
Ezra terbangun dari tidurnya saat mendengar suara dering ponsel yang tidak mau berhenti sejak tadi. Dengan terpaksa dia membuka mata dan mencari sumber suara, saat berdiri dia baru menyadari kalau dia sekarang buka berada dikamarnya dan suara dering ponsel milik Almaira yang sejak tadi berbunyi.
"Assalamualaikum ma" sapa Ezra saat melihat nama yang tertulis dilayar adalah mama sang kekasih.
"Waalaikumsalam, ini siapa?" Mama Rahma sedikit terkejut saat yang mengangkat ponsel milik putrinya adalah laki-laki yang dia tahu itu bukan suara kedua putranya, sedangkan sekarang sudah malam.
"Ini Eza ma, tadi ketiduran di kamar Alma sehabis nganter Alma photoshoot dan syuting iklan" Ezra mencoba menjelaskan, dia tidak mau calon mertuanya ini salah faham.
"Oh nak Reza, mama kira siapa" Mama Rahma merasa sedikit lega setelah tahu kalau pria itu adalah Ezra.
"Terus sekarang Almanya mana?" tanya Mama Rahma lagi.
"Nah itu dia masalahnya ma, Eza nggak tahu Alma dimana" Ezra menggaruk kepalaya, tidurnya sangat pulas sapai tidak tahu kalau dia ditinggalkan Almaira sendirian dikamar.
"Nanti Eza coba cari di kamar Eli, Rangga atau Rendy ma" lanjutnya lagi.
Ezra keluar dari kamar yang ditempati Almaira masih dengan muka bantal namun tetap terlihat tampan menuju kamar Elisya.
"Wah, baru selesai dari kamar Alma, pindah ke kamar Eli. Tapi Eli kayaknya baru habis tidur sama Rendra deh, masih mau tidur sama bekasan orang?" Ezra mengerutkan alis saat mendengar seseorang yang menyindirnya.
"O iya, saya lupa anak sultan mah bebas mau tidur sama siapa saja, secara duitnya banyak. Perempuannya aja yang murahan" Ezra menahan amarahnya, dia tidak suka wanita ini menghina Almaira dan Elisya tanpa tahu kebenarannya.
"Anda bicara dengan saya?" tanya Ezra sambil menatap dengan tajam saat tahu yang menyindirnya adalah Raisa.
Ezra tidak kenal Raisa, tapi dia tahu kisah Rendra dan Raisa saat Rendra dan Almaira berbincang dan yang dibahas keduanya adalah Raisa. Almaira sempat menunjukkan foto Raisa padanya, saat itu Almaira mengatakan kalau dia tidak begitu suka Raisa. Menurut gadis kecilnya Raisa itu bermuka dua dan diam-diam menghanyutkan. Ezra mengira kekasihnya mengatakan demikian karena memang tidak menyukai Raisa. Tapi saat mendengar sendiri ucapan pedas dari mulut seorang Raisa, Ezra membenarkan penilaian Almaira tentang wanita yang ada di hadapanya saat ini.
"Mau sama siapa lagi, disini hanya ada kita berdua, lho" jawab Raisa.
"Pantas saja Rendra tidak bisa jatuh cinta, melihat seperti ini saya merasa bersyukur Rendra tidak melanjutkan hubungan dengan wanita seperti anda"
Deg. Raisa cukup terkejut dengan ucapan Ezra, dia pikir pria dihadapannya ini tidak tahu siapa dia. Mereka belum pernah bertemu secara langsung.
Ezra tersenyum sinis pada Raisa saat melihat wajah yang menurut Almaira bermuka dua tersebut terlihat terkejut dan malu. Menurutnya julukan yang diberikan Almaira untuk wanita didepannya ini sangat benar, orang yang bermuka dua dan diam-diam menghanyutkan.
"Kalau tidak tahu apa-apa jangan suka bicara asal"
Belum selesai Ezra bicara, ponsel milik Almaira kembali berdering. Melihat nama yang tertera, Ezra segera mengangkatnya.
"Halo ma, Eza belum menemukan Alma. Ini masih didepan pintu kamar Eli, tapi sepertinya tidak ada suara didalam. Yang ada malah suara calon menantu mama yang nggak jadi nih" Ezra tertawa dengan candaannya sendiri. Dia juga sengaja menggunakan speker agar Raisa bisa mendengar apa yang diucapkan Mama Rahma
__ADS_1
"Siapa Za? tanya Mama Rahma yang memang tidak tahu apa-apa.
"Bukan siapa-siapa, Eza hanya bercanda ma" Ezra kembali tertawa, kali ini yag dia tertawakan adalah wajah masam milik Raisa.
"Eza cari kekamar Rendy dulu ma, mungkin ketiga anak mama ada disana"
"Terima kasih ya, menantu mama satu ini memang benar-benar menantu idaman" Ezra terkekeh mendengar ucapan Mama Rahma.
Raisa tidak percaya kalau Ezra sudah dibilang menantu bukan calon menatu, rasa penasarannya juga semakin tinggi. Apa Ezra dan Almaira sebenarnya sudah menikah? batin Raisa.
Jangankan Raisa, Ezra sendiri sebenarnya tidak percaya dengan panggilan Mama Rahma padanya. Berhubung dia sedang memanfaatkan suasana ini untuk memanasi Raisa membuat dia menanggapi ucapan Mama Rahma.
"Iya dong ma, kan Eza satu-satunya menantu laki-laki" Mama Rahma tertawa mendengar jawaban Ezra.
