
Almaira bisa menarik nafas lega begitu dia mendudukkan pantatnya di kursi penumpang dikelas bisnis yang akan membawanya terbang ke Jakarta. Hampir saja dia ketinggalan pesawat karena kesiangan. Alarm yang dia atur ternyata tidak menyala, sementara semalam dia sulit tidur memikirkan hari ini dia harus berpisah dengan kedua orang tuanya. Walau di Jakarta ada kedua kakak kembarnya dan kedua sahabatnya. Tentap saja membuatnya sedih.
Berbeda dengan Elisya yang sudah biasa terpisah dari kedua orang tuanya, sementara Rangga dia memang tidak begitu dekat dengan sang ayah karena sejak kecil tinggal terpisah.
Hari ini, Almaira, Elisya dan Rangga terbang ke Jakarta untuk melanjutkan study mereka. Ketiganya diterima di Universitas Indonesia dengan jurusan yang berbeda. Rangga setia dengan pilihannya untuk menjadi dokter dan memantapkan pilihannya menjadi mahasiswa kedokteran. Sementara Almaira dan Elisya diterima di Fakultas Komputer dan memilih jurusan sistem informasi.
"Kak Rendra apa Kak Rendy yang jemput Al?" tanya Elisya.
"Kamu maunya siapa?" goda Almaira. Dia sudah tahu kalau Elisya menyukai kakaknya Rendra selama ini, sahabatnya itu sendiri yang akhirnya menceritakan perasaannya yang dia pendam selama ini.
"Ish kauni cek, gek didenger si Doel" (Ish kamu ini cek (panggilan kakak untuk perempuan) nanti didengar Doel).
Almaira menyengir kuda, sejak tahu Elisya menyukai kakaknya dia sangat suka menggoda sahabatnya itu.
"Mereka berdua yang jemput kita El" berganti Elisya yang tersenyum lebar mendengar jawaban Alamaira.
Pesawat sudah mendarat di bandara Soekarno Hatta, sekarang mereka sedang menunggu untuk mengambil koper yang ada di bagasi.
"Al, itu bukannya Diandra sama aktor yang lagi naik daun itu, siapa ya namanya?" tunjuk Elisya pada seorang wanita yang sedang merangkul lengan seorang pria. Sesekali Diandra menyandarkan kepalanya dibahu sang aktor tampan itu.
Almaira memperhatikan arah telunjuk Elisya, itu memang Diandra mantan Kak Ezanya. Seketika dia merasa sesak, Diandra juga pasti melakukan hal seperti itu pada Kak Ezanya.
Disaat dia memperhatikan Diandra, aktor tampan tersebut melihat ke arah Almaira. Mata mereka bersiborok, pria itu tersenyum pada Almaira. Bukan membalas senyum sang aktor, Almaira malah memutus kontak mata mereka.
"Yok, keluar" Rangga menghampiri keduanya dengan trolley yang sudah berisi tiga koper milik mereka.
Dipintu kedatangan sudah berdiri dua pria tampan, walau kembar mereka memiliki wajah yang berbeda. Rendra wajahnya perpaduan antara sang mama dan papanya sedangkan Rendy wajahnya menjadi duplikat sang papa.
Almaira segera menghambur kepelukan kedua kakaknya, diikuti Elisya dan Rangga.
"Hai Al" seorang wanita menyapa Almaira. Dia baru sadar kalau ada seorang wanita yang berdiri dengan kedua kakaknya.
"Al, El, Ga. Kenalikan ini Raisa, akan jadi teman kos kalian" Rendra memperkenalkan Raisa pada ketiganya.
"Terima kasih Mbak Raisa sudah mau repot-repot jemput kami bertiga" ucap Almaira.
__ADS_1
"Kebetulan tidak ada jadwal kuliah, jadi saya pikir tidak masalah ikut menjemput" jawab Raisa menjelaskan.
"Ayo kita kemobil" ajak Rendy.
Rendra, Rendy dan Rangga masing-masing sudah siap menarik koper menuju parkiran dimana kendaraan milik Rendra berada. Belum juga mereka melangkah seseorang memanggil Raisa dan Rendra.
"Raisa, Rendra" panggilnya.
Semua mengalihkan pandangan pada sember suara. Almaira sangat mengenali siapa yang memanggil Raisa dan kakaknya Rendra, dia Diandra sedang berjalan menuju ke arah mereka berdiri bersama pria yang tadi mereka lihat didalam.
"Hai Sa, apa kabar" sapa Diandra yang langsung cipika cipiki dengan Raisa.
