BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
42. Rahasia


__ADS_3

Rangga POV


Melihat Alma yang sakit aku jadi tidak begitu semangat untuk kekampus, tapi hari ini ada materi pelajaran yang tidak bisa aku tinggalkan. Mau tidak mau aku harus tetap kekampus dan meninggalkan kebiasaanku yang selalu ada untuk Alma.


Biasanya aku dan Eli selalu ada disaat dia sakit seperti sekarang, walau sekedar mengingatkannya minum obat atau menemaninya berbincang biar tidak bosan sampai dia terlelap. Kak Rendra dan Kak Rendy juga biasanya selalu ada untuk Alma, kenapa kali ini kami semua tidak ada waktu menemaninya?


Untung saja sekarang ada Kak Reza yang bisa menemaninya kali ini, mungkin juga untuk seterusnya mengantikan aku, Eli dan kedua kakak kembar Alma. Tapi aku bersyukur Alma menemukan pria yang benar-benar menyayanginya dengan tulus seperti Kak Reza. Mendengar mereka akan bertunangan aku sangat bahagia, walau jujur aku takut kehilangan dia.


Aku takut kehilangan Alma dan Eli, dua wanita yang aku sayangi. Bagaimana aku tidak sayang pada keduanya, mereka berdualah yang selalu membantuku untuk menghapus rasa benci dan traumaku. Mereka yang ada disaat orang-orang sekitar merendahkan dan mencemoohku, termasuk bullying dari kedua kakak perempuanku dari ibu tua, istri pertama papaku. Aku benci bila mereka selalu mengolok-olokku, bila itu terjadi aku akan kembali teringat malam buruk yang pernah aku lalui.


Aku benci mengingat kejadian buruk itu, kejadian dimana aku anak laki-laki berusia sebelas tahun dipaksa untuk melayani nafsu seorang wanita gila, ya pantas ku sebut wanita itu wanita gila. Dia adik sepupu ibuku yang malam itu diminta tolong oleh ibu untuk menjagaku dirumah, bukan menjaga tapi dia menghancurkan hidupku. Bukan hanya menghancurkan, bahkan dia membuatku terpuruk sampai saat ini.


Tidak ada yang tahu peristiwa kelam yang aku alami malam itu, bagiku itu adalah aib yang harus kututup rapat. Kecuali Alma dan Eli yang entah mengapa saat pertama mengenal mereka aku langsung merasakan kehagatan yang mereka tawarkan, sehingga dengan mudah aku menceritakan malam kelam itu pada mereka. Dengan tanpa malu aku menceritakan semua rahasiaku pada mereka, bersyukurnya mereka benar-benar amanah sampai saat ini.


Aku jadi ingat semalam saat kami berbincang dibalkon yang ada dikamar Alma, dia memintaku untuk membuka hati pada seseorang. Memintaku untuk jatuh cinta dan berani menjalani satu hubungan dengan lawan jenis.


"Ga, Ayu sepertinya gadis yang baik"


Alma sengaja mengatakan itu untuk tahu isi hatiku, walau sebenarnya dia tahu aku tidak akan berbuat banyak pada Ayu jika benar aku ada perasaan pada gadis itu. Tidak, Ayu bagiku sama seperti Alma dan Eli, wanita-wanita yang aku sayangi tapi tidak untuk jadi pendamping hidupku.


"Jangan mengatakan yang tidak perlu dikatakan Al" aku mencoba agar Alma tidak membahas masalahku. Aku benci bila menyadari aku sebagai laki-laki tapi tidak sempurna.


"Ga, aku akan bertunangan dengan Kak Eza, Eli pun akan menemukan seseorang yang mencintainya"


"Kami mungkin akan sibuk dengan pasangan kami masing-masing. Aku juga ingin kamu memiliki seseorang yang kamu cintai dan mencintaimu dengan tulus Ga"


"Dengan kondisiku seperti ini?" aku tidak berniat membantah Alma, dia mungkin lupa dengan keadaanku dan aku hanya ingin mengingatkannya.


"Bagaimana kamu tahu kamu bisa atau tidak melakukannya, bila kamu tidak pernah mencoba untuk membuka hati dan melabuhkan hatimu pada seseorang Ga"


"Akan ada wanita yang benar-benar mencintaimu dan menerima segala kekurangan dan kelebihanmu. Bersamanya kamu akan mencoba mengembalikan rasa kepercayaan dirimu dan menjadikanmu laki-laki sempurna. Percayalah itu"


Alma tampak berkaca-kaca menatapku, Maafkan aku Al, bukan aku tidak mau tapi aku masih takut. Takut Bila aku jatuh cinta, maka aku akan menyakiti wanita yang aku cintai dengan keadaanku.


Wajah Alma yang pucat dan suhu badanya yang panas saatku pegang tadi membuat aku merasa bersalah, mungkin saja Almaira sakit karena memikirkan masalahku ditambah masalah Eli, Kak Rendra, juga masalah Kak Rendy atau masalah pertunangannya?

__ADS_1


Alma tidak akan sakit bila hanya kelelahan, aku sangat tahu itu. Dia gadis dengan fisik yang kuat dan sangat jarang sakit, kecuali saat dia sedang banyak pikirkan.


Aku baru saja sampai di kampus ditemani dengan lamunanku, perjalanan ini terasa sepi tidak seperti biasanya yang dipenuhi obrolan dan canda tawa antara aku, Eli dan Alma. Baru hari ini aku pergi kekampus seorang diri. Apakah ini yang Almaira katakan tadi malam? Lambat laun dan itu pasti kami tidak akan bisa lagi selamanya bertiga.


