama kemudian, Dimi bisa melihat seorang pria keluar dari bangunan tersebut, disusul oleh wanita muda yang tadi mempersilahkan Ev masuk. Tautan di keningnya semakin dalam.


“Darren ada di sini? Itu berarti, wanita itu….”


Isi kepala Dimi menerjemahkan dengan cepat. Namun, belum sempat dia meyakinkan diri, kedatangan Ev membuat perhatiannya teralihkan.


“Jalan. Dim,” ujar Ev penuh penekanan.


“Tapi, Ev. Suami you….”


“Hidupkan mobilnya, Dimi. Bawa aku pergi dari tempat ini!” ucap Ev, nada bicaranya naik satu oktaf.


“Ok-ok,” ucap Dimi pasrah. Pria itu dengan segera menghidupkan mesin, kemudian memutar setir. Meninggalkan area tersebut sebelum Darren sempat mengejar.


“Ev, tunggu!”


Samar-samar, Dimi masih bisa mendengar suara keturunan Xander itu, kala mobil yang dia kendarai mulai menjauh. Dengan hati-hati, Dimi kemudian melirik Ev yang duduk di sampingnya. Wajah cantik yang tampak unreal itu datar seperti biasa. Namun, dari sorot matanya, Dimi bisa menangkan sesuatu yang tidak biasa. Pasti ada yang telah terjadi!


“You okay, Ev?”


“Hm.”


“Aku tidak mudah tertipu oleh ekspresi datarmu, Ev. Pasti ada yang terjadi di rumah itu.”


Ev memilih bungkam. Pandangannya lurus, menatap ke arah jalanan yang tersaji di depan sana. Apa yang harus dia ceritakan pada Dimi? Soal perselingkuhan Darren? Atau soal kehamilan wanita simpanan Darren?


Ev saja masih shok rasanya. Bagaimana bisa pria itu berbuat sejauh ini? Di saat Ev mati-matian berjuang mempertahankan pernikahan mereka, sekalipun dia terus mendapatkan tekanan internal maupun eksternal. Dean mana tahu rasanya menjadi Ev yang harus mengikuti program ini-itu, berbagai macam treatment, hingga dicekoki berbagai obat herbal supaya cepat hamil.


Dean mana tahu bagaiman lelahnya menjadi Ev yang selalu dituntut tampil sempurna sebagai istri dan menantu dari keluarga Xander. Yang pria itu tahu, hidup Ev enak-enak saja. Padahal Ev tak ubahnya tameng, baik bagi Darren, maupun keluarganya sendiri. Karena Ev, Darren dapat menduduki posisi CEO dengan mudah. Sedangkan bagi keluarga Ev, sebuah keberuntungan mendapati putri mereka menjadi menantu keluarga Xander, plus sangat disayangi oleh mertuanya.


Terlepas dari semua itu, Ev selama ini hidup di bawah tekanan. Dia selalu ditekankan untuk menjadi wanita yang sempurna, baik dalam karir maupun urusan berumah tangga.


Sejatinya Ev sudah merasa lelah. Dia ingin bebas, terlepas dari belenggu yang selama ini menjerat. Ev menerima tawaran untuk menikah dengan Darren karena pria itu menjanjikan kebebasan. Namun, setelah menikah, semua itu hanya omong kosong belaka. Yang ada, Darrenlah yang meraup lebih banyak kebebasan. Pria itu bahkan punya banyak waktu untuk menabur benihnya di rahim wanita lain. Sementara Ev, bernafas bebas saja rasanya sulit.

__ADS_1


Setiap kali mengingat fakta jika Darren telah bermain api, dada Ev rasanya sesak. Seolah-olah paru-parunya terhimpit oleh sesuatu.


Selama ini Ev belajar menghargai sebuat komitmen, juga janji yang dia ucapkan. Namun, hal itu tidak dilakukan oleh Darren. Pria itu telah melanggar perjanjian yang mereka buat. Darren menikahi wanita lain tanpa sepengetahuan Ev, bahkan berani membuatnya hamil di usia pernikahan yang baru seumur jagung. Sedangkan bersama Ev? pria itu tak merespon sedikitpun saat Ev meminta bayi.


Apa kurangnya aku? Batin Ev bertanya pada diri sendiri. Kata orang dia cantik, bak putri yang turun dari kayangan. Ev juga pandai merawat diri, karena tuntutan pekerjaan utamanya. Diana Xander juga kerap kali membawa Ev ke salon langgananya untuk melakukan perawatan dari kepala hingga kaki. Semua itu Diana lakukan agar hubungan anak dan anak menantunya selalu harmonis, terutama soal urusan ranjang. Supaya dia cepat mendapatkan kabar baik soal cucu pertamanya.


Setia? Jangan ditanya lagi. Dari usia pernikahan mereka yang pertama, hingga kelima. Ev selalu bersih dari yang namanya skandal. Sedangkan Darren, beberapa kali pria itu kepergok jalan dengan wanita asing. Maka tak jarang jika Darren masuk pemberitaan. Akan tetapi, lagi-lagi Ev yang berperan menjadi tameng bagi pria itu.


