BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
67. Cinta Tak Harus Memiliki


__ADS_3

Noah Pov


Diandra dikurung di kamar hotel? Siapa yang melakukannya dan ada urusan apa Diandra ke Palembang atau..., kulirik ibu yang masih terdiam. Aku yakin ibu melibatkan Diandra lagi dan ini pasti ada kaitannya denga kasus ibu saat ini. Aku tidak akan ikut campur kali ini, untung saja aku membaca pesan Diandra melalui notifikasi sehingga tidak perlu repot-repot membebaskannya.


Kembali kulirik ibu dan dia masih melamun. Entah apa yang dia pikirkan saat ini. Jujur aku sudah sangat lelah dengan kelakuan dan sikap ibu selama ini, tidak salah kalau papa tidak bisa mencintai ibu. Bahkan tante puput jauh lebih baik dari ibu walau jujur aku lebih suka mamanya Eli yang jadi ibu tiriku.


Aku pasrah kali ini dan tidak lagi mencoba menutupi semua kesalahan yang ibu lakukan bahkan aku ijinkan papa menceraikan ibu seperti permintaannya. Selama ini papa bertahan dengan ibu karena aku, ku akui papa sangat sayang dengan aku, Eli dan juga Deon.


Tadinya hari ini aku akan ikut papa menghadiri acara pertunangan Alma dan Ezra, lalu kami lanjutkan dengan bermain golf. Lagi-lagi ibu mengacaukan kebersamaanku dengan papa dengan ulahnya.


"Almaira"


Pikiranku kembali pada saat pertama kali aku melihat sahabat adikku itu. Saat itu dia menemani Eli mengunjungi papa, kebetulan sekali aku sedang libur dan menginap beberapa hari dikediaman papa. Tapi aku terpaksa bersembunyi karena Eli belum tahu tentang siapa aku saat itu tapi aku sudah tahu siapa dia sebenarnya dari papa.


Ada sesuatu yang berbeda pada Almaira yang aku lihat, bukan hanya cantik tapi juga anggun. Cara berpakaiannnya sangat sederhana tapi bisa membuat siapa saja yang melihatnya terpesona, inner beautynya sangat kuat itulah kelebihannya.


Ini adalah kali pertamanya aku jatuh cinta, ya aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada Almaira. Sayangnya aku harus menunggunya sampai dia terbebas dari sumpah dan janji yang dia ikrarkan bersama Eli dan Rangga seperti yang papa ceritakan padaku.


Kami bertemu secara langsung untuk pertama kalinya di bandara, dia menatap sinis dan tajam padaku. Baru kali ini aku menemukan gadis yang tidak mengagumiku. Bukan sombong, tidak ada yang tidak terpesona pada ketampananku, bahkan ibu-ibu penggemar sinetronkupun sangat mengagumi ketampananku.


Hal itu membuatku merasa tertantang untuk meluruhkannya agar kagum dan tertarik padaku. Karena itu disaat Diandra bicara dengan teman-temannya aku mendekatinya dan mengedipkan mataku seperti biasa yang aku lakukan pada para penggemar untuk menggodanya. Sayangnya dia tidak suka dengan sikapku seperti itu dan membuatnya semakin menjauh.


Bahkan saat kami bertemu dan ngobrol di cafe De Art dia dan Rangga mencari alasan pada Jevan dan Gevin untuk segera pulang, aku tahu ada rasa tidak nyaman yang Alma rasakan padaku dan hanya Rangga yang tahu itu. Mereka bersahabat lama tentu saja memiliki kode dengan bahasa tubuh, tapi kenapa adikku tidak bisa mengerti bahkan Eli terlihat sangat kesal dengan keinginan keduanya.


Drrtt... drrttt ku lihat papa yang menghubungi, aku berdiri dan menjauh dari ibu agar tidak mendengarkan percakapanku dengan papa. Sedikit berlari aku masuk kekamar dan langsung menerima panggilan papa.


"Halo pa" sapa ku.


"Kamu dimana kak? Kenapa tidak jadi ikut denga papa ke acara pertunangan Alma?"


Aku lupa memberi tahu papa kalau aku pulang ke rumah ibu. Tapi aku sudah bilang tante puput. Apa ibu tiriku itu tidak memberi tahu papa?


"Aku pulang ke rumah ibu" jawabku.

__ADS_1


"Ada sesuatu yang terjadi?" papa sangat tahu kalau aku tiba-tiba pulang ke rumah ibu pasti ada sesuatu yang terjadi dengan ibu.


"Ya, dan kali ini masalahnya sangat besar" jawabku, biar saja papa segera tahu dan bisa megambil tindakan.


"Papa melewatkan sesuatu?" tanyanya lagi.


"Berhubungan dengan kasus Alma pa"


"Apa?" aku tahu papa pasti sangat terkejut dengan berita ini.


Semalam kami juga membalas kasus Alma yang keracunan dan El juga hampir menjadi korban. Tapi tidak ada sedikitpun pikiranku kalau itu perbuatan ibu. Kalau ibu melakukan itu pada Eli aku bisa mengerti, sejak dulu ibu tidak suka dengan Eli, tapi dengan Alma? Aku tidak habis pikir ibu akan sejauh ini, hanya karena Alma tidak tertarik padaku.


"Kamu akan membatu ibu mu lagi?" suara papa menarik lamunanku.


