BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
80. Puncak Pesta


__ADS_3

Suara Andra dan Zein menyanyikan lagu menikah denganku milik java jive mengiringi Ezra yang memasangkan sebuah kalung berlian di leher jenjang Almaira.


Pria itu baru saja melamar sang kekasih untuk menikah dengannya. Dengan berlutut menggunakan satu kaki, Ezra memberanikan diri berucap dengan debar jantung yang sulit diajak kompromi. Meskipun yakin Almaira akan menerima permintaannya, tetap saja momen ini sangat mendebarkan bagi Ezra.


"Nyayu Almaira Rahmadhani, maukah kamu menikah denganku?" ucap Ezra dengan lembut tapi penuh penekanan dan dengan sorot mata yang mengharap lamarannya diterima.


Debar jantung Almaira tidak jauh berbeda dengan Ezra, mereka memang sudah membuat komitmen sejak bertunangan tapi tetap saja Almaira merasa berdebar dengan permintaan Ezra.


Tidak bisa berkata apa-apa, itu lah yang terjadi dengan Almaira, sungguh dia tidak menduga Ezra menyiapkan semua ini bukan hanya untuk merayakan ulang tahunnya tapi juga memintanya untuk menjadi pendamping hidup seorang Ezra Syahreza Wiraguna Harley langsung dihadapan kedua orangtuanya, saudara-saudaranya serta sahabat-sahabatnya.


Ramai tepuk tangan dari semua yang hadir semakin membuat Almaira terharu. Semua tahu apa yang dirasakan Almaira saat ini, bahagia itulah yang terpancar dari wajah cantik itu meskipun tampak tegang.


"Terima... Terima" sorak mereka semua yang hadir.


Entah siapa yang memulai, sehingga mereka semua yang ada disana menyoraki kata terima. Benar saja, semangat yang diberikan orang-orang terdekatnya membuat Almaira menganggukan kepala tanda menerima permintaan Ezra untuk menikah dengan pria itu.


"Al mau Bi" jawab Almaira dengan tatapan penuh cinta pada sang kekasih hati. Tanpa perlu dikomando Ezra langsung memeluk Almaira berterima kasih pada kekasihnya.


"Terima kasih sayang" bisik Ezra disela pelukkannya.


Mata Mama Rahma berkaca-kaca, putri semata wayangnya sebentar lagi akan mengarungi kehidupan baru bersama orang yang di cintainya. Perjodohan yang terjadi dua puluh tahun lalu karena keinginan dua sahabat yang ingin mereka menjadi keluarga sebentar lagi akan terwujud.


Tidak jauh dengan Mama Rahma, Bunda Aisyah pun menitikkan air mata. Tidak dapat dibohongi, hatinya benar-benar bahagia saat ini. Ezra putra bungsunya yang selalu manja sudah menjadi pria dewasa. Almaira memang gadis yang tepat untuk mendampingi putranya, terbukti saat ini Almaira mampu membuat Ezra jauh lebih baik dari sebelumnya.


Tepat berakhirnya lagu yang dinyanyikan Andra dan Zein, selesai juga Ezra mengaitkan kalung di leher Alamira. Kini dari atas panggung lagu menikah denganku sudah beralih menjadi lagu selamat ulang tahun dari jamrud yang dinyanyikan oleh Rangga, Lola dan Putri. Waktu tepat menunjukkan angka dua belas malam, acara puncak pesta malam ini untuk merayakan ulang tahun Almaira dimulai. Semua yang hadir disanapun ikut bernyanyi tanpa kecuali.


Sebuah kue ulang tahun sudah disiapkan Ezra, dia mengajak Almaira berpindah kesebuah meja dimana kue ulang tahun diletakkan. Disana sudah ada kedua orang tua mereka dan ketiga saudara Almaira juga saudara dari Ezra.


"Tiup lilinnya.... tiup lilinya" suara Rangga menggiring yang lain ikut menyoraki dengan ucapan yang sama.


Tepuk tangan terdengar begitu Almaira berhasil meniup lilin angka dua puluh yang menyala diatas kue ulang tahunnya. Mama Rahma dan Papa Dhani tetap orang pertama yang mendapat suapan dari Almaira, setelah kedua orang tuanya Almaira memberikan suapan pada Bunda Aisyah dan Ayah Dimas.


Ezra mendapat suapan dari Almaira setelah kedua orang tuanya, Ezra bisa mengerti bukan karena dia tidak special bagi Almaira tapi calon istrinya itu sangat menghormati kedua orang tuanya. Setelah Ezra barulah Almaira memberikan suapan pada kedua kakak kembarnya dan Selena juga Danu adiknya.

__ADS_1


Semua memberi selamat dan doa, bukan hanya pada Almaira yang berulang tahun tapi juga pada Ezra yang malam ini melamar Almaira.


Acara berakhir tepat pukul satu dini hari, mereka semua telah kembali ke kamar masing-masing. Ezra merasa lega, apa yang dia rencanakan sejak dua minggu lalu berjalan dengan lancar. Semua berkat dukungan keluarganya dan keluarga Almaira. Mereka semua bersedia hadir, bahkan Kak Adamnya mau memajukan jadwal pulangnya ke Indonesia yang seharusnya masih dua minggu lagi.


