
Sesuai tanda yang diberikan Viola, kini Dave, Rangga dan Almaira sudah berada tidak jauh dari tempat yang mereka tuju. Mereka tidak segera turun untuk menyelamatkan Viola melainkan menunggu orang-orang suruhan Dave dan Ezra datang bersama polisi.
Sebelum mereka mencari Viola, Ezra menyuruh Finto melaporkan Viola sebagai orang hilang ke kantor polisi karena sudah lebih dari dua kali dua puluh empat jam. Finto juga melaporkan sebagai dugaan penculikan.
"Bi, Al takut" ucap Almaira yang irama detak jantungnya tak berarturan.
"Jangan takut sayang, polisi sebentar lagi datang. Nanti kamu tunggu di mobil saja jangan kemana-mana"
Ezra mencoba menenangkan Almaira. Seharusnya Almaira tidak dia libatkan dalam aksi penyelamatan Viola, tapi mau bagaimana lagi? Tungannganya sekarang berada disini bersamanya.
"Kenapa lama sekali mereka" rutuk Dave yang sudah tidak sabar untuk menyelamatkan Viola.
Dave memang tidak mencintai wanita itu, namun sebagai bentuk tanggung jawabnya yang sering tidur bersama Viola, mau tidak mau Dave ikut cemas dan khawatir. Apa lagi ini semua karena Cecilia yang dendam padanya.
"Itu mereka" tunjuk Rangga pada beberapa polisi yang datang bersama orang-orang suruhan Ezra dan Dave.
"Kita turun Dave" ajak Ezra.
"Bi" panggil Almaira yang semakin takut.
"Ai, Bimbi hanya mau bicara sebentar dengan polisi. Kamu dan Rangga tunggu disini" bujuk Ezra agar Almaira mengerti.
"Hati-hati Bi" jawab Almaira yang terpaksa merelakan kekasihnya untuk turun dan menemui polisi.
"Tentu sayang" Ezra mencium kening Almaira sebelum dia turun.
"Ga" panggil Ezra pada Rangga.
"Siaap kak" jawab Rangga yang sebelumnya sudah diberi arahan oleh Ezra dan Dave apa yag harus pemuda itu lakukan.
Viola membuka matanya begitu orang suruhan Cecilia kembali menguncinya dari luar. Dia kembali turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, mencuci mukanya biar lebih segar dan bisa berpikir apa yang harus dia lakukan Dia memenag sudah mengirim sinyal pada Dave, namun mengingat Dave yang berada di luar negeri membuat Viola pesimis Dave bisa membatunya walaupun pria itu ingin.
Viola langsung mengambil tasnya begitu dia keluar dari kamar mandi, dia melihat tanda yang ada dikalung pemberian Dave masih menyala lalu menyimpannya kembali. Kali ini bukan didalam dompet dan tasnya melainkan dia masukkan kedalam saku celana jeans yang dia kenakan.
Suasana diluar yang hening tiba-tiba ramai. Viola hapal suara milik siapa yang sedang bicara.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Cecilia pada dua pengawal yang menjaga Viola.
"Aman bos, tawanan masih dalam pengaruh obat" jawab salah satu pengawal.
"Bagus, kalian tetap berjaga. Kami ingin istirahat" Jack yang bicara.
__ADS_1
"Ayo sayang, aku sudah tidak tahan" bisik Jack mengajak Cecilia masuk kekamar mereka.
Viola menajamkan pendengarannya dibalik pintu. Untuk malam ini dia aman, karena dia yakin Cecilia pasti akan melakukan malam panas bersama Jack.
"Huu" Viola melepas kesal.
Untung saja dia tidak masuk perangkap Jack, saat pria itu mulai menunjukkan tanda-tanda mengajaknya bercinta. Dia juga tidak menyangka Jack yang terlihat baik ternyata bekerja sama dengan Cecilia. Dia yakin, Cecilia sudah tahu tentang dia dan Dave.
Viola merindukan Dave, walaupun pria itu bicara jujur tidak mencintainya, tapi Dave tetap baik dengannya. Violalah yang kini jatuh cinta pada Dave, kalau bisa berharap Viola ingin bersama Dave selamanya.
Tanpa sadar Viola menjatuhkan air matanya, hidupnya begitu rumit selama ini, selalu saja ditinggalkan kekasihnya selingkuh karena dia tidak ingin diajak tidur. Marah dengan kekasihnya membuatnya putus asa dan menyerahkan keperawanannya pada Dave.
Air mata Viola terus mengalir, semakin dia mengingat masa lalunya semakin terasa sesak didadanya sampai dia mendengar keributan di depan.
"Jangan bergerak, rumah ini sudah dikepung"
"Sepertinya itu polisi" gumam Viola menyadarkan dirinya dari ingatan masa lalu.
"Apa Dave yang mengirimnya" ucap Viola.
Viola tersenyum, dia yakin Dave yang mengirim polisi untuk menyelamatkannya.
