BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
78. Menunggu Kejutan


__ADS_3

Ezra dan Almaira berserta rombongan tiba di kediaman orang tua Bunda Aisyah di Lembang. Bagunan megah ini sudah terlihat dari jarak jauh karena sangat menonjol dibadingkan dengan bangunan sekitarnya. Halaman yang luas di tumbuhi pepohonan dari berbagai jenis buah-buahan mampu menyejukkan mata yang memandangnya.


Saat mereka tiba sudah ada Danu diteras bersama Lola dan Putri membuat Almaira heran, bagaimana adiknya itu juga berada disini sekarang?


"Kamu sama siapa dek?" tanya Almaira pada Danu.


Adiknya hanya terkekeh melihat wajah heran kakak perempuannya.Berbeda dengan Rendra dan Rendy yang sudah tahu rencana Ezra.


"Bi jangan katakan Danu juga punya tugas penting seperti Lola dan Putri"


Almaira curiga ini semua kelakuan Ezra, tunagannya ini sangat suka memberikan kejutan yang tak terpikirkan oleh Almaira. Ezra terkekeh.


"Curigaan aja kamu Ai" jawab Ezra sambil merangkul kekasihnya dan mengajaknya masuk.


Benar saja, kecurigaan Almaira terjawab sudah saat dia menemukan Papa Dhani dan Mama Rahma sedang berbincang bersama Ayah Dimas dan Bunda Aisyah.


"Assalamualaikum" Almaira mengucap salam pada semua yang ada disana.


Mereka yang mendengar salam dari Almaira langsung menjawab. Mama Rahma tersenyum pada putrinya yang pastinya terkejut dengan kehadiran mereka.


"Mama sejak kapan disini?" tanya Almaira saat dia menyalimi mamanya.


"Tadi siang Al" jawab Mama Rahma.


Almaira melanjutkan salimnya pada Papa Dhani, Ayah Dimas dan Bunda Aisyah yang juga diikuti Ezra, Rendy, Selena dan Rendra. Dibelakang Rendra ada Rangga, Elisya, Ayu, Anindya, Dion, Noah dan Andra yang ikut menyalimi keempat orang tua tersebut.


"Langsug saja kekamar masing-masing, biar bisa istirahat. Pasti capekkan dari pagi" ucap Bunda Aisyah pada mereka semua.


"Lola, Putri. Tunjukkan kamar-kamarnya" perintah Bunda Aisyah pada kedua cucunya.


Tanpa menunggu lama, Lola dan Putri menunjukan kamar mereka masing-masing. Ezra mengantar langsung Almaira ke kamarnya yang satu kamar dengan Elisya, sementara Ayu dengan Anindya.


Setelah mebersihkan diri, Almaira ikut bergabung bersama kedua orang tuanya dan kedua calon mertuaya. Ternyata disana sudah ada Rendra yang ikut berbincang. Yang Almaira dengar Kak Rendranya sedang menceritakan keadaan rumah sakit pada Ayah Dimas.

__ADS_1


"Sini sayang"


Bunda Aisyah yang melihat kehadiran Almaira segera memanggil calon istri putranya itu duduk didekatnya yang sedang berbincang dengan Mama Rahma.


"Ma, kok bisa ikutan datang kesini?" tanya Almaira pada Mama Rahma setelah dia duduk diantara Mama Rahma dan Bunda Aisyah.


Almaira masih penasaran acara apa yang direncanakan Ezra sehingga mereka semua berkumpul disini. Dia tahu Ezra ingin merayakan ulang tahunnya, tapi kehadiran orang tuanya membuat Almaira yakin kekasihnya itu merencanakan sesuatu.


Rendy dan Selena ikut bergabung bersama mereka. Banyak hal yang ditanyakan Bunda Aisyah dan Mama Rahma padanya sepasang suami istri itu terutama tentang tanda-tanda kehamilan Selena.


Terdengar suara yang memberikan salam selamat sore, saat Almaira melihat ternyata Gevin dan juga Jevan bersama tim manajemen tiga serangkai yang juga diundang Ezra. Kehadiran tim semakin membuat Almaira yakin Ezra tidak mengadakan acara biasa-biasa saja seperti permintaanya.


"Lola, Putri" panggil Bunda Aisyah kembali pada kedua gadis itu.


Keduanya datang menghampiri, seakan sudah tahu tugasnya tanpa diperintah Putri langsung mengajak Jevan serta kru management tiga serangkai entah kemana Almaira tidak megerti. Tapi mereka bukan kelantai atas dimana banyak kamar-kamar yang tersedia. Berbeda dengan Gevin yang diajak Lola ke kamar Ezra.


Almaira pasrah denga apa yang dilakukan Ezra, dia yakin ini cara kekasihnya mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya padanya dengan perbuatan. Ada rasa bahagia dihati Almaira dicintai Ezra sebesar ini membuatnya semakin menjatuhkan hatinya pada pria itu.


"Cek Al, kok tim tiga serangkai diundang juga?" tanya Elisya saat mereka akan melakukan sholat maghrib di kamar.


"Al juga nggak tahu El, Kak eza nggak bilang apa-apa. Coba tanya Rangga" jawab Almaira dan juga memberikan saran pada Elisya.


"Sepertinya ada acara kejutan Cek"


Elisya yakin dugaannya benar, dia merasa iri pada Almaira yang mendapatkan cinta yang begitu besar dari Ezra. Dia berharap Andra bisa memberikan cintanya dengan tulus walau Elisya masih belajar untuk mencintai pria itu.