Hati Ezra diselimuti bahagia, tinggal satu langkah lagi Almaira akan menjadi miliknya seutuhnya. Malam ini dia bisa tidur dengan nyenyak, setelah selama tiga hari ini dia sulit tidur karena memikirkan apa yang akan terjadi hari ini.


Tak jauh berbeda dengan Ezra dan Almaira, Rendra dan Anindyapun merasakan hal yang sama. Setelah makan malam Rendra mengajak Anindya menghadap Mama Rahma dan Papa Dhani, meminta restu hubungan yang terjalin diantara mereka.


"Ma, pa. Ini Anindya. Mama sama papa masih ingatkan?" Rendra mengenalkan dan juga bertanya pada kedua orang tuanya.


"Ingat. Anindya temannya Rangga kuliah bukan?" tanya Mama Rahma.


"Benar tante" Anindya menjawab dengan gugup.


"Ada apa Ndra?" tanya Papa Dhani langsung keintinya walau sebenarnya dia sudah tahu apa maksud dan tujuan Rendra. Almaira sedikit membocorkan hubungan Rendra dan Anindya pada mereka tadi sore.


"Rendra minta restu, Rendra dan Anindya sekarang pacaran" ucap Rendra.


Tanpa banyak bicara Mama Rahma merestui hubungan itu, dia sudah menilai seorang Anindya saat gadis itu datang ke Palembang menghadiri pernikahan Rendy dan Selena. Penilaian Mama Rahma terhadap Anindya cukup baik.


Rendra besyukur dan berterima kasih pada kedua orang tuanya. Meminta restu menjalin hubungan dengan Anindya tidak sesulit dia meminta restu saat mengatakan ingin menjalin hubungan dengan Elisya.


Mama Rahma tidak menolak secara terang-terangan tapi dari ucapannya saat itu telihat jelas kalau dia tidak suka. Sampai saat ini Rendra tidak tahu apa yang membuat Mama Rahma berat merestui hubungannya dengan Elisya, padahal Elisya sangat dekat dengan Elisya. Rendra berpikir karena itu juga hubungannya dan Elisya tidak bisa berjalan dengan baik.


Restu orang tuanya sudah didapat. Rendra berencana akan mengunjungi kedua orang tua Anindya, meminta restu pada keduanya sebagai bentuk keseriusan Rendra pada Anindya. Tentu saja Rendra ingin serius, saudara kembaranya bahkan sudah menikah, Almaira juga sebentar lagi menyusul. Bukan lagi waktunya untuk mencari pendamping tapi untuk memantapkan hatinya dengan calon pendamping hidupnya.


Sedangkan Rangga, sejak masuk ke dalam kamarnya tidak bisa memejamkan mata walaupun dia lelah, sementara Dion yang satu kamar dengannya sudah terbang ke alam mimpi.


Sejak pertama bertemu Rangga tidak begitu menyukai Noah, karena itu juga dia tidak menyukai Ayu menjalin hubungannya dengan Noah. Meskipun dia tahu Noah adalah kakak dari sahabatnya dan masih ada hubungan saudara, tetap saja hatinya tidak bisa sedekat dirinya dengan kakak-kakak Almaira.


"Aku harus bagaimana?" Rangga bergumam sambil terus mencoba untuk memejamkan matanya.


Sementara itu dikamar berbeda, Andra dan Noah masih mengobrol walau telah merebahkan tubuh mereka di kasur.

__ADS_1


"Lo nggak cemburu lihat Ezra sama Alma?" tanya Andra pada Noah karena dia tahu kalau sahabatnya itu sangat menyukai Almaira.


"Gue sudah ikhlas sejak mereka bertunangan" jawab Noah jujur.


"Sekarang ada Ayu yang mau nerima cinta gue" lanjut Noah memberi tahu Andra.


"Secepat itu move on, salut gue" ucap Andra. Noah terkekeh.


"Mengharapkan milik orang itu menyakitkan. Jadi gue harus membuat pilihan dalam hidup gue, tetap mencintainya tapi sakit atau move on untuk bahagia" jawab Noah.


"Awalnya gue ingin membencinya, tapi apa alasan gue untuk benci dia, bukan salah dia tidak membalas cinta gue" Noah diam sesaat sambil memandang langit-langit kamar.


"Gue ketemu Ayu disaat gue sedang berjuang untuk melupakan perasaan gue sama Alma, dia mampu batu gue buat kembali tersenyum dan mencari kebahagian gue An" lanjut Noah ucapannya.


"Sejak kapan lo jadian bro?" Tanya Andra ingin tahu.


"Tadi sore saat kita mengunjungi taman wisata" jawab Noah yang masih setia menatap langit-langit.


"Pantas saja tadi kamu menghilang. Dion sama Rangga nyariin lo berdua"


"Rangga?" beo Noah.


"Iya, kenapa? Lo ketahuan nyosor adiknya ya" tuduhan Andra hanya ingin menggoda sahabat.


"Gue rasa Rangga tidak terlalu welcome sama gue. Bagaimana nanti reaksi dia kalau tahu gue sama Ayu jadian?" Keluh dan tanya Noah.


"Itu pr buat lo, gimana caranya menaklukan hati calon kakak ipar" Noah melirik Andra yang menatapnya.


"Untungnya gue jatuh cinta sama adik lo ya No, jadi gue nggak pusing buat minta ijin" lanjut Andra ucapanya.


"Emang gue ngijin lo?"


...Bila Aku Jatuh Cinta...

__ADS_1


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2