
Sakit dikepalanya sudah tidak lagi terasa saat Rangga membuka mata. Bibirnya menyungingkan senyum saat sadar Elisya sedang memeluknya erat. Rangga mengecup kening Elisya mengganggu tidur sang sahabat.
"Masih ngantuk" gumam Elisya.
"Aku lapar El" jawab Rangga sambil mengecupi pucuk kepala Elisya terus menganggu tidur sahabatnya.
"Turun aja kebawah, tante pastinya udah nyiapin masak"
"Kamu masih manggil maminya Dion tante?" bukan menuruti apa yang di beritahu Elisya, Rangga malah bertanya.
"Lalu aku harus manggil apa?" Elisya balik bertanya.
"Mamilah, sama kayak Dion dan Noah" jawab Rangga sambil merapikan rambut Elisya yang menutupi wajahnya.
"Aku belum sedekat itu Ga" balas Elisya lagi.
"Kamu ternyata cantik ya El"
Elisya mendongakkan kepalanya menatap Rangga, sepertinya setelah minum obat tidur otaknya sedikit bergeser menurut Elisya. Tapi wajah itu menampakkan keseriusan saat Elisya menatapnya.
"Kamu juga ternyata tampan ya Ga" balas Elisya. Rangga terkekeh.
"Kenapa kita nggak pacaran aja El?"
"Kamu kebanyakan minum obat, jadi rada miring pagi ini Ga"
Keduanya tertawa tanpa mereka sadari Papa Ahmad sudah berdiri didepan pintu mendengar dan melihat semuanya. Ada perasaan sedih saat Eisya masih setengah hati menerima kehadiran istri ketiganya. Namun satu rencana terbesit di kepala Papa Ahmad, membuat pria paruh baya itu tersenyum dan meninggalkan keduanya tanpa meneruskan maksudnya yang ingin mengajak Elisya dan Rangga sarapan.
"Sepertinya iya, sampe lupa kenapa aku bisa ada disini dan saat bagun dipeluk erat sama kamu"
"Kamu ngigau semalaman" Elisya bangun dan menyandarkan kepalanya disandaran tempat tidur.
"Makanya aku peluk biar tenang" jelas Elisya memberi tahu Rangga bagaimana sahabatnya itu berkali-kalai teriak histeris. Untung saja Elisya sudah paham apa yang akan terjadi dengan Rangga sehingga dia sudah menyiapkan sapu tangan untuk meredam suara Rangga biar tidak mengganggu yang lain. Biasanya Elisya dibatu Almaira, Rangga selalu mencari kedua sahabatnya saat trauma yang dialaminya teringat.
"Kamu ingat kejadian itu lagi ya Ga?" tanya Elisya untuk meyakinkan saja karena dia sudah tahu dari cerita Ayu.
Rangga mengeser tubuhnya, kini kepalanya berada di pagkuan Elisya. Sahabatnya mengusap kepalanya dengan lembut memberikan ketenangan pada Rangga.
"Semalam aku kerumah sakit nganter Ayu jaga anak panti yang dirawat. Tidak sengaja ketemu sama wanita itu. Kamu tahu sendiri gimana kalau aku kambuh" jelas Rangga.
"Tapi jangan membuat kamu ngerusak diri sendiri, obat hanya mengalihkan sakitnya sesaat. Kamu sekarang sudah jadi Rangga yang berbeda, lawan rasa takutmu biar kamu bisa hidup normal Ga"
Rangga diam mencerna apa yang dibicarakan Elisya dan itu benar, dia harus bisa melawan rasa takutnya.
"Bangun! Ayo turun sarapan, tadi katanya lapar" perintah dan ajak Elisya.
Seperti hewan peliharaann yang menurut pada majikam, Rangga mengangkat kepalanya dari pangkuan Elisya dan menurut saja apa yang diperintahkan sahabatnya itu.
__ADS_1
Di rumah sakit, Noah menemani Ayu sejak semalam. Sebelumnya dia mencuri dengar pembicaraan Ayu dan Elisya. Sudah dari kemarin Ayu tidak mau menerima teleponnya dan juga membalas pesannya. Merasa ada kesempatan untuk menemui Ayu, Noah pamit pada Papa Ahmad untuk menginap di apartemenya.
Noah membuka pintu kamar rawat inap dimana Ayu sedang menjaga anak panti yang sakit. Tidak ada Ayu disana, tapi dia melihat pintu kearah balkon yang terbuka. Noah berjalan pelan tanpa suara, benar saja Ayu ada disana. Noah segera mendekat dan memeluk Ayu dari belakang saat gadis itu sedang berdiri menegadahkan kepalanya menatap langit yang penuh bintang.
"Maaf" bisik Noah sambil menjatuhkan dagunya di bahu Ayu yang terkejut dengan kehadiran Noah.
"Untuk?" tanya Ayu yang pura-pura tidak mengerti.
"Untuk sikapku" jawab Noah.
Ayu memejamkan matanya, diperjalanan pulang dari Lembang ke Jakarta, Ayu memikirkan status hubungannya dengan Noah. Dia ingin mengakhirinya sebelum terekspose ke media. Ayu tidak ingin hanya sebagai pelarian dari rasa kecewa Noah. Dengan menarik nafas panjang Ayu memberanikan diri bicara pada Noah.
"Kak, sebaiknya tidak usah dilanjutkan lagi" ucap Ayu.
