BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
94. Jujur


__ADS_3

Bahagia, itulah yang terpancar dari wajah Elisya saat bermain bersama kedua adiknya, berbeda saat dia bersama Noah dan Dion yang masih terasa asing walau sudah cukup lama hidup dan tinggal bersama.


"Aku bahagia melihat tawa Eli hari ini" ucap Almaira pada Rangga yang berdiri disampingnya. Mereka memperhatikan Elisya sejak tadi, dan dia seakan lupa kalau ada kedua sahabatnya yang duduk tidak jauh darinya.


"Sepertinya kami tidak ikut pulang ke Jakarta bersama kalian" ujar Rangga yang tiba-tiba berpikir untuk tinggal di kediaman Mama Rosa lebih lama lagi.


"Good Idea" jawab Almaira, tanpa tahu tujuan Rangga sebenarnya.


Ada hal yang ingin Rangga bicarakan dengan Mama Rosa terkait hubunganya dengan Elisya. Memang bukan cinta yang dia rasakan, tapi rasa sayang dan selau ingin menjaga sahabatnya itu sudah lebih dari cukup bagi Rangga untuk menjalani hidup bersama. Terlebih lagi mereka sudah berbuat jauh, itu yang membuat Rangga semakin yakin memilih Elisya.


"Al" panggil Rangga. Ragu, tapi dia harus minta pendapat sahabatnya ini, mencoba untuk jujur dan memberi tahu apa yang terjadi antara dia dan Elisya.


"Kalau aku menikah dengan Elisya, apa pendapatmu?" tanya Rangga akhirnya.


"Eli sudah setuju? Bagaimana dengan Lola?" Almaira balik bertanya.


"Lola tidak mencintaiku Al" Rangga mencoba memberitahu Almaira.


"Apa Elisya mencintaimu?"


Mengangkat kedua bahunya itulah yang Rangga lakukan untuk menjawab pertanyaan Almaira. Cinta Elisya itu tetap pada Rendra, Rangga sangat tahu itu. Tapi tidak masalah bagi Rangga selama Elisya juga sayang padanya.


"Aku tidak tahu harus memberi jawaban apa. Kalau kalian bisa bersama tentu satu kebahagiaan bagi aku melihat kalian bersama. Tapi tidak salahnya untuk meyakinkan lagi keputusan yang kamu ambil Ga. Pernikahan bukan permainan yang bisa kita hentikan saat tidak lagi ingin memainkannya. Pernikahan juga bukan hanya untuk melepaskan hasrat, tapi pernikahan adalah kehidupan yang baru yang akan kita jalani. Disinilah kita butuh pendaping yang bisa berjalan beriringan melangkah meghadapi setiap moment yang dilewati bersama. Yakinkan kamu dan Elisya bisa berjalan bersama"


Almaira menepuk punggung Rangga untuk memikirkannya lagi, dia berbalik hendak meninggalkan Rangga. Belum sempat pergi Rangga meghentikan Almaira.


"Aku sudah sembuh Al" Almaira menatap Rangga dan menemukan kejujuran disana. Bahagia, tentu saja Almaira bahagia dengan kesembuhan Rangga, itu yang selalu dia harapkan selama ini. Rangga sembuh dari traumanya sehingga bisa mengembalikan lagi kepercayaan dirinya dan juga keperkasaannya sebagai laki-laki.


"Elisya yang sudah membantuku mebuktikannya" lanjut Rangga ucapannya membuat Almaira menutup mulutnya tidak percaya.


"Kalian..." Almaira tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, dia masih syok mendengar pengakuan Rangga. Bagaimana kedua sahabatnya itu bisa bertindak sejauh ini dan dia tidak ada untuk menghentikan perbuatan gila kedua sahabatnya.


"Elisya masih perawan Al, aku masih tahu batasannya dia hanya..."


"Kalian harus menikah" Almaira memotong ucapan Rangga. Bukan nasehat tapi seperti sebuah perintah yang dia tujukan pada Rangga.


"Tinggalah disini dan bicarakan baik-baik dengn Mama Rosa" lanjut Almaira kata-katanya lalu melangkah pergi.

__ADS_1


"Al, maaf" Almaira berhenti sesaat, lalu melanjutkan langkahnya.


Perubahan dari seorang Almaira dapat dilihat dan dirasakan Ezra. Entah apa yang sedang dipikirkan istrinya itu, yang Ezra tahu itu sesuatu yang sangat menganggu Almaira.


"Ada apa Ai?" tanya Ezra yang langsung merangkulnya.


Saat ini mereka sedang berada di kapal fery menyeberangi selat sunda. Rendy dan Selena masuk kedalam kapal mencari tempat untuk membaringkan tubuh, sementara Almaira memilih berada di deck kapal sambil melihat laut di temani Ezra.


"Apa kamu sedih tidak ikut tinggal bersama Eli dan Rangga?" tanya Ezra lagi. Almaira menggeleng.


"Lalu?"


"Bi, apa yang akan Bimbi lakukan saat tahu orang-orang terdekat Bimbi melakukan sesuatu yang tidak seharusnya mereka lakukan? Sementara Bimbi yang harusnya bisa mencegah tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak berada bersama mereka sebelum itu terjadi" tanya dan jelas Almaira.