"Ha..ha..ha.. iya benar yang kamu katakan Za" Mama Rahma sampai lupa tujuannya menghubungi Almaira.
"Ya udah ma, nanti Eza kabari mama kalau sudah bertemu ketiganya"
Ezra menutup panggilan telepon dari Mama Rahma sambil menatap sinis Raisa. Dia tidak habis pikir kenapa Rendra mau menerima wanita seperti Raisa sambil menuruni anak tangga menuju kamar Rendy.
Penasaran yang sangat tinggi membuat Raisa mengikuti Ezra diam-diam. Dia ingin tahu sampai sejauh mana sebenarnya hubungan Ezra dan Almaira sampai mantan calon mertuanya itu terlihat sangat akrab dengan Ezra.
"Kalian bertiga disini" saat dia dipersilakan masuk oleh Rendra.
"Tidak apa-apa sayang" Ezra masuk langsung mendekati Almaira. Dia menyerahkan ponsel Almaira pada pemiliknya.
"Mama telepon, mencari kalian bertiga. Mama juga kesal, nomor kalian berdua tidak ada yang bisa dihubungi" tunjuk Ezra pada Rendra dan Rendy.
"Punya gue lagi dicas bro" jawab Rendy.
Rendra mengeluarkan ponsel dari kantung celananya, dokter itu tesenyum setelah tahu kalau ponselnya tidak aktif
"Punya gue juga habis daya" ucapnya.
"Lo dokter bro, kalau ada yang menghubungi untuk keperluan darurat gimana?"
"Ini kali pertama gue nggak sadar ni batre minta makan" jawab Rendra santai.
"Mama minta kita pulang kak" ucap Alma membuat ketiganya langsung berpaling padanya.
__ADS_1
Disaat ketiga pria itu becakap-cakap, Almaira segera menghubungi Mama Rahma. Ternyata Mama Rahma meminta mereka semua pulang, karena berita perselingkuhan Diana sudah sampai di teliga Mama Rahma dan Papa Dhani.
"Ada masalah?" tanya Ezra yang belum tahu cerita tentang Rendy.
"Segera pesan tiket" bukan menjawab pertanyan Ezra, Rendra menyuruh Almaira segera memesan tiket untuk mereka pulang.
"Gue ikut, mau ketemu mertua" Ezra menyahuti ucapan Rendra sambil terkekeh. Rendy menggelengkan kepala, tidak percaya sahabat Rendra yang terkenal dingin dengan perempuan bisa sebuncin ini dengan adiknya.
"Za, lo belum ngasih pelangkah sama gue dan Rendra" Rendy malah menggoda Ezra.
"Tinggal ngomong minta apa aja gue kasih. Yang penting dapet restu dari kalian berdua"
"Ini mau pesan berapa tiket" Almaira menghentikan pembicaran yang unfaedah antara kakak dan kekasihnya.
"Pesankan buat Eli juga Al, tadi dia nangis kangen sama oma" jelas Rendra saat melihat tatapan pertanyaan dari adiknya. Rendra ingat kalau Elisya tadi menangis karena merindukan omanya. Rendra tidak tahu saja kalau Elisya berbohong.
"Aish anak itu bener-bener anak oma" keluh Almaira.
"Tapi nggak sampe lama kayak biasanyakan kak?" tanya Rangga. Dia punya pengalaman buruk saat mendiamkan Elisya yang menangis karena kangen omanya yang sedang sakit dan dibawa berobat ke Singapura, sementara Elisya tidak bisa ikut karena tidak bisa meninggalkan sekolahnya. Rendra terkekeh.
"Kalau kakak tidak bisa buat dia tenang, kakak pasti langsung manggil kamu buat marahin dia" kali ini, Rendy, Rangga dan Almaira yang tertawa. Ketiganya mengingat bagaimana Rangga membuat Elisya berhenti menangis dengan memaki-maki sahabatnya itu yang ternyata benar-benar bisa membuat Elisya berhenti menangis. Ezra yang tidak mengerti apa-apa hanya diam.
"Kamu ikut Doel?" tanya Almaira pada Rangga yang memang sejak tadi sudah ikut bergabung dengan Rendra dan Almaira sambil mendengarkan cerita Rendy tentang kejadian saat dia mengungkap perselingkuhan Diana.
"Ikut" jawab Rangga dengan cepat. "Pesankan juga untuk Ayu" lanjutnya.
Almaira melihat pada sahabatnya. Rangga mengerti, Almaira minta penjelasan.
"Aku ingin mengajak Ayu bertemu Ibu dan Ayah" jelas Rangga.
"Calon lo Ga?" tanya Ezra yang memang belum tahu tentang Ayu. Rangga hanya tersenyum menanggapai pertanyaan Ezra.
"Aku pulang" Reza pamit setelah memastikan Almaira mendapatkan tiket untuk mereka.
"Jangan kesiangan besok kak" pesan Almaira.
"Kan ada kamu yang bisa bangunin, yang" Ezra mencubit hidung Almaira lalu mengecup kening kekasihnya untuk berpamitan. Sementara yang diperlakukan seperti itu wajahnya sudah merona merah.
Ezra segera keluar dari kamar Rendy setelah puas menggoda gadis kecilnya. Dari pintu dia bisa melihat Raisa yang duduk di meja makan, tapi Ezra pura-pura tidak melihatnya. Sejak dia masuk kekamar Rendy dia sudah tahu kalau Raisa mengikutinya, dia yakin wanita itu sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Dia juga sengaja membiarkan dan tidak memberi tahu yang lain.
__ADS_1
...Bila Aku Jatuh Cinta...
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...