"Rangga" aku baru saja akan masuk kedalam kelas saat seseorang memanggil namaku. Viola? ada apa dia memanggilku?


"Ada apa mbak Vi?"


"Aku ingin bicara sesuatu padamu, ada waktu?"


"Bicara masalah apa mba?" tanyaku, jujur aku sedikit penasaran. Aku merasa tidak ada masalah yang melibatkan dia sehingga harus bicara empat mata.


"Kita duduk disana" dia menunjuk bangku yang ada dibawah pohon yang cukup rindang. Aku melihat pada benda yang melingkar di tanganku, masih ada waktu dua puluh menit lagi sebelum pelajaran dimulai. Akhirnya aku mengangguk setuju dan mengikuti dia yang berjalan didepanku.


"Ada apa mbak?" tanyaku lagi begitu kami sudah duduk berhadapan.


"Ga boleh tanya tentang hubungan Almaira dengan Ezra?" aku menyatukan alisku karena merasa aneh dengan pertanyannya ada urusan apa dia mau tahu hubungan Alma dan Kak Reza?


"Maksudku, mereka benar saling cinta atau hanya didepan publik saja?"


"Mereka saling MENCINTAI bukan saat ini saja, bahkan sejak empat tahun yang lalu" aku sengaja menegaskan kata mencintai, mungkin saja dia ingin mendekati Kak Reza sehingga bertanya seperti itu.


Kulihat wajahnya tersenyum lega. Aku jadi heran, itu tandanya dia senang Alma dan Kak Reza saling mencintai. Kenapa? Ada apa sebenarnya?


"Syukurlah" gumamnya tapi masih bisa aku dengar.


"Apa sebenarnya yang mbak ingin tahu?"


"Tidak ada Ga, aku hanya ingin memastikan saja. Kalau memang Almaira mencintai Ezra itu bagus, berarti selama ini kekasihku saja yang mencintainya" Viola menutup mulutnya, sepertinya dia lepas kotrol mengatakan itu semua.


"Apa Alma kenal kekasih Mbak Vi?" dia mengangguk mungkin sudah terlanjur aku tahu.


"Bukan hanya kenal, mereka bahkan sangat dekat. Karena itu aku takut sebenarnya mereka saling mencintai"


"Siapa?" tanyaku semakin penasaran.

__ADS_1


"Lupakan Ga, anggap aku tidak pernah menanyakan ini"


Dia berdiri lalu berjalan begitu saja meninggalkan aku sendiri, menyisahkan pertanyaan yang bersemayam dikepalaku.


Siapa laki-laki yang dekat dengan Alma selain aku, Kak Reza, Kak Rendra dan Kak Rendy? Kak Jevan? Tidak mungkin, Alma tidak begitu dekat dengannya. Lalu? Akan kucari tahu nanti kalau pelajaranku sudah selesai hari ini.


Dengan rasa penasaran yang tinggi, begitu kelas selesai aku mencari Viola untuk menanyakan siapa kekasihya.


"Viola baru saja pergi" jawab Haris saat kebetulan aku menemukannya.


"Ada apa?" tanya Haris lagi, sepertinya dia penasaran aku mencari Viola.


"Kak, kakak tahu siapa pacar Viola?" tanyaku pada Haris. Mungkin saja laki-laki ini tahu karena kulihat mereka cukup dekat, atau bisa saja dialah orangnya.


"Aku tidak tahu siapa orangnya, tapi yang kutahu dia anak fakultas komputer, Viola sepertinya sedang kesana"


Aku berterima kasih pada Haris dan segera meninggalkannya untuk menyusul Viola. Benar saja dari sini aku bisa melihat gadis itu yang sepertinya menuju kantin. Aku sengaja tidak memanggil dan hanya mengikutinya saja, dia pasti akan menemui kekasihnyakan. Anak komputer, mungkinkah kakak tingkat Alma dan Eli?


Dave? Viola menghampiri Dave dan teman-temannya yang sedang menikmati minuman mereka. Mereka yang tadi sibuk bercerita seketika diam begitu kehadiran Viola disana.


"Kak kenapa kamu menghindariku akhir-akhir ini?" kulihat Viola tampak terlihat sangat kesal.


Kak Dave menarik Viola dan membawanya pergi dari kantin menuju tempat yang memang sangat jarang dilewati mahasisiwa.


"Aku tidak menghindarimu Vi, aku tidak ingin kamu dituduh Cecilia sebagai orang ketiga diantara kami. Bukankah aku sudah menjelaskannya padamu"


"Tapi kamu berubah setelah Almaira datang kak, diakah gadis kecil yang kau cintai seperti ceritamu?"


"Dia akan bertunangan dan menikah dengan sepupuku. Jangan bawa-bawa dia dalam hubungan kita"


"Bukankah kamu sudah tahu bahkan sebelum kita tidur bersama kalau aku mencintai gadis kecilku, selama dua tahun ini kamu tidak pernah mempermasalahkannya, bahkan saat aku memanggilnya disaat kita bercinta"


Satu rahasia besar yang aku ketahui hari ini. Kak Dave mencintai Almaku, dan diapun selama ini berselingkuh dengan Viola yang jelas-jelas sahabat Cecilia. Haruskah aku juga merahasiakan ini?


...Bila Aku Jatuh Cinta...

__ADS_1


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2