
Suasana di halaman depan sekolah lebih ramai dari biasanya, terlebih lagi anak-anak perempuan di sekolah tersebut banyak yang berteriak histeris, entah siapa yang mereka lihat sehingga seperti itu.
"Ada apaan sih?" tanya Elisya penasaran.
"Ada apa?" Almaira bertanya pada temannya yang lewat.
"Ada dua cowok ganteng di dekat gerbang" jawabnya.
"Tamu sekolah kita?" tanya Elisya. Temannya menaikan kedua bahunya.
"Kita lihat aja, sekalian kemobilnya Rangga diparkiran depan, dia udah nungguin" ajak Almaira.
Elisyah menuruti saran Almaira, mereka berjalan dengan santai menuju gerbang dimana Rangga tadi memarkir kendaraannya tidak jauh dari sana. Tapi apa yang mereka lihat, mobil Rangga dikelilingi para siswi sekolah mereka. tidak hanya kelas 12 tapi siswi kelas 10 dan 11 juga terlihat disana.
"Sejak kapan Rangga jadi idola?" gumam Elisya.
"Sejak hari ini kayaknya" jawab Almaira sambil terkekeh. Elisya ikut terkekeh.
Dengan santai mereka mendekati kendaraan roda empat milik Rangga. "Permisi numpang lewat" ucap Elisya sambil mengerakkan tanganya mengusir kerumunan para siswi.
Begitu terkejutnya Almaira dan Elisya begitu tahu siapa yang jadi tontonan teman-teman sekolah mereka.
"Al"
"El"
Panggil Rendra dan Ezra pada keduanya bersamaan. Ezra merentangkan tangannya pada Almaira yang disambut baik oleh gadis itu. Dalam sekejap Almaira sudah berada dalam pelukan Ezra, membuat para siswi yang lain merasa cemburu.
"Kenapa tadi nggak bilang kalau Kak Eza akan datang" Almaira mengucapkannya dengan sedikit merajuk.
"Kalau bilang bukan kejutan namanya" Ezra terkekeh, lalu mengecup pucuk kepala dan kening Almaira.
__ADS_1
Disamping mereka tidak kalah romantis, Elisya masuk dalam pelukan Rendra dan menyandarkan kepalanya yang diusap Rendra. Elisya sejak kecil sudah terbiasa dimanja oleh Rendra, bahkan laki-laki itu tidak membedakan antara Almaira dan Elisya. Karena itu juga dia membiarkan Almaira dipeluk Ezra ,dia menganggap Ezra melakukannya seperti yang dia lakukan pada Elisya.
Rendra melepaskan pelukannya setelah merasa cukup melepas rindunya pada Elisya. Dia akan beralih pada adik perempuan satu-satunya.
"Apa kamu tidak mau dipeluk kakakmu sendiri Al" protes Rendra melihat Almaira dan Ezra sepertinya tidak akan melepaskan pelukan mereka.
Almaira melepaskan diri dari pelukan Ezra dan berlari kepelukan Kakak tertuanya.
"Kak, katanya besok pulangnya" Rendra hanya tersenyum.
"Tuh" Rendra menunjuk Ezra dengan mulutnya "Mau kasih kejutan kekamu" Almaira tersenyum lebar pada Ezra yang juga tersenyum sambil mengedipkan matanya.
"Ayo, mau pulang nggak. kangen-kangenanannya nanti dilanjutin lagi" Rangga yang protes. Pasalnya sejak tadi dia sudah menunggu didalam mobil.
"Kamu pindah Ga, biar kakak yang bawa" Rendra membuka pintu bagian kemudi.
Rangga yang malas keluar memilih loncat kesamping, Ezra tidak melewati kesempatan bisa duduk di bangku belakang bersama Alamaira.
Dari jauh seseorang setelah mengamati adegan mesrah yang jadi tontonan banyak siswa dan siswi disekolah itu melepaskan kepalan tangannya, dia tidak suka dengan apa yang tadi dilihatnya.
Almaira adalah gadis yang selama ini diinginkannya, sejak pertama kali dia bersekolah disana. Hanya saja gadis itu sangat sulit didapatkan, padahal dia dinobatkan sebagai cowok tertampan yang ada disekolahnya, bahkan Rangga yang selama ini dekat dengan Alamirapun kalah bersaing dengannya.
"Kakaknya Alma ternyata ganteng-ganteng ya, tidak disangka"
"Itu yang calon dokter itu bukan?"
