
Almaira langsung memeluk Selena begitu dia menemukan wanita itu dibelakang kedua kakaknya.
"Al nggak salah lihatkan, ini benaran Cek Nana?" tanyanya tidak percaya.
"Iya sayangku, ini Cek Nana" keduanyapun kembali berpelukan.
"Gantian Al, aku juga kangen sama Cek Nana" Elisya menyela.
Almaira merenggangkan pelukannya dengan Selena berganti Elisya yang langsung masuk.
"Hemm" Rangga berdehem mengganggu Elisya yang tidak mau lepas dari pelukan Selena.
"Rangga" panggil Selena yang menyambut rentangan tangan Rangga.
Cemburukah Rendy? Kalau yang melakukan itu orang lain mungkin dia akan cemburu, tapi tidak dengan Rangga yang sudah mengenal Selena sejak kecil.
Jevan mengajak tamunya untuk masuk kesebuah ruangan yang biasa dipakainya untuk meeting, setelah semua yang hadir saling menyapa.
Ezra langsung merangkul pundak Almaira, dia tidak ingin kecolongan gadis kecilnya dipeluk pria lain seperti Noah.
"Jangan jauh-jauh dari ayangmu ini Ai" bisik Ezra ditelingga Almaira.
Almairah mendonggakkan kepalanya menatap Ezra yang langsung tersenyum, sebenarnya dia ingin menertawai sikap Ezra yang mulai posesif tapi mengingat dia juga tidak nyaman dengan Noah membuat Almaira mengikuti keinginan kekasihnya.
Semua sudah berkumpul diruang meeting studio Jevan, tidak banyak yang dibahas. Pertemuan kedua ini dilakukan hanya untuk menyesuaiakan apa yang akan disampaikan ke publik sebelum mereka melakukan konferensi pers.
Keluar dari ruang meeting mereka menuju tempat yang sudah disiapkan asisten Jevan, dimana disana para pemburu berita infotainment sudah berkumpul dengan posisi mereka masing-masing.
Dibaris depan Elisya dan Noah duduk berdampingan diapit oleh ibu Noah yang duduk disamping putranya dan Papa Ahmad yang duduk disamping Elisya. Ada Rendra disamping Papa Ahmad dan manager Noah disamping Noah lalu Jevan disamping Rendra sekaligus sebagai pembawa acara.
Dibaris belakang ada Almaira, Ezra, Rangga, Selena dan Rendy serta tiga orang dari pihak management Noah.
Jevan sudah melakukan pembukaan untuk konferensi pers sore ini, dia langsung memberikan kesempatan pada Noah yang ditunjuk sebagai orang yang akan menyampaikan kebenaran pada para pemburu berita.
"Assalamualaikum, Selamat sore teman-teman media semuanya. Saya Noah yang akan mengklarifikasi berita yang sudah terlanjur beredar di televisi, media cetak dan media online. Sementara berita tersebut tidak ada satupun statement yang keluar dari mulut saya dan Elisya atau orang-orang terdekat kami"
"Baiklah saya akan langsung menjelaskan pada teman-teman media. Saya dan Elisya memang memiliki hubungan" Noah menjedah ucapannya, dilihatnya reaksi para pemburu berita menanggapi ucapannya.
__ADS_1
"Tapi bukan hubungan seperti berita yang beredar beberapa hari ini" lanjut Noah begitu para pemburu berita sudah mengangkat tangan ingin mengajukan pertanyaan.
"Saya juga tidak menyangkal foto-foto yang beredar itu memang foto kami saat di Palembang. Kebutulan sekali saya dan Elisya berserta mama ada waktu bersama untuk mengunjungi papa" Noah menunjuk pada Papa Ahmad.
"Yang memang usaha dan tugasnya di Palembang" semua hening mencoba memcerna apa yang di sampaikan Noah.
"Dari yang saya ucapkan teman-teman sekalian pasti sudah bisa menangkap hubungan apa sebenarnya antara saya dan Eli" lanjut Noah begitu sudah ada kasak kusuk di hadapannya.
"Tapi untuk lebih jelas saya akan menegaskan kembali kalau hubungam saya dan Eli adalah saudara kandung. Ini ibu kami" Noah menunjuk ibunya.
"Dan ini papa kami" Noah menunjuk pada Papa Ahmad.
"Kenapa kami tidak mempublikasikannya sejak awal?" sambung Noah lagi.
"Itu karena permintaan Elisya, adik saya ini ingin dikenal didunia model atas namanya sendiri bukan karena mendompleng ketenaran saya sebagai kakaknya"
"Sampai disini kalian bisa mengerti?" banyak para pemburu berita yang menjawab mengerti.
Elisya bisa sedikit menarik nafas lega, tapi tidak bisa menyembunyikan kalau wajahnya juga menunjukkan kesedihan karena pernyataan ini menghilangkan kenyataan tentang mama kandungnya.
