BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
64. Tentang Perasaan


__ADS_3

Tiga hari lagi acara pertunangan Almaira dan Ezra, keputusan ini sesuai kesepakatan dua keluarga. Hari ini, Almaira dan Rendy akan pulang lebih dahulu ke Palembang bersama Elisya. Rendy mendapat ijin libur setelah mengikuti pelatihan selama sepuluh hari, kesempatan ini langsung dimanfaatkanya untuk bertemu Selena dan juga menghadiri pertunangan adiknya.


Ezra dan Rangga yang mengantarkan mereka bertiga ke bandara. Sejak siang Ezra sudah menghampiri Almaira di kampus untuk menjemput gadis kecilnya dan menghabiskan waktu berdua.


Kehadiran Ezra jelas saja jadi perhatian para mahasiswi, padahal pria itu keluar dari mobil mewahnya hanya sesaat yaitu ketika dia menyambut gadis kecil kesayangannya Almaira, tapi para mahasiswi itu pada heboh bisa melihat Ezra secara langsung.


"Jangan nakal ya di Palembang" ucap Ezra saat Almaira akan berpamitan sambil mencubit gemas hidung mancung milik Almaira.


"Bimbi yang jangan nakal, apa lagi dengan Soraya. Jangan suka tebar pesona juga seperti tadi siang waktu jemput Al di kampus"


Bukan mengiyakan permintaan Ezra, Almaira malah mengingatkan kekasihnya. Pria itu terkekeh sambil mengacak-acak rambut Almaira. Dia senang Almaira yang cemburu seperti ini dan memaklumi gadisnya bicara tersebut.


Siapa yang tidak kesal, saat Almaira sedang berdua dengan Ezra di perjalanan pulang dari syuting video klip Andra, Almaira membaca pesan dari nomor tidak dikenal. Ezra yang menyuruh kekasihnya itu untuk melihat pesan tersebut, karena dia masih fokus dengan jalanan.


Ezra segera menepikan kendaraannya begitu melihat Almaira tampak syok dengan pesan yang ada di smartphone miliknya.


"Ada apa Ai?" tanya Ezra penasaran.


Almaira memberikan benda pipih itu pada Ezra, kini Ezra yang syok setelah melihat pesan tersebut. Pemilik nomor pengirim pesan itu adalah Soraya, dia mengirim pesan kalau dia mengajak Ezra bertemu di sebuah hotel untuk makan malam. Wanita itu mengirimkan video dirinya yang nyaris telanjang pada Ezra sebagai ajakan untuk bercinta.


Ezra segera menghapus video tersebut dan memblokir nomor Soraya dan langsung meminta Vito asistennya untuk membatalkan kerja sama perusahaan mereka.


"Iya sayangnya Bimbi. Tunanganmu ini tidak akan melakukan hal yang tidak baik hemm" jawab Ezra lalu mengecup sayang kening Almaira karena mereka harus segera berpisah.


Keceriaan Almaira berbanding terbalik dengan Elisya. Didalam pesawat gadis itu hanya diam, perasaannya saat ini benar-benar kacau. Dia merasa Kak Rendranya saat ini sedang marah padanya. Sejak pulang dari panti asuhan malam itu sampai hari ini mereka belum bertemu lagi, tidak ada juga telepon ataupun pesan yang masuk dari nomor Rendra.


Elisya tidak heran, Rendra memang seperti itu kalau sedang sibuk dengan pekerjaannya. Hanya saja dia merasa tidak nyaman saat ini, dia kembali merindukan pujaan hatinya. Terlebih lagi dia sedikit terganggu dengan Andra, diasat dia menunggu kabar dari Rendra, nomor milik Andralah yang lebih sering muncul dilayar pipih miliknya, pria itu menyapanya hampir setia hari. Pesannya masuk melebihi jadwal minum obat, yang hanya tiga kali sehari. Andra melakukannya empat kali sehari, pagi saat dia bangun tidur, siang saat dia makan siang, sore saat dia baru saja sampai kosan dan malam saat dia akan mengistirahatkan tubuhnya.


Elisya merasa risih dengan apa yang dilakukan Andra, dia memang penggemar lagu-lagu milik Andra, tapi hanya sebatas penggemar tidak lebih dari itu. Sementara sikap Andra padanya menunjukkan kalau pria itu seperti sedang pendekatan padanya. Apa lagi sang kakak Noah sepertinya sengaja memberi waktu mereka berdua untuk bicara. Janji Noah pada Andra adalah bagaimana membuat mereka dekat, Elisya mengetahuinya tidak sengaja. Dia mendengar percakapan Ibu Noah dan Noah saat dia dipaksa Noah mengunjungi ibunya. Mereka berusaha menjauhakan Elisya dan Rendra dengan cara menjodohkan Elisya dan Andra.

__ADS_1


Selepas syuting video klip Elisya, Rangga dan Almaira diajak makan malam oleh Andra beserta kru yang lain. Saat itu hanya Elisya yang bisa bergabung yang ditemani Noah. Kedua sahabatnya tidak bisa menemani karena Rangga harus menemui kedua orang tuanya bersama Ayu, sementara Almaira diminta Bunda Aisyah untuk berkunjung di kediaman Ayah Dimas. Tanpa mereka tahu kalau ada misi terselubung yang dijalankan Noah dan ibunya.


