
Hari ini keberangkatan Ezra dan Almaira ke Lembang bersama yang lain. Sesuai rencana mereka, semalam semua menginap di kediaman Rendra kecuali Elisya yang akan menyusul bersama Noah, Andra dan Dion.
"Kita berangkat sekarang?" Rendy yang bertanya.
"Lebih cepat lebih baik, karena akan lebih cepat sampai" jawab Rendra.
"Apa semua sudah siap?" Ezra yang bertanya pada semuanya.
"Siap kak" jawab Anindya dan Ayu dengan semangat.
"Duh yang udah nggak sabaran mau liburan" goda Selena pada kedua gadis tersebut.
"Ya sudah kita berangkat sekarang" ajak Rendra pada mereka semua.
Ezra dan Almaira satu mobil dengan Rendy dan Selena, sedangkan Rendra ditemani Rangga, Anindya dan Ayu.
Perjalanan mereka bisa dibilang sangat lancar, tidak terasa mereka sudah memasuki kota kembang Bandung. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Lembang, mereka memutuskan untuk istirahat sejenak di Cafe Zein.
Di Cafe Zein mereka bertemu dengan Zein dan Mery. Zein menjamu mereka dengan makanan pavorite yang ada dicafe miliknya.
"Tempatnya keren, nggak pasaran. Suasananya juga enak membuat yang datang jadi betah ya Mbak Mer" ucap Almaira pada Mery.
"Ini yang ngedesain Nayla dan Citra" jawab Mery.
"Wah, Mbak Nay dan Mbak Cici ternyata kereeeen" ucap Rangga yang memag kagum dengan desain cafe ini.
"Ayo dimakan, ini makanan yang paling dicari dicafe ini. Kalian tamu istimewah sampai pemiliknya sendiri yang masak" ucap Ezra memuji Zein.
"Tapi nggak gratis ya" jawab Zein.
"Pelit amat sih kak" sahut Ezra.
"Bayarnya pake siaran langsung kalian dengan mereview makan disini" jawab Mery.
"Bilang saja minta di promosiin Mbak" sahut Ezra lagi.
"Nah tuh tahu" membuat tawa diantara mereka pecah.
"Nggak usah khawatir, sini aku dan Al review" jawab Rangga.
"Tunggu El, Doel. Ntar lagi dia sampai disini" ucap Almaira.
"Kalau gitu sambil menunggu Elisya, kakak buat menu yang lain untuk kalian Review" ucap Zein memberitahu.
"Siap kak, yang penting enak dan bikin kenyang" sahut Rangga.
__ADS_1
Zein meninggalkan mereka untuk menyiapkan makanan dan minuman seperti yang dia ucapkan. Sementara yang lain menunggu kedatangan Elisya bersama rombongannya.
"Nin, temani kakak ke minimarket yang ada diseberang" ucap Rendra tiba-tiba mengajak Anindya.
"Anin aja yang diajak nih kak?" goda Selena membuat wajah Anin bersemu merah.
"Kalau ada yang mau ikut juga boleh" tawar Rendra.
Tidak ada yang ikut tawaran Rendra, karena mereka memang tidak ada keperluan kesana. Entah apa yang Rendra cari, yang jelas dia ingin berdua Anindya. Kemarin Rendra sudah meminta Anindya untuk jadian. Saat itu, Anindya, Ayu dan Rangga sedang mencari jajanan di taman dekat kediaman Rendra.
Rendra yang baru pulang dari rumah sakit melewati taman tersebut dan melihat keberadaan mereka lalu memutuskan untuk menghampiri ketiganya. Disaat Rangga dan Ayu sedang menunggu jajanan yang mereka beli, Rendra membawa Anindya menjauh dan duduk di bangku taman yang memang tersedia disana. Tanpa basa basi Rendra langsung meminta Anindya untuk jadi pacaranya.
"Anin, kamu mau jadi pacar kakak?" tanya Rendra membuat Anindya terkejut.
Tidak ada kata mesrah atau ungkapan cinta tiba-tiba Rendra memintanya jadi pacar. Anindya ragu dengan permintaan Rendra walau dalam hatinya ramai bersorak dan melompat kegirangan di tembak oleh seorang dokter tampan yang memiliki kedudukan di sebuah rumah sakit ternama. Apa lagi yang diragukan dari sosok seorang Rendra belum lagi sikap penyayang dan perhatian yang dimiliki laki-laki itu yang selama ini mampu meluruhkan hati Anindya.
Belum sempat Anindya menjawab, Rangga dan Ayu menghampiri mereka yang masih terdiam. Rendra yang cemas menunggu jawaban dan Anindya yang masih terus berpikir untuk menjawab yes.
"Ayo pulang kak" ajak Rangga sehingga mencairkan suasana yang sempat tegang.
