BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
63. Kejutan


__ADS_3

Almaira tidak bisa menyembunyikan wajah bahagianya. Pagi-pagi sekali Ezra sudah mengetuk pintu kamarnya dan memberikan kejutan. Pria yang dicintainya membawakan seikat bunga mawar merah yang melambangkan cinta. Tidak hanya itu, Ezra mengeluarkan sebuah kotak cincin dan meminta Almaira untuk menjadi tunangannya.


Alasan Ezra adalah karena merasa tidak romantis saat dia meminta pertama kali pada Almaira untuk bertunangan dengannya. Pria itu sudah merencanakan untuk meminta ulang pada Almaira agar mau bertunangan dengannya sejak dua minggu yang lalu, namun selalu saja ada peristiwa yang menghalanginya.


Hari ini Ezra mewujudkan keiginanya, dia tidak bisa menundanya lagi. Bahkan setelah mengantar Almaira dan Rangga pulang ke kosan, dia langsung ke toko bunga langanan Bunda Aisyah untuk mengambil bunga pesanannya.


"Terima kasih untuk semuanya Bi" ucap Almaira begitu Ezra selesai meyematkan sebuah cincin berlian pada jarinya.


Kini mereka sudah berada dalam perjalanan ke lokasi syuting dimana video klip untuk lagu terbaru dari Andra akan dilakukan. Almaira semula ingin menolak, hanya saja Elisya sangat berkeras untuk menerimanya. Mau tidak mau demi menghargai keinginan sahabatnya yang sangat mengidolakan Andra, Rangga dan Almaira menyanggupi permintaan Elisya.


"Bi, ada yang ingin Al bicarakan" ucap Almaira saat dia menginggat sesuatu.


Almaira mengingat apa yang semalam dibicarakan oleh Raisa. Wanita itu memberi tahu kalau handphonenya bukan hilang karena jatuh seperti yang dia katakan saat ditanya Ezra, melainkan memang dicuri seseorang yang ingin mengkambing hitamkan dirinya.


Raisa juga memberi tahu siapa yang ingin merusak hubungan baik antara Almaira, Ezra dan Dave. Keterangan yang diberikan Raisa cukup mengejutkan bagi Almaira dan dia memutuskan untuk memberi tahu Ezra imformasi ini.


"Bicara saja itu lebih baik dari pada kamu simpan dan memikirkannya sendiri" jawab Ezra sambil fokus pada jalanan.


"Semalam Mbak Raisa mengajak Al bicara berdua. Dia memberitahu Al siapa orang yang ingin membuat Bimbi dan Kak Dave bertengkar dan juga ingin memisahkan kita"


Almaira diam sejenak untuk memperhatikan reaksi Ezra, tapi calon tunangannya itu sepertinya biasa saja mendengar apa yang dia katakan.


"Bi" panggil Almaira karena tidak ada reaksi dari Ezra.


Ezra memalingkan wajahnya sebentar untuk melihat Alamira, dia tersenyum lalu kembali fokus pada jalanan.


"Apa dia menyebut nama Diandra?" tanya Ezra.


"Iya. Menurut Mbak Raisa, Diandralah orang yang merencanakannya" jawab Almaira dengan semangat, lalu dia terkejut dari mana Ezra bisa menyebut nama Diandra.


"Dari mana Bimbi tahu kalau Mbak Raisa bicara tentang Diandra? Bimbi masih sering kontak sama dia ya?" tanyanya pada Ezra. Pria itu terkekeh mendengar pertanyaan Almaira yang cemburu.


"Cemburu nih" Ezra menggoda Almaira. Sementara yang digoda hanya diam tidak menaggapi.


"Dave sudah menyelidiki semuanya" jelas Ezra membuat Almaira kembali menatapnya. Ezra melirik kekasihnya sesaat lalu tersenyum.


"Diandra kerja sama dengan Cecilia dan juga Raisa. Tapi sepertinya Raisa di khianati karena itu dia membongkarnya padamu biar terlihat seperti pahlawan yang membantu atau bisa jadi mereka merencanakan sesuatu yang baru" lanjut Ezra ucapannya.


"Cecilia dan Diandra berteman?" tanya Almaira penasaran, mengapa kedua orang itu bisa bekerja sama.

__ADS_1


"Mereka itu saudara sepupu" jawab Ezra.


Almaira hanya membulatkan mulutnya membentuk huruf O setelah mendengar jawaban Ezra.


"Cecilia sepertinya sakit hati dibuat malu sama Kak Dave ya Bi. Apa lagi saat tahu sahabatnya sendiri yang merebut tunangannya. Karena itulah untuk membalas sakit hatinya, dia meminta bantuan Diandra"


"Salah dan benar" Ezra mengomentari apa yang dianalisa kekasihnya. Gadis itu menautkan alisnya tanda tidak mengerti saat Ezra meliriknya.


"Sakit hatinya Cecilia itu benar tapi Diandra bukan hanya membantu tapi juga punya tujuan" Almaira semakin tidak mengerti apa maksud perkataan Ezra.


"Tujuannya agar bisa kembali jadi pacarnya Bimbi" tebak Almaira. Ezra menggelegkan kepala sambil senyum-senyum. Entah mengapa dia sangat suka dengan Almaira yang cemburu.


"Lalu?" tanya Almaira karena Ezra tidak melanjutkan ucapannya.


"Dia membantu Noah untuk merebutmu dari tunanganmu ini Ai. Mereka sengaja mengirim video tesebut ke Bimbi untuk membuat Bimbi benci pada kalian berdua" Ezra akhirnya memberi tahu Almaira seperti laporan Dave padanya.


"Ya itu yang Al pikirkan sejak awal saat pertama kali melihat video itu Bi" jelas Almaira apa yang dia pikirkan.


