
Rangga kembali merenggangkan senyumnya, perasaannya saat ini benar-benar bahagia. Bisa menemukan kembali orang yang menolongnya dengan tulus adalah sesuatu yang menjadi keinginannya selama ini. Terlebih lagi sang gadis kecil juga masih menginggatnya. Ingatannya pun kembali pada kejadian sore tadi.
"Ada yang bisa kami bantu mas-mas dan mbak-mbaknya?" tanya ibu kepala panti asuhan saat menemui mereka di ruang tamu panti asuhan tersebut.
"Maaf kami mengganggu waktu ibu dan anak-anak panti" jawab Rendy yang diminta Rangga untuk mewakilinya bicara.
"Kami ada sedikit keperluan sama mbak nya ini" Rendy menunjuk pada Ayu dengan ibu jarinya.
"Maaf kalau boleh tahu nama mbaknya siapa ya?" tanya Rendy melanjutkan ucapannya.
"Ayu mas, nama saya Ayu" jawab Ayu.
"Baiklah Mbak Ayu saya mewakili adik saya Rangga ingin menanyakan sesuatu pada Mbak Ayu"
Ayu melihat pada Rangga yang mengganggukan kepala pada Ayu sambil tersenyum. Mata mereka bersiborok membuat Rangga menginggat kembali saat gadis kecilnya itu membersihkan luka-luka ditubuhnya, tatapan mata yang sama.
"Maaf, Mbak Ayu sebelum di panti ini dulu tinggalnya dimana?" pertanyaan Rendy memutus kontak mata antara Rangga dan Ayu.
"Kami dari Solo mas. Ayu ini tetangga saya dulu. Dia hanya hidup bersama neneknya, saat neneknya berpulang saya membawa Ayu untuk ikut bersama saya tinggal disini karena saya tidak tega meninggalkan Ayu hidup sendiri di kampung" ibu kepala panti asuhan yang menjawab dan menjelaskan pada Rendy dan yang lain.
Mendengar jawaban ibu kepala panti asuhan, secerca harapan hadir di hati Rangga. Ibu kepala menyebutkan kota kelahirannya sebagai tempat asal Ayu.
"Kalau begitu boleh saya tanya sesuatu sama Mbak Ayu" Rendy kembali bertanya, terlebih lagi dia sudah melihat wajah pucat Rangga.
"Silakan mas" jawab Ayu singkat.
"Apa Mbak Ayu pernah menolong seorang anak kecil saat masih di Solo" Rendy kembali mengajukan pertanyaan. Ayu hanya menggangguk.
"Itu benar sekali mas, saat itu Ayu sedang mencari kayu bakar di sekitaran hutan pinggir desa membantu neneknya.
Tidak sengaja Ayu menemukan anak laki-laki yang sudah tidak sadarkan diri dan penuh luka diseluruh tubuhnya.
Dia membawa anak laki-laki itu kerumah yang dia tempati bersama sang nenek dan merawat anak laki-laki itu sampai kembali sadarkan diri.
Waktu itu saya diminta neneknya Ayu untuk mencari tahu keberadaan orang tua anak laki-laki itu setelah dia bisa saya ajak bicara.
Begitu saya mengabari orang tuanya, dia langsung dibawa kedua orang tuanya untuk dibawa kerumah sakit agar mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Sebagai ucapan terima kasih, orang tua anak laki-laki itu memberi uang pada nenek Ayu" ibu kepala panti asuhan menjelaskan sejelas-jelasnya pada mereka.
"Tapi dari mana masnya mengetahui kejadian itu? atau...."
"Anak laki-laki itu adik saya yang ada dihadapan ibu sekarang" Rendy memotong ucapan ibu kepala panti asuhan.
Rangga merasa lega saat tahu kalau orang tuanya, memberi banyak uang untuk membantu kehidupan Ayu dan nebeknya.
Sementara Ayu yang berada dikamarnya juga tidak kala bahagia bisa kembali bertemu dengan anak laki-laki yang dia tolong. Selama ini Ayu sering berharap bisa bertemu kembali, dia hanya ingin meyakinkan anak itu baik-baik saja dan sehat.
