
Seperti apa yang dikatakan Jevan, Almaira, Elisya dan Rangga menjadi sorotan sebagai pendatang baru didunia modeling. Begitu butik Kanaya milik Gevin lounching produk terbaru mereka, wajah Almaira, Elisya dan Rangga memenuhi berita-berita online di kalangan model, artis dan juga pembisnis.
Banyak yang ingin tahu siapa ketiga model baru yang dipilih kanaya butik untuk promosi produk baru mereka, karena selama ini Kanaya Butik selalu menggunakan model yang sudah memiliki nama besar. Nama ketiganya menjadi nomor satu dalam kolom pencarian di media sosial, untuk mengetahui identitas ketiganya.
Keributan yang terjadi di dunia maya tidak mempengaruhi ketiga orang yang jadi perbincangan, trio Al, El dan Doel malah asik bersantai dikamar Elisya, mereka sedang menikmati serial drama korea setelah mengungah hasil photoshoot kemarin di sosial media milik mereka bertiga dan sosial media pribadi masing-masing, sambil membahas apa saja yang akan mereka lakukan saat perkuliahan dimulai. Dua minggu lagi mereka akan memulai ospek, tentu tidak ada waktu untuk mereka bersantai lagi.
"Sore nanti kita ajak Kak Rendra dan Kak Rendy jalan-jalan yuk" Elisya mengemukakan pendapatnya.
Satu hari di tempat kos membuat mood gadis itu tidak baik, terlebih lagi dia kalah berdebat dengan kedua sahabatnya yang memilih pulang lebih awal kemarin malam. Yang lebih menyebalkan baginya semalam Andra sang penyanyi idolanya baru saja menyapa mereka, namun kedua sahabatnya tetap mengajak mereka kembali kekosan lebih awal.
Andra masih menegenali ketiganya, dia kenal trio itu saat mengisi acara di Pekan Raya Jakarta setahun yang lalu. Saat itu setelah mengisi beberpa lagu, dia memutuskan untuk mengunjungi beberapa stand. Salah satunya adalah stand kerajinan Palembang milik Mama Rahma, dimana saat itu tiga serangkai sedang membantu menjaga stand. Mereka sempat berkenalan dan foto bersama juga berteman di media sosial. Karena itulah sejak kehadiran ketiganya dicafe The Art, Andra mencoba mengingat dan memperhatikan dari jauh sebelum memutuskan untuk menemui ketiganya yang dia lihat sudah akan beranjak pulang.
Tok... tok... suara pintu yang diketuk.
"Siapa?" tanya Elisya karena kamar dimana mereka berada saat ini miliknya.
"Apa kalian bertiga didalam?" ternyata Bu Laras yang mengetuk pintu.
Rangga berdiri dan membukakan pintu untuk Bu Laras, dia tersenyum menampilkan giginya yang putih dan rapi. Wajah tampannya bisa menghipnotis banyak wanita, sayangnya itu tidak berlaku pada Almaira dan Elisya.
"Kalian bertiga ada tamu" Bu Laras memberi tahu mereka.
"Siapa bu? pasti penting sampai Bu Laras sendiri yang memberi tahu kami" tanya Almaira yang tahu bagaimana kebiasaan Bu Laras ditempat kos ini dari kakaknya Rendra.
Bu Laras bukannya menjawab malah tersenyum "Kalian lihat saja sendiri" jawabnya dan meminta ketiganya segera turun agar tamu mereka tidak menunggu lama.
"Bunda" panggil Almaira dan Elisya bersamaan.
Ketiganya segera menghampiri Bunda Aisyah yang mengunjungi mereka.
"Anak-anak bunda apa kabarnya?" ucap Bunda Aisyah saat mereka mencium punggung tangan wanita yang tetap cantik walau usianya tidak muda lagi.
"Kabar kami baik bun" Rangga yang mewakili ketiganya bicara setelah dia menyalimi Bunda Aisyah.
"Bunda kok repot-repot mengunjungi kami. Harusnya kami bertiga yang mengunjungi bunda" Almaira yang bicara sambil mengajak Bunda Aisyah duduk.
"Tidak apa-apa, bunda sekalian lewat" ucap Bunda Aisyah sambil mengelus lengan Almaira.
"Apa kalian ada acara sore ini?" tanya Bunda Aisyah. Ketiganya menggeleng.
__ADS_1
"Temani bunda yuk" ajak Bunda Aisyah.
"Kemana bun?" tanya Elisyah ingin tahu.
"Bunda ingin mengunjungi panti asuhan. Kalian maukan menemani bunda"
"Tentu kami mau, dari pada hanya di tempat kos tidak melakulan apa-apa" kembali Rangga yang menjawab mewakili dua sahabatnya.
"Baiklah nanti sore bunda jemput atau kalian yang ketempat Bunda" Bunda memberikan pilihan.
"Alma masih ingatkan jalan ke kediaman bunda bukan?" Alamira mengangguk.
"Tentu Al ingat bun, kediaman bunda yang ada diujung jalan" jawab Almaira. Bunda Aisyah terkekeh sambil mengangguk membenarkan ucapan Almaira.
"Kalau begitu nanti sore biar kami yang ke kediaman bunda" final Rangga. Dua sahabatnya yang lain menyetujui.
Sore pun tiba, kini mereka sudah berada di kediaman Ayah Dimas. Mereka dipersilakan masuk oleh Bi Ati dan menyuruh mereka menunggu Bunda Aisyah di ruang tengah.
"Wah, ternyata Bunda kedatangan tamu, tiga model pendatang baru yang lagi ramai diperbincangkan hari ini" seseorang mengagetkan mereka bertiga yang sedang sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Mbak" sapa ketiganya sambil menganggukan kepala memberi hormat. Mereka sangat mengenal sosok wanita cantik yang menyapa mereka. Siapa lagi kalau bukan Nayla putri pertama keluarga Harley, kaka perempuan dari Ezra Syahreza.
