BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
27. Syuting Iklan


__ADS_3

Hari ini Almaira, Elisya dan Rangga menjalankan kewajiban mereka sebagai model. Sejak pagi mereka sudah berada di studio milik Jevan. Kejadian lima hari yang lalu, dimana banyak masyarakat yang akhirnya mendukung dan membela Almaira yang di bully Cecilia, membuat banyak perusahaan mengirimkan surat permintaan untuk meminta ketiga sahabat tersebut khususnya Almaira sebagai model untuk iklan produk perusahaan mereka.


Untuk para model lain mungkin tanpa pikir panjang akan menerima semua permintaan perusahaan yang ingin memakai mereka sebagai model. Tapi tidak dengan Almaira, Elisya dan Rangga, mereka memilah terlebih dahulu mana yang bisa mereka ambil dan yang tidak.


"Bagaimana?" tanya Jevan setelah mereka membaca semua nama-nama perusahaan yang mengajukan permintaan.


"Kami masih akan memikirkannya lagi kak. Untuk sementara baru tujuh yang kami setujui" jawab Rangga mewakili ketiganya setelah mereka bertiga berdiskusi ditemani Rendra dan Ezra.


"Baiklah kalau begitu kita lanjutkan kerjaan kita hari ini. Kita akan pindah lokasi untuk syuting juga photoshoot. Iklannya akan ditayangkan dua hari lagi jadi kita harus menyelesaikannya hari ini juga"


Mereka membereskan barang-barang pribadi mereka untuk pindah ke lokasi syuting pembuatan iklan.


"Kamu lelah sayang?" Ezra membantu Almaira memasukkan barang-barangnya kedalam tas. Almaira menggelengkan kepala.


"Kamu seharusnya punya asisten yang mengurusi semua ini"


"Tidak perlu kak, Al masih bisa melakukannya sendiri. Al juga tidak nyaman kalau harus dikerjakan oleh orang lain" tegas Almaira. Ezra hanya diam menanggapi jawaban Almaira.


Syuting iklan kali ini dilakukan di sebuah hotel bintang lima, tepatnya di rooftop hotel ini yang sudah disulap menjadi taman yang indah.


"Kalian datang lebih awal, saya sangat menghormati sikap profesional seperti ini" ucap Pak Bram sutradara yang menagani mereka memberikan rasa hormatnya pada Jevan sebagai pihak management dari trio Al, El, dan Doel.


"Anda Ezra Syahreza keluarga Harley?" Pak Bram bertanya sambil mengulurkan tangannya yang dibalas oleh Ezra.


"Ada keperluan apa?" tanya sutradara itu karena dia tidak terlalu tahu dengan berita atau gosip-gosip terkini.


"Menemani calon istri saya" jawab Ezra sambil mengangkat tangannya yang mengenggam Almaira. Sutradara tersebut mengangguk mengerti dan meminta mereka bersiap-siap.


Tiga puluh menit sudah mereka melakukan persiapan syuting disana, namum Pak Bram belum juga memberi isyarat kalau syuting akan dimulai.


"Apa ada kendala?" Akhirnya Jevan bertanya pada Pak Bram.


"Dua artis utama kita belum hadir" jawab sutradara tersebut.


"Siapa?" belum sempat dijawab dari jauh terdengar suara orang meminta maaf.

__ADS_1


"Maaf kami terlambat" pria itu menjabat tangan Pak Sam. Diikuti dibelakangnya Noah aktor yang sedang naik daun.


"Maaf ada kendala dijalan" ucap Noah lalu menangkupkan tangannyanya dan memohon maaf pada semua.


"Tidak apa, kita masih menunggu satu orang lagi. Kamu bisa bersiap-siap sekarang" jawab sutradara tersebut.


Noah bersama asistenya masuk keruang ganti untuk aktor pria, disana dia bertemu Rangga yang sudah siap dengan kostumnya.


"Jadi kita akan bekerja sama hari ini" Noah menyapa Rangga.


"Sepertinya begitu kak, karena kita ada disini sekarang" jawab Rangga dengan santai. Walau dia masih baru di dunia ini, tapi dia tidak akan merendahkan dirinya.


"Boleh gue tanya sesuatu?" Rangga menoleh pada Noah, menelaah apa gerangan yang akan ditanyakan oleh artis dan model yang digandrungi kaum hawa ini.


"Apa Almaira benar calon istrinya Ezra Syahreza seperti ucapan Dave yang viral itu?" Rangga tersenyum. Ternyata seorang artis juga bisa kepo, batin Rangga.


"Kak Noah lihat saja sendiri pasti akan menemukan jawabannya" Rangga sengaja tidak ingin ada komentar membenarkan darinya.


Dia dinasehati Jevan dan Ezra, sebagai fublic figure dia harus hati-hati bicara jangan sampai mengeluarkan statement yang bisa saja jadi serangan untuk diri sendiri.


Noah terdiam, dia sudah tahu jawabannya sejak malam dimana dia menyaksikan Almaira dan Ezra saling berpangutan dari halaman rumah orang tuanya.


Noah baru saja sampai dikediaman ibunya, dia turun dari mobil kesayangannya menatap kearah rumah kos yang tepat berada diseberang kediaman ibunya. Dari jauh dia bisa melihat Almaira sedang berdiri sendiri di balkon yang dia sangat yakin itu adalah balkon kamar yang ditempati Almaira.


