
Ezra tidak bisa terima melihat seorang pria ingusan berani menyatakan perasannya pada seorang Almaira dihadapannya.
Namun dia tidak bisa egois, Almaira gadis yang cantik, tentu akan banyak pria yang menyukai dan mengagumi gadis kecilnya. Untuk itu sebagai pria dewasa Ezra membiarkan Almaira menyelesaikan masalahnya dengan bersikap tenang walau dihatinya sangat gelisah.
Almaira mengalihkan pandanganya menatap Ezra, pria yang ada dihatinya ini terlihat santai menghadapi suasana saat ini. Ezra juga sedang menatapnya sambil tersenyum, lalu merangkul gadis itu.
"Katakan saja apa yang ingin kamu katakan padanya" ucap Ezra seakan memberi kekuatan pada Almaira. Dia merapikan rambut Amaira yang terurai tertiup angin, walau dalam hatinya dia sangat takut jika Almaira menerima pria yang ada dihadapannya ini.
"Aku tidak bisa melarang orang menyukaiku, tapi aku harap kamu menyukaiku hanya sebatas teman, tidak lebih dari itu"
"Maaf" ucap Almaira saat Damar menatapnya dalam rangkulan Ezra.
Ezra mengeratkan rangkulannya, begitu senang dia mendengar jawaban Alamira sampai tanpa sadar dia mengecup pucuk kepala Almaira berkali-kali.
Almaira mendongakkan kepalanya tersenyum pada Ezra yang membalas senyumnya. Ezra mengecup kening gadis kecilnya membuat Almaira melepaskan rangkulan Ezra dan beralih dia yang merangkul lengan Ezra.
"Ayo kak kita pulang, mama sama papa pasti sudah menunggu. Malam ini aku ingin tidur dalam pelukan kakak" ucapan Almaira mengalir begitu saja, dia lupa kalau sekarang dia bicara dengan Ezra Syahreza bukan pada Rendra atau Rendy yang biasa tidur memeluknya bila adik kesayangan mereka itu sedang tidak baik-baik saja.
Ezra yang mendengar ucapan Almaira terkejut dengan apa yang diucapkan Almaira. Gadis kecilnya malam ini ingin tidur dalam pelukannya. Benarkah?
Ezra melangkahkan kakinya ke resepsionis dan meminta kamar khusus keluarga Harley untuk mereka. Resepsionis menatap curiga pada keduanya, dia tidak bisa percaya begitu saja menyerahkan kunci khusus tersebut pada sembarang orang.
Manager hotel datang mendekati saat tahu kedatangan tuan muda mereka.
"Tuan Ezra" sapa manager itu.
"Saya butuh kamar pribadi untuk istirahat" Manager mengangguk lalu meminta petugas memberikan kunci kamar khusus pemilik hotel ini.
Sebelum meninggalkan manager dan karyawannya, dia berpesan pada manager "Jangan marahi karyawanmu, dia bekerja dengan baik" ucap Ezra sambil meninggalkan meja resepsionis.
"Kau tahu siapa dia?" tanya manager pada petugas resepsionis itu.
"Dia putra bungsu Tuan Dimas Wiraguna Harley dan gadis yang bersamanya putri Tuan Dhani, direktur kita" jelas manager tersebut pada karyawannya.
"Mereka satu kamar pak?" Manager itu tersenyum dan mengerti apa yang dipikirkan karyawannya.
"Mereka tidak akan melakukan apa-apa, bukankah banyak kamar dikamar itu. Lagi pula mereka sudah dijodohkan sejak kecil" Karyawan tersebut mengangguk mengerti.
"Mungkin saja mereka sudah biasa tidur bersama" batin manager tersebut dan langsung menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran buruk pada putra pemilik perusahaan tempatnya bekerja dan putri direkturnya.
__ADS_1
Almaira yang pikirannya saat ini sedang kacau karena Damar hanya mengikuti kemana Ezra membawanya.
"Kak kok kita kesini" tanya Alamira begitu sadar mereka ada diruang tamu yang ada dikamar ini.
Kamar khusus keluarga Harley didesain seperti apartemen, didalamnya ada ruang tamu dan beberapa kamar serta pantry.
"Katanya mau tidur dipelukan kakak"
Deg, seketika Almaira menegang. Kapan dia mengatakan itu? Oh Almaira benar-benar tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan tadi.
"Maaf kak, aku lupa kalau Kak Ezra yang bersamaku bukan Kak Rendra atau kak Rendy.
Ezra mendekati Almaira, dia sudah membuka jasnya dan menyisahkan kemeja merah yang digunakan Ezra, namun membuat pria itu terlihat jauh lebih tampan dimata Almaira.
