BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
73. Are You Okey?


__ADS_3

Anindya berjalan mendekati Rangga yang sudah duduk di aula untuk mengikuti materi pelajaran hari ini yang akan diberikan oleh pembicara dari luar. Dua minggu sekali fakultas akan mendatangkan pembicara dari luar, biasanya pembicara adalah alumni mahasiswa atau mahasiswi kedokteran yang sudah berhasil di dunia kedokteran dan kesehatan.


Anindya melihat Rangga yang sedang tersenyum pada smartphonenya, sudah dapat dia tebak apa yang sedang dilakukan sahabatnya tersebut. Apalagi kalau bukan sedang melakukan video call dengan Lola sang calon pacar. Anindya tertawa saat pertama kali Rangga dan Lola menyampaikan status mereka.


"Halo Lola" Anindya langsung ikut menyapa Lola yang ada di layar pipih milik Rangga.


"Halo Mbak Anin. Baru sampai ya?" Lola membalas sapaan Anindya.


"Mbak Anin, calon pacarku tidak ada yang mengganggu lagikan?" pertanyaan yang selalu Lola tanyakan padanya.


"Ada" jawab Anin seperti biasanya.


Anindya tidak bohong, Rangga tidak pernah sepi dari kejaran yang namanya wanita, tidak haya mahasiswi kedokteran tapi mahasiswi dari seluruh fakultas dan jurusan yang ada di universitas ini.


Awalnya Anindya merasa Rangga memiliki perasaan padanya, sikap baik pria itu diluar dari kata pertemanan. Rangga memang menganggapnya sahabat, karena itu dia diistimewahkan. Tapi Anindya sempat menganggap Rangga memiliki rasa sampai akhirnya Rangga menceritakan semua tentang dirinya pada Anindya.


Dari cerita Rangga, Anindya dapat mengerti bagaimana perasaan Rangga sebenarnya. Terlebih lagi Rangga menganggapnya sama seperti Almaira dan Elisya. Anindya cukup bersyukur dan mendoakan agar Rangga bisa kembali sehat dan normal. Tanpa rasa sungkan Rangga menceritakan tentang Lola pada Anindya, tentu saja Anindya sangat mendukung keputusan Rangga terlebih lagi hanya pada Lola Rangga bereaksi.


"Tapi bisa Mbak Anin kendalikan seperti biasanya bukan?" tanya Lola lagi.


"Tenang saja, semua aman ditangan Mbak Anin" jawab Anindya sambil tersenyum lebar.


"Terima kasih Mbakku sayang" balas Lola dengan senyum tak kala lebar.


Tettt... tettt.. tettttt


"Kak Rangga, Lola masuk kelas ya sudah bel masuk" ucap Lola memberitahu Rangga.


Rangga tersenyum mengangguk sambil melambaikan tangannya. Lola terlihat membalas sebelum mengakhiri panggilan video mereka.


"Kenapa nggak jadian aja sekarang Ga?" tanya Anindya.


"Dia masih sekolah, belum waktunya" jawab Rangga dengan santai.


Dari pintu aula tampak masuk beberapa dosen dan sang pembicara yang sangat dikenal Rangga dan Anindya. Senyum keduanya mengembang saat tahu Rendra yang akan jadi pembicara mereka hari ini. Sejak pulang dari Palembang bersama Rendra selepas acara pernikahan Rendy, Anindya cukup dekat dengan Rendra. Terlebih lagi dia dan Rangga sering meminta bantuan Rendra untuk tugas-tugas mereka.


Rangga dan Anindya yang mengunjungi Rendra dikediamanya atau sebaliknya Rendra yang akan berkunjung di apartemen Rangga dan Ayu yang dibelikan oleh Ayah Fauzi.


Semenjak hubungan Elisya dan Noah membaik, Papa Ahmad membeli kediaman baru di Jakarta untuk ditempatinya bersama istri dan anak-anaknya. Elisya ikut tinggal di kediaman baru Papa Ahmad begitu juga Noah.


Disaat yang bersamaan Ayah Fauzi juga membeli apartemen, dia tidak ingin Ayu tetap tinggal di panti asuhan seperti sebelumnya. Karena Ayu tidak mau tinggal diapartemen sendirian, maka Rangga diminta menemani adiknya.

__ADS_1


Karena kedua sahabatnya sudah tidak kos ditempat yang sama, Almaira juga memutuskan untuk tinggal bersama Rendy dan Selena yang kebetulan menyewa rumah tidak jauh dari kampusnya.


Rendra sudah selesai meberikan beberapa pengalamanya dirumah sakit untuk memberi semangat bagi junior-juniornya di kampus ini. Rendra tidak langsung keluar dari aula, dia sengaja menunggu Rangga dan Anindya.


"Kita makan siang diluar" ajak Rendra pada keduanya.


"Sory kak, aku harus ke studio Kak Jevan bersama Eli dan Alma" tolak Rangga.


"Ini bukan week end" ucap Rendra yang tahu jadwal mereka bertiga.


"Iya, ada sesuatu yang harus kami bicarakan sehubungan dengan kegiatan kampus yang makin banyak tugas" jawab Rangga memberitahu.


"Kalian jadi ingin berhenti berkarier?" tanya Rendra lagi.


"Tidak, tapi mengurangi dengan tidak melanjutkan beberapa kontrak yang sudah akan selesai" Rendra mengangguk mengerti.


