BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
92. Malam Pertama


__ADS_3

Leguhan kenikmatan keluar dari mulut keduanya bersamaan begitu mereka sama-sama mengakhiri pergulatan berbagi peluh setelah mencapai pelepasan.


Ezra menjatuhkan tubuhnya disamping Almaira yang masih terlihat mengatur nafas. Berbalik kesamping lalu merengkuh tubuh polos wanita yang dicintainya yang kini sudah sah menjadi istrinya.


"Terima kasih sayang" Ezra mengecup kening Almaira.


"Hemm" hanya itu yang bisa keluar dari mulut Almaira.


Ini pertarungan mereka yang ketiga sejak semalam. Ezra benar-benar membuat Almaira tidak berdaya setelah dua malam menunda malam pertama mereka. Dimalam pertama mereka tidak diijinkan tidur satu kamar karena pesta belum selesai.


Malam kedua setelah pesta berakhir mereka tidak sempat istirahat dan langsung ikut makan malam bersama keluarga dan sahabat. Begitu kembali kekamar Almaira sudah tidak bisa menahan kantuknya. Tidak hanya Almaira, Ezra juga merasakan staminanya sedang tidak fit. Jika mereka memaksakan diri untuk melakukan penyatuan tentu tidak bisa benar-benar menikmati malam pertama mereka. Akhirnya Ezra memutuskan mengajak Almaira untuk tidur dan hanya memeluk sang istri.


Almaira sudah tidak bisa menahan kantuknya, dia langsung terlelap dalam dekapan Ezra yang terus mengusap-usap kepalanya dan itu membuatnya semakin nyaman.


Matahari mulai merangkak naik saat Ezra membuka matanya, perutnya terasa lapar. Saat akan membangunkan Almaira, dia baru sadar kalau istrinya sudah tidak ada disisinya. Ezra melihat kedinding dimana ada angka yang memutar.


"Jam sembilan" gumam Ezra.


Dia langsung membuka selimut hendak turun dari tempat tidur, tapi dia urung melakukannya, malah menggeleng-gelengkan kepala saat menyadari saat ini tidak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya. Ezra terkekeh, dia mengingat bagaimana dia menyerang Almaira untuk ketiga kalinya setelah subuh.


"Sayang" Ezra memeluk Almaira dari belakang lalu mengecup pipi istrinya begitu keluar kamar dan menemukan cintanya berada di pantry.


Almaira yang baru saja selesai menata piring di meja makan terkejut, dia tidak menyadari kehadiran Ezra. Tidak perlu dia tanyakan lagi karena itu sudah jadi kebiasaan Ezra mendekati Almaira tanpa suara dan tiba-tiba memeluknya.


"Selamat pagi menjelang siang" balas Almaira sambil berbalik menghadap Ezra.


"Mau makan sekarang? Al udah pesan makanan kesukaan Bimbi" tanyanya dan jelas Almaira begitu wajah mereka berhadapan. Ezra yang terlihat segar dengan rambutnya yang masih basah menganggukkan kepala mengiyakan.


"Bangun jam berapa tadi? Kenapa nggak bangunin Bimbi?" tanya Ezra beruntun.


"Jam tujuh. Kalau bangunin Bimbi yang ada Al nggak bisa pesan makanan dan terus nahan lapar" Ezra terkekeh, dia tahu kalau jawaban Almaira adalah sindiran untuknya yang selalu menginginkan Almaira.


Mobil yang dikemudikan Ezra sudah sampai di halaman kediaman Papa Dhani, setelah sarapan Almaira dan Ezra langsung membereskan barang-barang mereka dan pulang ke kediaman Papa Dhani. Kehadiran mereka disambut Mama Rahma dan Selena.


"Besok kalian jadi pulang ke Jakarta lewat darat sama Rendy?" tanya Mama Rahma begitu Almaira sudah duduk di ruang tengah. Sementara Ezra langsung kekamar meletakan koper mereka.


"Iya, sama Doel dan Eli juga" jawab Almaira memberitahu Mama Rahma.


"Mampir tempat Rosa?" tanya Mama Rahma lagi.


"Mampir sebentar, buat hilangin kangen Eli sama adik-adiknya"


"Baguslah kalau begitu, setidaknya mereka bisa dekat sebagai saudara walau tinggal berjauhan" ujar Mama Rahma.


Sementara itu yang dibicarakan Almaira dan Mama Rahma sedang berbincang. Rangga sedang berada di kediaman Elisya, laki-laki itu selalu tidak betah di rumahnya terlebih lagi jika kedua kakak perempuannya juga berada di rumah. Kediaman Elisya dan Papa Dhanilah yang jadi pelariannya.

__ADS_1


"Kamu kabur lagi ya Doel?" tanya Elisya sambil terkikik.


Tidak perlu dijawab oleh Rangga, Elisya sangat tahu dari tampilan wajah Rangga yang belipat-lipat.


"Nggak usah sok nanya" jawaban Rangga semakin membuat Elisya terkikik.


"El, kamu nggak mau cari pacar lagi?" tanya Rangga menghentikan kikikan Elisya.