Sampai kapan? Ev juga tidak tahu, padahal dia sudah lelah.


“Dim.”


“Ya?” Dimi melirik Ev dari ekor matanya. Pria itu tahu ada banyak hal yang sebenarnya ingin Ev bagi. Namun, ego wanita itu tidak mengizinkan.


“Dadaku rasanya sesak,” cerita Ev dengan suara parau.


“Ada yang bisa aku bantu? You perlu ke rumah sakit terdekat, Ev?”


Ev menggeleng sebagai jawaban. Pandangannya kemudian beralih ke samping, pura-pura menatap pemandangan di luar jendela. Padahal dia hanya tidak mau Dimi melihatnya berkaca-kaca.


“Menangislah, Ev. Tidak ada yang melarangmu untuk menumpahkan air mata,” ujar Dimi tiba-tiba.


“Menangis tidak akan membuatmu terlihat lemah, Ev. You wanita paling tangguh yang pernah aku temui.”


Dimi berkata jujur. Selama dia mengenal Ev, dapat dihitung dengan jari berapa kali wanita itu menitihkan air mata. Ev adalah wanita tangguh. Alih-alih membuang-buang air mata, wanita itu akan lebih memilih berpikir secara rasional. Tumbuh dalam lingkungan yang mengutamakan ‘kesempurnaan’ dalam tatanan keluarga nigrat, membuat Ev terbiasa memperlihatkan sisi sempurna-nya pada dunia. Jikalau sisi rapuh dan tak tersentuhnya, Ev sepandai mungkin menutupinya dari dunia.


“Why, Ev? does your husband have a mistress? (kenapa, Ev? suamimu memiliki wanita simpanan)”


Ev kontan menoleh, tidak menyangka tiba-tiba Dimi menebak demikian. Tepat pula.


“Bukan sehari dua hari aku hidup di samping you, Ev. Aku punya mata, telinga, dan indra pengecap yang peka. Aku tahu selama ini kamu terluka.”


Ev masih memilih bungkam. Tidak menyangka jika selama ini Dimi—manager-nya—ternyata sudah mengetahui seberapa ‘toxic’ hubungan Ev dan Darren.


“Awalnya aku tidak terlalu yakin soal hubungan kalian. Saat memutuskan menikah sekalipun, aku khawatir you yang akan lebih banyak terluka. And then, aku semakin yakin saat you diam-diam menghubungi lawyer.”


Dimi tersenyum kecil, kendaraan yang dikendarainya baru saja memasuki jalanan beraspal. Membuat dia lebih dapat leluasa saat mengemudi.


“Jika memang apa yang kamu rasakan terlalu menyakitkan, menangislah Ev. Luapkan emosimu, jangan dipendam. Sudah cukup selama ini kamu menyimpannya sendiri.”

__ADS_1


“Dim,”


“Ingat, Ev. sebelum menjadi manager you, aku hanya orang biasa yang mengalami penyimpangan seksual. Saat orang lain menatap jijik kepadaku, you malah sebaliknya. Sekarang, saat orang lain tidak mengetahui sisi tergelap you, biarkan aku mengetahuinya. Aku di sini bukan sebagai manager you, melainkan sebagai sahabat you.”


Ev terdiam seribu Bahasa. Namun, tiba-tiba saja kedua matanya diliputi Kristal bening yang siap meledak kapan saja. Pada titik ini, ada yang mengerti dirinya. Di saat Ev memang sangat membutuhkan seseorang.


Tanpa tahu malu atapun permisi, Kristal bening itu meledak tanpa bisa Ev kontrol. Sepasang bola mata milik wanita cantik itu meremang, terhalang oleh lelehan Kristal bening yang berlomba-lomba keluar.


“Dim,” lirihnya parau.


“Ya, Ev. Keluarkan saja, jangan ditahan,” jawab Dimi seraya menepikan kendaraanya sejenak. Mana bisa dia fokus saat sosok yang biasa terlihat tangguh, kini terisak pilu di sampingnya.


“Aku sudah muak dengan semua ini, Dim.”


“Lalu, kamu mau apa, Ev?”


“Aku ingin bebas.”


“Maka lakukanlah. Banyak orang yang akan berada di belakangmu, mendukung semua keputusanmu,” ujar Dimi seraya menyodorkan kotak tisu pada Ev. “Apa perlu aku yang mengurus gugatan perceraian you untuk Darren?”


Ev menggeleng seraya menyeka sudut mata. “Tidak perlu. Aku tidak akan melepaskan Darren semudah itu. Apalagi selama ini pria itu memperoleh banyak hal dariku.”


Dimi mengernyit mendengarnya. “And then, you mau apa?”


“Melakukan sesuatu, selaku istri sah dari Darren Aryasatya Xander.”


...🥀🥀...


...TBC...


...Next??...


...Ev mau melakukan sesuatu. Apa itu? penasaran?...


...Jangan lupa like, vote, komentar, follow Author & share cerita ini biar semakin banyak yang baca 🥳...


...NS : Tandai Typo 🙏...


...Tanggerang 13/02/22...

__ADS_1


__ADS_2