
Rendra mengajak ketiga adiknya mengunjungi universitas dimana mereka akan menempuh pendidikan. Dia mengenalkan tempat itu pada ketiga adiknya agar pada saat mereka mulai kuliah mereka sedikit banyaknya sudah tahu situasi dan kondisi kampus mereka.
Untung saja tadi bisa cepat lolos dari pertanyaan wartawan tentang hubungan Almaira, Elisyah dan Ragga yang diberitakan terlibat cinta segitiga bahkan Almaira dan Elisya diberitakan siap dipoligami. Untungnya Rangga yang mewakili mereka bertiga bisa menjawab dengan baik.
"Kami bersahabat sejak sekolah menengah pertama, tidak ada istilah cinta segitiga diantara kami apa lagi poligami. Saya baru dengar ada istilah poligami dalam pacaran" wartawan tertawa saat Rangga mengatakan itu.
"Tidak ada juga penghianatan diantara kami, karena tidak ada perasaan cinta pada lawan jenis, melainkan perasaan kasih sayang sebagai saudara"
"Kami kemana-mana selalu terlihat bertiga, tentu saja karena kami bersahabat, persahabatan kami sudah seperti saudara"
"Foto yang kalian lihat di media sosial milik saya itu foto kami saat kami masih sekolah menengah pertama, dimana kami membuat janji untuk tidak menjalin hubungan dengan lawan jenis sampai kami lulus sekolah. Bukan janji untuk bersedia dipoligami"jelas Rangga.
Penjelasan Rangga cukup jelas dan bisa menyanggah berita buruk tentang mereka. Entah siapa yang melakukan penyebaran berita yang menurut mereka mengada-ada, tapi ketiganya tidak peduli siapa yang melakukan itu selama tidak mengancam nyawa mereka.
Kunjungan pertama mereka adalah fakultas kedokteran, fakultas favorit di universitas ini. Rendra cukup popular di fakultas ini tidak sedikit yang menyapanya.
"Kak Rendra" sapa seseorang memanggil Rendra.
"Hai Ris, ada kelas?" tanya Rendra. Dia Haris mahasiswa kedokteran adik tingkat Rendra.
"Iya kak, pusing nih" keluhnya. Rendra hanya terkekeh, pasalnya Haris dipaksa orang tuanya masuk fakultas kedokteran sementara otaknya pas-pasan untuk mengikuti pelajaran. Selama ini Haris selalu meminta bantuan Rendra untuk memahami materi. Saat Rendra sekarang sudah jadi dokter, tidak ada lagi kakak tingkat yang mau membantunya belajar.
"Sabar, kalau tekun pasti berhasil" Rendra mencoba memberikan nasihatnya.
"Kenalin ini Rangga adik saya, dia diterima di fakultas kedokteran" Rendra memperkenalkan Rangga.
"Selamat datang di dunia penuh perjuangan" ucap Haris menakuti. Rangga hanya membalas dengan senyuman.
"Ini juga adik saya, Almaira dan Elisya fakultas komputer" Rendra memperkenalkan keduanya.
"Haris, kamu panitia ospek kan? titip Rangga ya" pinta Rendra menitipkan Rangga pada Haris untuk tidak dibebani dengan tugas ospek yang kadang tidak masuk akal.
"Tenang aja kak, Rangga aman nanti"
"Siip. Kami lanjut masih mau berkeliling" Rendra pamit pada Haris.
Trio Al, El dan Doel merasa lega, acara jalan-jalan mengenal lingkungan kampus berjalan lancar. Tidak ada yang mengenali mereka disini membuat ketiganya merasa nyaman. Sekarang mereka menikmati jajanan dan minuman dikantin fakultas kedokteran.
"Kamu nanti pasti akan sering nongrong disini Doel" ucap Almaira sambil melihat sekeliling.
"Anak fakultas kedokteran tampangnya serius semua ya, kayaknya kamu nggak cocok Doel" seru Elisya setelah memperhatikan beberapa mahasiswa yang ada di kantin.
"Kak Rendra aja cocok aku juga pasti cocok. Iya kan kak" Rangga meminta pembelaan Rendra.
