BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
18. Photoshoot


__ADS_3

Siang ini jadwal photoshoot atau pemotretan untuk mereka bertiga setelah ketiganya menyetujui permintaan Gevin dan Jevan kemarin. Karena butuh satu lagi model pria, akhirnya Gevin sang pemilik butik ikut dalam pemotretan hari ini.


Almaira berpasangan dengan Rangga sedangkan Elisya dipasangkan dengan Gevin, dalam beberapa pakaian. Lalu mereka bertukar pasangan untuk beberapa pakaian yang lainnya.


"Sempurna" ucap Jevan saat melihat hasil foto yang diambilnya.


"Kalian tidak kalah dengan model-model yang biasa saya tangani" lanjut Jevan.


Sebagai fotografer di dunia permodelan, Jevan sudah sering mengambil foto-foto model dan artis terkenal. Saat model ternama yang sudah ditujuknya tidak bisa melakukan photoshoot hari ini, dia merasakan kekecewaan. Namun hari ini kekecewaannya sirna saat melihat hasil jepretannya yang luar biasa, jauh lebih baik dari apa yang diharapkannya.


Apa yang pria keturunan Australia ini inginkan jauh terlihat lebih sempurna dengan ketiga model dadakannya, makeup yang natural sesuai keinginan Almaira dan Elisya malah menambah nilai lebih foto yang diambilnya hari ini. Aura kecantikan keduanya terlihat sangat sempurna. Begitu juga dengan Rangga yang memiliki wajah seperti korean style, akan menjadikannya idola baru bagi para penggembar opa-opa kerea.


Jevan sangat yakin setelah ini akan banyak tawaran untuk ketiganya melakukan pemotretan untuk produk-produk yang lain. Tentu saja dia yang akan mengawal langsung ketiganya untuk menjadi bintang baru seperti yang sering dia lakukan selama ini.


"Ok kali ini kita langsung ambil foto berempat" ucap Jevan memberi tahu setelah mereka istirahat sejenak.


Kempatnya kembali bersiap, berganti pakaian dan memperbaiki riasan diwajah yang dilakukan oleh perias profesional yang biasa Jevan pakai, walaupun Almaira dan Elisya lebih bayak memberi masukan yang mereka inginkan yang membuat hasilnya memang lebih sempurna. Almaira dan Elisya memang pernah belajar tentang tata rias wajah sehingga mereka cukup mengerti bagian mana yang bisa ditonjolkan untuk terlihat lebih sempurna.


"Malam ini akan saya rapikan dan sempurnakan hasil fotonya" jelas Jevan. Besok pagi kita sudah bisa launching untuk promosi Vin" lanjut Jevan ucapannya pada Gevin sang pemilik butik.


Gevin terlihat puas dengan hasil hari ini, dia yakin setelah louncing besok penjualannya akan meningkat. Tanpa ragu Gevin menawarkan kontrak kerjasama dengan Almaira, Elisya dan Rangga. Tentu saja tawaran Gevin tidak akan langsung disetujui ketiganya, mereka akan memikirkanya lagi untuk menerimanya atau tidak. Karena tujuan mereka ke Jakarta adalah untuk kuliah bukan menjadi model.


"Kami harus meminta ijin orang tua dulu kak" Almaira yang menjawab dan didukung oleh kedua sahabatnya.


"Alma, bukankah ini sama saja kamu mempromosikan hasil tenun milik mamamu" seru Gevin seraya membujuk Almaira agar bersedia menandatangani kontrak untuk jadi medel tetap butik dan usaha lain milik keluarganya.


"Benar yang diucapkan Gevin. Nanti aku bicarakan hal ini pada sikembar Rendra dan Rendy" timpal Jevan.


"Apa ini sudah selesai kak?" tanya Rangga. Dia ingin segera kembali ke kosan dan membaringkan tubuhnya. Jadi foto model ternyata tidak semudah yang dia bayangkan selama ini.


"Kak kalau sudah launching apa kami boleh pasang fotonya di IG oficial milik kami bertiga dan pribadi?" tanya Elisya. Dia sudah tidak sabar memamerkan hasil foto hari ini dan mendapat love dari penggembarnya.

__ADS_1


"Kalian punya IG khusus bertiga?" tanya Jevan tidak percaya.


"Gini-gini kita suka dapat tawaran untuk endorse beberapa tempat makan, dari warung tenda sampai cafe yang paling popular di Palembang, pakaian dan juga aksesoris" Rangga yang menjawab.