Ayu juga sangat bersyukur, dia bisa membantu orang yang sedang kesusahan. Terlebih lagi uang yang di berikan orang tua Rangga bisa merubah hidupnya lebih baik, uang itu digunakan neneknya untuk biaya sekolah Ayu dan keperluannya serta untuk modal neneknya berdagang sehingga tidak perlu lagi mencuci pakaian orang dari pintu ke pintu.
Ayu tidak menyangka Rangga masih mencarinya, dan sekarang Rangga yang akan membiayai sekolah Ayu sampai dia jadi sarjana. Awalnya Ayu menolak tapi Rangga memaksanya harus menerima bantuan Rangga, setelah dibujuk oleh kedua sahabat Rangga, Almaira dan Elisya serta ibu panti. Mau tidak mau Ayu menerima batuan Rangga sebagai bentuk terima kasih Rangga secara pribadi pada gadis itu.
Almaira sedang duduk dibangku yang ada di balkon kamarnya, tempat ini tempat yang nyaman buatnya bersantai sebelum tidur sambil menikmati secangkir coklat panas dan membaca novel dari ponselnya ataupun sekedar membuka media sosial untuk melihat postingan orang-orang yang dikenalnya dan membalas beberapa komentar.
Matanya terhenti pada foto yang diungah Ezra, dimana sang kekasih mengungah foto mereka saat di rumah pohon yang ada di Kediaman Harley di Belanda. Ezra saat itu memeluk Almaira dari belakang dagunya diletakkan dipundak Almaira dan pipi mereka mempel dengan senyum merekah dari keduanya.
__ADS_1
Apa yang dilakukan Ezra tersebut membuat Almaira sakit kepala, kekasihnya melanggar janji untuk tidak mengungkapkan hubungan mereka ke publik sebelum Ezra kembali ke Indonesia. Ezra memang sering mengungah fotonya, tapi tidak hanya berdua dan semesra ini. Belum lagi komentar-komentar dari para pengikutnya dimana Ezra menuliskan I miss you di postingannya, walau banyak yang mendukung tapi ada juga beberapa yang menyudutkan Almaira.
Ezra Syahreza I MISS YOU
❤ 53787likes
2704comments
View all comments
Felo syantiq Kak Ezra itu pacarnya ya.
Hello Kity Bukannya itu model barunya @Kanaya Butik.
Violet @ Hello Kitty pantes aja bisa jadi model @Kanaya Butik taunya ada something.
Desy Biasa aja cantikan juga aku kak.
Cecilia calon dokter Kemaren gandeng @Rendra, sambil godain tunangan aku kak@Dave, dekat sama @Gevin sampe bisa jadi model @Kanaya Butik pasti pernah jalan juga sama @Jevan photographer, hari ini Ezra yang kangen. Nih cewek murahan banget jadi piala bergilir.
Rendra @Cecilia klo nggak tahu apa-apa jangan asal bicara.
Rendy @Cecilia mulutmu harimaumu. Siapa disini yang murahan sebenarnya?
Gevin @Cecilia bukanya lo yang jadi piala bergilir calon-calon dokter.
Jevan photographer @Cecilia buka aib sendiri kasihan @Dave
Vina @Jevan photographer bener kasihan sepupu gue @Dave punya tunangan kayak @Cecilia udah nggak orisinil.
Reza Syahreza @Cecilia siap-siap lo hadapin tuntutan pencemaran nama baik.
Naumi Wah.. aku patah hati hihihi
Putri Mommy Nay Cantik ya calon tante aku, eh itu dirumah pohon ya.
Ezra Syahreza @ Putri Mommy Nay Hemm
Lola Anaya Om cepat pulang, nti di colong orang. Cantik banget soalnya calon tante aku.
Ezra Syahreza @Lola Anaya bantuin jaga dong.
Dave Wah telat gue baru juga mau pdkt
Ezra Syahreza @Dave urusin aja tunangan lo, suruh jaga mulutnya kalo nggak tahu apa-apa.
Rangga Go public ni kak, aku dukung
Ezra Syahreza @Rangga Tahap awal.
Elisya Eh kapan itu fotonya @ Almaira curiga aku
Ezra Syahreza @Elisya Sama sahabat sendiri kok curiga.
