
M24 : LEMPAR BATU, SEMBUNYI TANGAN
“Kenapa tiba-tiba kamu memanggilku datang, Ev?”
Pertanyaan yang sudah diduga akan dilontarkan oleh lawan bicaranya itu, disambut oleh senyum tipis si empunya nama. Sebelum menjawab, hal pertama yang Ev lakukan adalah mempersilahkan tamunya masuk dengan ramah. Menyajikan Americano coffe kesukaannya, lengkap dengan beberapa jenis kudapan.
“Bisa kita bicara sekarang? Kamu membuatku menunggu terlalu lama, Ev.”
Dean kehabisan stok kesabaran. Dia yang tiba-tiba mendapatkan undangan untuk mampir ke apartemen yang dibeli untuk Ev, langsung tancap gas detik itu pula. Namun, saat tiba di tempat, si tuan rumah agaknya tengah bermain-main dengan rasa sabar.
“Ada apa, Ev?” tanyanya lagi seraya menggenggam erat pergelangan tangan Ev. menariknya pelan, agar wanita cantik itu mendekat. “Katakan.”
“Aku akan hadir bersamamu di anniversary D’EV Entertainment.”
“You sure?” kaget Dean.
“Apa aku terlihat sedang bercanda?” tanya Ev balik seraya mengambil posisi duduk di atas pangkuan Dean.
Ekspresi Dean? Jangan ditanya lagi bagaimana ekspresi pria rupawan itu. Dia tentu terkejut. Jika dulu mereka bisa sedekat ini di manapun mereka berada, semua itu sudah tidak berlaku lagi sejak lama. Oleh karena itu, saat Ev tiba-tiba menariknya mendekat, bersikap sangat ramah, membuat Dean tentu pasang curiga.
“Kamu yakin akan pergi?” tanya Dean lagi memastikan. Kedua tangannya bergerak, berpindah pada pinggang ramping milik Ev. Untuk sejenak, Dean ingin menikmati momen ini lebih lama.
Wanita cantik yang duduk menyamping di atas pangkuannya itu kemudian tersenyum tipis. “Tentu saja aku yakin. Dipikir-pikir, sudah lama aku tidak menghadiri anniversary D’EV.”
“Itu karena kau sibuk menolak ajakan ku, Ev.”
Dean menjawab seraya menatap lawan bicaranya yang kembali tersenyum tipis. D’EV Entertainment adalah bukti besarnya rasa cinta Dean pada Ev. Oleh karena itu, Ev sempat mangkir dari anniversary D’EV. Dean sengaja membangun agensi model agar Ev yang bercita-cita menjadi model dapat meraih cita-citanya dengan mudah. Tak tanggung-tanggung, Dean bahkan berani menguras hampir sebagian besar tabungannya untuk mewujudkan impian tersebut.
Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, berdirilah D’EV Entertainment. Dean membeli sebuah gedung yang dulunya merupakan rumah bagi para penyanyi dan penari teater. Renovasi besar-besaran dilakukan. Ketika sudah layak huni, Dean mulai membangun citra D’EV dari nol. Dia menggaet beberapa teman dan mitra yang dapat membantu mengembangkan D’EV. Dean benar-benar memikirkan semuanya sendiri dengan sangat matang. Dia ingin D’EV menjadi rumah bagi orang-orang yang memang mencintai dunia modelling seperti Ev.
Hingga pada akhirnya Ev, sumber motivasi utama bagi Dean, mau bergabung dengan D’EV. Dean tentu merasa senang. Kerja kerasnya selama ini tak sia-sia. Awal karir Ev dimulai dari D’EV, kemudian tak berselang lama, Ev memutuskan untuk pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi. Ev sempat menolak menghadiri anniversary D’EV karena Dean pernah mengatakan jika D’EV didedikasikan untuk dirinya. Ev hanya tidak mau ada kontroversi terkait alasan Dean membangun D’EV untuk wanita yang sejak SMA sudah digemborkan akan menjadi menantu keluarga Xander. Jadi, untuk menghindari semua itu, Ev tidak lagi mau menghadiri anniversary D’EV. Karena jika dia hadir, maka dia akan disebut-sebut sebagai lady of D’EV. Sebutan baginya selaku alasan terbesar terbentuknya D’EV.
