BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
90. Pesta Pernikahan


__ADS_3

Acara akad nikah yang dilanjutkan dengan acara suap-suapan dan cacap-cacapan berjalan lancar. Keesokan harinya pesta dilaksanakan di ballroom Hotel Harley. Pelaminan milik Gevin sudah berdiri kokoh dan tampak indah dengan ukiran kayu berwarna merah dipadu padankan dengan warna emas, semakin memberi kesan mewah.


Tak kalah dengan Gevin yang turun tangan sendiri memantau karyawannya memasang pelaminan di ballroom hotel milik keluarga Harley ini sejak semalam, Jevan dan timnyapun pagi ini sudah siap dengan kamera mereka. Begitu juga tim managemen tiga serangkai yang ikut meliput acara ini yang sudah pasti mereka tayangkan secara live.


Keluarga kedua bela pihak juga sudah terlihat cantik dan tampan dengan pakaian seragam rancangan Bunda Aisyah yang mereka kenakan. Termasuk pasangan Rangga dan Lola yang sudah resmi pacaran sejak satu bulan yang lalu.


"Kak Rangga, Lola lulus" wajah cantik itu tersenyum bahagia sambil kembali melihat kertas keterangan lulus yang baru saja diterimanya.


Lola segera menghubungi Rangga begitu selesai membaca hasil kelulusannya. Rangga menyambut berita bahagia Lola dengan senyum terkembang. Lima bulan yang lalu Rangga sempat kecewa membayangkan dia akan berpisah jauh dengan Lola. Gadisnya memberi kabar kalau dia akan melanjutkan pendidikannya di Belanda bersama Putri. Tidak ada yang bisa Rangga lakukan saat itu selain menerima keputusan orang tua Lola.


Tapi takdir berkata lain, Lola tidak lulus seleksi, tanpa ada yang tahu kalau gadis itu sengaja tidak mengerjakan ujian masuk perguruan di Belanda dengan baik. Bukan hanya karena ingin bersama Rangga tapi Lola tidak ingin selalu disamakan dengan Putri. Dia ingin mandiri tanpa bayang-bayang sahabat yang juga saudaranya itu.


"Selamat ya sayang" balas Rangga menjawab berita yang Lola sampaikan.


"Hanya selamat aja nih kak?" tanya Lola dengan wajah sedikit kecewa. Dia berharap Rangga menembaknya untuk meremikan hubungan mereka.


Tanpa Lola ketahui kalau Rangga sudah berada di Bandung sejak kemarin, dan hari ini dia sudah berdiri digerbang sekolah Lola untuk menjemput calon kekasihnya.


Kehadiran Rangga tentu saja sedikit membuat heboh sekolah swasta yang paling berengsi di kota Bandung tersebut, khususnya para siswi. Hampir semua dari mereka mengenali Rangga yang notabene sekarang sudah menjadi seorang aktor, setelah dia bersama Almaira dan Elisya main dalam sebuah film bertema remaja yang disutradarai Pak Brama Sentanu sutradara yang pernah menangani syuting iklan mereka bertiga pertama kali.


"Dihalaman kok rame banget sih Put?" tanya Lola yang tidak mengerti apa-apa.


"Tahu tuh, lihat yok" jawab dan ajak putri.


Keduanya berjalan mendekati gerbang dimana Rangga sedang melayani para fansnya untuk foto bersama. Putri dan Lola yang baru mengetahui keheboan itu karena aksi Rangga langsung mendekati sang tokoh idola itu.


"Kak Rangga" teriak Lola dan Putri hampir bersamaan.

__ADS_1


Rangga yang merasa namanya di panggil oleh suara yang tidak asing baginya, segera mengalihkan pandangannya pada sumber suara. Senyum terpancar dari wajah tampan pemilik nama lengkap Rangga Abdoelah tersebut begitu melihat wajah Lola sang calon kekasih.


"Adik-adik semua, saya mohon maaf, karena saya masih ada keperluan lain, jadi kita cukupkan sampai disini foto bersamanya ya" ucap Rangga mengakhiri jumpa fans dadakannya.


Begitu para fans Rangga berlalu, Lola dan Putri segera mendekati pria tersebut. Lola masih tidak percaya kalau yang dilihatnya saat ini Rangga, terlebih lagi mereka baru saja menutup sambungan telepon dan Rangga tidak mengatakan apapun tentang kehadirannya di sekolah.


"Kok nggak kasih kabar sih" rutuk Lola begitu berdiri didekat Rangga.


"Kalau kasih kabar bukan kejutan namanya" jawab Rangga sambil menyengir kuda.


"Kalian sudah selesai atau masih ada acara di sekolah?" Rangga bertanya pada keduanya.


