BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
52. Penyebab Almaira Sakit


__ADS_3

Semua sudah berkumpul dikamar Almaira, sang pemilik kamarpun sudah terbangun dari tidurnya karena mendengar suara orang yang bercakap-cakap lebih dari dua. Begitu dia membuka mata, sudah ada Rangga dan Kak Rendynya tengah sibuk berbincang dengan Ezra dan Rendra.


Almaira melirik kesamping, ternyata ada Elisya yang tidur disampingnya.


"Apa kalian semua ada disini karena Al sakit?"


Pertanyaan dari Almaira membuat keempat pria yang tengah berbincang itupun menoleh padanya.


"Ai kamu bangun. Apa yang kamu rasakan? Pusing atau apa?" tanya Ezra beruntun.


Dia langsung memegang kening Almaira untuk mengecek suhu tubuh kekasihnya karena posisinya saat ini yang paling dekat dengan Almaira. Sejak Almaira mengingau, Ezra tidak pernah jauh dari kekasihnya. Dia bersandar ditempat tidur didekat Almaira berbaring, sesekali dia mengusap rambut kekasihnya agar tenang.


"Sudah enakan kok Bi" jawab Almaira.


"Bi?"


Rendy dan Rangga memepertanyakan panggilan Almaira pada Ezra, keduanya berteriak bersamaan membuat tidur Elisya terganggu.


"Apa ada masalah?" Ezra balik bertanya. Sementara Almaira hanya tersenyum. Melihat itu Rangga dan Rendy sama-sama tidak memperpanjang masalah panggilan Almaira pada Ezra.


"Karena Al dan El sudah bangun sebaiknya kita mulai saja" Rendy yang bicara dan langsung menyuruh Rendra memulai.


Almaira dan Elisya turun dari tempat tidur, mereka ikut bergabung bersama keempat pria tersebut. Elisya memilih duduk antara Rendra dan Rangga, sedangkan Almaira duduk disamping Ezra sambil menyandarkan kepalanya dibahu kekasihnya.


"Ada apa kak kita berkumpul disini?" tanya Almaira yang sangat faham bila sudah begini ada yang penting.


"Al, apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan?" tanya Rendra memulai perbincangan ini.


"Tentang?" tanya Almaira.


Sebenarnya dia sudah sangat mengerti, kedua kakaknya dan juga kedua sahabatnya pasti sangat faham penyebab mengapa dia bisa sakit. Almaira menegakkan kepalanya lalu menarik nafas panjang dan menghembuskannya berlahan.


"Al memikirkan Eli" ucapnya jujur. Ezra merangkul Almaira untuk memberikan ketenangan pada kekasihnya.


"Ada apa dengan aku Al?" tanya Elisya yang tidak mengerti.


"Apa kamu tahu sesuatu Al?" tanya Rendra. Almaira mengangguk.


"Kemarin saat kita pertemuan di restoran, Al tidak sengaja mendengar percakapan antara ibunya Noah dan Mama Rosa "


"Apa yang kamu dengar Al?" Rangga kali ini yang bicara.

__ADS_1


"Mereka bertengakar membicarakan masa lalu, disanalah Al mengerti sesuatu, Papa Ahmad terpaksa menikah dengan ibunya Noah, sedangkan dia sudah menjalin hubungan dengan Mama Rosa sejak sekolah"


"Walau terpaksa, Papa Ahmad tetap menikahi ibunya Noah. Tentu saja pernikahannya tidak bahagia, lalu akhirnya Papa Ahmad menikah lagi dengan Mama Rosa dengan restu dan ijin keluarga Papa Ahmad"


"Jadi keluarga Papa Ahmad mengakui Elisya?" Ezra yang bertanya, karena memang hanya dia yang tidak tahu apa-apa disini.


"Bukan hanya diakui kak, bahkan jadi cucu yang paling disayang" Rangga yang menjawab.


"Sebenarnya keluarga Papa Ahmad menyayangkan perceraian Papa Ahmad dan Mama Rosa. Mereka lebih setuju kalau ibunya Noahlah yang berpisah dari Papa Ahmad" Rendra menambahkan apa yang dia ketahui.


"Apa yang kamu dengar lagi Al saat itu?" Rendy memita Almaira melanjutkan ceritanya.


"Ingat, aku tidak pernah merebut suamimu mbak. Bahkan aku meminta berpisah setelah aku tahu kalau aku istri kedua"


"Bukankah sekarang dia hanya milikmu? Lalu kenapa kamu masih menggangguku dan Elisya?" tanya Mama Rosa.


"Karena kamu melalui putrimu ingin menguasai harta suamiku" jawab ibunya Noah.


"Kalau Papa Elisya memberikan rumah pada putrinya bukankah itu kewajibannya sebagai seorang ayah?"


"Aku tidak pernah menginginkan harta suamimu, tidak selamanya harta itu membawa kebahgiaan. Aku sudah bahagia dengan kehidupanku yang baru, tidak kurang satu halpun kecuali aku tidak bisa selalu bersama putriku"


"Kalau mbak tidak bahagia harusnya mbak berpikir sendiri kenapa suami mbak tidak bisa mencintai mbak selama dua puluh tiga tahun hidup bersama. Bukannya takut dia membagi harta pada putri kandungnya"


Ibu Noah berteriak dengan mata yang membulat besar, hilang sudah keanggunan yang biasa dia jaga dan tunjukkan pada orang-orang dan putra semata wayangnya selama ini. Dia menunjukkan wajah aslinya yang sebenarnya, yang hanya diketahui oleh Papa Ahmad dan Mama Rosa.


