BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
41. Sakit


__ADS_3

"Ai....ai..." Ezra menepuk-nepuk wajah Almaira agar membuka matanya.


Elisya pagi-pagi sekali mengabari Ezra kalau Almaira suhu badannya tinggi. Sementara Rendy ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkannya setelah kemarin dia ijin. Rendra pagi ini ada operasi bersama dokter seniornya tidak bisa segera datang untuk memeriksa Almaira.


"Kepala Al pusing kak" jawab Alma begitu dia membuka mata dan melihat wajah Ezra yang khawatir padanya.


"Sarapan dulu ai, biar bisa minum obat ya" jawab Ezra sambil membantu Almaira untuk bersandar di sandaran tempat tidur.


Gadis kecilnya mengangguk menuruti perintah Ezra. Tadi Rendra sudah memberitahu Ezra kalau Almaira panas dan mengeluh pusing untuk segera memberikan obat yang dia simpan di nakas.


"Kak ini sarapan buat Al" Elisya masuk sambil membawakan sarapan.


"Terima kasih El" Ezra menerima nampan yang dibawa Elisya.


"Al, aku sudah hubungin Vera, ternyata Pak Bayu tidak masuk hari ini. Kita hanya diberikan tugas, jadi kamu tidak usah memikirkan kuliah. Kita free hari ini, ok" Elisya memberitahu sahabatnya itu.


"Hemm" jawab Almaira singkat, karena mulutnya sudah penuh oleh makanan yang disuapi Ezra.


"Aku tinggal ya Al, takut jadi nyamuk disini" ucap Elisya sambil meninggalkan sepasang kekasih itu.


Elisya tidak tahan melihat kemesraan yang ditunjukkan Ezra pada sahabatnya, jujur dia iri Alamira sudah menemukan orang yang benar-benar meyayanginya. Sementara dia masih mengharapkan sesuatu yang belum pasti, Rendra masih orang yang memenuhi relung hatinya sedangkan pria itu masih ragu dengan hatinya.


Namun satu hal yang Elisya baru ketahui semalam saat berbincang bersama Almaira, Rangga dan Rendy kalau Rendra sudah mengakhiri hubungannya dengan Raisa. Elisya kembali turun menuju meja makan dimana teman-teman kosnya masih pada berkumpul disana untuk sarapan.


"El kok sendiri? Mana Alma?" tanya Aji yang selalu perhatian pada semua yang kos disana.


"Al sakit kak, aku baru habis mengantarkan sarapan untuknya" jawab Elisya apa adanya.


"Kenapa tidak ditemani El? Kakak mau melihatnya" Aji bangkit dari duduknya tapi ditahan Elisya.


"Sudah ada Kak Reza yang menemaninya" Elisya memberitahu.


"Reza siapa?" Galang kali ini yang bertanya.


"Reza itu Ezra bro, Ezra Syahreza" Fiola yang baru datang langsung menjawab pertanyaan Galang.


Elisya terkekeh melihat tingkah konyol Galang setelah mendapat jawaban dari Fiola, pria itu satu-satunya yang tidak pernah mau tahu urusan para penghuni kos. Cuek walau sebenarnya perhatian.


"Kok Ezra? Kenapa bukan Rendy atau Rendra?" tanya Wibi. Pria dewasa yang usianya paling tua dari semua penghuni kos itu buka suara.


"Kak Rendy sudah berangkat kerja, sementara Kak Rendra sedang ada operasi pagi ini" Elisya mencoba menjelaskan.


"Selamat pagi" Rangga datang tanpa peduli dengan apa yang sedang dibahas sesama penghuni kos. Wajahnya tampak segar menyabut pagi ini dengan senyum ceria khas milik pemuda itu.


Winda yang baru bergabung tidak bisa menolak pesona senyuman milik Rangga, rezeki pagi ini yang dia dapatkan. Namun senyum Rangga hilang saat dia tidak menemui kehadiran sahabatnya Almaira.