Noah memilih duduk diteras sebelum melangkah masuk ke kediaman ibunya. Dia masih ingin melihat wajah cantik yang membuatnya jatuh hati saat pertama bertemu. Sikap Almaira yang tidak seperti para wanita yang akan histeris bila berjumpa denganya membuat Noah penasaran, gadis seperti apa sebenarnya Almaira? Dia mencari tahu kehidupan pribadi Almaira melalui media sosial gadis itu, semakin banyak foto yang dia lihat di instagram milik Almaira semakin jatuh hati pria itu pada sosok gadis yang sederhana tapi cantiknya luar biasa.


Noah melihat Almaira hanya berdiam diri bersandar pada pagar balkon, sampai seorang pria datang dan memeluk gadis itu dari belakang. Mereka terlibat percakapan dan berakhir dengan berciuman. Dada Noah seakan tertusuk saat melihat kenyataan kalau gadis yang dia inginkan sudah memiliki kekasih.


"Kalian sudah dipanggil sutradara" seseorang memberitahu Rangga dan Noah yang tersadar dari lamunannya tentang Almaira malam itu.


"Ayo kak" Rangga mengajak Noah dan diangguki oleh pria tersebut.


Begitu keduanya keluar, sudah ada Almaira, Elisya dan Diandra yang juga jadi partner mereka dalam syuting iklan kali ini.


Syuting berjalan lancar, walau Almaira, Elisya dan Rangga termasuk baru dalam dunia ini, tapi mereka sudah mebuat sutradara kagum. Tidak ada satu kalipun kesalahan yang dilakukan ketiganya, dua artis senior mereka justru yang membuat beberapa kali adegan harus diulang, terutama Noah.

__ADS_1


Dua jam berlalu akhirnya syuting ini selesai, Ezra dengan setia membantu Almaira sementara Elisya dibantu Rendra.


"Kak, bertemu Mbak Diandra gimana rasanya?" tanya Almaira menggoda Ezra.


"Maunya gimana?" tanya Ezra balik.


"Gimana ya?" Almaira seolah-olah berpikir membuat Ezra semakin gemas melihat kekasihnya. Dengan dua tangannya, EZra menangkup wajah Almaira.


"Tidak usah berpikir yang aneh-aneh. Cinta seorang Reza hanya untuk Almaira calon istrinya" ucap Ezra pelan tapi masih bisa didengar Almaira. Gadis itu tersenyum dan mengangguk. Ezra mengacak-acak rambut Almaira dengan gemas.


Sejak malam dimana pertemuan keluarga Harley dan keluarga Argatha menyelesaikan masalah antara Dave dan Cecilia, Almaira yang saat itu hadir diminta sebagai saksi juga diperkenalkan Ezra sebagai kekasihnya pada semua keluarga Harley. Hubungan keduanya semakin dekat dan semakin terbuka, mereka berjanji untuk selalu berbagi cerita apapun yang terjadi dengan diri mereka setiap hari dan saling mempercayai pasangan masing-masing sebagai kunci kebahagiaan mereka. Ezra meminta Almaira mengatakan langsung apa yang mejadi ganjalan dibenaknya, agar tidak terjadi salah faham. Begitupun sebaliknya, Ezra akan melakukan hal yang sama.


Sambil tertawa keduanya berjalan beriringan bergandengan tangan ikut bergabung bersama Elisya dan Rangga dimama disana sudah ada Jevan dan Rendra.


Kemesraan Ezra dan Almaira tidak luput dari perhatian Diandra dan Noah. Diandra tidak menyangka Ezra yang dia kenal bisa semanis itu pada Almaira, sementara saat menjalin hubungan dengannya, Ezra pria yang sangat dingin. Karena tidak tahan dengan sikap Ezra yang dingin, dia berselingkuh dengan lawan mainnya saat itu, tapi sayangnya berakhirnya sinetron yang dia bintangi kandas juga hubungan asmaranya dengan lawan mainnya.


"Ada apa? Lo cemburu?" tanya Noah saat Diandra menghela nafasnya dengan kasar.


Diandra melirik pada Noah sesaat lalu menggelengkan kepalanya. Saat ini dia dekat dengan Noah karena satu produksi sebuah film dan sinetron, tapi pria ini tak jauh seperti Ezra, dingin dan tak tergoda. Bahkan mereka pernah tidur satu kamar tapi Noah tidak melakukan apapun padanya, pria itu lebih memilih tidur disofa dari pada menikmati malam bersamanya.


Keduanya akhirnya berjalan mendekati Pak Bram yang sedang berbincang dengan Almaira, Elisya dan Rangga.


"Saya sangat senang dengan cara kerja kalian yang profesional tanpa melakukan kesalahan" ungkapan jujur Pak Bram mengancungkan jempolnya untuk ketiga model pendatang baru tersebut.


"Next, kalau saya buat film saya harap kalian bertiga mau berpartisipasi dalam karya saya" lanjut Pak Bram menawarkan kerjasama dengan tiga sahabat tersebut.


"Kalian berdua juga terima kasih banyak kerjasamanya" Pak Bram beralih pada Noah dan Diandra.


Mereka tampak berbincang-bincang seperti sudah lama kenal. Ezra tidak sedetikpun melepaskan genggamannya, terlebih lagi dia tahu Noah selalu memperhatikan Almaira.


"Pihak perusahaan mengundang makan siang untuk semuanya di restoran yang ada di hotel ini" ucap seorang yang mereka kenal sebagai perwakilan perusahaan yang produknya mereka iklankan hari ini menyela pembicaraan antara mereka.


"Pemimpin kami sudah menunggu dibawah" lanjutnya lagi.


"Baiklah terima kasih undangannya, kami akan segera turun" Pak Bram sang sutradara yang menjawabnya.

__ADS_1


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2