Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)

Berbagi Cinta: Mistress (Wanita Simpanan)
M69 : DITENDANG, TAPI MENENTANG


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA ✌️


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMENTAR, FOLLOW AUTHOR & SHARE ❤️


SEMANGAT JUGA BUAT YANG SEDANG MENJALANKAN IBADAH PUASA RAMADHAN ☺️


M69 🥀 : DITENDANG, TAPI MENENTANG


Terkadang mahluk lemah yang terlihat tidak berdaya akan memiliki berbagai cara untuk menyelamatkan diri dari berbagai ancaman. Tipu daya yang kelewat rapih terkadang dapat mengecoh mangsa hingga ancaman yang sudah menghadang.


“Kamu pendatang baru di komplek ini, ya?”


Wanita yang tengah hamil tua itu tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban. Dua ibu-ibu berpakaian olahraga di hadapannya tampak saling berpandangan untuk sejenak. Untuk ukuran jam segini yang masih cukup pagi, dandanan mereka terlihat sangat all out.


“Tinggal di mana, mbak?”


“Di ujung jalan ini,” jawab wanita hamil tersebut. Dia yang tengah jalan-jalan pagi di sekitar rumah—tanpa sepengetahuan sang suami tentunya—ditemani oleh seorang bodyguard tidak sengaja bertemu dua ibu-ibu ini.


“Oh, rumah yang lumayan lama kosong itu, ya? Dekat rumah keluarga Xander.”


“Iya,” malah di rumah itu Ella tinggal—lanjut wanita hamil itu dalam hati.


“Berarti bakal tinggal lama ya, mbak?”


Wanita hamil itu kembali mengangguk seraya menyentuh permukaan perut buncitnya. “Suami Ella kerja dan tinggal di sini. Jadi Ella akan tinggal lama di sini.”


“Oh, nama mbak Ella?”


“Estrella. Biasa dipanggil Ella,” koreksi si empunya nama.


“Namanya cantik, kayak orangnya.”


Dua ibu-ibu saling menimpali tiada henti. “Omong-omong kalau mbak bakal tinggal lama, mau gak join arisan dollar sama diamond, gak? Kita kebetulan kekurangan member karena ada satu member yang keluar setelah bercerai.”


“Arisan dollar dan diamond?” ulang Ella, kebingungan. Setahunya yang namanya arisan biasanya berbentuk uang atau hasil panen, seperti arisan padi di kampungnya dulu. Biasanya jika arisan hasil kebun seperti padi, akan ditarik saat selesai panen. Jika arisan uang, akan ditarik sesuai kesepakatan bersama. Kalau arisan yang ibu-ibu maksud, seperti apa?


Kedua ibu-ibu yang mengenakan pakaian olahraga dari band berlogo centang itu mengangguk antusias. “Kalau mau nanti bisa didata sama saya. Hampir semua ibu-ibu di komplek ini ikutan loh. Orang super model sekelas Evelyn juga pernah join arisan ini. Tapi, sekarang udah enggak karena gak tinggal di sini lagi.”


‘Mbak Ev pernah ikutan arisan ini?’ batinnya.


“Gimana mbak Ella?” desak si ibu, meminta kepastian.


‘Kalau mbak Ev pernah ikutan, kenapa Ella gak coba ikutan juga?’ batinnya. Tanpa pikir panjang dia pun akhirnya mengangguk. “Ella ikutan.”


Dua ibu itu mengangguk antusias. Mereka kemudian meminta nomer telepon yang dapat dihubungi, agar dapat menghubungi saat hendak berkunjung. Selepas jalan-jalan pagi yang menghabiskan waktu sekitar 20 menit, wanita muda yang tengah hamil tua itu kembali ke rumah tempatnya tinggal.


Rumah yang seharusnya dia tinggalkan tiga bulan yang lalu, namun urung karena dia pandai mempertahankan diri. Waktu itu, saat tiba waktunya dia dikirim kembali ke kampung halamannya di desa, di tidak sengaja jatuh di tangga karena kelalaiannya sendiri. Oleh karena insiden itu, dia harus bed rest beberapa hari di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.


Ajaibnya, sang buah hati yang dikarunia kekuatan lebih bertahan dengan baik di dalam rahimnya. Mau tak mau, jadwal kepulangannya ke kampung ditunda oleh sang suami karena masalah kesehatan. Jika ada yang bertanya kenapa dia sampai berbuat sejauh ini? apa karena di sini dia bisa mendapatkan segalanya? Maka jawabannya fifty-fifty.