Karena masih bergabung dengan D’EV, Ev selalu bersifat professional. Apalagi beberapa tahun ke belakang hubungannya dengan Dean semakin merenggang, karena pria itu terus mengejar Ev, sedangkan Ev sibuk menghindar dan menutupi kekacauan-kekacauan yang semakin banyak muncul dalam rumah tangganya.
Kali ini, Ev sendiri yang menyanggupi. Dia akan hadir di anniversary D’EV sebagai pasangan Dean. Biar dunia tahu sebesar apa rasa cinta seorang Dean Wijaya, sehingga rela membuat D’EV untuk Ev. Supaya seseorang yang telah menyia-nyiakan Ev malu. Dia bermodal apa, sampai-sampai berani menyia-nyiakan Ev.
“Kamu dari kantor langsung ke sini?” tanya Ev, meneliti tampilan Dean yang terbilang semi formal. Namun, tetap stylist.
“Hm. Tadi ada meeting dengan CEO. Tapi,”
“Biar aku tebak,” sela Ev seraya menyimpan jari telunjuknya di depan bibir Dean. “Tapi, CEO itu berhalangan hadir.”
Dean tersenyum tipis seraya mengeratkan pelukannya di pinggang Ev. “Jadi, kamu sudah mendatangi alamat yang aku kirimkan?”
“Hm.”
“Apa yang kamu temukan di sana?”
__ADS_1
“Sesuatu yang membuatku muak.”
“Hanya muak?” pancing Dean. Matanya masih menatap lawan bicaranya lekat.
“Sebenarnya, kenapa kamu ikut campur urusan rumah tanggaku sejauh ini?” bukannya menjawab, Ev malah balik bertanya guna mengalihkan pembicaraan.
“Karena aku tidak mau wanita yang kucintai tersakiti lebih dalam lagi.”
Ev bungkam.
“Aku hanya ingin kamu sadar, Ev. Ada banyak hal yang dapat kamu lakukan, jika kamu mau lepas dari rasa sakit yang selama ini kalian ciptakan.”
Dean tahu, rasa sakit yang mereka ciptakan adalah rasa sakit yang bermunculan kala mereka memutuskan untuk menikah. Menyerah pada keinginan keluarga, padahal mereka sama-sama terluka. Baik Ev maupun Darren memilih bertahan dengan ego masing-masing. Padahal, semakin hari hubungan mereka semakin toxic.
“Mau menginap?”
Dean menautkan kening dalam kala mendengar ‘tawaran menggiurkan’ yang tiba-tiba disodorkan Ev.
“Memang boleh?” tanyanya ragu.
Ev tertawa kecil seraya menutup mulutnya menggunakan punggung tangan. Dean bahkan sampai speechless melihat tawa Ev yang sudah lama tidak terlihat. Tawa itu terlihat normal dan alami.
“Tentu saja. Lagipula ini juga dulunya apartemen kamu.”
Dean tersenyum kecil seraya menjawab. “Ok.”
“Lagipula bukan cuma kamu saja yang mau menginap,” lanjut Ev seraya beranjak.
“Dimi sama asisten ku kayaknya udah di lobby. Malam ini mereka juga mau menginap,” ujar Ev meluruskan, sebelum menghilang di balik pintu.
“Shit!” umpat Dean lirih.
Dia pikir Ev mengijinkannya menginap supaya dapat menghabiskan waktu bersama. Akan tetapi, wanita cantik itu ternyata memiliki rencana lain. Sungguh, si cantik satu itu sulit sekali ditebak.
🥀🥀
“Kau tidur dengan bajing*n ini saat masih berstatus istriku, Evelyn Xander?!”
Ev tak berekspresi apa-apa saat pria yang tiba-tiba muncul dan membuat keributan itu menuduhnya. Pria itu tampak murka, terlihat dari raut wajahnya. Memilih mengabaikan pertanyaan itu, Ev bergerak menghampiri Dean. Membantunya berdiri seraya menatap sudut bibir pria itu.
“Sudut bibir kamu pecah, aku akan ambil kotak P3K di.…”
“Ev!”
“Apa?” jawab Ev datar seraya memalingkan wajah. “Apa kamu tidak malu membuat keributan pagi-pagi begini, Darren?”
“Malu?” pria rupawan yang tampak emosi itu tertawa sinis. “Seharusnya pertanyaan itu ditujukan padamu. Apa kau tidak mau kedapatan tinggal satu atap dengan pria lain? Sedangkan statusmu masih istriku!”
