BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
83. Titik Terang


__ADS_3

"Tidak bisa dihubungi" ucap Dave kesal dengan nada tinggi.


Rangga baru saja menjelaskan apa yang dia tahu tentang Viola dan seorang pria yang akhir-akhir ini sering bersamanya. Dia langsung meluncur ke apartemen milik Ezra begitu tunangan sahabatnya itu memintanya datang.


Setelah mendengar cerita Rangga Dave kembali menghubungi Viola, tapi selalu suara operator yang menjawab.


Almaira yang baru saja ikut bergabung terkejut mendengar suara Dave, dia bisa melihat rasa kesal yang sangat besar dalam diri pria itu. Wajar bila pria itu prustasi, pasalnya setelah memberi kabar kehamilannya, Viola hilang tanpa bisa dihubungi.


Drtt... drtt.. smartphone milik Ezra berbunyi, kekasih Almaira itu segera mengangkatnya begitu melihat nama yang menghubunginya.


"Baiklah terima kasih Fin" ucap Ezra lalu mengakhiri panggilan teleponnya.


"Ada yang ingin bermain-main dengan kita"


Ucapan Ezra mengalihkan kemarahan dan kekesalan Dave, pasti ada sesuatu yang dia lewatkan.


"Laporan dari Finto, Viola tidak ada di tempat kostnya sejak dua hari yang lalu. Terakhir dia pergi dijemput pria yang diceritakan Rangga" Ezra memberi tahu Dave.


"Pria itu teman kencan Cecilia" Ezra memperlihatkan foto yang dikirimkan oleh Finto padanya.


"Shitt" Dave benar-benar merasa jijik dengan mantan tunangannya itu.


"Apa Cecilia dibalik semua kejadian ini, dia pasti sudah tahu hubunganku dengan Viola dan sengaja meminta laki-laki itu mendekati Viola" Dave mengeluarkan argumen-argumennya.


"Aku tidak akan lagi melepaskannya jika terbukti dia yang mengatur semua ini" Dave mengepalkan kedua tangannya.


"Apa ini semacam jebakan?" tanya Almaira yang memang tidak suka dengan permasalahan seperti ini mebuatnya tidak begitu memahaminya.


"Bisa dikatakan seperti itu Ai" Ezra menjawab pertanyaan kekasihnya sambil mencubit gemas hidung Almaira.


"Finto sedang mencari keberadaan Viola, kita tunggu saja" lanjut Ezra memberi tahu.


"Aku tahu dimana tempat pria itu biasa mengajak Viola"


Ezra dan Dave langsung meminta penjelasan pada Rangga atas ucapan yang baru saja dia katakan dengan tatapan tak biasa. Rangga yang mendapat tatapan penuh tanya itu hanya menunjukkan giginya yang berbaris rapi.


"Aku dan Anindya pernah mengikuti mereka, awalnya iseng tapi akhirnya penasaran" Rangga mulai memberi tahu menggapa dia bisa tahu kemana pria itu membawa Viola.


"Kita coba cari disana" ajak Dave yang langsung berdiri. Langkahnya terhenti saat Almaira bicara.


"Bi, Al lapar" Ezra tersenyum, Rangga terkekeh mendengar apa yang diucapkan Almaira. Dave yang sangat menyayangi Almaira mau tidak mau menunda kepergian mereka.


"Kita mampir makan sebelum melanjutkan untuk mencari Viola" semua mengangguk setuju.


Disinilah mereka berada sekarang, disebuah tempat makan yang tidak jauh dari apartemen. Almaira pamit ketoilet untuk merapikan rambutnya yang berantakan akibat ulah Ezra yang menjahilinya. Saat mendekati toilet dia mendengar dua orang sedang bicara menyebutkan nama yang sangat dia kenal.

__ADS_1


Rasa penasaran membuat Almaira mendekat, terlebih lagi nama Dave dan Ezra kekasihnya disebut dalam pembicaraan dua orang itu. Almaira mengenali salah satu dari mereka, dia langsung menyimak percakapan itu sambil terus sembunyi.


Saat percakapan itu selesai Almaira langsung masuk kedalam toilet untuk menetralkan debar jantungnya. Apa yang dia dengar membuatnya merinding ketakutan, dimana dirinya disebut akan menjadi target selanjutnya.


Almaira kembali ke meja dimana Ezra, Rangga dan Dave duduk. Wajahnya yang pucat karena ketakutan tidak bisa membohongi yang melihatnya kalau dia sedang tidak baik-baik saja.


"Kamu kenapa Ai?" Ezra yang lebih dulu menyadarinya langsung bertanya.


"Kamu sakit? Kenapa wajahmu pucat sekali?" Dave ikut bertanya.


"Bi bayar pesanannya lalu kita pergi dari sini" ajak Almaira. Ezra menatap kekasihnya sesaat.


"Tapi kita belum makan Al" Rangga protes. Almaira mendesah.


"Bungkus saja. Ada sesuatu yang ingin Al tunjukkan pada kalian, tapi tidak disini" jelas Almaira.