Tinggal di rumah megah, mewah, yang dilengkapi oleh berbagai fasilitas penunjang kehidupan adalah impian semua orang. Bukan kah begitu? Ella tak munafik. Selain itu, dia juga haus akan berbagai rasa ingin tahu. Di sini, rasa keingintahuannya bisa mendapat jawaban dengan mudah. Sedangkan di desa, dia tidak leluasa mencari tahu apa yang dia mau. Selama tinggal di sini, dia merasakan perbedaan yang sangat signifikan.


Selain itu, sang suami juga tinggal di rumah ini. Alasan terkuat kenapa dia bersikeras ingin tetap tinggal. Ibarat kata, dia sudah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya. Tidak ada ‘jatuh’ yang tidak sakit, mau bagaimana pun konteks jatuhnya. Oleh karena itu dia mampu bertahan sekali pun rasa sakit datang silih berganti. Dia hanya ingin bersama sang suami selama mengandung buah cinta pertama mereka. Toh, mereka dulu memulai hubungan ini secara baik-baik. Mereka juga menghadirkan buah cinta ke dunia dengan dasar suka sama suka, dalam keadaan sama-sama sadar.

__ADS_1


“Dyana, Ella mau tanya.”


“Iya, nona. Mau tanya apa?”


“Apa itu dollar sama diamond?”


Maid muda yang baru saja menghidangkan roti panggang hangat isi Nutella dengan segelas susu almond itu menautkan kening, mendapat pertanyaan tiba-tiba dari wanita muda yang harus dia layani. “Dollar itu nama mata uang Negara Amerika, nona.”


Wanita muda itu mengangguk paham. “Kalau diamond?”


“Kalau diamond itu berlian.”


“Satu pertanyaan lagi, apa mbak Ev punya dollar sama diamond?”


Dyana tampak menautkan kening semakin dalam. ‘Pertanyaan ini adalah pertanyaan paling bodoh yang pernah aku dengar,’ batinnya. “Tentu saja, nona. Nyonya Ev memiliki banyak uang dollar berkat hasil kerja kerasnya. Sebagian besar uang yang nyonya simpan dan miliki berbentuk dollar, karena nyonya Ev sering bertransaksi menggunakan uang tersebut. Sedangkan untuk diamond, saya kurang tahu detailnya. Soalnya Dini yang bertugas mengurus semua kebutuhan nyonya Ev, termasuk masalah pakaian beserta barang penunjang seperti perhiasan.”


“Sekarang di mana maid itu? cepat panggilkan untuk Ella,” titah si empunya nama.


“Dini sudah keluar semenjak nyonya Ev meninggalkan mansion ini, nona.”


“Apa??”


“Dini adalah maid yang sangat setia. Dia putri maid senior yang dulu menjadi pengasuh tuan Darren sewaktu kecil,” tutur Dyana.


Ella mengangguk kecil. Jadi, kesimpulannya Ev memiliki dua benda tersebut. Dollar dan diamond. Berarti Ella bisa dong meminjam kedua barang tersebut, selagi si empunya sekarang sudah tak tinggal lagi di rumah ini. Ella yakin barang-barang Ev masih banyak yang tertinggal di kamarnya. Bermodal nekad dan ingatan di mana kunci connecting door antara kamar Darren dan Ev disimpan, dia berhasil masuk ke kamar mantan nyonya rumah ini dengan mudah.


Tujuan Ella hanya satu—walk in closet milik Ev. Tempat yang pernah tidak sengaja dia masuki itu pasti jadi markas tempat penyimpanan benda-benda berharga milik Ev. Baru saja memasuki ruangan tersebut, dia langsung disuguhi jejeran pakaian yang indah. Mulai dari daytime dress, evening dress, two-piece suit, sleepwears, hingga setelan formal. Jangan lupakan rak-rak sepatu yang terbuat dari kaca, diisi oleh berbagai jenis sepatu. Mulai dari heels, sneakers, flatshoes, boots, dan sebagainya.


Namun, yang paling menarik perhatian Ella adalah jejeran koleksi sepatu kaca yang mirip sepatu kaca milik Cinderlla yang tersimpan dalam kotak-kotak kaca. Di bawahnya, terdapat etalase kaca yang menyimpan koleksi berbagai jenis perhiasan penunjang seperti jama tangan pria dan wanita, jam tangan couple, anting-anting, kalung, cincin, gelang tangan, gelang kaki, hingga hiasan kepala seperti jepit rambut dan bandana yang bertabur tiara dan bebatuan mulia.


