BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
8. Janji Rangga


__ADS_3

Ezra Syahreza


Seperti biasa, setelah makan malam ayah dan bunda akan mengajakku dan kedua kakakku serta siapapun yang ikut makan malam untuk berbincang sejenak berbagi cerita dan saling terbuka. Malam ini, bunda lakukan hal yang sama bersamaku, Almaira, Elisya dan Rangga.


Almaira sudah mulai banyak bicara, tidak seperti tadi siang saat di awal kami bertemu.


"Jadi kalian mau ke UI jurusan apa?" tanyaku setelah mendengar cerita mereka.


"Aku dokter kak" Rangga menjawab sangat yakin.


"Kamu yakin bisa keterima disana? Saingannya berat. Kenapa nggak ambil swasta?"


"Bagi kita universitas swasta itu pilihan kedua kak dan jika kami diswasta itu merupakan kegagalan besar bagi kami" Almaira yang bicara. Sepertinya dia sangat yakin bisa ikut jejak Rendra kakaknya. Tapi dia belum bilang mau ambil jurusan apa.


Bunda pamit untuk istirahat dikamarnya, aku mengajak mereka pindah ke taman samping. Disini suasananya lebih hangat dan menenangkan. Aku berbagi cerita pengalamanku selama di USA, mereka sangat antusias mendengarkan. Tidak lupa sesekali aku membelai rambut Alma sambil merapikan rambutnya yang tertiup angin, dia hanya diam. Aku menganggapnya dia menyukai apa yang aku lakukan.


"Doel, berenang yok" aku tidak tahu siapa yang dipanggil Elisya dengan sebutan Doel.


"Dingin El" Rangga yang menjawab.


"Payah punyo dulor lanang cemen" aku tidak menggerti apa yang diucapkan Elisya, tapi sepertinya itu umpatan, karena Rangga lagsung berdiri dan mengikuti Elisya kekolam renang.


"Doel itu Rangga?" tanyaku pada Alma yang masih setia menemaniku disini. Dia mengangguk.


"Rangga Abdoelah" dia memberi tahu nama lengkap Rangga. Aku mengangguk tanda mengerti.


"Dan kami trio Al, El Doel" lanjutnya sambil terkekeh.


"Anak Ahmad Dani sama Maia Estianty dong" sahut ku. Alma mengangguk dan kami tertawa bersama.


"Kakak bahagia bisa tertawa berdua seperti ini Al" Alma menatapku mata kami bertemu, tanpa aku sadari jarak wajah kami tidak lebih dari lima centi.


"Kita ikut berenang yok kak" ajaknya untuk menghindari bibirku yang hampir menyentuh bibirnya.


Aku menyetujuinya sambil merutuki kebodohannku, aku terlalu terbawa suasana. Untung saja dia segera menghindar kalau tidak, dia pasti akan membenciku.


Kami sampai di kolam berenang, tapi tidak menemukan Elisya dan Rangga.


"Mereka kemana?" tayanya. Aku menaikan kedua bahuku.

__ADS_1


"Biarkan saja kak, mereka selalu begitu suka meninggalkan Al sendiri" aku bisa melihat kalau Alma kecewa dengan kedua sahabatnya.


"Kenapa?" tanyaku.


"Itu bentuk protes mereka tidak suka kalau Al sedang bersama teman yang lain, apalagi kalau itu laki-laki" jawabnya. Aku menaikan alisku mendengar penjelasan Alma.


"Harusnya mereka tetap didekat Al, kalau memang ingin menjaga Al tetap menepati janji kami. Bukan meninggalkan Al, agar tidak terjadi sesuatu seperti ta..." dia menghentikan ucapannya.


"Seperti ta apa Al?" tanyaku menggodanya, karena aku tahu maksudnya adalah saat seperti tadi, saat aku hampir saja mencium bibirnya.


Alma berbalik ingin meninggalkanku, tapi kucegah dengan menahan lengannya dan membawanya dalam pelukanku.


"Jangan ngambek" ucapku sambil mencium pucuk kepalanya.


"Kita nikmati waktu kita berdua saja Al, buat mereka iri" dia mengangkat wajahnya dan menatapku. Aku mengeratkan tanganku yang memeluk pinggangya. "Al, kamu menggodaku jika menatapku seperti ini" batin ku berperang antara jiwa kelelakianku dan jiwa ku untuk melindunginya.


"Ikut kakak, ada tempat yang bagus. Kamu pasti suka"


Aku mengajak Alma ke halaman belakang, lampu taman menyala dengan terang. Sinar bulan menambah suasana romatis, andai saja aku dan Alamira sudah sah menjadi sepasang kekasih tentu malam ini akan semakin indah. Eza apa yang kamu pikirkan, ingat pesan bunda.


