
Noah, artis yang sekarang sedang digemari oleh semua kalangan, dari anak-anak, remaja dan ibu-ibu menjadi fansnya. Banyak yang ingin tahu kehidupannya didunia nyata, salah satunya kedekatannya dengan Elisya di sebuah tempat makan yang terkenal di Palembang tertangkap kamera para pemburu berita.
Mereka memberitakan kalau Elisya diajak Noah bertemu dan makan bersama orang tuanya. Banyak spekulasi yang terjadi, karena adegan Elisya yang marah dan menagispun tetangkap kamera. Tidak dapat dihindari karena kejadian itu ditempat umum, tentu saja banyak yang menyaksikan tapi mereka tidak tahu hal apa yang sebenarnya terjadi.
ELISYA MODEL PENDATANG BARU DITEMANI DUA SAHABATNYA MAKAN BERSAMA ORANG TUA NOAH
MODEL PENDATANG BARU ELISYA MENGANTIKAN POSISI DIANDRA
MODEL PENDATANG BARU MEREBUT NOAH DARI DIANDRA
KEAKRABAN MAKAN BERSAMA KELUARGA NOAH DENGAN ELISYA BERUBAH JADI AIR MATA
MODEL PENDATANG BARU BERANI MENDEKATI AKTOR PAPAN ATAS
Serta masih banyak judul-judul lain yang bisa ditemukan di kolom pencarian, sayangnya semua judul terlihat lebih banyak menyudutkan Elisya.
"Sudah tidak perlu dibaca" Almaira menghentikan kegiatan Elisya mengscrool berita-berita tentang dirinya.
"Kenyataanya tidak seperti yang mereka tuduhkan, jangan diambil pusing" lanjut Almaira untuk menenangkan sahabatnya tersebut.
Saat ini mereka sedang dikampus, mereka baru saja selesai mengikuti materi pelajaran kedua. Seharusnya mereka sudah bisa pulang dan istirahat, tapi Elisya tidak ingin keluar kelas, dia yakin akan banyak mata yang melihat dan membicarakannya.
Dret... dret..
"Halo kak" ucap Almaira begitu tahu siapa yang menghubunginya.
"Kalian dimana?" Jevan bertanya dari seberang sana.
"Kampus. Kenapa?"
"Al, apa dikampus banyak wartawan? Di studio banyak wartawan ingin minta penjelasan tentang Elisya"
"Al tidak tahu kak, Al dan Eli masih di dalam kelas" jawab Almaira jujur. Hal yang paling ingin dihindari keduanya adalah wartawan.
"Apa yang sebenarnya terjadi kemarin? Bagaimana kalian bertemu Noah dan keluarganya. Kakak butuh informasi untuk menjawab pertanyaan wartawan" jelas Jevan yang cukup kewalahan hari ini.
__ADS_1
Jevan ikut diburuh wartawan, karena selain photographer dia juga sebagai management ketiga sahabat itu.
Jevan sudah menghubungi management Noah untuk melakukan klarifikasi bersama, namun pihak management Noahpun tidak tahu hal apa yang sebenarnya terjadi. Yang mereka tahu Noah dan ibunya ada acara keluarga di Palembang.
"Kak, Noah dan Elisya tidak ada hubungan apa-apa. Kemarin itu kebetulan kami sedang makan ditempat yang sama, karena merasa kenal kami menyapa. Itu saja"
Almaira mencoba menjelaskan hubungan keduanya tanpa menceritakan kejadian sebenarnya. Bukan tidak ingin jujur, Elisya belum bisa menerima kalau dia dan Noah adik dan kakak. Biarlah mereka berdua yang akan menjelaskannya, Almaira tidak punya hak untuk itu.
"Baiklah, kakak tidak akan mengatakan apa-apa pada wartawan sebelum dapat konfirmasi dari Noah" jawab Jevan pada akhirnya.
Sepi, di kelas ini sekarang tinggal Almaira dan Elisya. Tidak ada yang bicara, kedunya sama-sama larut dalam pikiran masing-masing. Elisya kembali ingat dengan perkataan omanya kemarin saat dia meminta penjelasan.
"El, oma sebenarnya tidak ingin merahasiakan apapun darimu. Tapi ini permintaan istri sah papamu, dia tidak ingin kamu tahu kalau kamu dan Noah bersaudara dan dialah istri pertama papamu"
"Papamu orang baik, hanya saja dia pria yang mudah jatuh cinta. Mamamu dulu tidak tahu kalau dia pria beristri, karena itu mau saja dilamar dan menikah. Begitupun oma, oma menerima papamu sangat baik"
"Saat mamamu tahu kalau dia istri kedua, mamamu minta berpisah terlebih lagi papamu ternyata telah memiliki hubungan dengan sekertarisnya"
"Apa dan bagaimanapun papamu jangan membencinya El. Dia sudah berusaha untuk menjadi ayah yang baik untukmu dan kakakmu. Oma tahu semua pengorbanan yang papamu lakukan untuk kalian berdua"
Elisya menangis, sampai saat ini dia tidak tahu harus bersikap seperti apa? Belum pulih hatinya yang kecewa karena Rendra ternyata memiliki hubungan dengan Raisa, sekarang dia harus menerima kenyataan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
"Jangan menangis disini El" suara yang sangat dia kenal menegurnya, suara pria yang selama ini menjadi tempat keluh kesahnya.