Almaira yang menyaksikan itu semua tidak percaya, kalau wanita yang terkesan lemah lembut bisa seperti serigala yang siap menerkam Mama Rosa. Tapi Almaira juga kagum dengan keberanian Mama Rosa demi putrinya.


"Kenapa, bukankah apa yang aku katakan itu benar. Mbak tidak bahagia karena mbak sendiri yang membuat hati mbak tidak bahagia" ucap Mama Rosa.


"Satu hal lagi, aku tidak akan diam jika mbak berani menyakiti Elisya. Kalau mbak sampai berani melakukannya aku akan muncul sebagai ibu kandung Elisya didepan umum, biar publik tahu siapa mbak sebenarnya dan begitu burukya rumah tangga yang mbak jalani" lanjut Mama Rosa.


"Mamaku memang hebat, dia berani melawan wanita jahat itu" sahut Elisya begitu selesai mendengar cerita Almaira.


"Terus apa lagi yang kamu ketahui Al?" Rendra kembali bertanya.


"Tadi sebelum konferensi pers, Noah dan ibunya berbicara disebuah ruangan. Kebetulan Al lewat disana saat ke toilet dan El mendengar mereka, bukan mereka tepatnya ibunya Noah meminta Noah untuk membujuk Elisya agar mau tinggal bersama mereka dan..." Almaira menghentikan ucapannya.


"Dan apa Ai?" Ezra yang bertanya karena penasaran.


"Dia menyuruh Noah memperkosa Al agar bisa masuk dalam keluarga mereka. Dengan begitu mereka bisa mengendalikan Elisya"

__ADS_1


Semua yang mendengar ucapan itu sungguh terkejut tidak percaya, tapi mereka tahu Almaira bukan orang yang suka berbohong. Apa yang disampaikan Almaira adalah kebenaran. Sayangnya Almaira tidak membawa ponselnya untuk merekam percakapan tersebut untuk barang bukti.


Ezra memngeratkan genggamannya yang entah sejak kapan jari keduanya sudah saling bertautan.


"Bimbi akan terus menjagamu Ai" bisik Ezra.


"Sebaiknya kalian segera menikah saja kak" ucap Rangga menunjuk pada Ezra dan Almaira.


"Kalau kalian sudah menikah Noah tidak bisa berbuat apa-apa pada Alma" lanjut Rangga.


"Kamu mau Ai?" tanya Ezra. Almaira hanya diam tidak menjawab.


Melihat itu Rendra mencoba menyelamatkan adiknya dengan kembali ketopik pembicaraan mereka.


"Pantas saja kamu sampai sakit Al" ucap Rendra lalu menghembuskan nafas dengan kasar.


"Karena tahu Ibunya Noah bisa melakukan hal yang buruk, maka Papa Ahmad menghubungiku dan meminta aku untuk mau berperan sebagai calon suami Elisya" lanjut Rendra ucapannya sambil melirik Elisya yang ada disampingnya.


"Kak" Elisya yang memanggil Rendra dengan lirih.


"Maaf El, harusnya kakak bicara dulu dengan kamu masalah ini, tapi Papa Ahmad yang melarangnya"


"Papamu ingin kakak membantu melindungimu dari mereka, khususnya ibunya Noah. Dia wanita yang jahat, dia bisa melakukan apa saja dan pura-pura baik tapi dibelakang dia akan menikam"


"Karena itu juga Papa Ahmad tidak pernah mau kamu kenal dengan ibunya Noah dan kamu tahu kalau Noah sebenarnya kakakmu"


Terbongkar sudah malam ini semua cerita yang tidak pernah mereka ketahui. Mereka mendengar satu-satu kejahatan ibunya Noah dari cerita Papa Ahmad yang dia ceritakan pada Rendra. Bagaimana Noah terlahir dari hubungan yang dijebak oleh ibunya Noah, yang dengan sengaja memasukkan obat perangsang pada minuman Papa Ahmad. Serta campur tangan ibunya Noah yang membuat Papa Ahmad becerai dengan Mama Rosa, sampai permintaan Papa Ahmad pada Rendra untuk melindungi Elisya.


Papa Ahmad meminta Rendra untuk berpura-pura menjadi calon suami Rendra. Selain Rendra yang tidak memiliki kekasih, Elisya sudah sangat dekat dengan kakak sahabatnya itu. Karena itulah Papa Ahmad percaya pada Rendra dan dia juga tidak sengaja mengetahui perasaan putrinya pada Rendra dari buku diary yang dibacanya di kamar Elisya. Tapi masalah perasaan putrinya, Papa Ahmad simpan rapat-rapat untuk dirinya sendiri.


Elisya juga menceritakan kalau dia juga sempat dipaksa untuk tinggal dirumah yang ditempati ibunya Noah siang tadi. Merekapun memutuskan Elisya tidak akan pindah kesana dan tetap bersama kedua sahabatnya.


Elisya juga berlapang dada kalau Rendra belum bisa mencintainya dan dia berharap banyak pada hubungan pura-pura mereka saat ini menjadi kenyataan.


"Ada yang ingin kamu ceritakan lagi Al?" tanya Rendy, dia yakin bukan hanya masalah Elisya yang membuat Almaira sakit.


Almaira diam sesaat, dia ragu harus memberitahu yang lain apa tidak, karena ini tentang hubungannya denga Ezra.


"Katakan saja Ai kalau masih ada yang kamu pikirkan" Ezra yang memintanya.


...Bila Aku Jatuh Cinta...

__ADS_1


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2