Kami berdiri didepan pohon besar yang mana didahannya sudah disulap menjadi sebuah rumah pohon. Aku mengajak Alma untuk mengikutiku menaiki tangga yang memang disiapkan untuk sampai kerumah pohon.


"Aku suka kak, pemandangannya sangat indah" jawabnya.


"Ayo senyum" pintaku. Karena aku sudah mengarahkan kamera ponselku pada kami.


Puas kami berfoto dan tertawa bersama sampai akhirnya aku melihat Almaira menguap.


"Al sudah ngantuk kak" ucapan yang sangat jujur, kalau gadis lain pasti akan mencari cara untuk bisa berlama-lama berdua seperti ini.


"Ayo kita kembali, biar kamu bisa istirahat" Alma mengangguk.


Aku mengantar Almaira sampai depan pintu kamar yang dia tempati. Aku memegang kedua bahunya lalu kukecup keningnya.


"Selamat malam, selamat tidur dan mimpi yang indah" ucapku setelah mengecup keningnya.


Almaira masuk kekamarnya setelah memberikan senyumnya padaku. "Aku sangat bahagia hari ini" gumamku dan melangkah kekamarku.


Sampai di kamar aku melihat sudah ada Rangga sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"Kenapa tidak jadi berenang?" tanyaku.


"Dingin kak" jawabnya tanpa memalingkan tatapannya dari layar pipih miliknya.


"Alma mencari kalian" Rangga melihat kearahku walau sebentar.


"Dia sedih kalau kalian berdua meninggalkannya seperti tadi" jelasku.


"Kami sengaja memberikan kesempatan untuk kakak berdua Alma, setelah ini kalian akan terpisah oleh jarak dan waktu" aku melihat kejujuran dari ucapan Rangga walau aku terkejut dengan ucapannya. Bukankah mereka bertigs terikat janji, lalu mengapa Elisya dan Rangga membiarkan Alma bersamaku.


"Kak, kami tahu kalau kakak menyukai Alma kami" Aku tersadar dari pikiranku sendiri. Apa dia bilang, Alma kami? aku tidak suka Rangga mengucapkan itu, seakan Alma hanya miliknya dan Elisya.


"Kami memberi kesempatan agar kakak bisa memilih antara Alma dan Diandra mana yang membuat kakak lebih nyaman. Kami lihat sepertinya Alma juga menyukai kakak, tapi kami tidak ingin dia kecewa dengan perasaannya"


Alma juga menyukaiku benarkah? bukankah itu baru dugaan mereka berdua, atau Alma mengatakan isi hatinya pada mereka?


"Dari mana kalian tahu kalau Alma atau aku sama-sama saling menyukai" akhirnya aku bertanya pada Rangga dari pada aku hanya menduga-duga.


Rangga terkekeh mendengar pertanyaanku, apa nya yang lucu. Aku bertanya apa adanya bukan? Aku memicingkan mataku pada Rangga.


"Alma tidak biasanya dekat dengan pria selain denganku, Papa Dhani, Kak Rendra, Kak Rendy dan Danu. Tapi Alma terlihat nyaman dengan kakak sama seperti dia bersama kami" aku baru tahu tentang ini, aku sungguh berterima kasih dengan Rangga yang memberitahuku.


"Aku dan Diandra sudah lama berakhir, aku juga tidak pernah mencintainya" aku menceritakan kebenaran tentang hubunganku dengan Diandra pada Rangga. Remaja belasan itu tersenyum bahagia.


"Kalau begitu, bila waktunya tiba aku akan menyerahkan Alma padamu kak"


"Apa aku tidak salah dengar? Memang kamu siapanya sampai kamu yang menyerahkan Alma padaku?" Rangga kembali terkekeh, anak ini sepertinya senang menertawakanku.


"Aku sahabatnya kak, dan kami punya sumpah dan janji tidak akan memiliki hubungan dengan siapapun sampai lulus nanti. Karena itu saat ini aku akan menjaganya karena sumpah dan janji kami sampai waktunya berakhir. Bila waktunya tiba dengan senang hati aku akan membiarkan kakak memiliki hatinya, menyerahkan tanggung jawabku selama ini padamu kak"


"Tanggung jawab?" tanyaku.


"Diantara mereka berdua aku pria satu-satunya, sudah jadi kewajibanku untuk menjaga dan melindungi mereka. Apa lagi aku juga diminta kak Rendra untuk berjanji padanya menjaga Alma selama jauh darinya"


"Apa kamu juga mau berjanji untukku?" Rangga mengangguk menyetujui.


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2