Almaira ikut membantu Bunda Aisyah dan Mama Rahma setelah dia keluar kamar dan melihat kedua wanita cantik itu sedang menyiapkan makan malam untuk mereka. Ternyata sudah ada Selena yang juga membantu. Anindya yang biasa melakukan hal ini bersama ibunya di kampung tidak mau ketinggalan ikut membantu.


Para pria sudah pulang dari masjid dan mereka segera mengambil tempat masing-masing setelah Bunda Aisyah memerintahkan mereka untuk duduk di depan makanan yang sudah disajikan. Malam ini mereka makan lesehan, Bunda Aisyah membentangkan kain panjang ditengah-tengah antara ruangan keluarga dan ruang makan yang memang memiliki space yang cukup luas, di sajikan berbagai lauk pauk di atas kain panjang tersebut agar mereka bisa makan bersama dengan mengelilingi kain panjang yang sudah berisi makanan tersebut.


Suasana ini yang dirindukan Almaira, makan besar bersama keluarga dan orang-orang terdekatnya. Canda dan tawa menghiasi makan malam ini, terlebih lagi mereka menyimak cerita nostalgia Ayah Dimas dan Papa Dhani saat mereka muda yang penuh cerita lucu.


Belum lagi kedatangan Nayla dan keluarga kecilnya, bersama Zein yang juga membawa keluarganya menambah ramai suasana. Yang lebih mengejutkan Almaira adalah kehadiran kakak tertua Ezra yaitu Adam yang menyempatkan hadir dengan menempuh jarak yang jauh bersama Dafa putra semata wayangnya.

__ADS_1


Selesai makan, Ayah Dimas mengajak mereka mengobrol dan berbagi cerita seperti yang biasa dia lakukan setiap harinya. Tapi obrolan ini tidak dihadiri Jevan dan tim management tiga serangkai. Entah kemana mereka Almaira tidak bisa menduga.


Almaira pasrah dia akan menunggu kejutan apa yang ingin Ezra berikan padanya. Tidak ada hiasan istimewah didalam kediaman orang tua Bunda Aisyah ini, kalau memang akan diadakan acara kejutan. Almaira melihat semua tampak biasa saja. Kedua orang tuanya, kedua kakaknya dan adiknya juga tampak biasa saja, begitupun kedua sahabatnya tidak ada tanda-tanda aneh.


Terlebih lagi Ezra yang mengundang mereka ke tempat ini terlihat santai ikut berbincang dengan Ayah Dimas dan Papa Dhani sambil memangku Raka yang Almaira tahu memang cukup dengan omnya itu. Tidak hanya Raka, Dafa juga tampak bermanja dengan Ezra. Kekasihnya itu sudah terlihat siap jika memiliki putra sendiri.


Melihat Ezra yang menyayangi kedua keponakanya membuat Almaira berpikir jauh dengan sikap Ezra yang pasti akan sangat sayang dengan anak-anak mereka. Dia membayangkan anak-anaknya tertawa dengan bahagia bersama sang ayah yang pura-pura mengejar mereka yang berlari kesana kemari. Almaira menarik nafas panjang saat menyadari pikiranya yang terlalu jauh lalu menghembuskannya berlahan.


Perbincangan ini berakhir saat Ayah Dimas dan Papa Dhani mengingatkan mereka untuk sholat isya. Almaira membersihkan bekas makan mereka dibantu Selena, Ayu dan Anindya. Tidak dengan Elisya, dia tidak biasa melakuka ini dan memilih masuk kelamar terlebih dahulu.


Almaira masuk kekamarnya setelah membersihkan semuanya. Setelah menjalankan kewajibanya Almaira membaringkan tubuhnya sejenak menyusul Elisya yang sudah berbaring terlebih dahulu.


"El, bagaimana hubunganmu dengan Kak Andra?" tanya Almaira yang belum medengar cerita apapun. Tapi Almaira yakin kalau Elisya sudah menerima Andra sebagai kekasihnya, kalau belum tidak mungkin pria itu terus menggenggam tangan Elisya selama mereka di cafe Zein dan ditempat wisata.


"Seperti yang kamu lihat cek. Aku sudah menerimanya" jawab Elisya.


"Kamu bahagia El?" tanya Almaira lagi, dia hanya ingin meyakinkan kalau sahabatnya ini menerima karena menginginkannya.


"Hemm" jawab Elisya dengan deheman.


"Kak Andra baik, dia juga perhatian bagaimana aku tidak luluh dengan segala usaha yang dia lakukan selama ini" lanjut Elisya jawabannya.


"Aku hanya ingin kamu bahagia El" ucap Almaira membalikkan badannya menghadap Elisya. Elisya melakukan hal yang sama dia membalikan badannya menghadap Almaira.


"Aku bahagia, ini pilahanku" ucap Elisya.


"Aku akan berdoa untuk kebahagiaanmu El" ucap Almaira dengan mata yang berkaca-kaca.


Keduanya berpelukan, tanpa mereka sadari Rendra sudah berdiri didepan pintu yang sudah dia buka sedikit, dan mendengar apa yang dibicarakan kedua sahabat itu. Dia tersenyum lalu menutup kembali pintu dan berlalu, tadinya dia ingin menanyakan kabar Elisya. Bagaimanpun dia sudah berjanji selalu ada untuk Elisya. Rendra menarik nafas lega setelah tahu Elisya dan Andra jadian. Setidaknya dia tidak merasa begitu bersalah dengan stausnya sebagai kekasih Anindya saat ini.


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2