BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
81. Nasehat Rangga


__ADS_3

Pagi ini Ezra mengajak Almaira dan yang lain mengunjungi kediaman Nayla dan Sandy yang letaknya tidak jauh dari kediaman orang tua Bunda Aisyah. Tidak perlu kendaraan, mereka cukup menelusuri jalan sempit yang hanya bisa dilewati dua buah motor, sementara dikanan kirinya terdapat rumah penduduk.


"Emang dasar pengembang property, bikin rumah desainya unik seperti ini" cetus Rangga dengan rasa kagum memandang kediaman Sandy dan Nayla.


"Sepertinya kita bisa photoshoot disini kapan-kapan" kelakar Jevan yang diangguki Gevin.


Mereka berdua memang sering diajak Ezra ke Lembang tapi hanya di kediaman orang tua Bunda Aisyah. Baru kali ini mereka diajak ke kediaman Nayla, inipun karena Nayla dan Sandy yang mengundang mereka.


"Ya, kalau yang punya rumah bersedia" Ezra mengingatkan.


Bukan perkara mudah membujuk Sandy dan Nayla agar mengijikan mereka bisa menggunakan kediaman unik ini untuk syuting atau untuk photoshoot. Sudah banyak tawaran dari beberapa judul film menginginkan kediaman mereka di gunakan untuk syuting tapi selalu mendapat penolakan.


"Uncle"


Kehadiran mereka disambut Dafa dan Raka, dua keponakan yang selalu menempel padanya bila bertemu.


"Yang disapa uncle aja nih" tegur Almaira pada kedua keponkan Ezra.


"No, aunty juga" Raka yang menjawab.


"Dimana mommy?" tanya Ezra


"Ayo ikuti kami" ajak kedua bocah laki-laki itu.


Dafa menggandeng tangan Ezra, sedangkan Raka menggandeng tangan Almaira. Mereka mengajak keduanya dan yang lain masuk ke dalam. Rasa kagum semakin terlihat oleh mereka yang baru pertama kali ini berkunjung, desain interiornya membuat siapa saja yang melihat berdecak kagum.


"Asli, ini kalau diijini untuk syuting dan photoshoot hasilnya akan luar biasa" racau Jevan begitu mengagumi setiap sudut kediaman milik Sandy dan Nayla.


"Selamat datang" ucap Citra, Bella dan Shinta bersamaan.


Ke tiga wanita itu segera menghampiri Ezra dan Almaira lalu memberikan selamat. Hari ini jadwal mereka berkumpul dan arisan, kebetulan sekali kediaman Nayla yang menjadi tuan rumah bertepatan dengan Ezra yang telah melamar Almaira.


"Wih adik bungsu Mbak Cici udah mau nikah aja nih" goda Citra.


"Masa mau kecil terus mbak" jawab Ezra membuat yang mendengarnya tertawa.


"Ayo gabung, kita acaranya di belakang"

__ADS_1


Nayla mengajak para sahabat Ezra dan Almaira langsung ketempat dimana mereka akan berkumpul.


Ini bukan pertemuan pertama mereka, semua sudah saling kenal saat acara tujuh bulanan Nayla dan acara syukuran Syaqila putri Nayla dan Sandy. Kecuali Noah, Dion dan Andra yang baru pertama kali bergabung.


"Danau disana sangat indah dan terawat" Gevin yang bicara begitu dia berdiri dipintu antara ruang keluarga menuju taman belakang.


"Tentu, yang punya kisah pasti akan merawat tempat ini" jawab Sandy yang tiba-tiba ada disamping Gevin.


"Kalian bisa lewat gerbang belakang kalau mau kesana" lanjutnya memberi tahu sambil berlalu.


Semua berkumpul dan berbagi cerita, tapi Noah tidak menemukan keberadaan Ayu. Tanpa mereka tahu, Rangga membawa Ayu ke kamar Lola. Sengaja dia meminta Lola meminjamkan kamarnya untuk bicara dengan Ayu dan tidak terlihat oleh orang kain.


"Ada apa kak?" tanya Ayu tidak mengerti maksud Rangga.


"Apa hubunganmu dengan Noah sekarang?" tanya Rangga pura-pura tidak tahu dengan apa yang dia lihat kemarin bersama Dion.


"Kak Noah minta Ayu jadi pacarnya" jawab Ayu jujur.


"Kamu terima?"


"Hemm, iya" Rangga mendengus kasar mendengar jawaban Ayu.


"Bukan apa-apa, kakak hanya takut kalau Ayu hanya untuk dipermainkan olehnya. Dia artis, tahu sendirikan bagaimana dunia mereka tentang pre s e x" Rangga mengungkapkan ke khawatirannya.


"Kakak juga artis lo kak" sahut Lola.


"Tapi bukan aktor film dan sinetron" balas Rangga.


