
Sore ini Almaira, Elisya dan Rangga diajak Rendy kebutik milik teman Rendra yang bekerjasama dengan usaha milik Mama Rahma. Butik khusus pakaian pesta dan pakaian adat Indonesia ini adalah milik keluarga Gevan yang sejak turun temurun memiliki usaha ini, tidak hanya butik sekarang mereka berkebang keusaha penyewaan pelamin, pakaian adat dan semua yang berhunbungan dengan acara pernikahan.
"Kak mau ngapain kita kesini?" tanya Elisya yang sedang kecewa karena Rendra tidak ikut bersama mereka tapi lebih memilih mengantar Raisa dan kembali ketempat tinggalnya yang baru.
"Kakak diminta tolong mama untuk mengecek stok barang yang ada dibutik ini" jelas Rendy "Sekalian biar kalian juga kenal dengan sahabat Rendra yang juga sahabat Reza" lanjut Rendy.
Awalnya dia hanya ingin mengajak Almaira tapi mengingat percakapannya siang tadi dengan adik kesayangannya, akhirnya dia memutuskan mengajak ketiganya.
Selepas makan siang mereka istirahat dikamar masing-masing. Tidak dengan Almaira, siang ini dia ditemani Rendy dikamarnya.
"Kak, Al boleh jujur sesuatu?" Rendy yang sudah akan terpejam hanya mengangguk.
"Al tidak ingin El patah hati. Kami baru akan memulai menjadi mahasiswi kak, mungkin akan ada banyak teman baru yang akan kami jumpai. Dari sekian banyak teman laki-laki tidak menutup kemungkinan ada yang mencintai El, atau dari teman teman kak cek dan kak cik"
Sekarang ketiganya satu-satu berkenalan dengan Gevin yang bagi mereka sangat ramah.
"Jadi kamu calon dokter kayak Rendra ya" sapa Gevin pada Rangga yang hanya mengangguk membenarkan.
"Alma, kita bukannya sudah beberapa kali bertemu" saat Rendy mengenalkan Almaira.
"Iya kak tapi belum pernah kenalan kan" jawab Almaira jujur.
"Benarkah? jadi tidak salah kalau sekarang kita kenalan" balas Gevin. Almaira mengangguk setuju.
"Kamu sekarang semakin cantik, sepertinya Rendra dan Rendy harus lebih ekstra menjagamu" lalu Gevin beralih pada Elisya.
"Yang manis ini namanya Elisya" Sapa Gevin dengan ramah.
"Iya kak, salam kenal" jawab Elisya tidak kalah ramahnya.
Rendy menyampaikan tujuannya berkunjung hari ini selain memperkenalkam ketiga adiknya. Mereka berdua sibuk berbincang sedangkan Almaira dan Elisya sibuk melihat-lihat koleksi pakaian yang dipajang.
Ting tanda pintu terbuka menghadirkan sosok tampan dengan senyum ramah pada Almaira dan Elisya yang membalasnya dengan kikuk.
"Kamu Almaira bukan? Adiknya Rendra" sapa Jevan yang mengenali Almaira dari foto yang diungah Ezra.
"Iya benar" jawab Almaira.
"Jevan, saya Jevan sahabat Rendra dan Reza" Jevan nengulurkan tanggan
__ADS_1
Pria tampan itu menghilang masuk keruangan Gevin, dimana Rendy dan Gevin sedang berbincang setelah berekalan dengan keduanya. Rangga yang sedang sibuk dengan gadgetnya tidak perduli dengan tamu yang baru saja masuk.
"Je bagaimana?" tanya Gevin saat melihat Jevan yang masuk.
"Modelnya nggak bisa semua kalau besok fotonya Vin" ucap Jevan "Tapi tadi gue ketemu adik lo Ndy didepan, kayaknya oke tuh jadi model" lanjutnya.
"Kalau dua itu ok kita tinggal cari cowoknya" Jevan melihat kearah Rangga yang duduk disofa.
"Nah ini kalau jadi model cowoknya juga ok" Jevan mengucapkannya dengan mata berbinar. Sudah satu hari ini dia mencari model untuk pemotretan produk baru dari butik milik Gevin.
"Ada masalah?" tanya Rendy mendenggar Jevan sepertinya membicarakan Almaira dan Elisya.
"Iya Ndy, besok ada pemotretan produk baru, kita udah hubungi modelnya dua minggu yang lalu tapi ternyata mereka masih di luar kota ada pemotelretan disana" Jelas Gevin.
"Maksud Jevan ketiga adik lo biar jadi model buat besok" Gevin menjelaskan maksud ucapan Jevan beberapa saat yang lalu.
