BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
34. Terbongkar


__ADS_3

Almaira, Elisya dan Rangga merasa lega, rahasia yang mereka bertiga simpan selama hampir tiga tahun terakhir ini ternyata tidak seperti yang mereka bayangkan kejadiannya. Setelah Ezra dan Danu memberikan bukti kalau semua adalah kesengajaan yang dilakukan sepupu Almaira.


Sebelumnya.


"Assalamualaikum" Elisya dan Rangga memberi salam bersamaan dan langsung mencium tangan nenek Almaira lalu melanjutkan menyalimi Papa Dhani dan Mama Rahma.


"Ada apa kami dipanggil Pa?" tanya Rangga yang penasaran begitu di hubungi Danu untuk segera datang.


"Duduk saja dulu" Mama Rahma yang bicara. Keduanya mengikuti saran Mama Rahma.


"Baiklah semua sudah berumpul, nak Reza bisa mulai sekarang" Papa Dhani kembali mempersilakan Ezra untuk bicara.


"Terima kasih pa saya diberi kesempatan untuk bicara"


"Ada hal penting yang tidak kalian ketahui apa yang pernah terjadi pada Alma, Eli dan Rangga" semua menatap pada tiga sekawan tersebut begitu mendengar ucapan Ezra.


"Kejadianya tiga bulan setelah mereka pulang dari Belanda" Ezra melanjutkan ucapannya.


"Hari itu ketiganya sedang siaran langsung untuk endorse yang mereka terima di restoran sebuah hotel"


"Kak Reza tahu kejadian itu" Rangga menyela penjelasan Ezra. Ezra tersenyum sambil mengangguk.


"Kak itu rahasia kami bertiga" Elisya menimpali.


Sementara Almaira hanya diam, peristiwa itu hal yang tidak ingin dia ingat lagi walau dia sangat ingin tahu siapa pelakunya yang membuat mereka bisa tidak sadarkan diri. Sementara pihak managemen tidak mau bertanggung jawab dan merekapun memutuskan kontrak saat itu juga.


Hari itu dimana mereka sedang melakukan siaran langsung untuk mereview makan baru yang ada di resto sebuah hotel. Namun Almaira segera mengakhiri siaran tersebut saat dia merasakan sakit dikepalanya.


"Kepalaku pusing Ga, El" ucap Almaira kala itu.


"Aku juga Al" Elisya merasakan hal yang sama.


"Apa ada sesuatu dimakanan ini?" tunjuk Rangga pada menu makan yang ada di meja mereka.


"Aku takut terjadi sesuatu" ucap Almaira dan setelahnya ketiganya merasakan pandangan mereka gelap.


Mereka terbangun disebuah kamar hotel dalam keadaan tidur bertiga di satu tempat tidur. Bukan hal yang baru mereka tidur bertiga dalam satu kamar, namun bertiga dalam satu tempat tidur dan dalam keadaan tidak sadarkan diri baru kali pertama mereka alami.


"Kenapa kita bisa ada disini?" tanya Almaira.


"Siapa yang bawa kita kekamar ini, tidak mungkin kita berjalan sendiri" Elisya menambahi pertanyaan Almaira untuk mereka.


"Aku masih pusing jangan berisik" Rangga masih merasakan sakit di kepalanya.


"Mungkin pelayan restoran yang membawa kita kekamar ini" Almaira masih mencoba berpikir positif.


"Mungkin saja" jawab Elisya sementara Rangga sudah kembali tidur.


Almaira dan Elisya kompak membangunkan Rangga untuk pindah ke sofa dan mereka melanjutkan tidur karena kepala mereka yang masih terasa sakit.


Setelah kejadian itu mereka menolak untuk mereview makanan direstoran mewah, bukan berarti menolak rezeki tapi lebih untuk menjaga diri, tidak ingin kejadian yang memalukan terjadi untuk kedua kalinya. Dan itu jadi rahasia ketiganya.