"Mbak Nay kenalan dulu. Ini Almaira adiknya si kembar Rendra dan Rendy putri satu-satunya Om Dhani" Bunda memperkenalkan Almaira pada Nayla. Keduanya berjabat tangan dan saling melempar senyum.
"Ini Elisya dan yang ini Rangga, keduanya sahabat Almaira" lanjut Bunda Aisyah mengenalkan kedua sahabat Almaira pada Nayla.
"Bunda mau mengajak mereka untuk menemani bunda ke panti asuhan" jelas Bunda Aisyah pada putrinya mengenai kehadiran tiga sahabat tersebut.
"Aa' Raka ikut Oma" Raka yang baru saja masuk besama Daddynya Sandy langsung ikut bicara.
"Cucu oma sudah sampai" Bunda Aisyah menyapa cucunya.
"Aa' Raka tidak capek? baru saja sampai Jakarta" Raka menggelengkan kepalanya.
"Raka ikut Oma Aisyah ya Dad?" pintanya pada sang Daddy. Sandy mengijinkan permintaan putranya membuat Raka bersorak riang.
"Hei, kalian bukannya model baru yang sedang dibicarakan hari ini?" tanya Sandy saat mengenali ketiganya.
"Benarkah? Kok bunda tidak tahu ya" ucap Bunda Aisyah yang merasa ketinggalan informasi.
__ADS_1
Ketiganya hanya tersenyum, tidak menyangka akan seperti ini. Niat mereka hanya membantu Gevin agar jadwal lounching produk butiknya tepat waktu.
"Kami bukan model Bun, kak dan Mbak, kemarin kebetulan model yang seharusnya melakukan photoshoot tidak bisa hadir karena mereka masih ada pekerjaan diluar negeri. Sementara Kak Gevin harus segera launching produk terbarunya sesuai jadwal. Kebetulan kami sedang main kebutiknya dan diminta tolong untuk jadi model. Begitu ceritanya" Almaira mencoba menjelaskan kejadian sebenarnya.
"Tapi kalian sekarang jadi ramai dibicarakan" sahut Nayla mengingatkan. Walau niatnya membantu tapi mereka tidak bisa menghindar kalau sekarang banyak yang akan mengenali mereka sebagai pendatang baru di dunia permodelan.
"Butik Gevin butik kelas atas, tentu saja siapapun yang jadi model produk dibutiknya akan jadi perbincangan" jelas Nayla.
"Iya mbak, kami tidak berpikir sampai kesana" Rangga yang menjawab.
"Tidak apa-apa, kalian nikmati saja. Yang penting saran bunda jagan sampai melalaikan kuliah kalian walau kalian nanti banyak mendapatkan tawaran untuk jadi model produk-produk yang lain" Bunda Aisyah memberikan nasehatnya.
"Sepertinya bunda juga bisa meminta bantuan mereka untuk photoshoot rancangan bunda yang terbaru dari pada pakai model yang terakhir kemarin yang sok jual mahal" Nayla malah memberikan masukan pada Bunda Aisyah.
"Benar, bunda akan memikirkannya" jawab Bunda Aisyah. Secara pribadi dia sangat setuju, tapi dia harus membicarakannya dengan team yang biasa menagani masalah ini.
Bunda Aisyah, Almaira, Elisya, Rangga dan juga Raka sudah sampai di panti asuhan milik keluarga Harley. Mereka langsung disambut anak-anak yang kurang beruntung tersebut.
Hampir satu jam mereka menghabiskan waktu disana, tanpa mereka sadari diluar gerbang panti asuhan sudah ada beberapa wartawan yang mengenal sosok Bunda Aisyah mengikuti mereka dimulai saat para wartawan itu melihat keempatnya membeli beberapa bingkisan untuk anak-anak panti asuhan.
Namun kali ini bukan Bunda Aisyah yang menjadi sorotan mereka yang mereka kenal sebagai perancang yang juga pemilik butik, melainkan tiga serangkai Al, El dan Doel. Mereka tertarik karena ketiga remaja yang menemani Bunda Aisyah ternyata model baru yang hari ini jadi perbincangan.
"Bagaimana ini bunda, kenapa jadi banyak wartawan digerbang? bagaimana kita keluar" keluh Elisya.
"Enggak kebayang bakal menghadapi semua ini. Serasa udah kayak artis top aja" Rangga terkekeh menertawai keadaan mereka saat ini.
Disaat mereka bingung bagaimana menghadapai wartawan, ponsel Almaira berbunyi. "Kak Eza" ucap Almaira memberi tahu yang lain kalau Ezra yang menghubunginya.
"Al sayang kamu baik-baik saja? Kakak baru baca tentang kamu Elisya dan Rangga" ucapnya diseberang sana begitu Almaira menerima panggilan videonya.
"Baik kak, tapi kami sedang binggung ada beberapa wartawan digerbang panti asuhan" jelas Almaira.
"Panti asuhan?" beo Ezra.
"Iya, Al sedang bersama bunda" Almaira mendekati Bunda Aisyah menunjukannya pada Ezra.
"Bunda" panggil Ezra pada Bunda Aisyah. Wajahnya tersenyum lebar melihat sang bunda yang akrab dengan sang kekasih.
Bunda Aisyah dan Almaira larut dalam obrolan bersama Ezra, begitupun Rangga dan Elisya keduanya sedang menerima telepon dari keluarga masing-masing terkait berita tentang mereka. Sesaat mereka melupakan wartawan yang terus bertambah di luar menunggu kehadiran mereka.
__ADS_1
...Bila Aku Jatuh Cinta...
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...