"Kakak bersama Anin saja, dia kosong tidak ada jadwal apapun lagi kalau mau kakak bawa pergi seharian" usul Rangga medapat kekehan dari Rendra. Sementara Anindya membulatkan matanya menatap Rangga yang ikut terkekeh bersama Rendra.


"Ayo Nin, kita makan siang sekalian temanin kakak cari kado buat Alma" ajak Rendra pada Anindya.


"Aku hampir lupa, besok lusa hari lahir Alma" Rangga menepuk keningnya.


"Sudah jangan terlalu jadi beban, selama ini kamu selalu memberikan yang terbaik untuk Al" Rendra mencoba membesarkan hati Rangga.


"Besok Reza megajak kita ke Bandung dan Lembang. Kemarin dia sudah bilang di group. Kamu bisa ikut kan?" tanya Rendra pada Rangga.


"Apa itu untuk merayakan ulang tahun Alma kak?" Rangga balik bertanya.


"Sepertinya iya" jawab Rendra


"Tentu aku akan ikut"


"Cie..cie yang mau ketemu calon pacar" goda Anindya membuat Rendra terkekeh sementara Rangga hanya bisa senyum-senyum malu.


Almaira dan Elisya sudah menunggu Rangga di fakultas mereka untuk langsung ke studio Jevan. Dari jauh keduanya sudah bisa melihat kendaraan milik Rangga yang mendekat. Tidak menunggu lama mereka langsung masuk kedalam mobil begitu Rangga berhenti tepat didepan mereka.


"Lho mana Anin Doel?" tanya Almaira.


"Dia sama Kak Rendra" jawab Rangga tanpa memperhatikan wajah Elisya yang berubah.


Almaira hanya diam setelah mendengar penjelasan Rangga, bukan tidak ingin bertanya lebih banyak hanya saja Almaira tidak ingin membahasnya didepan Elisya. Sampai saat ini Almaira dan Rangga belum bisa menebak apa yang diinginkan Elisya, dia tampak bahagia saat bersama Andra bahkan mereka sering berjalan berdua. Tapi dia juga tidak rela bila Rendra terdengar jalan dengan wanita lain bukan hanya dengan Anindya.

__ADS_1


"Besok kita berangkat ke Bandung jam berapa?" tanya Rangga mengalihkan pembahasan mereka.


Rangga menyesal menjawab jujur pertanyaan Almaira. Harusnya dia sudah sangat faham apa yang akan terjadi jika menyebutkan nama Rendra bersama wanita lain.


"Kak Eza bilang kalau bisa jam tujuh kita sudah harus kumpul di tempat Kak Rendra" jawab Almaira memberitahu.


Rangga mengangguk mengerti. Elisya tetap dengan mode diamnya tanpa ikut bicara sampai mereka tiba di studio Jevan. Baru saja akan turun dari mobil mereka melihat Gevin juga tiba disana.


"Kak Gevin apa kabar?" sapa Almaira pada pria keturunan India itu.


"Hai cantik. Kabar baik tentunya. Apa lagi sudah bertemu sama kamu Al" balas Gevan sapaan Almaira.


"Berani ya Kak Gevin kalau tidak ada Kak Reza" sahut Rangga yang mendapat kekehan dari pria yang memiliki lesung pipit dikedua pipinya.


"Ya mumpung satpamnya Alma lagi nggak bersama kita" balas Gevin ucapan Rangga.


Almaira menggelengkan kepala mendengar candaan Gevin, untung saja Ezra tidak mendengar langsung apa yang dikatakan sahabatnya. Tapi Almaira tidak bisa menyalakan Gevin yang bicara seperti itu, tunangannya memang terkadang terlalu protect menjaga Alamira. Hanya saja Almaira tidak mempermasalahkannya, itu bentuk perhatian yang Ezra berikan untuknya.


Gevin menghentikan kekehannya saat melihat wajah Elisya yang tidak baik-baik saja. Gevin menayakan ada apa dengan Elisya melalui lirikan matanya pada Rangga. Yang ditanya hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu walau sebenanya dia tahu apa yang terjadi dengan Elisya.


"Ya sudah ayo masuk, kalian mau ketemu Jevan kan" ajak Gevin pada mereka bertiga.


"Kakak ada job apa nih nemuin Kak Jevan?" Rangga yang bertanya.


"Job buat kalian sebenarnya. Butik Kanaya mau lounching produk baru" jelas Gevin.


"Eli, bisa membujuk kakakmu untuk ikut bergabung bersama kalian?" tanya Gevin pada Elisya.


"Ya, nanti coba Eli bicarakan dengan Kak Noah" jawab Elisya singkat.


"Terima kasih El" ucap Gevin sambil merangkul gadis itu.


Gevin tahu ada yang tidak beres dengan Elisya sehingga gadis itu tidak terlihat seperti biasanya.


"El, are you okay?" tanya Gevin saat mereka sudah duduk di ruangan Jevan.


Elisya tidak bisa menjawab pertanyaan Gevin, dia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya dia inginkan. Dia yang melepaskan Rendra tapi dia tidak rela bila pria itu bahagia bersama yang lain. Sementara Rendra tidak pernah mempermasalahkan kedekatannya dengan Andra. Elisya memejamkan matanya, menarik nafas panjang dan mencoba fokus dengan apa yang akan disampaikan Jevan.


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2