"Tidak" aku jawab dengan tegas. Aku tidak akan membantu ibu lagi, aku sudah lelah menghadapi ibu. Biar saja ibu mengatakan aku anak durhaka seperti yang sering dia katakan, ini demi kebaikannya sendiri.


"Bisa papa percaya kalau kamu akan memegang ucapanmu?" wajar papa bertanya seperti ini. Sudah berapa kali aku ingin bertindak tegas tapi luluh saat ibu meminta dengan air matanya. Tapi tidak kali ini, kejahatan ibu sangat besar.


Selama ini aku tertekan dengan sikap dan sifat yang dimiliki ibuku, karena itu aku lebih suka tinggal di apartement. Disana aku lebih merasa nyaman dari pada pulang kekediaman ini. Untung saja Eli menolak untuk tinggal disini, dan papa punya cara sendiri agar Eli menolak keinginan ibu. Aku baru tahu kalau Eli tidak suka dipaksa, semakin di paksa maka dia semakin menolak dan papa sangat paham sifat anak-anaknya.


Aku tidak bisa membayangkan kalau saat ini Eli tinggal bersama ibu, sudah pasti akan banyak cara yang ibu lakukan untuk membuat Eli menderita tanpa menunjukkan kalau dia pelakunya. Ibu sangat membenci Eli karena terlahir dari wanita yang sangat dibenci ibu, wanita yang sangat dicintai papa. Ibu bagaimana kalau kau tahu tentang tante Puput dan Deon, apa kau juga akan menghabisi nyawa mereka?


Jujur aku malu terlahir dari rahim ibu ku, wanita dengan segala cara menyingkirkan mamanya Elisa dan memaksa papa menikahinya. Licik, ibu ku memang wanita yang licik dan hidupnya penuh sandiwara. Mungkin itu yang membuatku pandai berakting, tapi aku memanfaatkan bakat ini untuk mendapatkan penghasilan bukan untuk menipu atau melakukan kejahatan.


"Ahhh ibu" bahkan aku bisa ada dirahimnya karena kelicikannya pada papa. Ibu sendiri yang mengakuinya padaku.


Lebih baik aku lihat siaran langsung pertunagan Ezra dan Alma, tim managementnya pasti melakukan siaran langsung. Mereka tidak akan melewatkan moment ini begitu saja, terlebih lagi ini bisa menambah pundi-pundi mereka.


Seperti dugaanku Alma sangat cantik hari ini, tidak salah hati ini jatuh padanya. Dia sangat bahagia. Matanya menunjukkan binar cinta kala melihat Ezra yang tidak bisa dia berikan padaku. Bahkan dia sangat tegang waktu aku memeluknya saat aku dan Eli akan melakulan konfrensi pers.


Berbahagialah Al, aku rela dan ikhlas kamu dengan pilihanmu. Biarlah aku memendam rasa ini sendiri dan menatap kecantikanmu dari jauh atau dari fotomu saja sampai aku menemukan tempat untuk melabuhkan hati ini.


Aku berbalik menatap pigura yang ada diatas nakasku, aku meletakkan foto Almaira yang sedang bicara dengan Eli yang ku ambil secara candid saat kami syuting iklan beberapa bulan yang lalu. Sengaja aku mengambilnya saat berdua Eli, bila ada yang bertanya aku bisa beralasan karena Eli.

__ADS_1


"Noah" Ibu selalu saja berteriak kalau memanggilku atau bibi.


"Aku lagi tidak ingin bicara denganmu bu, maaf" aku hanya bisa menjawabnya dalam hati.


"Noah tolong ibu Noah" kututul telingaku dengan bantal, aku tidak ingin tertipu lagi.


Tok.. tok..tok.


"Di ketuk?" gumamku. Itu pasti bibi, kalau bukan papa biasanya bibi yang mengetuk.


"Masuk bi"


"Den, ada polisi yang mau bawa ibu"


Deg


Walau aku tahu ini akan terjadi tapi tetap saja aku merasa sedih, walau bagaimanapun dia adalah ibuku.


"Biar saja bi, ibu harus bertanggung jawab dengan perbuatannya" jawabku.


Bibi tampak terkejut mendengar jawabanku, baru kali ini aku bersikap tidak peduli dengan ibu. Tidak banyak bicara bibi pergi dari kamarku, dia pasti tahu kenapa aku setega ini.


Bibi ikut bekerja dengan ibu sebelum aku lahir sampai sekarang, dia tahu apa yang aku rasakan dan aku alami selama ini. Bahkan dia lebih tahu tentang aku dari pada ibu, karena itulah aku menganggapnya seperti ibuku sendiri.


Hari-hariku lebih bayak kuhabiskan bersama bibi dari pada bersama ibu. Bibilah guruku yang mengajarkan banyak hal padaku, dari masalah kehidupan, cara menghormati orang lain, cara bersikap dan cara bicara yang baik dan hal-hal lainnya yang berguna dalam hidup ini termasuk mengajariku mengaji, sholat dan masak.


Karena bibi aku bisa menerima kehadiran Eli dan Deon sebagai adikku walau berbeda ibu, karena dia juga aku mengikhlaskan Almaira bahagia dengan hidupnya.


"Kalau Den Noah cinta dan sayang sama Neng Alma, aden harus ikut bahagia dengan kebahagiaannya. Itu baru namanya cinta. Bukankah cinta tak harus memiliki" itu nasehat yang bibi katakan padaku.


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2