BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
93. Rangga dan Elisya


__ADS_3

"El" panggil Rangga dan langsung naik ketempat tidur berbaring disamping Elisya.


"Hemm" Elisya hanya berdehem menyahuti Rangga.


"Aku butuh seseorang untuk membuktikan sudah bisa atau belum"


Mendengar ucapan Rangga, Elisya yang tadinya masih sibuk dengan smartphonenya segera menatap sang sahabat.


"Maksudnya?"


"Boleh aku cium kamu?" Elisya menyatukan alisnya.


"Aku butuh pembuktian, dokter bilang aku harus praktik langsung" Rangga mencoba menjelaskan pada Elisya.


Setelah Rendra tahu masalah Rangga, dia segera meyarankan Rangga untuk berkonsultasi dengan dokter yang kebetulan senior Rendra, Rangga setuju dan beberapa bulan ini dia melakukan pengobatan.Terakhir kontrol dokter menyarankan untuk praktik minimal berciuman dengan lawan jenis.


"Kamukan bisa sama Lola Ga" tolak Elisya.


"Sudah aku coba tapi tidak berhasil" Rangga mendesah.


"Apa lagi sama aku" sahut Elisya cepat.


"Tidak ada salahnya kalau dicobakan El. Kita dirumahmu hanya berdua jadi tidak ada yang tahu apa lagi melihat"


Tanpa menunggu jawaban dari Elisya, Rangga menarik Elisya dan mendekatkan wajahnya pada wajah sang sahabat.


"Ga" lirih Elisya, tidak biasanya dia merasa gugup di depan sahabatnya. Ini bukan pertama kali mereka sedekat ini, tapi kali ini ada rasa yang mengelitik di dalam diri Elisya.


Lama Rangga menatap wajah Elisya yang terlihat gugup. Ranggapun merasakan hal yang sama. Meski gugup Rangga memberanikan diri menempelkan bibirnya ke bibir Elisya, Menyesapnya lalu melu matnya. Ada dorongan untuk terus menuntun lebih. Elisya membalas, kini mereka sedang bersilat lidah dan Rangga merasakan sesuatu yang mengeras, itu miliknya, miliknya yang tidak pernah merasakan ini sebelumnya.


"Berhasil El" Rangga memberi tahu Elisya.


"Ini" Rangga menarik tangan Elisya untuk memegang miliknya.


"Shitt" Elisya segera menarik tangannya. Rangga terkekeh melihat reaksi Elisya.


"Besar mana sama milik Andra?" tanya Rangga polos dan itu membuat Elisya terkejut.


"Aku lihat kamu dan Andra waktu di Vila" Rangga tersenyum penuh arti.


"Aku masih perawan Ga" Elisya tidak ingin sahabatnya berpikir jauh.


"Aku tahu, dia memaksa kamu membantunya pelepasan"


Setelah bicara Rangga kembali mencium Elisya dan kembali mendapat balasan dari sahabatnya. Rangga kembali merasakan miliknya menegang, ada kepuasan dalam dirinya sebagai laki-laki dia bisa kembali normal.

__ADS_1


"El, terlalu sesak aku tidak kuat" ucap Rangga prustasi.


"Sini aku bantu" sahut Elisya.


Tanpa menunggu persetujuan Rangga, Elisya melepaskan celana milik Rangga dan langsung memampangkan milik Rangga yang menegang. Seperti yang pernah dia lakukan pada Andra, Elisya memasukkan milik Rangga kedalam mulutnya.


"El" panggil Rangga begitu dia merasakan kenikmatan miliknya yang berada di dalam mulut Elisya.


Elisya menarik Rangga untuk masuk ke kamar mandi, dia tahu Rangga akan segera mengeluarkan amunisinya dan Elisya tidak mau direpotkan untuk membersihkan kamarnya jika dia teruskan permainannya di kamar.


"Terimakasih El, kamu membantuku jadi laki-laki normal"


"Kamu sudah sembuh Ga" Rangga mengangguk.


Rangga kembali mencium Elisya, tapi segera di dorong Elisya untuk menjauh.


"Cukup satu kali Ga" Elisya mengingatkan.


"Aku tahu, sekarang aku yang bantu kamu. Kamu juga butuh pelepasan El, kalau tidak kamu tidak akan bisa nyaman tidur seperti di vila"


Ucapan Rangga mengingatkan kembali kejadian saat di vila, Andra memang Egois, dia meminta Elisya memuaskan miliknya sementara dia tidak memikirkan Elisya setelahnya. Karena sifat itu juga yang membuat Elisya semakin sulit untuk memcintai Andra.


"Aduh" Elisya mengaduh karena Rangga menyentil Keningnya.


Tanpa persetujuan sahabatnya Rangga menggendong Elsya dan membaringkanya ketempat tidur.


"Kamu mau perkosa ak... aww" kata-kata Elisya terhenti karena Rangga kembali menyentil keningnya.


"Aku bukan laki-laki bejat yang main rampas keperawanan. Aku hanya mau bantu kamu biar malam ini tidur nyenyak"


Rangga menindih Elisya dan kembali mencium sahabatnya, melu mat dan memainkan lidahnya, Elisya mengikuti permainan Rangga dan tidak menyadari kalau jari Rangga tengah bermain dimiliknya.