"Sudah selesai kak" jawab keduanya hampir bersamaan.


Untuk merayakan kelulusan Lola, Putri dan Arya, Rangga mengajak ketiga sahabat itu kesuatu tempat. Tempat dimana sudah disiapkan Rangga untuk meminta sang calon kekasih menjadi kekasihnya.


"Lola, sudah luluskan sekarang? tanya Rangga mengawali kalimatnya mengajak bicara Lola.


"Kuliah di Jakarta kan?" Lola kembali mengangguk.


"Kalau gitu sudah bisa jadi pacarnya Kak Rangga sekarang" bukan pertanyaan atau permintaan melainkan pernyataan yang Rangga ucapkan.


Lola tersenyum pada Rangga, sejak tadi dia sudah menunggu kata-kata ini. Tanpa perlu berpikir lebih lama lagi, Lola mengangguk mengiyakan. Sejak hari itu Rangga dan Lola resmi berpacaran.


Acara dimulai, kedua mempelai sudah memasuki gedung didampingi kedua orang tua mereka, dibelakangnya ikut mengiringi kedua kakak Ezra dan kedua kakak kembar Almaira serta sang adik Danu.


Ezra dan Almaira tampak serasi mengenakan gaun yang dirancang khusus oleh Bunda Aisyah untuk acara ini. Dimana pesta yang diadakan pagi ini sampai menjelang siang akan dihadiri oleh para pejabat negara, rekan-rekan bisnis, pemuka masyarakat dan juga karyawan Harley. Acara terlihat lebih formal dan berkelas.

__ADS_1


Sesi pertama berakhir, kedua mempelai saat ini sedang istirahat dan makan, mereka juga akan berganti pakaian untuk sesion kedua, dimana acara yang diadakan mulai siang sampai sore di khususkan untuk teman-teman Alamira dan Ezra sehingga acaranya terkesan lebih santai.


Almaira mengundang teman-temanya mulai dari sekolah dasar hingga kuliah, begitupun Ezra melakukan hal yang sama. Pesta pernikahan ini berubah menjadi reuni teman-teman Almaira dan Ezra.


"Elisya" Elisya yang merasa namanya dipanggil segera mengalihkan pandangannya ke sumber suara.


"Apa kabar?" sapa Fian, cowok yang sejak dulu sudah terlihat ketampanannya dan menjadi idola para siswi di sekolah mereka, semakin matang usianya semakin terlihat ketampanan seorang Fian.


"Ka..kabar baik" Elisya sedikit gugup berhadapan dengan Fian.


Bukan karena dia pernah menyukai Fian, tapi juga rasa malu yang menyelimutinya. Karena kejadian saat dia baru mengetahui Noah adalah kakaknya, Fian sedang makan bersama mereka. Awal Elisya kenal Fian, dia sempat mengagumi pria dihadapannya ini ditambah lagi sikapnya yang sopan dan ramah pada siapa saja menambah nilai plus pria itu. Sayangnya Elisya tidak memiliki kesempatan untuk bisa bersama Fian, karena janji dan sumpahnya bersama Almaira dan Rangga.


"Kamu sangat cantik hari ini El" ucap Fian jujur. Dulu dia memang sangat mengagumi Almaira karena sifat gadis itu lebih bersahabat dan humble dibadingkan Elisya tapi dia tidak memungkiri Elisya juga termasuk salah satu gadis yang cantik disekolahnya.


"Kamu juga terlihat beda Yan" balas Elisya.


Keduanya mulai berbincang, Fian yang pintar mebuat lawan bicaranya nyaman menjadikan mereka terlihat sangat akrab. Hal itu diperhatikan Andra yang sejak dua bulan lalu sudah menjadi mantan kekasih Elisya.


Bukan Andra yang mengakhiri hubungan mereka, tapi Elisya. Gadis itu tidak ingin membohongi dirinya sendiri dan juga orang lain. Selama bersama Andra, tidak bisa menumbuhkan cinta untuk penyanyi pria yang dikagumi banya wanita itu. Walau berat Andra menerima keputusan Elisya dan mereka mengakhirinya secara baik-baik.


"Jangan terus dilihati" Noah yang sedang duduk bersama Andra menasehati temannya itu untuk tidak lagi memperhatikan Elisya.


Keputusan Elisya megakhiri hubungannya dengan Andra mendapat dukungan dari Noah. Sebagai kakak dari Elisya dan juga sahabat dari Andra menganjurkan keduanya untuk mengakhiri hubungan yang tidak sehat karena akhirnya akan menyakiti satu sama lain. Itu juga mengapa Andra mau menerima keputusan Elisya.


"Mereka sangat akrab" lirih Andra.


"Lalu?"

__ADS_1


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2