__ADS_1
Ev tersenyum miring. “Untuk apa malu. Toh, kami tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum maupun agama.”
“Apa katamu, Ev?”
Darren menatap sang istri lekat. Suami mana yang tidak berpikir negatif jika istrinya tidak pulang semalaman, dan sekarang ditemukan tinggal satu atap bersama seorang pria. Apalagi kondisi mereka saat ini cukup membuat orang berpikir ada ‘something’ di antara mereka. Sekarang istrinya malah balik menyindir secara halus.
“Sudah jelas-jelas aku menemukan kalian di sini. Dengan keadaan seperti ini.”
“Seperti apa, Darren Aryastya Xander? Apa kamu melihat kami having ***? Tidak bukan. Kamu yang main hakim sendiri, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.” Ev menjawab, membuat Darren semakin geram. Sedangkan Dean, memilih menjadi penonton seraya melipat kedua tangan di depan dada.
Kondisinya yang baru bangun, half naked pula, karena semalam dia melepas atasannya. Sebagian ban underwear Calvin Klain yang digunakannya juga tampak tanpa disengaja. Ditambah lagi keringat menghiasi bagian atas tubuhnya, karena olahraga singkat yang sempat dia lakukan tadi. Agaknya hal itu yang memicu salah paham. Apalagi Ev juga tahu-tahu keluar hanya mengenakan T-**** extra large. Padahal semalam, sebelum masuk ke kamar untuk tidur, wanita itu masih mengenakan dress sederhana.
“What happened, Ev? (apa yang terjadi, Ev)” tanya sebuah suara, menyela Darren yang baru saja hendak angkat bicara.
Dimi—manager Ev—tiba-tiba muncul bersama asisten Ev yang masih menggunakan piama motif Tsumsum. Keduanya masing-masing membawa paper bag berlogo sebuah caffe ternama.
“Apa yang terjadi selama kita pergi ke lobby?” tanya Dimi lagi. Dia memang menginap semalam. Pagi tadi dia minta asisten Ev menemani ke lobby untuk mengambil pesanan breakfast mereka. “Suami you juga, sejak kapan ada di sini?” bisik Dimi, tetapi masih bisa didengar oleh si empunya nama.
Darren bungkam, tatapannya tertuju pada Ev yang tengah tersenyum miring. Seolah-olah lewat senyum itu Ev mengolok-olok tindakan Darren yang main tuduh tanpa alasan.
“Cepat berkemas, kita pulang ke rumah. Aku tunggu di lobby.”
Belum sempat Ev menjawab, pria rupawan itu sudah melengos begitu saja. Meninggalkan Ev, Dean, Dimi dan asisten Ev dengan rasa bingung yang melambung.
“Ev, suami you sehat? Ambigu sekali,” ujar Dimi berpendapat.
Ev mengedipkan bahunya acuh seraya berucap. “See, lempar batu, sembunyi tangan.”
Pria itu, datang-datang main pukul, tuduh, kemudian pergi begitu saja. Seperti perumpamaan ‘lempar batu, sembunyi tangan’. Berbuat kurang baik kepada orang, lalu berpura-pura tidak tahu. Tanpa maaf sekalipun, pria itu pergi begitu saja.
“Wah, gila. Aura suamimu, Ev. Apa jangan-jangan dia cemburu buta?” seloroh asisten Ev yang langsung mendapat jitakan dari Dimi.
“Cemburu? halu! Mana mungkin Darren cemburu, auranya memang sangar begitu.”
Diam-diam Ev tersenyum tipis. Cemburu, ya? Sepertinya begitu. Ev cukup hafal tabiat pria itu. Namun, untuk membedakan mana cemburu dan ego semu, cukup sulit. Pria itu terlalu rumit. Akan tetapi, ini belum seberapa Darren. Tunggu dan lihat saja nanti.
🥀🥀
TBC
Dean mah, belum apa-apa udah buat entertainment buat Ev. Lah, Darren? modal tampang sama restu semu.
Silahkan menghujat DARREN semau readers. Tokoh ganteng satu ini memang dipersiapkan untuk dihujat 🤣
Spoiler next part bikin geregetan + kezel + pen nabok + pen nyantett online
__ADS_1
Jangan lupa peraturannya, like, vote, komentar yang banyak, share & follow Author 🥰🥰
Tanggerang 17/01/21