
Seringkali bertanya
saat bahagia hadir
Akankah ada akhir
akankah tuk s'lamanya
Seringkali bertanya
adilkah hidup ini
Kala sedih melanda
meruntuhkan rasa di jiwa
Tak mudah untuk di hati
tak mudah untuk dihadapi
Saat harus mengucap
s'lamat tinggal
Segala tentang cinta
buat hati terlena
Membawa kedamaian
menyejukkan dunia
Segala tentang sesal
membuat hati kecewa
Membawa air mata
meruntuhkan rasa di jiwa
Kadang ingin jauh berlari..oo...
bila diri bertemu realita...
Tak mudah untuk di hati
tak mudah untuk dihadapi
Saat harus mengucap
s'lamat tinggal
Raisa duduk dilantai bersandarkan tempat tidur ditemani alunan lagu milik Gilang Ramadhan dan Indra Lesmana yang diputar radio kesayangannya. Entah mengapa seakan tahu perasaannya, sang penyiar memutar lagu lawas selamat tinggal tersebut. Mewakili hatinya saat ini yang terluka, terluka karena cinta.
Pada akhirnya kata putus diucapkan Rendra, kata yang Raisa takuti saat dia sudah mendapatkan Rendra dalam genggamannya. Dia tahu selama ini tidak ada cinta dimata Rendra untuknya, tapi dia tidak peduli dan terus ingin mempertahankan statusnya sebagai kekasih Rendra.
"Kita berbeda Sa, sulit untuk terus bersama. Kita putus. Maaf aku sudah tidak bisa bersamamu" kata-kata yang diucapkan Rendra menusuk ke relung hatinya. Hancur, dia tahu selama ini dia hanya cinta sendiri tapi dia menepisnya dan kini dia merasakan sakitnya.
Di balkon yang ada dikamar Almaira, gadis itu sedang ditemani kakaknya Rendy.
__ADS_1
"Jadi sekarang dia lagi bicara untuk mengakhirinya?" tanya Rendy sambil melihat kedepan, dimana Rendra dan Raisa sedang bicara berdua duduk di gazebo yang biasa dipakai bersantai pak satpam dan anak-anak kos.
"Iya, itu lebih baik bukan? dari pada menjalaninya dengan terpaksa" Almaira membalik badannya mengarah pada Rendy.
"Bagaimana hubungan kakak dengan Cek Ana?" tanyanya. Sudah lama kakaknya ini tidak bercerita tentang tunangannya.
"Baik" jawab Rendy singkat.
"Hanya itu?" tanya Almaira curiga. Biasanya kakaknya akan cerita dan bicara panjang kali lebar menjadi luas. Rendy terkekeh.
"Sini" Rendy meminta Almaira duduk disampingnya.
"Ada kalanya hubungan itu akan menjadi hambar disaat kita hanya melakukan hal yang sama dan juga berselisih tentang hal yang sama berkali-kali" ucap Rendy.
"Saat ini kakak dan Diana sedang berada dimasa itu"
"Kami sedang mengintrospeksi diri masing-masing" Rendy mendesah, dia sudah terlanjur sayang pada Diana walau awalnya tidak ada rasa. Diana memberikan warna yang berbeda dalam hidupnya. Diana mampu membuatnya jadi sosok yang mandiri seperti saat ini. Hanya saja rasa cemburu dan sifat posesif Diana akhir-akhir ini membuatnya jengah dan selalu timbul masalah dan masalah yang terus berulang.
"Kakak lelah dengan perasaan cemburu Cek Ana?" Rendy mengangguk.
"Karena itu kakak memutuskan melanjutkan magister disini?" Rendy kembali mengangguk.
"Tidak ada salahnya berpisah sesaat agar rasa cinta itu kembali hadir karena menahan rindu" Alma terkekeh, dia membicarakan dirinya sendiri saat ini yang rindu kehadiran Ezra.
Rendy merangkul sayang adiknya. Bicara dengan Almaira atau sekedar memeluknya mampu membuat Rendy menjadi tenang dan damai.
"Kalian disini" Rendra menghampiri keduanya.
"Sini kak" Almaira meminta Rendra duduk disampingnya. Kini mereka duduk bertiga bersisian dan Almaira selalu ada di posisi tengah.
"Bagaimana?" tanya Alamira pada Rendra.
"Sudah selesai" Rendra menatap Almaira sekilas.
"Tidak kak. Sekarang akan lebih baik dari pada nanti. Karena sekarang atau nanti kata itu akan terucap" Rendra mengusap rambut Alamira dengan sayang.
"Kamu benar" jawab Rendra.
Suasan hening seketika. Ketiganya sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Bagaimana denganmu Al? Sekarang kamu sudah bebas dari sumpah dan janji?" Rendy yang bertanya.
Sudah lama mereka tidak duduk bertiga seperti ini. Saling mengungkapkan perasaan masing-masing. Berbagi cerita sedih dan bahagia.
"Al ingin jujur" Almaira menjedah ucapannya. Dia menarik nafas cukup panjang lalu menghembuskannya berlahan. Kedua kakaknya masih setia menunggu kalimat lanjutan dari adik perempuan mereka.
"Sebenarnya Al dan Kak Eza..."
"Menjalin hubungan" Rendra yang melanjutkan ucapan Almaira.