__ADS_1


Agar tetap bisa melakukan siaran langsung sambil mereview makanan enak yang ada dikota mereka seperti keinginan para pengikut, akhirnya ketiganya sepakat untuk mereview jajanan kaki lima yang banyak disekitaran sekolah dan perkantoran. Mereka melakukannya suka rela tanpa ada honor satu rupiahpun, namun kegiatan mereka mendapat respon positif dan membuat jajanan kaki lima yang mereka kunjungi menjadi terkenal dan banyak pembeli.


"Akhhh" teriak Almaira yang kesal bila ingat kejadian itu.


"Kenapa Al?" tanya Mama Rahma terkejut mendengar Almaira berteriak.


"Al tidak ingin megingat kejadian itu lagi"


"Tidak apa-apa sayang, agar kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi" ucap Ezra mencoba menenagkan kekasih hatinya.


Papa Dhani, Mama Rahma, Rendra dan Rendy semakin penasaran dengan apa yang terjadi. Sementara ibu Papa Dhani hanya diam saja, dia sebenarnya juga penasaran apa yang tejadi dengan cucunya sampai berteriak dan dia yakin itu adalah hal buruk.


"Drama cari perhatian" Aida mencibir Alamira.


"Apa yang sebenarnya terjadi nak Reza?" tanya Papa Dhani yang sudah tidak sabar dan tidak menghiraukan apa yang dikatakan Aida.


"Kalian mereview makanan disana waktu itu bukan?" tanya Ezra mengingatkan lagi. Ketiganya mengangguk.


"Apa yang kalian rasakan setelah makan disana?" tanya Ezra lagi.


"Sakit kepala dan kami berakhir di..." Elisya mengehetikan ucapannya.


"Berakhir dimana El?" Rendra yang penasaran kali ini.


"Kamar hotel" Danu yang menjawab.


"Bagaimana kamu tahu dek? Kamu tidak ikut kami seperti biasanya waktu itu" kali ini Almaira yang bicara.


"Sejak saya mengungah foto bersama Alamira, saya yakin akan banyak orang yang tidak suka. Karena itu saya sudah menempatkan orang kepercayaan keluarga kami untuk menjaga Alma bila berada diluar.


"Mereka selalu memberikan laporan pada saya setiap harinya, termasuk bila ada sesuatu yang menurut mereka tidak baik yang akan terjadi pada Alma " Ezra melanjutkan penjelasannya.


"Kak" Almaira menatap Ezra tidak percaya.


"Ini untuk kebaikan kamu sayang" Ezra mengusap punggung tangan Almaira.


"Kalian tahu makanan dan minuman kalian saat itu diberi sesuatu?"


"Kalian tahu siapa sebenarnya yang memberi job tersebut?" lagi-lagi Ezra memberi pertanyaan pada ketiganya. Matanya melirik pada Aida, tapi wanita itu tampak tenang.


"Manager restoran hotel tersebut" jawab Rangga. Dia yang dihubungi untuk menerima job tersebut.


"Atas perintah seseorang" tegas Ezra.


"Bukan begitu Mbak Aida?" kali ini Ezra langsung menunjuknya.


"Mana saya tahu" bantah Aida. Dia mebalas tatapan tajam Ezra.


Rendra dan Rendy sudah dapat membaca kearah mana Ezra membawa pembicaraan ini begitu kekasih adik mereka menyebut nama Aida.


"Danu" Ezra meminta Danu memberikan sebuah bukti. Danu memberikan sebuah foto yang memang sudah lama dia siapkan.

__ADS_1


"Apa laki-laki yang bersama Aida itu managernya Ga?" Ezra kembali bertanya. Rangga mengambil foto yang sudah di pegang Danu.


"Astagfirullah al azim" Rangga terkejut dengan foto yang dilihatnya membuat yang lain penasaran.


Foto itu berpidah tangan dari satu orang keorang yang lain dengan reaksi yang sama. Terakhir berada di tangan sang nenek yang kini wajahnya memerah.


