BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
85. Harusnya Aku


__ADS_3

Mendengar suara ketukan di pintu membuat Selena melangkahkan kakinya ke pintu depan, dia baru saja mematikan televisi setelah selesai nonton acara favoritenya dan akan menyusul Rendy sang suami yang sudah lebih dulu terlelap dan berkelana ke alam mimpi dikamar mereka.


"Rangga" panggil Selena begitu melihat yang ada didepan pintu adalah Rangga.


Di belakang Rangga ada Ezra yang sedang menggendong adik iparnya.


"Al kelelahan sampai tertidur dimobil" ucap Rangga memberi tahu Selena, sementara Ezra sudah lebih dulu berjalan menuju kamar Almaira untuk membaringkan kekasihnya.


Dengan hati-hati, Ezra merebahkan Almaira ke tempat tidur. Dikecup dan diusapnya rambut sang kekasih sebelum dia meninggalkan Almaira. Selena masih berdiri dipintu setelah tadi membantu Ezra membukan pintu kamar Almaira.


"Apa yang terjadi?" tanya Selena.


Sedangkan Rangga langsung masuk ke kamar tamu dimana sudah ada Ayu yang terlelap, Rangga memang meminta Ayu untuk menginap di kediaman Rendy karena dia tidak tahu akan kembali ke apartemen jam berapa setelah dia memberi tahu Ayu kalau dia membantu Ezra dan Dave mencari Viola.


"Cecilia berulah lagi" jawab Ezra.


"Bi, Al takut" terdengar suara gumaman Almaira yang masih terpejam. Ezra menatap Almaira dan kembali duduk disamping kekasih hatinya sambil mengusap usap kepala calon istrinya agar tenang.


"Temani saja Al malam ini kak" ucap Selena. Ezra mengangguk setuju.


Selena bisa percaya pada Ezra, bukan hanya kali ini Ezra menenani Almaira tidur berdua di kamar. Ezra tahu batasan yang harus dia lakukan, begitupun Almaira, sejauh ini mereka sama-sama bisa saling menjaga.


"Aku mau mandi dulu. Tolong temani Al sebentar" pinta Ezra yang disetujui Selena.


Tidak butuh waktu lama Ezra di dalam kamar mandi, karena memang dia ingin segera mengistirahatkan tubuhnya. Besok ada pertemuan penting di perusahaan yang sekarang dipimpinya. Sekarang dia sedang mengenakan piyamanya, sebelum masuk kekamar mandi Ezra mengambil pakaiannya yang memang disiapkan Almaira dilemari untuk jaga-jaga seperti sekarang ini dimana dia terpaksa menginap.


"Aku kembali kekamar" ucap Selena begitu melihat Ezra sudah keluar dari kamar mandi


Tidak ada yang Ezra lakukan, dia hanya memeluk Almaira sambil mengecup pucuk kepala kekasihnya lalu memejamkan mata dan ikut terlelap dalam kehangatan.


Dave dan Viola sampai di apartemen sudah dini hari, mereka segera membersihkan diri lalu berbaring ditempat tidur, tempat dimana mereka biasa berbagi peluh.


Sampai saat ini Dave masih ragu dengan perasaannya, tapi dia selalu merindukan Viola. Bahkan saat ini dia sangat menginginkan tubuh wanita yang terlelap disampingnya, setelah ingatannya tentang Cecilia yang dihujam Jack kembali terlintas.


Dave harus bisa menahan hasratnya, melihat Viola yang kelelahan tentu saja dia tidak tega. Tapi dia tetap mengecup bibir Viola yang terlelap, dia hanya ingin melepas rindu dengan kelembutan bibir yang selalu menjadi candunya. Dave menghentikan aksinya, jangan sampai dia mengganggu Viola begitu wanitanya terganggu dengan apa yang Dave lakukan.


Elisya membolak balik tubuhnya di atas tempat tidur, matanya tak kujung terpejam walaupun dia sangat ingin mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. Bayangan Rendra yang bercanda dengan penuh tawa bersama Anindya terus terlintas dalam ingatan gadis itu. Bahkan dikepalanya kini dipenuhi lirik lagu harusnya aku milik Armada yang tadi dia dengar di radio saat perjalan pulang ke Jakarta.


Ku tak bahagia


Melihat kau bahagia dengannya


Aku terluka


Tak bisa dapatkan kau sepenuhnya

__ADS_1


"Kenapa rasanya sakit banget sih" gumam Elisya kala mendengar lagu tersebut. Dia memegang dadanya membuat Dion yang duduk di samping sang kakak bertanya, apa dia sakit?


Aku terluka


Melihat kau bermesraan dengannya


Ku tak bahagia


Melihat kau bahagia


"Tidak-tidak aku tidak boleh seperti ini. Aku harus bahagia bila Kak Rendra bahagia. Harus, itu harus" Elisya menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Dion kembali heran tapi membiarkan saja tanpa bertanya.


Harusnya aku yang di sana


Dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Harusnya kau tahu bahwa


Cintaku lebih darinya


Harusnya yang kau pilih bukan dia


"Belum tidur El?" suara Noah mengagetkan Elisya yang melangkah menuju dapur.


"Hemm" Elisya menjawab pertanyaan kakaknya hanya dengan deheman.