"Intinya kakak tidak mau kamu kecewa dan sakit hati Yu"


Ayu mencoba mengerti apa yang dibicarakan kakaknya. Tidak bisa menyalahkan Rangga yang ragu dengan perasaan Noah, bahkan Ayupun belum yakin jika pria itu benar-benar menyukainya. Sudah jadi rahasia umum diantara mereka kalau Noah memiliki rasa pada Almaira, Ayu sadar itu dan sering merasa rendah diri. Siapa dirinya yang jauh dari kata sempurna seperti Almaira, tapi kebaikan dan perhatian Noah akhir-akhir ini membuat Ayu luluh dan membuatnya menjatuhkan hatinya pada Noah.


"Ayu mengerti kak, Ayu akan menjaga untuk tidak terlalu dalam mencintai Kak Noah sebelum tahu isi hatinya yang sebenarnya pada Ayu" jawab Ayu tentang kekhawatiran Rangga.


Mereka keluar dari kamar Lola setelah Ayu menerima nasehat dan peringatan dari Rangga yang panjang kali lebar menjadi luas. Mereka turun kelantai satu dan bergabung dengan yang lain.


Noah yang melihat Ayu berjalan bersama Lola mendekati gadis itu, ada rasa lega setelah melihat Ayu. Noah takut Ayu sengaja menghindarinya karena tidak nyaman bila bersamanya. Namun senyum yang diberikan Ayu untuknya membuat Noah membuang jauh pikiran buruk yang tadi sempat terlintas.

__ADS_1


"Dari mana?" tanya Noah.


"Dari kamar Lola kak, maaf ya Mbak Ayunya tadi aku pinjam. Aku tanya-tanya kampusnya Mbak Ayu untuk cari referensi kemana nanti mau daftar kuliah" Lola yang menjawab. Dia mengatakan kebenaran, itulah yang dia bicarakan berdua Ayu sebelum Rangga datang mengajak Ayu bicara.


"Mereka mau ke danau, ayo ikut, disana tempatnya keren untuk foto-foto" ajak Lola pada keduanya.


Ayu dan Noah mengikuti langkah Lola yang mengajak mereka menyusul yang lain kedanau. Berbeda dengan Noah dan Ayu, Elisya tidak lepas dari sisi Andra. Penyanyi tampan itu selalu berusaha untuk memanjakan Elisya dan memberikan perhatiannya.


Banyak foto mereka berdua yang diambil tim management lalu mengupload di media sosial keduanya. Jevan dan management Andra sepakat menjawab bullyan yang dilemparkan untuk Elisya dengan foto-foto tersebut.


Anindya dan Rendra tidak seperti Ayu dan Noah maupun Andra dan Elisya, mereka terlihat lebih santai tidak selalu harus jalan dan duduk berdua. Anindya lebih banyak duduk bersama Almaira dan Selena, mereka bergabung bersama Nayla dan para sahabatnya. Anindya memiliki teman bicara yang sepadan yaitu Mery yang berprofesi dokter.


Sementara Rendra, Rendra dan Ezra duduk bersama Sandy dan para pria yang lain sahabat-sahabat Sandy.


Saat ini mereka ada didanau, Ezra menceritakan kisah Nayla dan Sandy di danau ini pada Almaira. Mereka duduk dibangku yang ada dipinggir danau, sementara yang lain sibuk berkeliling sambil mengabadikan tempat ini.


Ezra dan Almaira tidak akan sibuk seperti mereka, Ezra sudah meminta Jevan untuk mengambil foto candid mereka seperti biasanya. Jevan bahkan sempat protes dengan Ezra yang sekarang sangat suka mengabadikan kegiatannya.


"Koleksi foto lo sama Alma jumlahnya mengalahkan photoshoot yang dikakukan Alma untuk kontrak" ucap Jevan memprotes Ezra.


"Kita tidak bisa mengulang waktu yang sudah kita lewati, tapi kita bisa mengenang dan mengingat semua dengan jelas saat kita melihatnya melalui foto" jawaban Ezra membuat Jevan terdiam.


Pria keturunan Australia itu akhirnya menyiapkan satu asisten terbaiknya untuk membantu mengambil foto candid Ezra dan Almaira di setiap mereka punya acara sementara Jevan tidak bisa selalu ada bersama mereka.


"Sweet banget ya Bi kisah Kak Sandy dan Mbak Nay" ucap Almaira setelah mendengar kisah cinta Nayla yang diceritakan Ezra sampai selesai. Ezra mengangguk tanda setuju ucapan Almaira.


"Kisah kita juga sweet Ai" jawab Ezra ucapan Almaira yang kini menghadapnya dan tersenyum.


"Kita buat lebih manis lagi Bi" seru Almaira yang langsung mendapat jawaban setuju dari Ezra.


"Tentu sayang" Ezra mengecup tangan Almaira yang sedari tadi digenggamnya.


"Ai, kamu punya tanggal khusus kapan kita menikah?" tanya Ezra.


Pria itu ingin mereka memilih tanggal sendiri, bukan orang tua yang memilihkan seperti pada umumnya.


"Bagaimana kalau ...."

__ADS_1


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2