"Kak disini" Elisya menghambur dalam pelukan Rendra.
"Terima kasih kak, kakak datang untuk El" Elisya mengeratkan pelukannya.
"Kita pulang, kakak sengaja meninggalkan rumah sakit untuk menjemputmu dan menemanimu" Elisya mengangguk setuju.
Ketiganya Almaira, Rendra dan Elisya meninggalkan kelas, tanpa Almaira ketahui tenyata Rendra datang bersama Ezra yang menunggu di mobil. Dia tidak ingin membuat heboh kampus ini dengan kehadirannya, terlebih lagi banyak wartawan yang menyamar masuk kekampus ini.
Dari jauh Almaira bisa melihat mobil Ezra yang lain dari yang lain, tidak ada mahasiswa dikampus ini yang membawa mobil mewah seperti milik Ezra kecuali Dave.
"Kak kenapa ada mobil Kak Eza disini?" tanya Almaira. Rendra terkekeh.
__ADS_1
"Kakak bersama Reza, dia juga mengkhawatirkan kamu Al" Rendra mengusap pucuk kepala Almaira.
"Kakak seperti pangeran yang diapit dua putri cantik" goda Rendra saat kedua tangannya diapit dua gadis yang disayanginya.
"Kakak memang pangeran, dan kami memang putri cantik" jawab Almaira membuat mereka tertawa, hanya untuk menghibur Elisya walau sesaat.
"Kak Eza nggak ngabarin Al kalau mau jemput" ucap Almaira begitu dia masuk kedalam mobil yang dikendarai Ezra.
"Kalau bilang bukan kejutan namanya ai" Ezra mengedipkan sebelah matanya pada Almaira melalui spion dimana Almaira juga sedang melihat kearahnya.
Ezra mengendarai kendaraanya kearah yang berlawanan dari kediaman mereka.
"Kita mau kemana kak?" tanya Almaira saat menyadari arah jalan yang berbeda.
"Kita makan siang dulu" Rendra yang menjawab.
Rendra dan Ezra akan membawa Elisya bertemu dengan Papa Ahmad dan juga Noah, papanya ingin bicara pada Elisya dan juga Noah.
Papa Ahmad menghubungi Rendra dan minta tolong pada orang yang dia tahu cukup dekat degan putrinya selain Rangga dan Almaira untuk membawa Elisya bertemu dengannya.
Kebetulan sekali Ezra hari ini sedang memeriksa laporan rumah sakit milik keluarga Harley dimana Rendra bertugas, karena itu Rendra menemui Ezra dan meminta kekasih adiknya itu ikut menemaninya. Ezra dengan senang hati membantu, terlebih lagi dia akan bertemu Almaira kekasihnya.
Mereka sudah sampai direstoran mewah yang sengaja dipesan Papa Ahmad. Restoran ini memiliki private room sehingga mereka bisa bicara secara pribadi. Pengamanan juga sudah dilakukan agar tidak ada wartawan yang mengetahui pertemuan ini.
Berita yang memojokan putrinya membuat Papa Ahmad harus bertindak, dia harus mendamaikan kedua buah hatinya untuk saling menerima. Tidak jauh dari mereka parkir, tampak Rangga bersama Mama Rosa, mamanya Elisya dan omanya. Rangga ternyata diberi tugas Papa Ahmad untuk menjemput keduanya di bandara. Kebetulan sekali hari ini dosen Rangga tidak bisa masuk untuk memberikan materi, karena itu dia langsung meluncur ke bandara menjalankan tugasnya.
"Mama, oma" Elisya langsung menghampiri keduanya. Saat Elisya akan menangis dipelukan mamanya, sang oma langsung memintanya jangan menangis. Karena akan menarik perhatian orang dan orang yang mengenali Elisya akan segera mengetahui keberadaan mereka, kemungkinan besar mereka akan mengungah ke sosisl media.
Menuruti perkataan omanya mereka masuk kedalam restoran. Saat melihat mama dan omanya juga ada di restoran ini Elisya yakin akan ada pertemuan keluarga didalam, entah apa yang akan terjadi Elisya pasrah, dia ikut melangkah masuk kedalam sebuah private room yang sudah dipesan Papa Ahmad.
Elisya menguatkan diri kalau dia bisa menghadapi semuanya, terlebih lagi dia ditemani orang-orang yang menyayanginya.
...Bila Aku Jatuh Cinta...
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...
__ADS_1