"Fian kayaknya suka sama kamu. Bukannya dulu kamu juga suka sama dia"


"Itukan dulu Ga"


"Yakin kalau sekarang enggak?" tanya Rangga.


Elisya diam tidak menjawab. Dia belum begitu mengerti perasaannya saat ini. Memang dia merasa gugup saat kemarin bersama Fian, apa lagi saat berkumpul bersama teman-teman sekolah mereka yang terus menjodoh-jodohkan mereka.


"Wih Fian sama Eli dari tadi berdua aja, kalian pacaran?" tanya Caca teman satu kelas mereka waktu kelas delapan.


"Enggak" jawab Elisya sambil mengoyangkan telapak tangan dan kelima jarinya.


"Pacaran juga nggak apa-apa, kalian serasi kok" sahut Pipit.


"Jangan gitu, pacarannya Eli lagi ngeliatin kesini terus tuh" tunjuk Feri dengan dagunya.


"Eh iya, kamu pacarnya Andra kan? Tapi kok dari tadi nggak sama dia?" tanya Caca lagi.


"Nah berarti kamu bisa masuk Yan" ujar Feri sambil menepuk bahu Fian.


Pluk


Rangga menepuk bahu Elisya yang sedang melamun, dia merasa kesal karena diabaikan oleh sahabatnya satu ini. Elisya itu cocoknya teman diajak bercanda bukan untuk diajak serius. Kalau diajak serius banyak melamunnya. Berbeda dengan Almaira yang bisa mengimbangi Rangga dalam kondisi apapun. Itu yang membedakan keduanya menurut Rangga.


"Ditanya malah melamun" ujar Rangga sambil berlalu.


"Mau kemana kamu Doel?" tanya Elisya begitu Rangga melangkah keluar dari kamarnya.


"Mau ketempat Al, cari teman yang bisa diajak bicara bukan teman buat ngelamun" sahut Rangga.


"IKUT" Elisya teriak sambil menyusul Rangga.


Terkejut, itulah yang Elisya rasakan saat dia melihat siapa yang ada didepan pintu depan begitu Rangga membukanya.


"Fian, sudah lama?" tanya Rangga begitu melihat Fian ada didepan pintu.


"Baru mau ngetuk pintu" jawab Fian sambil menyengir.

__ADS_1


"Mau ketemu Eli?" tanya Rangga lagi.


"Tuh orangnya" tunjuk Rangga pada Elisyah yang sedang berdiri terpaku.


"Masuk Yan" Rangga mempersilakan Fian untuk masuk.


"Aku tinggal ya" ujar Rangga begitu Fian sudah masuk dan duduk di sofa.


"Kamu mau kemana Ga?" tanya Fian yang merasa tidak enak kalau Rangga pergi karena kehadirannya.


"Ketempat Alma, mau gangguin pengantin baru" celoteh Rangga membuat Fian tertawa.


"Eli juga mau kesana ya?" tanya Fian.


Belum sempat Elisya menjawab Rangga sudah mengeluarkan kata-katanya lebih dulu.


"Dia nggak ikut. Kebetulan ada kamu Yan, tolong temenin Eli, takut kesambet dari tadi kalau diajak ngomong benggong doang"


Elisya membulatkan matanya kearah Rangga, sahabatnya ini benar-benar tidak bisa menjaga image baik sahabatt sendiri.


"Kita jalan aja kalau gitu El" ajak Fian.


"Nah itu lebih bagus Yan, kamu ajak dia makan sampai kenyang, biar baterainya bisa setarus persen lagi" Fian dan Rangga terkekeh bersama.


"Aku tinggal ya" pamit Rangga lagi meninggalkan Elisya dan Fian.


Kesibukan di dapur dan meja makan mulai terlihat, Selena dan Almaira sedang membantu Mama Rahma menyiapkan makan siang untuk mereka. Sementara Ezra sedang berbincang bersama Rendy dan Papa Dhani yang sengaja pulang untuk makan siang dirumah, tentu saja karena ada Ezra dan Almaira di kediamannya. Entah kapan lagi dia bisa makan bersama anak dan menantunya, apa lagi jika Almaira dan Ezra sudah tinggal di Belanda.


"Masak apa ma?" Rangga yang baru saja sampai langsung menemukan Mama Rahma yang sedang menata makanan di meja makan.


"Kamu tuh kebiasaan ya Ga" Mama Rahma memukul bahu Rangga.


"Iya ma maaf" ucap Rangga yang menyadari kesalahannya masuk rumah tanpa salam dan langsung bicara mengagetkan Mama Rahma.


"Maaf tapi diulang terus-terusan" jawab Mama Rahma.


"Marahin aja ma" sahut Almaira yang dari tadi melihat kedatangan Rangga.


"Ishh, senang bener sih kalau aku dimarahin mama" rajuk Rangga.


"Nggak usah masang muka jelek, udah jelek nti tambah jelek. Nggak bisa balik lagi binggung sendiri loh"


"Doanya jelek amat sih Al" bukannya meminta maaf Almaira malah terkekeh.


"Sudah jangan ribut didepan makanan. Panggil suami, papa dan kakakmu Al" lerai Mama Rahma pada keduanya dan langsung memberi perintah pada Almaira.

__ADS_1


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2