Setiap memasuki ruangan ini selalu terpana. Dia seolah-olah masuk ke dunia dongeng. Ya, dongeng yang menceritakan segala kemewahan yang dimiliki oleh seorang putri cantik yang berasal dari keluarga kaya raya yang punya segalanya. Ella merasa masuk ke dunianya. Dunia sang tuan putri.


Saking larutnya dalam rasa kagum, dia sampai tidak menyadari ada sepasang lensa yang merekam semua kegiatannya. Dari sepasang lensa kamera yang berukuran mikro itu, seorang pria dapat mengamati kegiatan wanita itu secara langsung.


Amarah kian menumpuk saat melihat wanita yang tengah hamil tua itu membuka salah satu rak kaca, mengeluarkan sepasang heels berwarna merah hati yang dihiasi ornament flora yang terbuat dari emas 24 karat dan berlian-berlian kualitas terbaik.



Heels berwarna merah hati itu adalah hadiah pernikahan dari seorang keturunan bangsawan China yang merupakan college keluarga Xander. Sepatu itu dibuat khusus untuk Ev, dan hanya ada satu original-nya di dunia. Oleh karena itu ada ukiran nama ‘Evelyn’ di bagian alas sepatu tersebut, alih-alih brand pembuatnya. Jika dijual dan dirupiahkan, sepasang heels itu harganya bisa mencapai kisaran 2 Milyar rupiah.


“Rubah ini benar-benar!”


Pria bermarga Xander itu menggeram lirih. Tiga bulan ini dia sudah benar-benar dibuat naik pitam. Lantas, kenapa pula sumber kemarahannya belum dia tendang? Alasannya karena wanita itu pandai menentang. Dengan cara halus tentunya, sehingga menyentil rasa kemanusiaan yang masih ada dalam jiwa dan raga.


“Damian, masuk!” titahnya.


“Ada apa, tuan?”


Si pemilik nama datang dengan langkah lebar dari balik pintu yang baru saja terbuka dari luar. “Ada sesuatu yang Anda butuhkan?”


“Hm. Segera pergi ke rumahku, seret wanita itu pergi dari sana. Saat aku kembali, aku tidak mau melihat jejaknya di sana.”


“Maksud Anda nona Ella?”

__ADS_1


“Ya, rubah itu. Siapa lagi!” bentak Darren emosi. “Cepat buat dia enyah dari kediamanku.”


“Tapi, tuan—“


“Kamu menolak perintahku, Dam?” potong Darren.


“Bukan begitu tuan. Maksud saya, bagaimana dengan kondisi kandungan nona Ella?” tutur Damian menjelaskan. Pasalnya Damian tahu jika selama ini yang coba dipertahankan oleh sang atasan adalah darah dagingnya. Ibunya sih, bodo amat. Kemungkinan besar Darren sudah tidak butuh wanita itu lagi karena perasaanya sudah mati.


“Bawa dokter, suster, pelayan, supir, dan pengawal bersamanya. Pastikan darah daging ku aman selama dia dipulangkan.”


“Baik, tuan.”


“Satu lagi, jangan sampai identitasnya bocor ke media.”


Damian mengangguk paham. Pria itu kemudian pamit undur diri setelah mendengar tugasnya secara detail. Meninggalkan si empunya rungan yang kini memijit tengkuk belakangnya yang terasa pegal. Tiga bulan ini adalah masa-masa terberat baginya pasca resmi bercerai. Dia harus bertahan dalam berbagai situasi yang membuat kepalanya setiap waktu terasa mau pecah.


Belum terpecahkan masalah foto USG misterius yang dia temukan di kamar mantan istrinya, istri keduanya malah terus-menerus membuat ulah. Orang-orang yang dia kerahkan belum dapat mencari informasi yang akurat, seolah-olah ada ‘something’ yang menutupi kebenaran yang tengah mereka cari.


Untuk saat ini yang baru Darren kantongi hanya fakta jika selama ini Ev tidak tinggal di Paris, melainkan di Swiss. Selain itu, ada kejanggalan pada insiden one night stand yang dulu menimpa Darren saat honeymoon. Salah satu informan mengatakan bahwa wanita bar yang dulu menghilang, sempat menunjukkan eksistensinya di sebuah kota bernama Bern, Swiss.


