BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
23. Menerima Tawaran


__ADS_3

Rangga duduk di lantai menyandarkan tubuhnya pada dinding pagar balkon.


"Kalian ingat kisahku waktu masih di Solo?" tanya Rangga. Tandinya dia belum ingin cerita pada siapapun, tapi dia tidak bisa melakukannya sendiri untuk mencari kebenaran.


"Masih ingat. Ada apa? Kamu menemukannya?" Almaira memberondong pertanyaan.


"Kalian lihat gadis yang ada di panti asuhan? Rangga bertanya pada Elisya dan Almaira. Keduanya mengangguk.


"Aku melihat sorot mata yang sama dengan gadis kecil yang menolongku dulu" jelas Rangga.


"Kamu yakin dia?" tanya Rendy.


Mereka semua tahu kisah Rangga sewaktu kecil yang hampir merengang nyawa saat diculik, lalu diselamatkan gadis kecil yang tidak sengaja menemukannya dan membawa Rangga pulang ke rumah yang gadis kecil itu tempati bersama neneknya, sebelumnya dia meminta bantuan orang dewasa yang juga kebetulan lewat disana untuk menandu Rangga yang sudah tidak sadarkan diri. Tubuhnya penuh luka dan pakaiannya sudah tidak berbentuk.


Selama Rangga dirumah gadis kecil itu, dia tidak pernah bertemu orang tua gadis itu. Hanya neneknya dan gadis kecil itu merawat Rangga sampai kondisi Rangga membaik. Begitu Rangga sudah bisa diajak bicara barulah nenek gadis kecil itu meminta bantuan tetangganya mencari keberadaan orang tua Rangga. Rangga dijemput orang tuanya untuk pulang kerumah dan mendapat perawatan yang lebih baik. Rangga sempat mengambil foto sang gadis kecil yang terpajang di ruang keluarga lalu membawanya pulang dan sampai sekarang dia simpan di dompetnya.


Sayangnya Rangga tidak tahu siapa nama gadis itu. Saat dia sudah sehat, dia sempat meminta orang tuanya untuk mengunjungi gadis tersebut. Sayangnya permintaanya tidak terpenuhi sampai akhirnya dia dibawa sang ibu pindah ke Palembang untuk tinggal bersama sang ayah.


"Belum kak. Karena itu aku butuh bantuan kalian" jawab Rangga.


"Besok kita ke panti asuhan dan tanyakan langsung" Rendy memberi saran.


Ditengah pembahasan mereka telepon Rendy berbunyi, dia menerima panggilan telepon itu dan bicara sesaat dengan orang yang menghubunginya.


"Siapa kak?" tanya Almaira begitu Rendy sudah menutup panggilannya.


"Jevan. Dia menanyakan apa kalian mau job untuk pembuatan iklan?"


"Bagaimana ini?" Elisya galau. Awalnya dia risih dengan banyaknya wartawan yang menganggu. Tapi karena foto-foto kemaren jumlah folowersnya bertambah sangat banyak, belum lagi Gevin memberikan honor yang tidak sedikit sehingga mampu mengendutkan rekeningnya. Elisya berpkir tidak ada salahnya dia dan kedua sahabatnya menjadikan ini job sampingan.


"Untuk iklan? Ku rasa tidak masalah" sahut Rangga. "Bagaimana Al?" lanjutnya bertanya pada Almaira.


"Gimana kak?" Almaira balik bertanya pada kedua kakaknya.


"Al besok anterin ke tempat Bunda Aisyah ya" tiba-tiba Rangga kembali bicara sebelum Rendra dan Rendy menjawab pertanyaan Almaira.


"Mau ngapain?" Elisya yang bertanya.


"Mau ngambil mobil, Kak Eza ngasih aku mobil" jawab Rangga ceria. Ezra menepati janjinya saat di Belanda, memberikan satu mobil sportnya untuk Rangga.


"Atas dasar apa?" tanya Almaira curiga.


"Prestasi aku dong" jawab Rangga bebohong. Tidak mungkin dia mengatakan yang sejujurnya kalau mobil itu adalah hasil usahanya menjaga Almaira dan selalu memberitahu tentang Almaira pada Ezra.