Sampai mereka pulang ke kediaman Rendra, Anindya belum juga memberi jawaban. Setelah makan malam Rendra kembali mengajak Anindya menjauh dari yang lain untuk meminta jawaban dari gadis itu.
"Bagaimana Nin?" tanya Rendra.
"Kamu pikir kakak main-main Nin" jawab Rendra kecewa.
"Bukan begitu kak. Apa kakak tidak malu memiliki pacar seperti Anin?" tanya Anindya lagi. Dia hanya ingin tahu seserius apa Rendra padanya.
"Malu?" beo Rendra.
"Malu denga apa?" tanya Rendra lagi.
"Anin bukan dari keluarga..."
"Itu bukan hal penting" potong Rendra ucapan Anindya. Dia sudah tahu kemana arah pembicaraan Anindya, gadis itu selalu membicarakan dirinya yang tidak pantas karena dari keluarga biasa.
"Yang penting kamu mau berkomitmen dengan kakak" lanjut Rendra ucapannya.
Anindya hanya diam setelah mendengar ucapan Rendra, hatinya menginginkan pria yang ada disampinnya tapi dirinya merasa malu dengan keadaannya.
"Nin" panggil Rendra pelan.
"Baiklah kita coba jalanin dulu" jawab Anindya mengembangkan senyum diwajah Rendra. Diraihnya tangan Anindya dan disatukannya jemari mereka.
"Terima kasih" ucap Rendra.
__ADS_1
"Hore.... Kak Rendra dan Anin jadian"
Suara Rangga mengejutkan Anindya dan Rendra, tidak hanya Rangga, disana juga ada Almaira, Selena dan Ayu yang ikut bertepuk tangan. Tanpa Rendra ketahui kalau keempat orang tersebut dari tadi menguping pembicaraan keduaya. Sementara Ezra dan Rendy melihat keheboan mereka dari tempat yang tidak jauh sambil menggelengkan kepala.
"Ayo cepat tidur, besok kita berangkat pagi" teriak Ezra membubarkan keheboan tersebut.
Saat Rendra dan Anindya keluar cafe menuju minimarket, kendaraan yang dikendarai Noah masuk kearea parkir cafe. Elisya dapat melihat Rendra yang mengandeng tangan Anindya bejalan menuju seberang jalan.
Ada rasa sedih tapi juga ada rasa bahagia yang bercampur jadi satu. Rendra sudah bicara tentang Anindya sebelumnya pada Elisya, dan gadis itu mendukung keputusan Rendra. Karena itu semalam Elisya juga menerima pernyataan cinta Andra, dia belajar membuka hatinya untuk pria itu dan mencari kebahagiaanya.
"Ayo sayang" suara Andra yang mengajak Elisya masuk ke cafe mengejutkan Elisya.
"Ada apa?" tanya Andra begitu menyadari Elisya yang terkejut.
"Tidak ada apa-apa" jawab Elisya dengan senyum lebar untuk meyakinkan Andra.
Andra meraih tangan Elisya dan menggengamnya, mereka berjalan menyusul Noah dan Dion yang sudah berjalan terlebih dahulu. Almaira bisa melihat tautan tangan sahabatnya dengan Andra, dia tersenyum karena Elisya tidak akan merasa sedih saat tahu Kak Rendranya dan Anindya sudah jadian.
Noah memilih duduk disebelah Ayu karena memang kursi yang kosong ada disebelah Ayu, setelah Anindya yang menempati sebelumnya pergi.
"Hai" sapa Noah pada Ayu.
"Hai juga kak" jawab Ayu.
Tidak lama setelah kedatangan Elisya dan yang lain, Zein datang dengan beberapa pelayan membawa menu yang dia buat khusus untuk di review Rangga, Almaira dan Elisya.
"El sini" panggil Rangga membuat Elisya mendekat pada sahabatnya itu.
"Kita dikasih job sama Kak Zein" ucap Rangga.
"Job apa?" tanya Elisya belum mengerti maksud Rangga.
"Biasa kerjaan lama, mereview makanan" jawab Rangga.
"Siap kalau itu" balas Elisya.
"Ayo, sekarang saja" ajak Almaira dan mendapat anggukan dari kedua sahabatnya.
Elisya kembali duduk disamping Andra, setelah diputuskan kalau mereka semua yang hadir disini ikut dalam siaran langsung yang dilakukan ketiga sahabat tersebut.
Rendra dan Anindya sudah ikut bergabung, Zein dan Mery juga ada disana. Cafe ini memang memiliki beberapa meja yang ukurannya cukup besar, sengaja untuk mereka yang sedang mengadakan acara untuk makan bersama dengan jumlah lebih dari tujuh atau untuk meeting dicafe tersebut. Di salah satu meja besar inilah mereka duduk bersama untuk mereview makanan dan minuman yang ada di cafe ini, sesuai permintaan Zein sang pemilik cafe.
...Bila Aku Jatuh Cinta...
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...
__ADS_1