Jevan gue doain biar jadi sampe pelaminan
__ADS_1
Ezra Syahreza @Jevan Aamiin
Gevin sudah kuduga bakalan rame, kapan balik bro?
Arya cariin dong om yang bening kayak gitu buat aku.
Ezra Syahreza @Arya lo udah punya @Putri Mommy Nay dan @Lola Anaya.
Almaira menutup sosial medianya, komentar Cecilia membuatnya tambah sakit kepala. Bersyukur kak Rendranya tidak jadi sama perempuan itu dan pasang badan untuk membelanya. Sekarang bagi Almaira adalah waktunya untuk marah dengan kekasihnya, yang berani membuat ulah.
Almaira segera mencari kontak Ezra dan menghubunginya. Satu kali panggilan tidak dijawab, dua kali, tiga kali, empat kali sampai sepuluh kali tetap saja panggilannya diabaikan sang kekasih. Padahal sebelumnya Kak Ezanya tidak pernah seperti ini. Dengan kesal dia meletakkan ponselnya dengan kasar dimeja yang ada disamping bangkunya lalu dia berjalan kepagar balkon dan memandang pekatnya malam untuk membuang kesalnya.
Tanpa Almaira sadari air matanya mengalir dipipi. Entah apa yang membuatnya menangis, postingan Ezra atau karena Ezra yang mengabaikan panggilannya. Disaat dia ingin mengusap air matanya sepasang tangan melingkar di pingganya, memeluknya dengan hangat. Almaira tidak jadi mengusap air matanya, karena air matanya semakin deras saat merasakan pelukan yang dia rindukan.
"Maaf" kata itu yang hanya bisa Ezra ucapkan saat ini.
Tadinya dia ingin memberikan kejutan dengan mengabaikan panggilan Almaira, tapi kini dia yang terkejut karena apa yang dilakukannya membuat sang kekasih menanggis.
"I miss you" ucap Ezra sambil mengecup pipi Almaira dan dia bisa merasakan asinya air mata Almaira.
Ezra membalikkan tubuh Almaira agar menghadapnya, dengan lembut dia mengusap air mata yang tersisa di pipi Almira.
"Maaf sayang, tadi kakak sedang jalan kesini saat kamu mengghubungi. Sengaja tidak diangkat karena mau kasih kejutan kekamu" Ezra mencoba menjelaskan.
"Kenapa kakak enggak bilang kalau balik ke Indonesia" tanya Almaira sambil membuang muka karena kesal.
"Bukan kejutan namanya kalau kasih tahu kamu lebih awal" Almaira mendesah, sekesal apapun nyatanya Ezra sekarang sudah berada dihadapannya.
"Kenapa ingkar janji?" tanya Almaira lagi.
"Siapa yang ingkar janji?"
"Kak Eza. Postingan itu buat orang berpikir buruk sama Al" ketus Almaira.
"Kakak nggak ingkar sayang. Perjanjian kita, hubungan kita bisa kita umumin kalau kakak sudah menetap di Indonesia.
Sekarang kakak kasih tahu kamu.
Pertama, kekasihmu ini sudah menyelesaikan study magesternya.
Kedua, kekasihmu ini sudah kembali menetap di Indonesia.
Ketiga jangan hiraukan komentar yang buruk, mereka tidak tahu siapa kamu tapi kakak yang tahu kamu
Keempat, kakak sudah rindu berat dan tidak bisa kalau berpisah jauh"
Ezra menyatukan kening mereka, Almaira bisa merasakan hembusan nafas kekasih hatinya.
"Al" Ezra memanggilnya dengan lembut lalu dia menempelkan bibirnya ke bibir Almaira.
Ketegangan seketika Almaira rasakan, ini kali pertamanya dia merasakan ciuman. Ezra tidak segera melepaskan, dia kini menikmati daging pink yang selalu menggodanya. Almaira membalas ciuman itu membuat Ezra tersenyum bahagia.
"I love you my dear" bisik Ezra setelah menakhiri pangutan mereka.
Tanpa disadari keduanya, seseorang melihatnya dari seberang jalan dengan tatapan kecewa.
__ADS_1
...Bila Aku Jatuh Cinta...
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...