"Tentu boleh karena ini juga bentuk promosi" jawab Gevin antusias, tidak menyangka kalau ketiganya sudah cukup terkenal di Palembag.


"Siapa adminnya biar nanti saya kirim fotonya" Jevan menimpali.


Rangga menunjuk Almaira dan Elisya, dua sahabatnya itulah yang menjadi admin IG mereka bertiga.


"Adminya kalian sendiri?" tanya Gevin. Kedua gadis itu mengangguk.


"Kami biasa mengerjakanya sendiri kak, sayang punya ilmunya tidak diterapkan untuk sendiri" sahut Almaira. Gevin memberikan jempolnya, tiga sahabat yang ada dihadapannya ini sangat luar biasa menurutnya.


"Kak kami pamit kalau sudah selesai" Almaira yang meminta ijin.


"Sebentar, biar saya traktir kalian makan malam, lalu saya antar kalian pulang. Tadi saya sudah bilang Rendra dan Rendy kalau akan mengantar kalian pulang"


"Tidak semua bisa masuk ke tempat ini" ucap Jevan setelah mereka memesan makanan.


"Kenapa kakak berdua bisa masuk" tanya Rangga.


"Kami teman pemilik tempat ini, jadi kami punya kartu member" jawab Gevin sambil menunjukkan kartunya.


"Kak kalau minta foto sama idola boleh nggak ya?" tanya Elisya.


"El, jangan norak ah. Malu-maluin aja" Almaira mengingatkan Elisya. Sahabatnya itu akan lupa diri kalau sudah membicarakan idolanya apa lagi kalau sampai berhadapan langsung, Almaira tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.


"Disini mereka sengaja menghindari fans jadi sebagian besar tidak suka kalau ada yang menganggu untuk mengajaknya berfoto kecuali mereka yang meminta" jawab Jevan.


Elisya menjatuhkan bahunya, karena diujung cafe dia melihat penyanyi idolanya tapi tidak bisa diajak berfoto.

__ADS_1


Pesanan mereka datang, kelimanya menikmati makan dalam diam. Sesekali Gevin memperhatikan Rangga, Almaira dan Elisya, begitu juga Jevan. Keduanya diam-diam mencoba menilai ketiga remaja yang ada dihadapan mereka.


"Hemm, boleh saya bergabung" kelimanya memalingkan wajah mereka ke sumber suara.


"Kak Noah" seru Elisya begitu tahu yang menyapa mereka aktor yang kemarin kenalan dengan mereka.


"Apa kabar hari ini" balas Noah sambil memasang senyum manisnya yang membuat banyak wanita jatuh hati padanya. Tapi tidak bagi Almaira yabg menganggapnya dengan datar.


"Kabar baik, soalnya hari ini ketemu kak Noah lagi" jawab Elisya yang mulai lupa dengan penyanyi idolanya yang tidak sengaja memperhatikan kearah mereka.


"Noah apa kabar?" sapa Gevin yang juga kenal Noah, karena pria itu sempat jadi model untuk butiknya.


"Bagaimana kamu bisa kenal Noah, Sya?" tanya Jevan yang tidak menyangka kalau Elisya kenalan Noah.


"Bukan hanya Elisya kak" protes Rangga. Jevan menyatukan kedua alisnya menanyakan maksud Rangga.


"Saya kenal mereka bertiga" Noah menjelaskan sambil duduk di bangku kosong samping Rangga namun matanya tidak berpaling dari Almaira.


Almaira merasa tidak nyaman dengan tatapan Noah, dia melihat ke arah Rangga yang juga melihat ke arahnya. Almaira memberi kode mengajak Rangga pulang karena dia tidak nyaman saat ini, keduanya biasa memberi kode dengan gerak tubuh sehingga tidak sulit bagi Rangga mengetahuinya.


"Kak besok pagi kami harus kekampus" ucap Rangga setelah melihat kode dari Almaira.


"Iya benar kak, kami tidak bisa lama-lama disini" Alamira langsung menimpali ucapan Rangga.


"Kalau begitu kita kembali sekarang biar kalian cepat istirahat" ucap Gevin. "Terima kasih kerja keras kalian hari ini" lanjutnya.


"Sama-sama kak" Rangga dan Almaira menjawab bersamaan.


Tidak dengan Elisya, dia masih belum mengerti mengapa kedua sahabatnya harus berbohong mengatakan besok akan ke kampus, padahal yang sebenarnya mereka hanya ingin bermalas-malasan di tempat kos kosan mereka dan melewatkan kesepatan baik malam ini.


...Bila Aku Jatuh Cinta...

__ADS_1


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2