Disaat ketigannya sedang bicara, Almaira dan Elisya masuk keruangan Gevin. Semua langsung melihat mereka berdua dengan tatapan berbeda-beda, sedangkan Rangga tetap dengan sikap tidak pedulinya.
"Alma, Eli, Rangga" panggil Gevin membuat ketiganya memperhatikan pria itu.
"Ada apa kak?" Elisya yang bertanya.
"Kalian belum mulai kuliahkan? jadi masih ada waktu kosong" Gevin mencoba menjelaskan.
"Kak, kami ini bukan model, bagaimana bisa kakak memilih kami" jawab Almaira menolak secara halus.
"Saya yakin kalian pasti bisa, bahkan kalian bisa mengalahkan model yang sudah membatalkan kontrak dengan Gevin" Jevan memberi rayuannya.
"Kapan pemotretannya kalau kami setuju?" Rangga yang bertanya.
"Besok" jawab Jevan.
"Besok?" beo Alamaira, Elisya dan Rangga.
"Kami butuh hasil secepatnya" Gevin mencoba memberitahu.
Almaira mendekati Rendy, bertanya pada kakaknya apa yang harus mereka lakukan, menerima atau menolaknya.
"Kalau kalian bertiga ingin mencoba tidak masalah, hanya untuk satu kali ini" Rendy menyerahkan keputusan pada ketiganya.
__ADS_1
"Tolongin sahabat kakak kalian ini ya" bujuk Gevin "Saya akan bayar lebih kalau kalian setuju" lanjutnya memberi tawaran menggoda.
Ketiganya meminta ijin untuk bicara. Hanya Rendy yang mengerti apa yang dibicarakan mereka, sementara Gevin dan Jevan harap-harap cemas.
Ponsel Almaira berbunyi, melihat nama yang tertera dilayar ponselnya dia segera mengangkat panggilan video tersebut.
"Hallo sayang kakak yang paling cantik" Sapa Ezra begitu melihat wajah Almaira memenuhi layar ponselnya.
"Assalamualaikum kak" jawab Almaira. Reza membalas ucapan salam Almaira lalu terkekeh, selalu saja Almaira mengingatkannya untuk memberi salam terlebih dahulu, sementara dia sudah tidak sabar menyapa gadis kecilnya.
Ezra mengamati latar belakang Almaira tampak kedua sahabatnya. "Kamu lagi dimana Al? kenapa ada dua mahluk aneh dibelakangmu" Ezra sengaja meledek kedua sahabatnya. Dia tahu dimana Almaira itu berada saat melihat meja kerja Gevin.
"Lo yang aneh, adik Rendra lo telepon gue sama Gevin lo lupain" sahut Jevan. Ezra terkekeh.
"Gue lagi cari mood booster hari ini mau ujian. Alma sayang adik kakak Eza yang paling cantik doain hari ini ujiannya lulus ya, biar cepat balik ke Jakarta"
"Cih gue mau muntah lihat lo ngomong kayak gitu sama Alma, dia adik kita juga bukan adik lo sendiri" protes Jevan. Hahaha Ezra tertawa lepas disana.
"Halo Kak Ezra" Elisya menyapa Ezra. "Kakak nggak mau didoain sama El nih?"
"Tentu El, doain kakak ya. Doel mana?"
"Aku disini kak, jangan takut enggak akan kemana-mana" Rangga menyahuti Ezra. Ezra memberikan jempolnya pada Rangga. Dia memang meminta Rangga terus menjaga Almairanya.
"Kalian kenapa bisa di butik Gevin?" entah pada siapa Ezra bertanya.
"Mereka ada pemotretan besok untuk produk-produk baru butik gue" Gevin menjelaskan.
Ezra baru saja akan membalas ucapam Gevin tapi Almaira sudah menyelanya.
"Kak Eza lihat waktu, bukannya harus segera kekampus?" Almaira mencoba mengingatkan Ezra. Seiring waktu Almaira mulai mengetahui kebiasaan-kebiasaan Ezra, kekasih rahasianya ini suka lupa waktu kalau sudah bicara di telepon atau video call.
"Iya benar, terima kasih sudah menginggatkan sayang"
"Sama-sama kak, sampai jumpa" Almaira melambaikan tangannya.
"I love you" ucap Ezra. Almaira melototkan matanya, Ezra lupa Almaira saat ini tidak hanya sendiri seperti biasanya. Ungkapan cinta Ezra tentu akan membuat curiga mereka yang ada disana. Untung saja Kak Rendynya sedang ketoilet.
...Bila Aku Jatuh Cinta ...
__ADS_1
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...