Ezra memberikan kartunya pada Rangga untuk membayar dan memberitahu pelayan kalau makanannya akan dibawa pulang. Rangga menerima kartu yang Ezra berikan lalu menuju kasir. Setelahnya dia menyusul Ezra, Almaira dan Dave ke mobil.


Begitu Rangga masuk, Almaira segera menunjukkan video yang tadi sempat dia rekam. Wajah Ezra memerah menahan amarah, David sudah mengepalkan kedua tangannya. Dua orang yang sedang menyusun rencana tersebut terang-terangan ingin melawan keluarga Harley.


"Apa mereka masih didalam Al?" tanya Rangga. Almaira menaikkan kedua bahunya tanda tidak tahu.


"Apa pria itu bekerja disini?" Ezra bertanya sambil mengamati sekitar, sementara Dave segera menghubungi seseorang seperti yang diperintahkan Ezra.


"Bisa jadi dia pemilik tempat makan ini" Dave yang sudah selesai menelpon menjawab pertanyaan Ezra.


"Makan"


Mendengar jawaban Almaira membuat mereka yang tadinya tegang kini tertawa.


Cup


Ezra mencuri cium dipipi Almaira karena gemas dengan kekasihnya. Almaira membulatkan mata sementara Ezra semakin terkekeh dengan sikap Almaira.


"Makan Ai" Ezra menyodorkan makanan yang tadi dipesan Almaira.


Disaat sedang menikmati makan didalam mobil, Rangga menunjuk dua orang yang baru saja keluar lewat pintu karyawan restoran.


"Dia hanya karyawan" dengus Dave.


"Mereka mau kemana?" tanya Rangga.


"Ikuti" Ezra segera memberi perintah.


Dave yang memang belum menyentuh makananya segera menyalakan mesin kendaraan dan mengikuti kemana dua orang itu pergi.

__ADS_1


"Semoga saja mereka menuju tempat dimana Viola berada" Almaira berdoa.


"Viola pasti sangat ketakutan" Dave membayangkan Viola yang sekarang menjadi tawanan mereka dan membuat Dave membenci Viola dengan skenario yang mereka buat, cerita bohong tentang kehamilan Viola.


"Mereka sangat berani mempermainkan kita" geram Dave.


"Jangan terlalu dekat kak. Kita berhenti sebentar biar mereka tidak curiga" Rangga memperingatkan Dave.


Sementara itu Viola yang sejak kemarin diberi obat tidur baru saja membuka matanya, sebuah tempat asing yang dia lihat.


"Aku dimana?" gumamnya.


"Jack" Viola memanggil Jack orang yang terakhir bersamanya.


Viola mencoba untuk turun dari tempat tidur, tapi kepalanya masih terasa pusing. Viola ingin mecari handphonenya untuk menghubungi seseorang, dia melihat sekitar dan menemukan tasnya. Walau pusing Viola berusaha berjalan menuju dimana tasnya berada.


"Tidak ada" Viola tidak menemukan handphonenya.


Viola lemas, dia duduk dilantai sabil memeluk tasnya sambil mencoba mengingat kejadian terakhir sebelum dia berada disini.


Wajah Viola seketika pucat saat sebelum dia memejamkan mata, dia mendengar suara dan melihat sosok Cecilia tidak jauh darinya. Setelah itu Jack mendekati Cecilia dan mereka saling berpangutan.


"Mereka berdua... Akhhh" Viola berteriak kesal, selama ini dia masuk perangkap Cecilia yang ingin membalas dendam.


Viola mengambil dompetnya yang ada didalam tasnya. Dia segera mencari benda yang pernah diberikan Dave padanya sebelum mereka berpisah dan benda itu selalu dia simpan di dompetnya agar benda itu selalu ada bersamanya.


"Kamu bisa menyelamatkan aku" gumam Viola sedikit lega.


Viola segera menekan tombol kecil yang ada dikalung pemberian Dave, dia sengaja tidak menggunakannya agar tidak terlihat mencolok. Viola tidak yakin apa benda ini akan berfungsi seperti yang dikatakan Dave, terlebih lagi Dave saat ini berada jauh darinya.


"Dave, aku berharap banyak padamu"


Mendengar suara orang berjalan, Viola kembali ketempat tidurnya dan kembali memejamkan matanya, dia akan berpura-pura masih tertidur.


"Dia masih tidur" ucap salah satu orang yang memeriksa Viola.


"Biarkan saja, itu meringankan pekerjaan kita. Ayo keluar jangan lupa kunci pintunya dari luar"


Dave mengikuti saran Rangga, dia menepikan kendaraan yang dikendarainya. Sebuah notifikasi masuk di smartphonenya, Dave menyungingkan senyum.


"Viola baru saja menyalakan gps yang kupasang dikalungnya" ujar Dave semangat.


"Ga, kamu navigatornya" seru Dave memberikan perintah pada Rangga.


"Asiaaaap" jawab Rangga.

__ADS_1


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2