"Ya sayangnya mereka tidak berhasil, bahkan kita tampak tenang-tenang saja. Merela salah cari lawan" Ezra meraih tangan Almaira lalu mendekatkan kebibirnya untuk dicium.


"Mungkin itulah Raisa bertindak dengan meberi tahumu untuk mengungkit lagi masalah ini dan memancing emosimu" Almaira mengangguk mengerti.


Ezra dan Almaira memutuskan untuk menunggu mereka di mobil sampai ketiganya tiba di lokasi.


"Itu mereka Bi" tunjuk Almaira pada kendaraan yang berhenti disamping mereka.


Almaira dan Ezra langsung keluar dari mobil dan menghampiri ketiganya yang juga sudah keluar dari mobil. Mereka berlima masuk kedalam untuk menemui Jevan sebagai managemen yang mengurus trio Al, El dan Doel.


Elisya dan Anindya berjalan didepan Almaira yang diapit oleh Ezra dan Rangga. Mengingat percakapannya dengan Rendra semalam, Almaira memperhatikan Elisya. Dia berbisik pada Rangga saat Ezra menghampiri Jevan.


"Eli cerita sesuatu?" Rangga yang mengerti maksud Almaira menggangguk mengiyakan.


"Waktu mampu merubah semuanya Cek" ucap Rangga.


Almaira tersenyum, setidaknya kakaknya Rendra sudah berusaha membalas cinta Elisya selama ini, walau akhirnya sahabatnya itu sendiri yang mengakhirinya. Rendra sudah menceritakan semua padanya, tinggal dia mencari waktu untuk bicara dengan Elisya.


"Kalian langsung saja ke ruang ganti" Jevan memberi tahu mereka.


Elisya menggandeng Almaira menuju ruang ganti diikuti Anindya yang sebelumnya sudah diberitahu Rangga bagaimana nanti saat dilokasi syuting.

__ADS_1


"Yang mau jadi model untuk artis kesayangannya semangat banget sih" goda Almaira pada Elisya.


Elisya terkekeh dan membenarkan apa yang dikatakan Almaira, dia memang semangat terlebih lagi saat matanya tidak sengaja bertemu dengan mata Andra yang sedang memperhatikan mereka. Pria itu tersenyum sehingga menambah nilai ketampanannya.


Andra memang memperhatikan Elisya dari pertama kali gadis itu datang. Dia sendiri yang merayu Jevan agar trio Al, El dan Doel mau menerima kontrak ini bagaimanapun caranya. Dia sangat senang begitu mendengar jawaban Jevan dan menunggu hari ini tiba.


Pertemuan pertama mereka sangat berkesan bagi Andra, walau hanya sebentar dan setelahnya hilang seperti para penggemarnya yang lain. Namun saat melihat kembali di cafe the art beberapa bulan yang lalu membuat Andra kembali memikirkan gadis tersebut.


Andra sempat kecewa saat mendengar Elisya sudah memiliki calon suami. Tapi dia biasa hidup di dunia entertainment, menyakinkan pernyataan itu hanya untuk menutupi sesuatu.


Syuting berjalan lancar, sutradara sangat menyukai cara kerja Almaira, Elisya dan Rangga. Dia langsung menawarkan pada ketiganya untuk bermain di film yang akan segera digarapnya. Jevan meminta waktu untuk mereka memikirkannya terlebih dahulu.


Anindya sangat senang hari ini, dia bisa berfoto bersama Andra penyanyi idolanya. Seperti yang disarankan Rangga, dia mengupload foto-fotonya di media sosial dari smartphone miliknya hasil pemberian dari Rangga sebagai hadiah ulang tahun. Ayulah yang memberi ide pada Rangga setelah mengetahui kalau Anindya hanya menggunakan ponsel biasa.


"Eli, habis dari sini kalian mau pergi kemana?" Andra yang bertanya pada Elisya, membuat Elisya tersenyum lebar.


"Belum ada rencana kalau El, tapi tidak tahu dengan yang lain" jawab Elisya jujur.


Ditengah pembicaraan mereka, Elisya melihat kehadiran Noah. Ada rasa canggung begitu kakaknya mendekat.


"Lo nepati janji juga bro" ucap Andra begitu Noah berdiri diantara Elisya dan Andra.


"Tentu. Janji adalah hutang" jawab Noah lalu beralih menyapa adiknya.


"Apa kabarmu El? Minggu ini kamu belum mengunjungi ibu. Kasihan ibu kangen sama kamu" Noah bicara pada Elisya sambil merangkul adiknya agar mereka terlihat akrab. Sementara Elisya rasanya ingin muntah saat Noah mengatakan ibunya yang kangen.


"Nanti Eli berkunjung sebelum pulang ke Palembang" jawab Elisya sambil menegaskan kata pulang ke Palembang.


"Mau ada acara?" Andra yang bertanya.


"Iya mau meresmikan pertunangan Almaira dan Kak Reza" jawab Elisya sambil melirik kakaknya. Dia ingin tahu apa reaksi kakaknya tersebut mendengar berita ini.


"Kalau kamu El?" tanya Andra.


Dari tempat yang tidak jauh, Ezra dan Almaira memperhatikan kedatangan Noah yang langsung menghampiri Andra dan berbincang disana. Ezra bisa melihat kalau Noah sesekali melirikan matanya kearah mereka. Sudah pasti tunangannya yang jadi perhatian Noah. Ezra tidak akan membiarkan perusak masuk dalam hubungannya dengan Almaira. Karena itulah tanpa sepengetahuan Almaira, Ezra menugaskan dua orang untuk menjaga Almaira.


"Tidak ada satupun yang bisa mengusik Almaira Rahmadhani dari seorang Ezra Syahreza"


...Bila Aku Jatuh Cinta...

__ADS_1


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2