"Aidaaaaa" teriaknya.


"Rangga apa laki-laki itu manager restoran yang mengendorse kalian?" Ezra kembali bertanya.


"Benar kak dia orangnya dan ternyata..." Rangga menatap tajam Aida.


"Manager itu kekasih cek Aida, manager tersebut sengaja mengundang Kak Rangga, Ayuk El dan Cek Al untuk mereview makanan disana. Itu hanya cara untuk melakukan aksi yang sudah mereka rencanakan"


"Bagaimana kamu tahu Danu?" tanya Papa Dhani.


"Aku sengaja tidak ikut membantu mereka bertiga saat itu, kalau aku ikut aku mau tidak mau juga ikut makan dan berakhir sama dengan mereka" Danu menyegir kuda menampakkan giginya yang putih.


"Kak Eza menghubungiku dan memberitahu, mungkin ada sesuatu yang akan terjadi seperti laporan orang yang mengawal Cek Al"


"Tapi kami tidak tahu hal apa itu? karenanya aku memantau dari jauh. Ternyata mereka memberi sesuatu pada semua makanan yang dihidangkan sehingga ketiganya langsung tidak sadarkan diri"


"Kalian lihat ini" Danu memutar hasil rekamannya, disana terlihat jelas apa yang dilakukan Aida begitu ketiganya tidak sadarkan diri.


"Bawa mereka kekamar yang sudah disiapkan, buka pakaian mereka seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, jangan lupa buat kamar itu seakan-akan mereka sudah berhubungan intim bertiga" Aida berkacak pinggang sambil memerintahkan.


"Jangan lupa foto tubuh telanjang mereka bertiga dan sebarkan" Aida terlihat tertawa setelah bicara seperti itu


"Sayang aku sudah melakukan apa yang kamu mau, jadi sekarang waktunya kamu membayar jerih payaku" ucap manager tersebut saat mendatangi Aida.


"Tentu aku juga menginginkannya sayang, ayo kita kekamar" jawab Aida.


"Kelanjutannya bisa kalian lihat difoto tersebut apa yang mereka berdua lakukan" ucap Danu sambil menghentikan rekaman yang dia ambil saat kejadian.


"Apa yang terjadi dengan mereka bertiga?" Mama Rahma terlihat sangat khawatir.


"Tidak terjadi apa-apa ma, aku dan dua orang Kak Eza segera menyusul kekamar dimana mereka bertiga dibawa" jelas Danu sambil menenangkan mamanya.


PLAK PLAK. Suara keras tamparan terdengar jelas diruang itu. Mereka sumua sibuk memperhatikan rekaman yang diputar Danu tanpa memperhatikan Aida yang mencoba kabur.


Usaha Aida gagal karena ayah dan ibunya sudah berada disana, Ayah Aida yang sejak tadi diam-diam menyimak tidak dapat menahan amarahnya. Dia langsung menghadang Aida yang ingin kabur dan menampar wajah putrinya.


"Kau kelewatan Aida, idup kau la lebih lemak dari Alma. Galo-galo nyai cukupi, nyai njuk ke kau, ngapo kelakuan kau masih cak ini" (Kamu benar-benar keterlaluan Aida, hidupmu sudah lebih baik dari Alma. Semua nyai cukupi, nyai berikan padamu, mengapa kamu jadi seperti ini"


"Nyai memang tidak menyukai Alma dan saudaranya karena mereka anak dari Rahma, tapi bukan berarti kamu bisa melakukan semua ini"


Hari ini terbongkar sudah siapa yang tega memberikan obat tidur pada mereka bertiga. Begitu juga alasan yang membuat ibu dari Papa Dhani tidak menyayangi Alma dan ketiga saudara selama ini. Ibu Papa Dhani tidak pernah merestui pernikahan putranya dan Mama Rahma, tapi dia tidak bisa melawan keputusan suaminya ayah Papa Dhani.


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2