"Apa kamu membicarakan Rangga dan Elis?" tanya Ezra lagi. Almaira tidak menjawab.


"Apa yang mereka lakukan?" lagi Ezra bertanya karena Almaira tidak langsung menjelaskan semuanya.


Almaira mendesah lalu memeluk Ezra dan menyandarkan kepalanya didada bidang milik suaminya untuk mencari ketenangan. Ezra yang cukup tahu apa yang bisa menguatkan Almaira adalah pelukan dan usapan sayangnya mengusap kepala istrinya agar tenang.


Mengurai pelukannya dari Ezra, Almaira langsung menatap wajah suaminya. Walau sedang mengenakan kaca mata hitam, Ezra masih bisa membalas tatapan mata Almaira.


"Mengapa baru menceritakannya sekarang?" tanya Ezra begitu Alamira selesai menjelaskan semuanya.


"Ini Rahasia dan aib Rangga yang tidak ingin dietahui banyak orang Bi" jawab Almaira.


"Lalu kenapa akhirnya memberi tahu Bimbi?"


"Rangga sudah sembuh"


"Itu berita baik. Kenapa kamu sedih Ai?"


"Rangga membuktikan kesembuhannya dengan dibantu Eli"


"WHAT?" kini Ezra yang terkejut.


"Mereka..."

__ADS_1


"Eli masih virgin belum sampai kesana, tapi tetap saja mereka pernah saling memuaskan dan Al takut, mereka pada akhirnya melakukannya disaat mereka belum ada ikatan apapun"


Ezra memeluk Almaira dari belakang, apa yang dilakukannya menarik banyak perhatian dari penumpang kapal yang lain, tapi Ezra tidak peduli. Yang dia pedulikan saat ini adalah Almaira istrinya.


"Suruh mereka menikah" bisik Ezra.


"Sudah Al lakukan" jawab Almaira cepat.


"Tunggu saja kabar dari keduanya. kamu sebagai sahabat sudah melakukan yang tepat Ai. Jangan jadi beban" Ezra mengecup pipi Almaira.


"Ezra" seorang wanita memanggil Ezra, sontak megejutkan suami Almaira yang posisinya sedang mencium pipi istrinya.


"Apa kabar?" sapa wanita itu begitu Ezra melihat padanya dengan memasang senyum termanisnya.


"Siapa ya?"


Deg. Orang lain mungkin akan malu bila sudah sok akrab seperti wanita ini tapi ternyata tidak dikenali oleh orang yang disapanya. Tapi tidak dengan wanita ini, dia menyingkirkan rasa malu dan mencoba mengingatkan Ezra pada peristiwa yang tidak pernah dia lupakan. Peristiwa dimana dia bisa satu mobil dengan pria yang mencuri hatinya dan duduk bersebelahan.


"Kamu lupa? Kita pernah satu tim menyelesaikan proyek yang di kepulauan seribu" jelas wanita itu.


"Saya yang pernah kamu antar pulang ke apartemen saya. Waktu itu kebetulan kita sampai malam" lanjutnya agat Ezra mengingatnya.


"Saya tidak pernah sendiri kalau meninjau proyek. Itu berarti bukan hanya saya yang mengantar kamu, tapi juga ada asisten dan sopir saya" Ezra memperjelas agar Almaira tidak salah faham.


"Tidak ada bedanya, bagi saya tetap saja kamu yang mengantar saya" kekeh wanita itu.


"Sayangnya setelah proyek itu saya harus ke Singapura sehingga kita tidak bisa bertemu lagi"


Kalau saja membunuh itu tidak dosa, rasanya Ezra ingin sekali menenggelamkan wanita ini kedasar laut karena merasa geli dengan sikap sok akrab manusia tanpa malu yang ada di hadapannya ini. Melepaskan rasa kesalnya dia meremas pundak Almaira yang dirangkulnya. Merasakan apa yang dilakukan Ezra, Almaira dapat mengerti kalau suaminya jengah menghadapi wanita yang ada dihadapan mereka.


Wanita itu melihat kearah Almaira setelah merasa tidak ada tangapan dari Ezra, tatapannya tanjam mengintimidasi Almaira. Istri Ezra Syahreza itu sudah biasa mendapatkan tatapan tidak suka dari para wanita yang mengagumi suaminya, tidak bisa disalahkan. Almara masih bisa mentolerirnya asal jangan menginjak-injak harga dirinya.


"Ayo sayang, kita istirahat dimobil" Ezra mengajak Almaira menjauhi wanita itu tanpa pamit dan melihat kearahnya lagi.


"Ezra, apartemen saya selalu terbuka untuk kamu kalau kamu sudah bosan main-main dengan wanita itu" Teriak wanita itu.


"Iya saya akan keapartemen anda dengan petugas kepolisian untuk menagkap anda karena sudah meghina saya dan istri saya" Ezra berbalik dan langsung menatap tajam wanita itu yang wajahnya langsung memucat.

__ADS_1


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2