"Ada apa El?" tanya Almaira, dia melihat Elisya yang tampak gelisah.


"Kak Rendra menghubungimu?" Elisya balik bertanya dan mendapat gelengan dari Almaira.


Almaira terpaksa berbohong pada sahabatnya dengan mengatakan kalau sudah lama Rendra tidak menghubunginya. Padahal yang sebenarnya hampir setiap malam mereka bicara ditelepon bahkan sesekali video call. Bukan tanpa sebab Almaira berbohong, karena dia tahu Rendra tidak pernah menghubungi Elisya setelah mereka berpisah malam itu. Kakaknya sendiri yang memberi tahu, Rendra sengaja membiarkan Elisya untuk berpikir lagi tentang perasaannya pada Rendra. Rendra tidak akan memaksa hubungan mereka dilanjutkan karena kebahagiaan Elisyalah yang dia inginkan.


"Bukankah lebih baik begini? Setidaknya kalian punya waktu untuk memikirkan kelanjutannya akan seperti apa" ucap Almaira mencoba menasehati Elisya.


Almaira memposisikan dirinya ditengah-tengah, tidak akan memihak salah satu dari mereka dan membiarkan keduanya mengambil keputusan sesuai hati mereka. Cinta tidak bisa dipaksakan bukan? Itu menurut Almaira.


Tidak terasa, mereka sudah tiba di bandar udara Sultan Mahmud Badaruddin ll. Sungguh mengejutkan Almaira dan Elisya setelah melihat siapa orang yang menjemput mereka.


"Kak Rendra" ucap Elisya begitu melihat Rendra berdiri di pintu kedatangan.


Rendra memang tidak memberi tahu Almaira, dia ingin memberi kejutan pada adiknya juga Elisya. Hanya Rendy yang bersikap biasa, karena dia memang sudah tahu siapa yang akan menjemput mereka. Rendra memberi tahunya dan meminta Rendy merahasiaknnya.


"Kak" Almaira lari kedalam pelukan kakaknya. Rendra menyambut dengan senang hati, memeluk erat adiknya sambil menciumi pucuk kepala sang adik.


Elisya diam menyaksikan itu, dia sedikit ragu untuk mendekati keduanya. Rendra yang melihat itu mengurai pelukannya pada Almaira lalu merentangkan tangan pada Elisya. Melihat itu Elisya mendekat dan masuk dalam pelukan Rendra, pelukan yang selau dia rindukan. Karena pelukan Rendralah yang membuatnya kuat menjalani masa sulitnya.


"Apa kabar El?" tanya Rendra setelah mengurai pelukannya pada Elisya lalu menangkup wajah Elisya dengan kedua tangannya. Dia bersikap hangat seperti biasanya pada Elisya. Menganggap seakan tidak ada masalah diantara mereka berdua.


"Tidak terlalu baik kak" jawab Elisya jujur.


"Bagaimana kabar kakak?" tanya Elisya.


"Seperti yang kamu lihat" Rendra menunjukkan dirinya pada Elisya sambil tersenyum manis. Senyum ini juga yang selalu Elisya rindukan. Rendra merangkul Elisya dan mengiringnya berjalan kearah parkiran.

__ADS_1


"Jadi apa keputusan kak Rendra?" tanya Almaira.


Mereka sudah sampai dirumah, Almairapun sudah membersihkan diri. Saat akan merebahkan dirinya di tempat tidur Rendra masuk dan meminta waktunya untuk bicara. Dengan senang hati tentu saja Almaira akan meluangkan waktu dengan kakaknya.


Rendy dan Danu ikut bergabung bersama mereka, sudah biasa bila semua ada dirumah maka mereka berempat akan bekumpul seperti ini membagi cerita selama tidak bertemu.


"Biarkan Elisya yang memutuskan" jawab Rendra.


"Tidak bisa seperti itu" Rendy yang bicara.


"Kamu laki-laki kak harus tegas, jangan menyerahkan pada Elisya. Kalau memang tidak ada rasa katakan sejujurnya, atau...." Rendy tidak melanjutkan ucapannya.


"Kakak sebenarnya sudah jatuh cinta pada Yuk Eli ya" sambung Danu ucapan Rendy.


"Benarkah kak?" tanya Almaira.


"Kakak hanya tidak ingin menyakiti Elisya" jawab Rendra cepat menyangkal apa yang dituduhkan padanya.


"Karena itu kakak membiarkan dia yang memutuskan, walau bagaimanapun kakak menyayanginya" lanjut Rendra ucapannya.


"Beritahu perasaanmu yang sebenarnya pada Eli. Cinta atau tidak" kembali Rendy yang bicara. Sementara Almaira dan Danu hanya ikut mendengarkan.


"Sepertinya dia lelah mencinta sendiri selama ini, karena itu dia kehilangan rasa. Akan berbeda kalau kamu yang mengucapkan cinta terlebih dahulu"


Rendra mengusap wajahnya dengan kasar, apa yang dikatan Rendy benar. Dia yang harus tahu lebih dulu tentang perasaannya pada Elisya.


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2