Noah mengeratkan pelukannya, dia tidak ingin mengakhiri sesuatu yang baru dimulainya. Dia menyukai Ayu hanya saja dia belum bisa melupakan perasaannya pada Almaira seutuhnya.
"Kita bisa memulai lagi kalau kakak sudah yakin" lanjut Ayu ucapannya, karena Noah tidak menjawab apa-apa.
"Aku yakin dengan hubungan ini Ay" cepat Noah menjawab, dia tidak ingin Ayu berpikir yang lain lagi.
"Aku yang tidak yakin kak" jawab Ayu.
"Jangan katakan itu Ay" bisik Noah dan kembali mengeratkan pelukannya.
"Lebih baik hubungan kita seperti sebelumnya kak, biar tidak saling menyakiti"
Sebelum Noah menyatakan perasaannya Ayu merasa yakin bisa berjalan beriringan bersama Noah, tapi ternyata sulit setelah menyadari kalau Noah masih setengah hati dengan hubungan yang mereka jalani.
Aku pernah merasakan
Yakin akan dirimu
Untuk saling menyayangi
Dalam sebuah ikatan
Ternyata kamu dan aku
Berbeda keyakinan
Aku yakin kamu untukku
Kamu tidak
Aku sepenuh hati
Kamu setengah hati
__ADS_1
Aku coba berjuang
Tapi kamu timbul, tenggelam
Ayu melepaskan headset dan mematikan saluran youtube yang sedang memutar lagu-lagu yang didengarnya. Dia tidak ingin lebih lanjut mendengarkan lagu setengah hati milik Enzy Storia yang seakan mewakili isi hatinya saat ini.
Ayu sudah terpejam saat Noah masuk, pria itu mendekat dan mencium kening Ayu.
"Aku ingin kita tetap meneruskan hubungan ini" bisik Noah lalu berjalan membaringkan tubuhnya di bed pasien yang kosong.
Mengedarkan pandangannya, Noah tidak dapat menemukan Ayu didalam ruangan ini. Melirik jam yang melingkar ditangannya sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Noah segera turun, satu jam lagi dia ada syuting dan dia belum mempersiapkan apapun.
"Pagi kak Noah" Noah mengalihkan pandangan kesumber suara yang menyapanya.
"Mbak Ayu ada kuliah pagi" ucap gadis kecil yang sedang berbaring di bed rumah sakit.
"Terima kasih sudah mau ikut jaga aku dirumah sakit" lanjutnya.
Noah mengangguk sambil mendekati gadis kecil itu, dia tersenyum lalu mengusap lembut kepala gadis kecil itu.
"Kak juga ada pekerjaan pagi ini. Kamu cepat sembuh ya" ucap Noah lalu melangkahkan kakinya meninggalkan kamar rawat inap tersebut.
Tanpa Noah sadari kalau sebenarnya Ayu masih ada di rumah sakit, gadis itu sedang berada di bagian administrasi untuk mengurus kepulangan adik pantinya. Dia memang sempat berpesan pada adik patinya untuk tidak mengatakan yang sebenarnya.
Berbeda dengan Noah, wajah Ezra pagi ini terus melukiskan senyum. Almaira sudah memberikan tanggal pernikahan mereka dan Ezra setuju dengan tanggal tersebut. Dia aka segera memberitahu Ayah Dimas dan Bunda Aisyah untuk membicarakan hal ini pada calon mertuanya Papa Dhani dan Mama Rahma.
"Duh yang mau nikah cerah bener wajahnya" goda Selena yang melihat Ezra tampak bahagia.
"Harus dong" jawab Ezra sambil menududukan pantantnya di sebelah Rendy untuk ikut menikmati sarapan. Bukan karena tanggal pernikahanya yang membuat senyumnya mengembang. Pagi ini dia sudah mendapat mood booster dari kekasih hatinya. Baru ciuman saja sudah membuat Ezra bahagia bagaimana nanti kalau sudah menikah?
Rendra keluar kamar sambil merapikan rambut dan pakaiannya. Semalam dia sibuk berbincang dengan Ezra sampai larut. Merasa tidurnya belum cukup, setelah subuh dia kembali memejamkan matanya. Begitu juga dengan Ezra, hanya saja Ezra melanjutkan tidurnya di kamar Almaira sehingga terus-terusan di ganggu calon istrinya untuk segera bagun.
"Pak dokter kesiangan" ucap Selena begitu melihat Rendra.
"Kalian tidak ada yang membangunkan" jawab Rendra.
"Siapa suruh tidurnya larut malam, sudah tahu harus kerja pagi" Almaira yang menjawab.
"Salahkan calon suamimu itu" jawab Rendra sambil menunjuk Ezra dengan dagunya.
Ezra yang ditunjuk tersenyum santai, semalam memang dia yang banyak minta pendapat Rendra tentang keinginan Ayah Dimas yang akan mengirim Ezra ke Belanda. Dia ingin tahu pendapat sahabatnya itu bila dia memboyong Almaira ke Belanda setelah menikah.
"Untung saja pagi ini pertemuannya sama dia" lanjut Rendra lagi membuat yang lain tertawa.
Agenda Rendra pagi ini adalah pertemuannya dengan Ezra yang sekarang diberi kepercayaan Ayah Dimas untuk mengurus rumah sakit tempat Rendra bekerja.
...Bila Aku Jatuh Cinta...
__ADS_1
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...