Rendra tidak menghiraukan apa yang dibicarakan ketiga adiknya. Matanya tertuju pada sepasang kekasih yang sedang berbincang dimeja yang tidak jauh dari mereka. Melihat itu, Almaira mengikuti arah pandang kakaknya.
"Apaka dia yang pernah kakak ceritakan? Bukankah itu Kak Dave?" tanya Almaira beruntun. Rendra hanya mengangguk, mengiyakan kedua pertanyaan Alamira.
"Jangan dilihatin kak" bisik Almaira.
Orang yang dimaksud Almaira adalah Cecilia gadis yang disukai Rendra saat sekolah, gadis itu beda dua tahun dibawah Rendra. Mereka sempat dekat selama beberapa bulan, sayangnya Rendra harus patah hati karena gadis itu lebih memilih Dave temannya yang ekonominya diatas Rendra. Lebih sakitnya mereka harus kembali bertemu di kampus dan fakultas yang sama.
__ADS_1
"Capek kak" keluh Almaira menyandarkan kepalanya dibahu Rendra untuk mengalihkan perhatian Rendra dari Cecilia cinta pertama kakaknya.
Dengan sigap Rendra mengusap kepala Almaira dengan lembut, sambil mengecup sayang pada pucuk kepala Almaira. Perlakuan Rendra pada Almaira diperhatikan oleh Cecilia yang duduknya mengarah pada keduanya, aura wajah tidak senang yang dia tunjukkan saat melihat kemesraan keduanya.
"Kita pulang" ajak Rendra. Ketiganya mengangguk setuju.
Mereka berjalan melewati sepasang kekasih itu, Dave yang kebetulan melihat Rendra sahabatnya lewat langsung memanggil untuk menyapa.
"Rendra" sapa Dave menjabat tangan Rendra lalu memperhatikan Almaira yang merangkul lengan Rendra
"Hei, Almaira cantik, tambah cantik kamu sekarang" Dave mengacak rambut Almaira.
Dia dulu cukup dekat dengan Rendra dan beberapa kali bertemu Almaira, saat itu Almaira baru lulus sekolah dasar dan sudah jadi kebiasaannya mengacak rambut adik kesayangan Rendra tersebut.
"Kak, Al nanti jelek kalau rambutnya berantakan" ucap Almaira dengan nada kesal. Dave hanya terkekeh dan semakin mengacak acak rambut Almaira.
"Kakak kangen lo sama kamu, sudah lama tidak bertemu" ujar Dave.
"Bukannya kakak yang tidak mau bertemu Al lagi" Almaira membuang mukanya, membuat Dave semakin gemas padanya.
Perlakuan Dave pada Almaira membuat Cecilia jengah, pasalnya sejak tadi dia sudah merasa cemburu dengan kemesraan Rendra dan Almaira. Sekarang Dave yang berstatus tunagannya mengabaikannya setelah melihat Almaira.
"Kak Dave" panggil Elisya dan Rangga. Keduanya juga mengenal Dave yang beberapa kali ikut Rendra pulang ke Palembang.
"Rangga dan Elisya" Dave mencoba menginggat nama keduanya.
"Sedang apa kalian disini, mengawal dokter tampan ini?" tanya Dave sambil menepuk bahu Rendra.
"Oh ya jurusan apa?"
"Rangga kedokteran, Alma dan Eli komputer" Rendra yang menjelaskan.
"Kalian berdua akan jadi adik tingkat kakak kalau begitu" ucap Dave menunjuk pada Almaira dan Elisya.
"Kakak juga jurusan komputer?" tanya Elisya.
"Mantan, tapi masih di minta membantu disini" jelas Dave.
"Saat ospek jangan buat susah dua gadis kesayanganku Dave" pinta Rendra.
"Tentu aku akan memberitahu panitia siapa mereka" ujar Dave.
Cecilia benar-benar merasa diabaikan oleh Dave lalu dia berdehem agar diperhatikan.
"Cil" panggil Dave ingin mengenalkan Cecilia pada Almaira, Elisya dan Rangga. Tapi wanita itu sudah lebih dulu bersuara.