Para hacker yang Darren kerahkan juga tidak dapat berkutik saat berhadapan dengan firewall yang berasal dari user asal di New York. Hacker yang lebih pro dari pada orang-orangnya itu menggunakan kode ‘BalckBrother’ sebagai username-nya. Darren yakin, ada orang-orang jenius yang menjadi pelindung sebuah fakta besar yang disembunyikan mantan istrinya. Darren tidak tahu apa itu. Namun, melihat perlindungan yang begitu berlipat, Darren semakin yakin dengan asumsi tersebut.


Sedang sibuk-sibuknya bergulat dengan semua asumsi yang berkeliaran di kepala, sebuah pesan email masuk. Notifikasi pesan itu muncul di pop up layar depan handphone miliknya yang sekarang menyala. Ada nama ‘xxxx009’ terpampang di sana. Dengan segera Darren memasukkan beberapa digit angka password agar terbuka. Pasti ada berita penting yang dikirimkan oleh anak buahnya. Saat beralih pada aplikasi email, Darren bergegas membuka pesan tersebut. Di dalamnya berisi beberapa file dokumen. Dengan telaten dia membuka satu per satu file dokumen tersebut dari urutan teratas. Kernyitan dalam langsung tercipta di keningnya saat melihat isi dari file tersebut.


“Apa ini??” gumamnya bingung.


File-file tersebut berisi foto-foto berlatar belakang sebuah pekarangan dengan pemandangan danau dengan keindahan alam yang membentang begitu luas. Jika dilihat dengan seksama, foto-foto tersebut merupakan hasil tangkapan layar dari beberapa akun media sosial orang-orang yang Darren kenali. Pertanyaannya, kenapa anak buahnya mengirimkan foto-foto tersebut?


Darren kembali melanjutkan pekerjaannya—membuka beberapa file. File-file tersebut masih berisi foto dengan latar belakang sana—kali ini di sebuah taman, di dalam rumah, hingga di sebuah sekolah. Namun, yang paling membuatnya penasaran adalah foto terakhir. Foto yang mencetak gambar kedua orang tuanya tengah menggandeng seorang anak kecil yang membelakangi kamera.


“Mama dan papa bersama anak siapa?” gumam Darren bingung. “Apa mungkin dia anak salah satu kerabat mama dan papa? Tapi, setahuku anak-anak kerabat mama dan papa sudah beranjak dewasa semua.”


Darren semakin dibuat pening. Dalam kondisi tersebut, handphone miliknya tiba-tiba saja berbunyi. Nama yang sama kembali terpampang di layar.


“Apa maksud dari semua foto ini?” tanya Darren to the point. “Siapa anak kecil itu? kenapa dia bisa terlihat akrab dengan orang tuaku? Atau jangan-jangan…..” mereka berniat mengadopsi anak panti sebagai pengganti ku—lanjut Darren dalam hati.


“Informasi ini masih belum valid, tuan. Namun, dari foto-foto yang diunggah orang-orang terdekat nyonya Ev, dapat disimpulkan bahwa saat ini mereka tengah menghabiskan waktu bersama di suatu tempat.”


“Maksudmu?”


“Sepekan yang yang lalu ada catatan bahwa jet pribadi milik keluarga Wijaya telah mengudara dari bandara Internaional Soekarno Hatta ke suatu Negara di Eropa. Dalam waktu bersamaan, orang tua Anda juga melakukan perjalanan menuju Eropa. Selain manager, dan sahabat-sahabat nona Ev yang ikut serta dalam perjalanan itu, sekretaris Anda juga diduga termasuk penumpang dalam jet pribadi milik keluarga Wijaya.”


“Apa, Damian? Itu tidak mungkin.” Darren tertawa hambar mendengarnya. “Dia minta cuti karena ingin menemani istrinya mengunjungi kerabat di luar negeri. Dia bilang….”


Darren tiba-tiba saja kehilangan kata-kata. Untuk sejenak dia mencoba mereka ulang sikap sang sekretaris belakangan ini. Semenjak cuti, Damian memang jadi lebih pendiam. Saat cuti pria itu juga sempat menelpon, tetapi diputus begitu saja saat sambungan telepon baru terhubung. Saat ditelepon ulang, handphone-nya sudah tidak aktif.


Apa jangan-jangan benar kata anak buahnya, Damian cuti karena hal itu. Damian berarti telah berkhianat??


🥀🥀


TBC


RASAKAN NOH, DIKHIANATI 🤭✌️

__ADS_1


Sukabumi 17/04/22


__ADS_2