"Kakak sendiri belum tidur?" Elisya balik bertanya pada Noah.


"Belum bisa tidur" jawab Noah jujur.


"Mau coklat hangat kak? Biar lebih rileks" tanya dan saran Elisya.


"Boleh" jawab Noah senang sambil tersenyum pada adiknya.


Sejak mereka tinggal satu rumah, hubungannya dengan Elisya jauh lebih baik. Waktu mereka yang lebih banyak di habiskan bersama membuat mereka mulai mengetahui kebiasaan dan sifat masing-masing.


Noah melihat Elisya gadis yang mandiri tapi sebenarnya dia rapuh, dimasa dimana dia membutuhkan kasih sayang dan perhatian orang tua dia habiskan hidup sendiri. Untung saja adiknya masih bisa tumbuh dengan normal dan Noah tahu itu semua karena kehadiran Rangga dan Almaira berserta keluarganya. Tidak salah jika Elisya sangat dekat dengan kedua kakak kembar Almaira dan Noah juga yakin perasaan yang Elisya miliki untuk Rendra bukanlah cinta melainkan karena ketergantungan Elisya pada pria itu yang bisa memberikan kenyamanan pada adiknya.


Elisya membuat dua coklat hangat untuknya dan Noah, dia memang membutuhkan minuman ini agar tenang. Biasanya saat hatinya sedang tidak baik seperti saat ini dia akan berlari ketempat Almaira atau Ranngga, kedua sahabatnya itulah yang akan menyuguhinya coklat hangat untuk menemani mereka berbagi cerita dan bila bertemu Rendra, Elisya akan masuk dalam pelukan pria itu lalu menagis mengeluarkan semua sesak yang dia rasakan.


"Jadi?" tanya Noah pada adiknya.


Elisya tidak tahu apa maksud Noah mengerutkan keningnya. Noah terkekeh. Sangat terbaca ketidak tahuan dari pertanyaanya yang ambigu diwajah Elisya.

__ADS_1


"Hubunganmu dengan Andra" Noah menjelaskan maksudnya.


"Menurut kakak?" Elisya balik bertanya.


"Kalau belum yakin jangan memberi harapan lebih. Andra pria baik-baik. Apa lagi sekarang hubungan kalian sudah menjadi konsumsi publik jangan sampai ada skandal"


Noah menyeruput coklat hangat buatan Elisya setelah sedikit menasihati adiknya.


"Ahh enak" Noah memuji coklat hangat buatan Elisya.


"Kakak sendiri harusnya begitu. Kasihan Ayu kalau hanya untuk pelarian" Elisya bicara sambil menatap Noah, diingin tahu reaksi kakaknya.


"Ayu bukan pelarian" tegas Noah membalas tuduhan Elisya" sambil membuang muka menghindarintatapan Elisya.


"Benarkah? Kenapa kakak seperti tidak suka saat Kak Reza meminta Alma menjadi istrinya?" Noah menelan ludahnya mendengar pertanyaan sang adik.


"Apa terlihat seperti itu?" tanya Noah setelah dan kembali melihat kearah Elisya.


Elisya mengangguk. Kakaknya memang seorang aktor yang pandai berakting, sayangnya dia tidak bisa mengkondisikan hatinya dengan baik sehingga tampak jelas perubahan wajah Noah kemarin malam yang menunjukkan wajah terluka.


Melihat anggukan Elisya, Noah mengingat sikap Ayu setelah acara selesai, saat di danau dan saat akan pulang. Gadis itu tampak tidak terlalu menanggapi ucapannya dan terlihat menghindarinya serta lebih memilih duduk bersama Rangga dan yang lain.


Noah meremas rambutnya, dia ingin sungguh-sungguh dengan Ayu tapi dia tidak bisa berbohong hatinya masih terluka walau dia sudah mencoba mengikhlaskan Almaira menjadi milik Ezra.


"Ku tak bahagia. Melihat kau bahagia dengannya. Ku tak bahagia. Melihat kau bahagia" Elisya bernyanyi menggambarkan isi hati Noah untuk menggoda kakaknya.


"Harusnya aku yang di sana. Dampingimu dan bukan dia. Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia. Harusnya kau tahu bahwa. Cintaku lebih...."


"Bukannya kamu yang seperti itu El, saat melihat Rendra dan Anindya" potong Noah nyanyian adiknya membuat Elisya terdiam dan menghentikan nyanyiannya.


"Ku tak bahagia. Melihat kau bahagia dengannya. Ku tak bahagia. Melihat kau bahagia. Harusnya aku yang di sana. Dampingimu dan bukan dia. Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia. Harusnya kau tahu bahwa. Cintaku lebih darinya. Harusnya yang kau pilih bukan dia" balik Noah yang bernyanyi untuk menggoda Elisya.


"Kalian sedang apa, ini sudah malam malah bernyanyi" Papa Ahmad yang menegur mereka. kedua putra putrinya hanya menanggapi dengan menyengir kuda.


"El, papa mau bertanya sama kamu" ucap Papa Ahmad. Dia ikut duduk bersama keduanya.


"Kamu benar menjalin hubungan dengan teman kakakmu yang penyanyi itu?" tanya Papa Ahmad.


"Itu benar pa" Noah yang menjawab.


"Bagaimana dengan Rendra?"


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2