__ADS_1


"Al mana El?" tanya pada Elisya.


"Lo Ga, sibuk dadan buat tebar pesona aja. Noh teman lo lagi sakit dikamarnya" sahut Aji dengan gaya tengilnya.


"Beneran El? Semalam masih baik-baik aja kok" Rangga mengingat semalam dia bersama Elisya dan Alamira juga Rendy.


"Mau kemana lo Ga?" tanya Aji begitu Rangga bangkit dari duduknya.


"Kalau nenggok Alma nanti aja, sudah ada Kak Reza yang menemani" Elisya memberitahu Rangga.


"Tadi waktu El tinggal Kak Eza lagi nyuapin Al" lanjutnya. Rangga kembali duduk untuk memulai sarapannya.


"Kenapa Ezra, bukankah kalian sahabatnya?" Wibi kembali mempertanykan mengapa Ezra yang merawat Almaira.


"Kak Rezakan calon suaminya Alma mas" Rangga yang menjawab. Wibi hanya menangguk-angguk, dia memang bukan orang yang suka membaca berita gosip walau dia sempat mendengar tentang Almaira dari rekan-rekan kerjanya yang wanita.


"Ga, yang lo omongin soal Kak Rendy disiaran langsung minggu kemaren beneran?" tanya Fiona penasaran.


"Mbak Ona suka Kak Rendy ya?" Winda yang bertanya menggoda seniornya itu.


"Beneran mbak, kalo mbak suka pepet aja" jawaban Rangga membuat Fiona tersipu malu. Tapi dia langsung menggelengkan kepala.


"Kak Rendy sama Kak Rendra sama, susah buat didekati" ucapnya.


"Eh, bukanya gegara kalian makan kemaren lo sekarang santer digosipin sama Noah El?" tanya Fiona mengalihkan pembicaraan.


"Klarifikasi kalau lo beneran punya hubungan sama Noah, El?" tanya Fiona lagi. Elisya tertawa diikuti Rangga.


"Kok kalian malah ketawa" protes Fiona.


"Kak Noah itu kakakku mbak. Kemarin pas pulang ke Palembang setelah siaran langsung, kita berdua makan bareng sama papa, wartawan aja yang reseh bikin berita asal tanpa mencari kebenaran" jawab Elisya tanpa perlu memberitahu yang sebenarnya terjadi saat itu.


"Beneran Noah itu kakak lo El?" tanya Winda tidak percaya.


"Ya begitu deh" jawab Elisya singkat.


"Kenapa lo nggak tinggal sama dia? Malah kos disini" Fiona sepertinya benar-benar penasaran dengan hubungan Elisya dan Noah.


"Mas duluan" Wibi menyela percakapan ketiga wanita itu. Elisya menarik nafas lega, karena Wibi menyelamatkannya dari pertanyaan Fiona.


"Iya mas hati-hati" jawab Rangga.


"Aku juga udah selesai sarapan, mau nenggok Alma dulu" lanjut Rangga ucapannya.


"Gue ikut nenggok Alma, Ga. Galang ikut berdiri menyusul Rangga menaiki anak tangga. Begitu juga dengan Aji, dia juga menyusul Rangga dan Galang.

__ADS_1


Almaira sudah menyelesaikan makanya dan meminum obat yang diberikan Ezra. Entah dari mana kekasihnya itu tahu obat yang biasa dia konsumsi bila sakit seperti ini. Dia akan menanyakannya nanti.


"Ai, kamu sakit karena memikirkan pertunagan kita?" tanya Ezra begitu Almaira kembali berbaring.


"Za, tolong jagain adik gue dulu ya. Jangan biarkan dia banyak pikiran. Biasanya dia sakit kalau terlalu banyak yang dipikirkan" pesan Rendra saat memberitahu cara merawat Almaira saat sakit masih terus Ezra ingat. Dia takut karena memikirkan pertunagan mereka Alamira jadi sakit seperti sekarang.