"Apa kabar Kak Rendra?" sapanya dan mengabaikan Almaira, Elisya dan Rangga.
"Baik" jawab Rendra singkat. Sudah tidak ada lagi perasaan pada gadis dihadapannya ini. Gadis yang mementingkan harta diatas segalanya membuat Rendra meyadari kalau dia jatuh cinta pada wanita yang salah.
"Dave kami harus segera pergi" pamit Rendra pada Dave. Dave tidak bisa menahan mereka dan mempersilakan mereka berlalu.
__ADS_1
"Kami pulang kak Dave" Almaira melambaikan tangannya pada Dave.
"Sampai jumpa cantik" balas Dave dan kembali mengacak acak rambut Almaira.
"Kak Dave..."
"Kamu akan tetap cantik walau rambutmu berantakan" sela Dave ucapan Almaira, karena dia masih hapal apa yang akan gadis kecil itu ucapkan.
"Kita akan sering bertemu Al" teriak Dave saat Almaira sudah menjauh.
Keempatnya tidak langsung pulang ke kosan melainkan melanjutkan perjalanan mereka kesebuah pusat perbelanjaan.
"Kita main ice skating" ajak Rendra. Ajakan tersebut mendapat sabutan gembira dari ketiganya.
Rendra sengaja mengajak ketiga adiknya bermain untuk menunda bertemu Raisa. Almaira yang tahu masalah Rendra mendekati kakaknya.
"Kalau kita diluar terus seperti ini, kapan kakak akan bicara dengan Mbak Raisa?" ucap Almaira saat dia sudah duduk di samping kakaknya yang sedang istirahat.
"Ya sebentar lagi kita pulang" jawab Rendra.
"Kak, kalau kakak masih ingin mencoba untuk bisa mencintainya Al tidak masalah" Rendra menatap adiknya lalu menggeleng.
"Tidak ada yang bisa dipertahankan Al, kami sangat jauh berbeda dalam menyikapi hubungan ini. Sebenarnya kami sejak semalam sudah tidak bertegur sapa" Almaira menatap lekat kakaknya.
"Kenapa?" tanya Alamira ingin tahu.
"Dia ingin mengajak kakak jalan hari ini, bukan kakak tidak mau tapi setiap kami jalan Raisa tidak pernah memikirkan perasaan kakak yang tersiksa harus menemaninya berbelanja pakaian yang belum tentu di pakainya. Dia boros Al, bagaimana nanti saat sudah menjadi istri? yang ada kakak tidak akan punya tabungan" keluh Rendra.
"Kita dari keluarga sederhana yang biasa berhemat dan membeli sesuatu sesuai kebutuhan, dari situ saja kakak merasa sudah tidak cocok. Mungkin karena itu juga kakak tidak bisa mencintainya" lanjut Rendra.
"Lakukan yang terbaik menurut kakak" Almaira meninggalkan kakaknya untuk berpikir.
Melihat Almaira meninggalkan Rendra Elisya mencoba mendekati pria yang mengisi hatinya.
"Apa kakak sedang ada masalah?" tanya Elisya setelah duduk disisi Rendra.
"Tidak ada kakak hanya lelah" jawab Rendra berbohong.
"El bisa memijat kalau kakak mau" tawaran yang menggoda bagi Rendra, tapi dia tidak akan menerima tawaran itu.
"Tidak perlu El, asal kamu baik-baik saja kakak juga akan baik-baik saja" Rendra menarik Elisya masuk dalam rangkulannya.
"Kak"
"Hemm"
"Berjanjilah, apapun yang terjadi El harap kakak jangan pernah berubah, kasih sayang kakak selalu membuat El menjadi kuat hingga bisa seperti saat ini" Rendra mengecup pucuk kepala Elisya. Dia menyayangi gadis ini, tapi untuk menjadikannya kekasih tidak pernah terpikirkan olehnya.
"Kakak tidak bisa berjanji, tapi kakak akan berusaha untuk selalu seperti ini" jawab Rendra pada akhirnya. Dia tidak berani berjanji takut suatu hari dia akan mengingkarinya.
...Bila Aku Jatuh Cinta...
__ADS_1
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...