"Pasti Dave, dia memang jauh tapi dia bisa menghubungi polisi" ucap Viola senang.
"Shitt" ucap Dave begitu polisi mendobrak pintu kamar yang mereka kira tempat Viola ditahan.
Dave, Ezra dan dua polisi tersebut langsung berbalik badan begitu menyaksikan dua orang yang sedang melakukan penyatuan. Begitu nikmatnya sampai-sampai dua orang tersebut tidak menyadari ada keributan di luar.
"Dave, Ezra" panggil Cecilia begitu dia menyadari ada mantan tunanganya dan Ezra yang menenemukannya dalam keadaan sedang dihujam oleh Jack.
"Cepat pakai pakaian kalian" ucap salah satu polisi.
Sementara Ezra dan Dave melangkah keluar. Ezra merindukan Almaira begitu melihat adegan panas tadi.
"Shitt.... shitt..." rutuk Ezra dalam hati.
"Dave"
Viola yang sudah dibebaskan oleh anggota polisi yang lain langsung memeluk Dave begitu dia melihat orang yang dia rindukan ikut menyelamatkanya dari penculikan ini.
Dave membalas pelukan Viola dengan erat, dia mencium pucuk kepala Viola dan menghirup aroma yang dia rindukan selama ini. Rindu? Dave merindukan Viola selama dia di Jerman tapi dia selalu membohongi dirinya bila dia menginginkan Viola ada didekatnya, dalam pelukannya seperti saat ini.
__ADS_1
Ezra meninggalkan dua orang yang saling melepas rindu, tidak habis pikir dengan sikap Dave pada Viola. Pria itu mati-matian meyakinkan Ezra kalau dia tidak mencintai Viola, tapi lihatlah kenyataannya yang Ezra lihat, Dave sangat mengkhawatirkan teman tidurnya dan sudah pasti pria itu merindukan wanitanya dan dia tetap saja menyangkal kalau dia mencintai wanita itu setiap Ezra menyuruhnya menikahi Viola.
Cecilia dan kedua pengawal bayarannya di bawa kekantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka dengan kasus penculikan dan penyekapan Viola. Begitu juga Dave ikut menemani Viola sebagai korban dan saksi.
"Bagaimana Kak?" tanya Rangga begitu Ezra masuk kedalam mobil dan duduk disampingnya yang duduk dibelakang kemudi.
"Sudah selesai" jawab Ezra singkat.
"Kita pulang" lanjut Ezra memberi perintah pada Rangga.
"Kak Dave?" tanya Rangga lagi.
"Dia menemani Viola kekantor polisi untuk membuat laporan" jelas Ezra agar Rangga tidak banyak tanya lagi. Dia sudah sangat lelah hari ini. Ingin segera bertemu tempat tidur dan memejamkan matanya.
Setelah mendengar jawaban Ezra, Rangga segera menyalakan mesin kendaraannya dan membawanya pergi dari tempat tersebut.
"Apa semua berjalan dengan baik kak?" tanya Rangga pada Ezra.
"Ya, tidak ada drama seperti yang kita takutkan" jawab Ezra sambil membalikkan kepalanya kekursi penumpang bagian belakang untuk melihat Almaira.
Kekasihnya sudah terpenjam sambil memeluk bantal. Ezra tersenyum, dia bersyukur mendapatkan wanita baik-baik seperti Almaira. Tidak dapat dia bayangkan bila dia memiliki kekasih liar seperti Cecilia. Bulu kuduk Ezra bergidik ngeri membayangkan itu.
"Kenapa kak?" tanya Rangga begitu melihat Ezra tampak aneh.
"Tidak apa-apa hanya saja tadi tidak sengaja menyaksikan tayangan live yang hot" Ezra terkekeh.
"Apa Viola sedang diperkosa?" tanya Rangga yang tidak mengerti ucapan Ezra.
"Polisi mendobrak salah satu pintu kamar yang kami kira tempat Viola di sekap, karena hanya dikamar itu yang terdengar ada suara berisik dan suasana remang-remang. Ternyata disana Cecilia dan kekasihnya sedang melakukan penyatuan saat kami masuk" Ezra menceritakan semua kejadian saat dia dan Dave turun dari mobil lalu ikut polisi masuk kekediman dimana Viola ditahan.
"Haa, pasti sakit kepala tuh dua-duanya berhenti mendadak" sahut Rangga.
"Kok kamu tahu Ga?" tanya Ezra heran dan curiga pada Rangga.
"Calon dokter harus tahu kak" jawab Rangga sombong dan mendapat toyoran di lenganya oleh Ezra.
"Al pasti sangat kelelahan" ucap Rangga begitu dia memperhatikan sahabatnya dari kaca spion sambil mengalihkan pembicaraan yang mereka bahas.
"Langsung antar Al pulang Ga" perintah Ezra. Rangga mengangguk setuju.
...Bila Aku Jatuh Cinta...
__ADS_1
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...