"Kakak sudah tahu" tanya Almaira penasaran.
"Hemm" jawab Rendra singkat.
"Bagai..." ucapan Almaira kembali dipotong Rendra.
"Kakak dengar semua yang kalian bicarakan malam itu" jelas Rendra.
Malam itu dia terbangun karena ingin minum. Saat membuka pintu, dia melihat Almaira dan Ezra sedang bicara berdua. Tadinya dia ingin menyapa keduanya namun dia hentikan saat melihat keduanya seperti sedang bicara hal yang serius. Dari jauh dia mendengarkan apa yang mereka bicarakan sampai Ezra meminta jawaban Almaira.
__ADS_1
"Jadi bagaimana? Kita jadian?" tanya Ezra. Almaira mengangguk.
Lalu adiknya meminta Ezra merahasiakam hubungan ini. Saat itu Rendra hanya tersenyum melihat tingkah adiknya. Apa lagi saat Almaira mencium pipi Ezra dan pergi meninggalkan sahabatnya itu.
Rendra mendekati Ezra yang hanya diam sibuk dengan pikirannya sendiri, setelah melegakan tenggorokannya dengan segelas air putih.
"Jadi selama ini lo cinta sama adik gue" Ezra yang mendengar pertanyaan itu hanya tersenyum.
"Iya kakak ipar" jawab Ezra membuat keduanya terkekeh.
"Lo harus bayar mahar yang tinggi buat dapetin restu gue" goda Rendra.
"Gue harus kerja keras jadi kuli kalo gitu, buat bayar mahar" balas Ezra. Keduanya menertawakan humor receh yang mereka ucapkan.
"Sejak kapan lo cinta adik gue?" tanya Rendra kembali ke mode seriusnya.
"Saat pernikahan Mbak Nay. Gue terpesona pada pandangan pertama. Saat itu lo yang dia gandeng" jawab Ezra.
"Dan lo masih gandeng Diandra" sahut Rendra.
"Iya hal bodoh yang pernah gue lakuin, pacaran tanpa cinta hanya untuk menghentikan wanita lain menyukai gue termasuk Alma"
"Maksud lo" tanya Rendra.
"Gue nggak tahu sejak kapan Alma mencintai gue, tapi yang gue tahu dia ragu nerima gue karena mengira gue masih punya hubungan dengan Diandra"
"Satu hal lagi tolong lo pura-pura nggak tahu tentang hubungan kami. Itu permintaan Alma. Sebenarnya gue keberatan, tapi gue nggak bisa nolak apa yang dia minta. Karena gue terlalu cinta sama adik lo Ndra"
"Gue dengar sendiri permintaannya tadi. Sabar dia pasti punya alasan" Rendra berdiri meninggalkan Ezra.
"Apa alasanmu tidak ingin orang-orang tahu Al?" tanya Rendra setelah memberitahu Almaira kalau dia sempat bicara dengan Ezra setelah Almaira masuk kekamar.
"Al hanya belum siap menerima pandangan orang tentang hubungan kami kak dan juga Al belum yakin perasaan Kak Eza pada Al seperti apa"
"Yang menjalani itu kamu, yang merasakannya itu kamu, jadi jangan takut apa yang dikatakan orang selama kamu yakin, Reza orang yang tulus Al. Selama kakak kenal dia, tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk" Rendy menasehati Almaira.
"Kita orang biasa kak, tidak sebanding dengan keluarga Kak Eza. Mereka pasti menganggap Al hanya menginginkan harta"
"Keluarga Eza bukan orang yang suka mendengar apa yang dikatakan orang. Mereka menilai sesorang secara langsung. Biar orang mau bicara buruk apapun mereka tidak akan percaya begitu saja.Jangan khawatir tentang hal itu"
"Seperti kata Rendy, Reza pria yang baik. Kakak bisa jamin itu. Dia juga tulus mencintaimu Al. Berbahagialah, kakak merestuimu" Rendra memeluk erat adiknya diikuti Rendy. Ketiganya berpelukan bersama.
Dari sebuah jendela yang ada dirumah seberang, seseorang memperhatikan keakraban tiga saudara itu. Seutas senyum hadir dibibirnya, terbesit sebuah ide untuk berusaha mendapatkan yang dia inginkan.
"Apa ada hal yang bahagia yang membuat kalian berpelukan?" Rangga dan Elisya sudah berdiri didekat mereka.
"Kami hanya rindu kebersamaan ini" Rendy yang menjawab.
"Kalian ingin bergabung?" Rendra yang menawarkan. Kedua sahabat Alamaira sudah biasa ikut dalam pelukan tiga saudara tersebut.
"Sepertinya untuk kali ini tidak" tolak Rangga.
"Kamu ada masalah Doel?" tanya Almaira yang langsung mengerti keaadaan sahabatnya bila seperti ini.
Rangga duduk di lantai menyandarkan tubuhnya pada dinding pagar balkon.
"Kalian ingat kisahku waktu masih di Solo?" tanya Rangga.
Tandinya dia belum ingin cerita pada siapapun, tapi dia tidak bisa melakukannya sendiri untuk mencari kebenaran. Mau tidak mau dia haeus melibatkan orang terdekatnya, karena hanya mereka juga yang tahu kisahnya.
__ADS_1
...Bila Aku Jatuh Cinta...
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...