"Kakak juga kakakmu" jawab Ezra dengan lembut tepat dihadapan Almaira yang masih mengagumi ketampanan pria yang sejak dulu mengisi hatinya.
Almaira merasa hatinya hancur medengar ucapan Ezra, airmatanya keluar begitu saja. Ezra binggung dengan keadaan ini, dia tidak tahu apa yang dipikirkan Alamira. Yang bisa dia lakukan hanyalah merengkuh tubuh gadis itu masuk kedalam pelukanya.
"Apa Almaira menyesal menolak Damar?" batin Ezra.
"Kak" Alamira memanggil Ezra sambil terisak. "Hemm" jawabnya singkat.
"Kak" rengek Almaira.
"Siapa yang kamu cintai" tanya Ezra pada akhirnya, dia harus tahu pria yang dicintai gadis kecilnya.
"Orang yang selalu ingin Al peluk"
"Siapa?" Ezra tidak puas dengan jawaban Alamaira.
"Tapi dia milik orang kak" ucap Almaira lagi. Dan lagi-lagi membuat Ezra penasaran.
"Siapa orang yang kamu cintai dan selalu ingin kamu peluk dan sudah jadi milik orang lain itu?" tanya Ezra dengan jelas.
"Yang sekarang memeluk Al" lirih gadis itu, membuat Ezra mengeratkan pelukannya tanpa sadar.
Hatinya berbunga-bunga tidak menyangka kalau malam ini Almaira gadis kecilnya yang lebih dulu mengungkapkan isi hatinya.
"Kamu bisa mencintai orang yang kamu cintai itu Al, kamu juga bisa memeluknya kapanpun kamu mau, karena dia bukan milik siapa-siapa"
__ADS_1
"Kakak hanya milikmu Al, tidak ada yang lain yang memiliki kakak Ezamu ini"
Almaira merasa saat ini dia sedang bermimpi mendengar jawaban Ezra. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dalam pelukan Ezra.
"Jangan mengatakannya kalau hanya ingin mebuat Al senang kak" Almaira meragukan Ezra.
"Apa kau ingin bukti cinta kakak padamu?" tanya Ezra membuat Almaira tegang. Apa maksud pria yang memeluknya, mereka didalam kamar hotel hanya berdua, lalu bukti cinta? apakah Kak Ezanya ... Almaira tidak bisa berpikir.
"Seorang Ezra Syareza jatuh cinta pada Nyayu Almaira Rahmadhani sejak tiga tahun yang lalu" bisik Ezra. Almaira tersenyum dalam pelukan Ezra.
"Kakak senang kamu lebih dulu menggungkapkan perasaanmu sayang, tadinya kakak takut kamu tidak akan menerima perasaan kakak" Ezra benar-benar bahagia saat ini, kebahagian yang membucah dalam hatinya.
"Diandra?" tiba-tiba Alamira menanyakan nama itu.
Ezra mengutuki kebodohannya yang tidak pernah menjelaskan tentang Diandra pada Almaira, yang membuat gadis kecilnya ragu selama ini.
"Dia bukan siapa-siapa, nanti akan kakak jelaskan" Ezra mengurai pelukannya menatap Almaira.
Tangannya membelai wajah cantik gadis yang sudah membuat Ezra tidak bisa berpaling pada siapapun.
"I LOVE YOU" Ezra mengecup kening Almaira.
"Kak capek berdiri terus, Al pake stiletto heel soalnya" tunjuk Almaira pada kakinya. Ezra terkekeh.
Tanpa persetujuan Almaira, Ezra mengendong Almaira dan membaringkannya di tempat tidur, Tanpa ragu Ezra melepaskan stiletto yang dipakai Almaira.
"Kak kita harus pulang, mama sama papa pasti nungguin. Kak Rendra juga" Almaira sangat sadar mereka tidak boleh bermalam berdua di kamar hotel.
"Kakak sudah bilang Rendra, kalau kakak sedang menjagamu yang lagi galau karena habis ditembak cowok" Ezra terkekeh sendiri.
"Kak Eza ngetawain Alma, ih"
Almaira menarik selimut sampai meneutupi wajahnya. Ezra menurunkan selimut dari wajah Alamira dan ikut masuk dalam selimut tersbut.
"Sini" Ezra membalik tubuh Alamira menghadapnya "Katanya mau tidur dipelukan kakak" goda Ezra.
Almaira yang akan kabur ditarik Ezra masuk dalam pelukannya, belaian lembut tangan Ezra yang mengusap-usap rambutnya membuat Amaira benar-benar terlelap dalam pelukan Ezra Syahreza.
...Bila Aku Jatuh Cinta...
__ADS_1
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...