"Teriak El jangan ditahan" ucap Rangga begitu Elisya menggigit bibir bawahnya menahan nikmat yang Rangga berikan.


"Ga, aku nggak kuat lagi" Rangga tersenyum senang.


"Bagaimana?" tanya Rangga setelah dia membaringkan tubuhnya disamping Elisya.


"Kamu belajar dari mana?" tanya Elisya sambil mengatur nafasnya yang masih tak beraturan.


"Akukan calon dokter El" ucapan Rangga yang menyombongkan diri mendapat toyoran di kening.


"El kita nikah yok" ajak Rangga.


"Nggak usah ngaco" jawab Elisya.

__ADS_1


"Dari pada kita begini bikin dosa" sahut Rangga.


Elisya terdiam, mereka telah melakukan kesalahan yang seharusnya tidak mereka lakukan. Dia pernah melakukan kesalahan saat bersama Andra dan itu tidak hanya sekali, hampir setiap bertemu Andra meminta dipuaskan walau mereka tidak berhubungan badan. Bukankah Elisya memutuskan Andra karena dia tidak ingin terus melayani nafsu laki-laki itu yang pada akhirnya dia takut akan kehilangan keperawananya?


Sekarang dia mengulangi kesalahan yang sama dengan Rangga sahabatnya sendiri. Harusnya dia membiarkan saja saat tahu milik Rangga mengeras dan membesar seperti di awal. Tapi dia tidak tega saat melihat wajah Rangga yang tersiksa dan tanpa berpikir panjang membantu sahabatnya pelepasan dan Rangga tak ingin merasakan nikmatnya sendiri berganti membantunya untuk pelepasan.


"Kita pikirkan lagi nanti, sekarang tidur. Besok kita berangkat pagi" Elisya menuruti ucapan Rangga dan masuk dalam pelukan laki-laki itu sampai dia terlelap.


Pagi ini Almaira bersama Ezra, Rendy, Selena, Rangga dan Elisya pulang ke Jakarta. Mereka melakukan perjalanan darat dan akan mampir ke kediaman Mama Rosa, mama dari Elisya yang sekarang tinggal di Lampung.


"Semua sudah dibawakan Al? Tidak ada yang tertinggal?" tanya Mama Rahma untuk memastikan semua yang dibutuhkan Almaira di Jakarta dan selama perjalanan sudah masuk kedalam mobil.


"Sudah semua ma, itu sudah dibawa ke mobil sama Kak Eza, sama Kak Rendy. Sekarang tinggal menunggu Eli dan Rangga" jawab Alamira sambil mengiring Mama Rahma untuk masuk ke dalam rumah.


Belum sempat masuk kedalam rumah, Almaira dan Mama Rahma mendengar suara Rangga yang ikut memasukkan barang miliknya dan Elisya ke mobil, sementara Elisya langsung menghampiri Almaira dan Mama Rahma yang masih berdiri di teras.


"Ayo masuk, kalian sarapan dulu" ajak Mama Rahma.


"Rendy, Reza, Rangga, kalau sudah selesai langsung masuk sarapan" teriak Mama Rahma memberitahu. Ketiganya mengangguk mengiyakan.


"Ma, Pa, Al pamit" ucap Almaira mengahmpiri Mama Rahma dan Papa Dhani, dia menyalimi kedua orang tuanya lalu memeluk mereka bergantian.


Papa Dhani dan Mama Rahma tidak terlalu sedih hari ini setelah Ezra memberitahu kalau dia dan Almaira tidak jadi tinggal di Belanda. Ezra melakukan hal yang sama yang dilakukan istrinya, dan kembali mendapat wejangan dari sang papa mertua.


Rendy dan Selena baru saja keluar dari dalam rumah dan langsung menyusul untuk pamit pada Papa Dhani dan Mama Rahma, diikuti Rangga dan Elisya.


Kini mereka sudah dalam perjalanan ke Lampung, butuh waktu tiga sampai empat jam perjalanan lewat tol antara Palembang ke Bandar Lampung.


Rangga dan Elisya memilih duduk berdua di bangku penumpang bagian belakang, sementara Almaira bersama Selena dibangku tengah dan Ezra duduk dibangku penumpang bagian depan menemani Rendy yang memegang kemudi.


Ada sesuatu yang berbeda yang Almaira lihat pada kedua sahabatnya. Perhatian Rangga pada Elisya tampak berbeda.


"Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Elisya yang tidak dia ketahui?" pikir Almaira dalam hatinya.


"El kita keluar gerbang tol yang mana?" tanya Ezra. Mereka sedang berhenti di rest area untuk istirahat sejenak.


"Tol Natar aja kak" jawab Elisya.


"Aku aja yang bawa mobilnya kak, aku sudah hapal jalan ke kediaman Mama Rosa" sahut Rangga yang mendapat persetujuan dari semuanya.


"Ayo kita lanjut perjalanan" ajak Rendy.


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2