"Hei, nggak adil. Kok hanya kamu yang dikasih mobil. Aku sama Al juga berprestasi" Elisya protes.


"Ya mungkin karena aku cowok sendiri, jadi aku yang dikasih mobil. Lagian ini juga buat akomodasi kita bertiga"

__ADS_1


"Kita kekampus bareng, jalan-jalan bareng untuk apa punya mobil masing-masing"


"Ada mobil Kak Rendra sama Kak Rendy yang bisa nganter kita" sahut Elisya.


"Kak Rendra tinggal jauh. Kak Rendy jam kuliahnya nggak sama terus juga harus ke kantor buat kerja. Makanya aku dikasih mobil buat kita bertiga yang pakai"


"Kak Rendy kerja?" Almaira bertanya, karena dia sedikit terkejut dengan perkataan Rangga. Kak Rendynya belum bicara apapun tentang ini padanya.


"Iya lupa mau cerita sama kamu. Kebetulan ada perusahaan yang mau terima. Lumayan buat nambah biaya hidup disini terus cari pengalaman juga dan juga bisa bantu papa sama mama buat bayar kuliah"


"Kalau gitu kita ambil tawaran untuk foto dan syuting iklan" Final Almaira.


Rendra dan Rendy menatap heran pada Almaira, mereka belum memberikan pendapat seperti yang tadi Almaira minta, tapi adik mereka sudah mengambil keputusan.


"Al juga ingin punya penghasilan sendiri kak" Almaira menjawab tatapan kedua kakaknya.


"Tidak apa-apa, tapi jangan menganggu kuliah kalian" balas Rendra. Tiga serangkai itupun mengangguk bersamaan tanda mengerti.


"Jadi final ya, kakak hubungi Jevan sekarang" ucap Rendy. Trio Al, El dan Doel kembali mengangguk.


"Kakak pulang, besok tugas pagi" Randra memeluk satu-satu adiknya.


"Besok ke panti asuhan sama Rendy ya Ga, kakak nggak bisa ikut" ucap Rendra saat memeluk Rangga.


"Tidak apa-apa kak" jawab Rangga.


Keesokannya trio Al, El dan Doel diantar Rendy ke studio milik Jevan. Mereka diminta mempelajari kontrak kerjanya terlebih dahulu sebelum tanda tangan. Ketiganya juga mengajukan syarat, mereka akan terima job bila ketiganya dikontrak bersamaan tidak sendiri-sendiri karena mereka satu paket.


Jevan setuju, saat ini dia yang jadi managemen ketiganya dibantu Rendy dan Rendra yang akan mengawasi ketiganya bila tanda tangan kontrak dengan klien yang akan mengunakan jasa mereka.


"Bagaimana tawaran Gevin?" tanya Jevan. "Dia minta kalian jadi model tetapnya untuk satu tahun ini" lanjut Jevan.


"Kami terima kak" jawab Almaira, Elisya dan Rangga bersamaan. Semalam mereka sudah membahas ini.


"Kami bukan kacang yang lupa pada kulitnya" sambung Rangga.


"Tapi jobnya jangan banyak-banyak ya kak. kalau bisa satu minggu satu kali saja kami photoshoot atau syuting iklan" tegas Almaira.


"Baiklah" Jevan mengacak-acak rambut Almaira dan Elisya bersamaan.


"Hari ini kita langsung photoshoot ya. Bisa?"


"Lama nggak kak? Kami mau kepanti asuhan" Rangga memberi tahu.


"Foto di studio sebentar terus kita ambil foto kalian di panti asuhan. Bagaimana?" usul Jevan.


"Ok" jawab ketiganya bersamaan.

__ADS_1


Satu jam mereka habiskan photoshoot di studio. Sekarang mereka dalam perjalanan ke panti asuhan, mobil Jevan terlihat mengikuti dari belakang.


"Apa yang mau kamu lakuin kalau gadis yang ada dipanti asuhan benar-benar gadis kecil yang menolongmu Ga?" tanya Rendy sambil fokus pada jalan yang mereka lewati.


