BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
66. Resmi Bertunangan


__ADS_3

Almaira terlihat sangat cantik dengan gaun rancangan Bunda Aisyah untuk acara pertunangan hari ini. Megenakan gaun panjang berbahan polos berwarna cream dihiasi bunga-bunga dari bahan brukat berwarna coklat dengan belahan panjang dibagian depan dari pinggang kebawah yang sengaja dibuat terbuka dan dipadu padankan dengan mengenakan bawahan dari bahan sutra jumputan khas palembang. Terlihat sangat anggun dan memberikan kesan dewasa pada sosok Almaira.


"Sayang Bimbi cantik sekali hari ini" bisik Ezra saat mereka diminta berdiri di tengah-tengah ruangan dengan tatapan penuh kagum pada kekasih hatinya.


Perjuangannya untuk sampai hari ini tidak mudah, dia harus menahan rindu bertahun lamanya untuk bisa mengenal sosok Almaira lebih dekat hingga kini berada disisinya melangkah bersama.


Almaira membalas pujian Ezra hanya dengan senyum, baginya hari ini kekasih hatinya tidak kalah tampan dengan mengenakan kemeja polos warna cream dan celana kain dengan warna coklat sama seperti warna gaun yang dikenakan Almaira bernuansa cream dan coklat serta dibungkus dengan jas dari bahan jumputan sutra yang motif dan warnanya sama dengan kain yang dikenakan Almaira.


Mereka memang pasangan yang sangat serasi saat disandingkan, sesuai julukan keduanya dari para penggemar Almaira sebagai pasangan teromantis dan juga pasangan yang sangat serasi tahun ini.


Ezra dan Almaira diminta berdiri dan saling berhadapan, mereka dikeliling para tamu yang menghadiri acara pertunangan ini yang hampir semuanya keluarga besar dan sahabat dari keduanya serta tetangga dekat kediaman Papa Dhani dan orang-orang terdekat kedua keluarga.


Mama Rahma dan Bunda Aisyah mendampingi keduanya untuk bertukar cincin. Senyum mereka menghiasi wajah dua sejoli tersebut, melambangkan suasana hati mereka yang sedang berbahagia. Tidak hanya Ezra dan Almaira yang berbahagia, sahabat dan keluarga juga turut bahagia hari ini. Kebahgiaan itu bisa dilihat dari pancaran wajah mereka yang selalu dihiasi senyum saat keduanya bergantian menyematkan cincin dijari manis pasangannya.


Tim management tiga serangkai yang dikelola Jevan tidak melewatkan acara ini begitu saja. Bukan hanya dokumentasi berbentuk foto tapi mereka juga melakukan siaran langsung untuk acara pertunangan ini di beberapa media sosial. Begitu juga Rangga dan Elisya mereka mengabadikan moment bahagia ini di Insta story mereka masing-masing.


Kelancaran acara hari ini berkat kerja keras pasukan khusus keluarga Harley yang diperintahkan langsung oleh Ayah Dimas menjaga keamanan disekitar kediaman Papa Dhani, setelah kejadian Almaira yang keracunan yang membuat Ayah Dimas murka. Terlebih lagi saat tahu siapa dalang dari kejadian itu, sosok yang tidak diduga sama sekali oleh mereka.


Musuh belum bisa diamankan karena itu keamanan sangat diperketat. Untung saja Almaira menginginkan acara yang sedehana dimana hanya keluarga, sahabat dan orang-orang terdekat mereka saja yang hadir hari ini. Sehingga lebih mudah meminimalisirkan ha-hal buruk yang akan terjadi atau niat-niat jahat dari orang-orang yang tidak suka Ezra dan Almaira bersatu atau mereka yang memiliki dendam.


Seperti kelima wanita yang ditahan di sebuah kamar hotel, mereka terkunci disana. Bukan terkunci tapi sengaja dikunci dari luar sebelum mereka menjalankan aksi mereka membuat kekacauan di acara pertunangan Almaira dan Ezra. Mereka adalah Cecilia, Diandra, Raisa, Vivi dan Soraya.


Kelimanya diamankan oleh tim keamanan Harley saat mereka akan meluncur kekediaman Papa Dahani dan membuat kekcauan.


"Nyesel gue ngikuti kemauan kalian. Harusnya gue jalan sendiri sesuai rencana gue" Soraya berteriak kesal.


"Gue juga nyesel ngebantu lo cil, Di" ucap Raisa.


"Akhh... yang ada Kak Rendra makin benci sama gue" Raisa ikut berteriak.


"Diem lo Sa, bikin gue sakit kepala" Cecilia membentak Raisa.

__ADS_1


"Udah tenang semua, gue tadi sempat kirim pesan sama Noah dan memberitahu lokasi kita sebelum handphone gue diambil" Diandra mencoba menenangkan.


"Lo yakin Noah mau bantu bebasin kita? Dia di Jakarta Di, kita sekarang dikampung orang" ucap Vivi putus asa.


"Dia lagi di Palembang mengunjungi papanya" jawaban dari Diandra memberi sinar terang pada keempatnya kalau akan ada yang membebaskan mereka.


Tanpa kelimanya tahu kalau saat ini Noah telah kembali ke Jakarta karena menghawatirkan ibunya yang tiba-tiba menangis histeris.


"Bu, ibu kenapa?" tanya Noah begitu dia sampai di kediaman ibunya.


"Noah, ibu tidak mau dipenjara" ucapan ibunya membuat Noah menyatukan alisnya tanda tidak mengerti.