"Al kecapean doang kak, bukan masalah pertunangan kita" jawab Almaira berbohong. Pada dasarnya dia kepikiran apa yang dibicarakanya dengan Rendy semalam untuk segera menikah setelah pertunangan.


Ezra tengkurap disisi Almaira, dia memandang wajah kekasihnya sambil mengusap rambut Almaira dengan sayang. Almaira memejamkan matanya meresapi usapan yang diberikan tangan Ezra. Pengaruh obat membuatnya mengantuk. Saat matanya akan terpejam terdengar suara Rangga yang mengetuk pintu.


"Masuk Ga" Ezra yang menjawab tanpa merubah posisinya yang ada disisi Almaira, karena mengira hanya Rangga yang datang.


Kamu sakit apa Al?" tanya Rangga begitu dia masuk, dan melihat Almaira yang terpejam sambil dielus Ezra.


Mendengar itu Almaira membuka matanya, Ezra bangkit dari sisi Almaira begitu melihat Galang dan Aji yang datang bersama Rangga.


"Hanya pusing Ga" jawab Almaira. Rangga mengangguk mengerti.


"Ya udah istirahat aja. Nanti sore jangan dipaksakan kalau tidak bisa hadir, badanmu panas Al" Rangga mengusap kepala Almaira setelah menyentuh kening sahabatnya itu.


"Kak Eza udah kasih Al obat" jawab Almaira mencoba menenangkan Rangga.


"Cepat sembuh ya Al" ucap Galang dan diikuti Aji, mereka mendekat sebentar lalu pamit karena harus kekampus.


Rangga ikut pamit pada Almaira dan Ezra. Selepas kepergian Rangga Ezra kembali berbaring disamping Almaira.


"Sini tidurnya sambil kakak peluk" Ezra memberikan tangannya untuk dijadikan bantal oleh Almaira. Gadis itu menurut, tanpa menunggu waktu lama dia sudah terlelap di dada bidang Ezra.


Elisya melonggokan kepalanya dipintu kamar Almaira dan langsung mendapati jari telunjuk Ezra yang menempel dibibirnya, meminta gadis itu untuk tidak berisik. Elisya mengangguk mengerti dan kembali keluar dari kamar Almaira. Tidak mungkin dia bertahan disana, melihat dua sejoli yang sedang berpelukan mesrah walau Almaira dalam keadaan sakit.


"Kenapa nggak jadi masuk El?" tanya Winda tidak mengerti.


"Alma sedang tidur, jagan diganggu" jawab Elisya.


"Sedang tidur atau kamu melihat mereka sedang..." tiba-tiba Raisa menjawab ucapan Elisya.


"Jagan suka bicara sembarangan tentang sahabat aku Mbak Risa. Pantas saja Kak Rendra mundur. Tidak mungkin dia melanjutkan hubungannya dengan wanita yang suka berpikiran buruk pada orang lain"


Sahabat Almaira itu langsung memotong ucapan Raisa yang dia tahu akan membicarakan Almaira yang tidak-tidak.


Sementara dikamar, Ezra terus mengecupi pucuk kepala Almaira, sesekali dia mengusap keringat yang keluar didahi kekasihnya itu. Suhu panas di tubuh Almaira sudah mulai berkurang. Ezra memeluk erat tubuh kekasihnya itu, entah sejak kapan rasa sayang ini sebenarnya tumbuh. Hanya satu hal yang dia mau, selamanya dia ingin berada disisi almaira, berbagi cerita dan melangkah bersama kekasih hatinya.


"Bila aku jatuh cinta selamanya cinta, dan itu padamu ai. I love you Almaira Rahmadhani" gumam Ezra yang tanpa pria itu sadari Almaira mendengarkan ungkapan cintanya.


...Bila Aku Jatuh Cinta...

__ADS_1


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2