"Sepertinya iya"
"Tau gitu aku baikin si Alma dari dulu, biar bisa dekat sama kakaknya kayak si Elisya, menang banyak dia dipeluk kakaknya Alma"
Damar menyimak percakapan para wanita yang bergosip itu. Ada perasaan lega saat dia tahu kalau kedua pria tadi adalah kakak Almaira tanpa dia tahu kebenarannya. "Aku masih ada kesempatan" gumamnya.
__ADS_1
Didalam kendaraan Rangga yang dikemudikan Rendra, Ezra tidak membuang kesempatan melepas rindunya pada gadis seragam putih abu-abu tersebut. Ezra menyelipkan jarinya masuk kesela-sela jari Almaira. Merasakan itu Almaira memalingkan wajahnya menatap Ezra, pria itu sedang tersenyum dengan manis menatapnya.
Deg, jantung Almaira yang sejak tadi sudah berdetak lebih cepat dari biasanya kini bertambah lagi kecepatannya.
"Kangen" bisik Ezra yang hanya bisa didengar Almaira sambil semakin mengeratkam tautan jemarinya.
"Kita mau kemana kak?" Elisya yang bertanya.
Almaira menatap sekelililing, jalan pulang kerumahnya sudah terlewati tapi kakaknya tidak berbelok kesana, malah memilih jalan lurus.
"Kita makan-makan buat ngerayain kelulusan kalian" jawab Rendra membuat Rangga dan Elisya berteriak senang.
"Kak Rendra memang kakak ku terbaik" ucap Rangga yang sejak pertama bertemu sudah mengagumi pria yang ada disampingnya. Dia yang tidak memiliki saudara laki-laki sangat bersyukur kedua kakak sahabatnya menganggapnya seperti adik mereka sendiri.
Rendra memarkirkan kendaraannya diparkiran sebuah restoran yang sangat Almaira kenal, Alamaira tidak menyangka kalau kakaknya akan membawa mereka ketempat ini. Rendra mengedipkan sebelah matanya pada Almaira saat mata mereka beradu lewat spion, dia sangat tahu kalau adiknya sangat suka diajak kerestoran ini, karena hanya direstoran ini yang menyuguhkan makanan kesukaan Alamira, yaitu Srikaya Tape makanan khas Palembang.
Ketiga trio Al, El dan Doel kembali dikejutkan dengan kehadiran keluarga mereka. Ternyanta ini sudah direncanakan oleh ketiga keluarga untuk memberi kejutan pada ketiganya.
Papa Dhani dan Mama Rahma sudah berdiri menyambut Almaira diikuti Rendy dan Danu. Almaira segera berlari menyambut rentangan tangan mamanya.
Elisya tidak kalah bahagia, bukan hanya omanya yang hadir, tapi kedua orang tuanya hari ini duduk bersama demi dirinya. Suatu moment yang jarang terjadi, dia berlari masuk dalam pelukan papanya yang sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Kedua orang tuanya juga bersyukur, perceraian mereka tidak membuat Elisyah jadi anak yang hancur karena korban broken home. Papa Elisya, Pak Ahmad Rahmadi harus banyak berterima kasih pada mantan istri dan mantan ibu mertuanya, karena tidak membuat putrinya membenci dirinya yang sudah menyakiti mereka karena berselingkuh dengan sekertarisnya sendiri.
Rangga juga bahagia disambut oleh kedua orang tuanya juga kedua kakak dan adik perempuannya, dia langsung dipeluk sang ayah. Putra satu-satunya Pak Fauzi Abdoelah ini merasa tersanjung pasalnya sudah lama dia tidak pernah dipeluk oleh sang papa. Bukan karena mereka ada masalah, tapi dia malu selalu diolok-olok kakak dan adiknya bila masih bermanja dengan sang ayah.
Mereka duduk mengelilingi meja besar yang sudah dipesan oleh Ayah Fauzi sejak dua hari yang lalu atas rekomondasi Papa Dhani. Semua berbagi cerita larut dalam kebahagiaan dan rasa bangga pada ketiga sahabat yang berprestasi dan berhasil menjaga sumpah dan janji mereka sampai akhirnya hari ini mereka terbebas dengan sumpah dan janji tersebut.
Ezra ikut bahagia bisa ikut bergabung dengan ketiga keluarga ini, mereka tidak menganggap Ezra seperti orang asing. Meskipun dia harus puas hanya melihat wajah bahagia Almaira yang ada didepannya terhalang meja besar yang menyajikan berbagai makanan khas Palembang.
...Bila Aku Jatuh Cinta...
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...
__ADS_1