"Para penggemar Noah, kalian yang terbaik, saya mohon kalian juga menerima kehadiran adik saya"
"Baiklah cukup itu keterangan dan kebenaran yang saya sampaikan"
Noah kembali menyerahkan acara selanjutnya pada Jevan.
"Seperti yang sudah teman-teman dengar langsung dari Noah, kalau dia dan Elisya adalah saudara kandung"
"Sekali lagi saya tekankan kalau mereka saudara kandung, kebenaran ini dijelaskan dengan kehadiran kedua orang tua mereka" Jevan menunjuk Papa Ahmad dan ibu Noah.
"Demikianlah klarifikasi yang kami sampaikan, bahwa berita yang beberapa hari ini berkembang tidak seperti yang kalian semua sangkakan" ucap Jevan menyimpulkan apa yang tadi di sampaikan Noah.
"Sekarang saya akan memberikan waktu untuk tanya jawab, kalian dipersilakan untuk tanya jawab pada semua yang ada disini" Jevan menunjuk mereka yang semua duduk dibaris pertama dan kedua.
Banyak wartawan yang mengangkat tangan mereka tanda kalau mereka ingin bertanya. Jevan memberikan kesempatan para wartawan bergantian dengan dia yang menentukan siapa yang akan mengajukan pertanyaan.
"Noah, apa anda masih menjalin hubungan dengan Diandra? Mengapa dia tidak hadir menemani?" Noah menjawab dengan alasan Diandra sedang ada pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan.
__ADS_1
"Saudari Elisya, apa selama ini anda di Palembang karena lebih memilih tinggal dengan papa anda dari pada dengan ibu anda. Mengapa juga anda harus kos sementara kediaman orang tua anda ada didepan kosan anda"
"Kalau boleh tahu siapa kekasih anda Elisya?" sahut wartawan yang lain.
Papa Ahmad mengambil alih untuk menjawab pertanyaan dari para wartawan. Hal-hal yang baik yang papa Ahmad sampaikan pada para wartawan dengan tetap menutupi siapa ibu kandung Elisya sebenarnya dan menceritakan kebohongan kedekatan Elisya dengan ibu Noah.
"Untuk kekasih Elisya, saya sendiri yang akan memperkenalkan calon suami Elisya" sahut Papa Ahmad yang langsung mendapat tatapan tidak percaya dari Elisya.
"Kalian lihat dokter tampan disamping saya ini" Papa Ahmad menepuk punda Rendra.
"Dia kakak dari Almaira seperti yang kalian ketahui, dialah calon menantu terbaik saya, calon suami untuk putri saya Elisya" ucapan Papa Ahmad langsung menimbulkan banyak pertanyaan lain dari para wartawan.
Sementara Elisya diam seribu bahasa, dia masih tidak mengerti mengapa sang papa memperkenalkan Kak Rendranya sebagai calon suaminya, mereka sendiri belum ada pembahasan itu. Elisya berbalik menatap kedua sahabatnya dan juga Rendy, ketiganya mengangguk dan senyum membenarkan.
"Kita akan keduluan Rendra sama Elisya sepertinya ai" bisik Ezra disela-sela keributan para wartawan yang ribut mengajukan pertanyaan.
Kemesraan Almaira dan Ezra tidak dilewatkan para pemburu berita, tidak sedikit yang membidik kemesraan keduanya dari tatapn yang penuh cinta serta senyum bahagia yang tidak pernah lepas dari wajah mereka.
"Ai kenapa lama sekali acaranya" Ezra kembali berbisik.
"Emangnya kenapa kak?" Almaira juga ikut bicara pelan.
"Mau ngajak kamu kesuatu tempat" Ezra memberi tahu sambil mengecup pucuk kepala kekasihnya yang sudah seperti candu untuknya.
"Kemana?" tanya Alamira lagi.
"Ada deh" Ezra merahasiakan tempatnya sambil tersenyum jahil.
Tidak terasa konferensi persΒ hari ini akhirnya selesai juga, banyak berita kejutan yang dibawa oleh para pemburu berita. Sementara berita tentang siaran langsung kehadiran mereka saat tiba di studio Jevan sudah banyak mendapatkan komentar, baik yang komentar baik maupun komentar nyinyir.
Berita tentang kemesraan Almaira dan Ezra menjadi berita yang ramai dibicarakan setelah publik mengetahui kebenaran tentang Elisya dan Noah. Sementara berita Almaira yang dipeluk Noah didepan Ezra juga menjadi berita yang tak kalah heboh.
Banyak pengemar Noah yang kini memojokkan Almaira, tapi Almaira tidak mau pusing masalah itu. Kenyataannya tidak seperti yang mereka sangkakan. Dia juga tadi sempat mengklarislfikasinya saat menuju parkiran, kalau dia dipeluk Noah karena Noah menganggapnya adik sama seperti Elisya. Dia juga sudah menyerahkan pada Jevan dan tim yang disiapkan Jevan untuk membalas pertanyaan-pertanyaan seputar Almaira, Rangga dan Elisya.
...Bila Aku Jatuh Cinta...
...ππππΉπΉπππ...
__ADS_1