"Kenapa ibu di penjara?" tanya Noah membuat ibunya diam membisu.


Niatnya hanya ingin membuat Almaira tidak sadarkan diri yang cukup lama agar pertunagannya dan Ezra dibatalkan. Tujuannya adalah agar Almaira menjadi milik Noah. Dia tahu dan sangat tahu kalau putranya memendam perasaan pada Almaira, karena itu dia ingin pertunangan Almaira dan Ezra gagal. Dia meminta bantuan seseorang yang memang membenci Almaira, serta punya akses lebih mudah untuk berada dikediaman Papa Dhani.


"Ceritakan bu" Noah meminta ibunya jujur dengan masalah yang dihadapinya.


"Tadinya ibu ingin membatalkan acara pertunangan Almaira dan Ezra, karena ibu tahu kamu pasti sangat terluka" Noah mendesah, kini dia mengerti kemana arah pembicaraan ibunya.


"Bu, sudah berapa kali aku katakan jangan lakukan sesuatu yang berbahaya"


"Aku memang menginginkan Almaira jadi kekasihku karena aku sangat menyukainya. Tapi Almaira tidak pernah ada rasa padaku bu. Aku tidak ingin memaksakan kehendak, aku sudah mencoba mengikhlaskannya" Noah mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kenapa ibu sampai tega meracuni Almaira, bahkan Elipun nyaris meminum minuman yang sama dengan Alma"


"Tadinya ibu hanya ingin memberikan obat tidur pada Almaira, tapi orang yang bekerja sama dengan ibu malah memberikan racun pada orang suruhannya"


"Masalah Elisya, itu kebetulan saja Elisya ada disana" jawab ibu Noah dengan lancar jaya menutupi kebohongannya. Yang sesungguhnya dia ikut menyetujui saat ditawarkan untuk mengakhiri hidup Elisya yang memang sudah lama dia inginkan.


Akting ibu Noah sangat bagus, Noah tidak curiga kalau dia berbohong. Bakat inilah yang turun pada Noah sehingga bisa menjadi aktor yang hebat. Selama ini dia membenci Elisya terlahir didunia ini sebagai putri dari suaminya dengan wanita yang dicintai. Karena itulah, dia meminta Elisya ikut jadi target mereka juga.

__ADS_1


"Jagan pernah melakukan hal yang buruk lagi bu, apa lagi pada Alma dan adikku"


"Ini karena kamu yang tidak mau memperkosa Almaira dan tidak bisa membuat Elisya menyukai Andra" Noah kembali mendesah.


"Aku bukan laki-laki yang mampu merusak kehormatan wanita, terlebih lagi wanita yang aku sayangi. Masalah Elisya adalah masalah hati bu, aku sudah memberi jalan Andra agar bisa dekat dengan Eli selanjutnya biarlah dia yang melanjutkan"


"Kamu bisa membujuk Eli untuk menyukai Andra dari pada Rendra"


"Aku tidak bisa memaksa Eli bu, sama seperti aku tidak bisa memaksa Alma mencintaiku" jawab Noah dengan nada yang sedikit lebih tinggi.


Dia sudah muak ibunya selalu memaksakan kehendaknya. Karena itulah dia tidak heran saat tahu papanya memiliki wanita lain karena dia tahu sifat ibunya. Terlebih lagi setelah dia bertemu dengan mama Elisya yang anggun dan lemah lembut penuh kasih sayang yang tulus, tidak seperti ibunya yang penuh dengan sandiwara. Noah menyayangkan papanya dan mama Elisya bercerai karena wanita yang sekarang jadi madu ibunya yang terpaksa harus dia rahasiakan keberadaanya dari ibunya, walau jujur dia lebih suka mamanya Elisya dari pada istri sirih papanya yang sekarang.


"Sekarang ibu mau bagaimana? Apa orang yang bekerja sama denga ibu teryangkap?" tanya Noah beruntun.


"Menurut laporan orang suruhan ibu, dia semalam tertangkap"


"Ibu takut dia menyebut nama ibu?" tanya Noah lagi dan mendapat anggukan pelan dari sang ibu.


"Ibu terima saja apa yang sudah ibu perbuat" jawab Noah pasrah.


"Karirmu akan hancur kalau ibu dipenjara Noah" keluh ibunya.


"Tidak semudah itu karirku hancur, aku bisa katakan kalau ibu bukan ibu kandungku"


"Noah" teriak ibu Noah tidak percaya.


"Ibu bisa melakukan apapun tanpa memperdulikan bagaimana akibatnya padaku dan papa. Jadi jangan salahkan kalau aku juga bisa melakukan hal yang sama"


Ibu Noah diam larut dalam pikirannya sendiri, begitupun Noah yang juga larut dalam lamunannya. Suasana hening, Noah mematikan rekaman suara di handphonenya, ini cukup sebagai bukti kalau dia tidak terlibat seperti yang dicurigai Dave dan Ezra. Kecurigaan Dave dan Ezra yang tidak beralasan menurutnya sampai akhirnya dia tahu kalau ibunya memanfaatkan Diandra untuk membantunya mengganggu Almaira dan Elisya


Noah membuka pesan yang dikirimkan Diandra dan dia terkejut begitu membaca isi pesan tersebut. Noah melirik ibunya sekilas dan mendesah. Ibunya kembali melibatkan Diandra yang sekarang di kurung disebuah kamar hotel.

__ADS_1


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2