"Baik. Bagaiman dengan kamu?"
"Aku baik, sudah lama ya kita nggak ketemu"
"Kamu yang selalu sibuk"
"Ah iya, ini aku baru pulang syuting bareng Noah"
"Kalian dari mana?" tanya Diandra saat melihat koper yang dipegang Rendra.
"Aku dan Rendra baru jemput adik Rendra dan teman-temannya" jelas Raisa.
"Ini Almaira adik saya, yang ini Elisya dan Rangga sahabat Almaira. Kalau Rendy udah pernah gw kenalin kan?"
"Oh iya, Rendy kebaran lo kan Ndra. Gw masih ingat kok"
Ditengah perbincangan antara Rendra, Raisa Rendy dan Diandra, Almaira merasa risih karena Noah berdiri disampingnya sangat dekat. Elisya dan Rangga sedang pamit ke toilet, sehingga dia hanya berdua dengan Noah walau tidak begitu jauh dengan kedua kakaknya. Laki-laki itu tiba-tiba berbisik ditelinganya.
"Kamu cantik"
Deng. Bukan suka dengan ucapan Noah, Almaira malah bergidik ngeri. Pasalnya laki-laki itu berani berbisik seperti itu sementara mereka baru saja berkenalan dan dia juga memiliki kekasih secantik Diandra. Tidak ingin terjadi sesuatu yang lebih jauh, Almaira berjalan mendekati Rendy lalu memeluk lengan kakaknya.
"Ayo kak, Al capek" bisiknya.
__ADS_1
Rendy yang megerti kode dari Almaira agar mereka segera menyelesaikan obrolan basa-basi antara Rendra, Raisa dan Diandra mengajak saudara kembarnya segera keparkiran.
"Kenapa?" tanya Rendy saat melihat Almaira seperti gelisah.
"Al, takut sama Noah. Matanya genit" jawab Al jujur. Saat mereka akan berpisah Noah mengedipkan sebelah matanya pada Almaira.
Rendra terkekeh, adiknya kesayangannya ini benar-benar masih polos.
"Sudah tidak perlu dipikirkan, belum tentu kamu akan bertemu lagi dengannya" Rendy mencoba menghibur adiknya.
Almaira mengangguk membenarkan. Kini perhatiannya beralih pada tangan yang bertaut di hadapannya. Saat ini Rendra dan Raisa berjalan didepan Almaira dan Rendy. Kakaknya menggengam tangan Raisa, dia bisa langsung mengartikan hubungan keduanya.
"Kak cik, Mbak Raisya itu pacar Kak cek yo?" tanya Almaira sambil berbisik ditelinga Rendy.
"Iyo" jawab Rendy dengan yakin.
"OMG" Almaira menepuk keningnya. "Ada yang patah hati ini kak" Rendy menghentikan langkahnya.
"Siapa?" tanya Rendy penasaran "Jangan katakan kalau itu El" lanjutnya.
Almaira memilih diam, bagaimana dia memberi tahu sahabatnya itu. Apa lagi mereka hampir sampai di toilet dimana Rangga dan Elisya melakukan hajat mereka.
"Kakak sudah curiga sejak dia meminta Rendra untuk jadi pendampingnya dimalam perpisahan" ucap Rendy setelah mereka berhenti di depan toilet. Sementara Rendra dan Raisa melanjutkan perjalanan mereka menuju parkiran.
"Sekarang bagaimana Al memberi tahu El kak?" Almaira benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Disatu sisi kakaknya dan satu sisi lagi sahabatnya.
Rendra tidak salah kalau menjatuhkan hatinya pada wanita lain, dia memang menyayangi Elisya sama seperti dia menyayangi Almaira. Sayang sebatas kakak pada adiknya, bukan cinta seorang pria pada wanita. Apa yang dilakukannya selama ini tidak lebih perhatian yang seperti dia berikan pada Almaira.
Elisya juga tidak salah, perasaan cintanya tumbuh begitu saja seiring waktu dan kebersaman mereka selama ini. Kasih sayang tulus Rendra diartikan berbeda oleh Elisya, walau dia menyadari apa yang dilakukan Rendra seperti perlakuan laki-laki itu pada Almaira.
"Biar dia tahu sendiri" Rendy memberi solusi pada Almaira.
"Kamu pura-pura tidak tahu hubungan antara Rendra dan Raisa" lanjutnya.
...Bila Aku Jatuh Cinta ...
__ADS_1
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...