"Belum tahu kak, aku hanya ingin memastikan kehidupan orang yang sudah menolongku dalam keadaan baik dan bahagia" jawab Rangga. Dia memang belum tahu mau melakukan apa, selama ini yang ada dibenaknya hanya ingin kembali bertemu dan mengucapkan teima kasih.


"Tidak apa-apa, setidaknya kamu sudah tidak penasaran lagi kalau gadis yang di panti asuhan itu benar gadis yang kamu cari" Rangga membenarkan ucapan Rendry dengan nengangguk setuju.


Jarak studio milik Jevan cukup jauh dengan keberadaan panti asuhan milik keluarga Harley, sehingga mereka harus menempuh waktu lebih dari satu jam.


"Kita photoshoot dulu ya sebelum menyelesaikan urusan kalian di panti asuhan ini. Soalnya tim yang lain harus segera siap-siap buat photoshoot model kakak yang lain" jelas Jevan begitu mereka sampai dan berdiri di parkiran.


"Kita minta injin pengurus panti dulu sebelum pemotretan" lanjut Jevan dan disetujui oleh semuanya.


Ijin melakukan pemotretan ditempat itu sudah didapatkan, kini mereka sudah siap di depan kamera. Berapa gaya dan adegan yang mereka lakukan dengan mengikuti pengarahan Jevan sebagai photographer. Area panti asuhan sangat asri dan menjadi spot yang bagus untuk pemotretan. Jevan sudah beberapa kali berkunjung kesini bersama Ezra sehingga dia sedikit bayaknya sudah dapat membayangkan tempat mana saja yan akan dia jadikan latar photoshoot hari ini.


Sementara itu didalam panti asuhan, gadis yang ingin ditemui Rangga terus memperhatikan mereka dari balik jendela, dia ditemani beberapa anak panti yang lain dan juga kepala pengurus panti asuhan.


"Mereka cantik-cantik dan tampan-tampan ya Yu" ucap ibu kepala tersebut. Ayu yang diajak bicara hanya mengangguk. Gadis yang ingin ditemui Rangga itu bernama Ayu.


"Mereka baru di Jakarta, katanya untuk kuliah tapi karena cantik dan tampan jadi mereka ditawari sebagai model" Ibu kepala memberi tahu Ayu.


"Wah, ibu suka updatr berita juga ya ternyata" seru Ayu sambil terkekeh.


"Bukan begitu, waktu mereka datang tempo hari bersama Bunda Aisyah, mereka ditunggu wartawan digerbang. Sampai mereka magriban disini, jadi sedikitnya ibu tahu ceritanya" Jelas ibu kepala tersebut.


Ayu sempat mendengar cerita dari anak panti kalau tamu mereka sore itu berada di panti sampai malam. Ayu yang hari itu kebetulan mendapat jadwal untuk menjaga salah satu anak panti yang sedang dirawat di rumah sakit tidak menyaksikan langsung keheboan para wartawan yang berkumpul di depan gerbang panti asuhan tempatnya tinggal.


"Memang mereka dari mana Bu?" tanya Ayu penasaran.


"Palembang kata Bunda Aisyah, makanya putih-putih bersih gitu ya kulitnya"


"Berarti apa yang saya kirakan ternyata salah" gumam Ayu yang masih bisa didengar ibu kepala yang berdiri tidak jauh darinya.


"Apa yang kamu perkirakan?" tanya ibu kepala tersebut penasaran.


Ayu baru akan menjawab terpaksa megurungkannya saat terdengar ketukan di pintu.


"Bu, tamunya ingin bertemu ibu dan Ayu" ucap ibu pengurus panti setelah dia masuk keruang bermain anak-anak panti.


"Bertemu saya, untuk apa?" tanya Ayu heran.


"Tidak tahu Yu, temui saja dulu" jawab ibu panti itu sambil meninggalkan ruangan bermain anak-anak panti.


Ibu kepala dan Ayu ikut keluar untuk menemui tamu mereka.


...Bila Aku Jatuh Cinta ...

__ADS_1


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2