
Keluarga Harley bukan keluarga yang mendendam, Cecilia dan kelompoknya dibebaskan bersyarat. Jika sampai mereka kembali melakukan kesalahan yang mengganggu keluarga dan orang-orang terdekat keluarga Harley, maka Zein tidak akan melepaskan mereka lagi.
Papa Ahmad menceraikan ibu kandung Noah, putranya sudah mengijinkan sehingga tidak ada alasan lain lagi untuk mempertahankan ibunya Noah sebagai istrinya. Terlebih lagi Noah juga sudah mau membantunya di perusahaan yang kelak akan diwariskan pada Noah, Elisya dan Deon. Papa Ahmad merasa lega dan bahagia, dia bisa menyatukan ketiga anaknya walau terlahir dari rahim yang berbeda.
Elisya juga sudah bisa menerima istri papanya yang sekarang sebagai ibu tirinya. Keluarganya bisa dikatakan baik-baik saja sekarang, papa dan mamanya sudah bahagia dengan keluarga mereka masing-masing. Tapi tidak dengan hatinya, dia belum bisa mengembalikan rasa yang hilang pada Rendra. Begitupun Rendra belum bisa menumbuhkan benih cinta dihatinya walau dia menyayangi Elisya dan selalu memikirkan keadaan gadis itu.
Waktu berganti hari dan hari berganti bulan, sudah enam bulan berlalu setelah acara pertunangan Almaira. Hari ini Elisya memiliki kesempatan untuk bicara empat mata dengan Rendra yang jarang sekali mereka lakukan.
"Kak, aku tidak sendiri lagi sekarang. Aku sudah memiliki dua keluarga yang menyayangiku, keluarga dari papa dan keluarga dari mama" Elisya menjeda ucapannya.
"Aku Elisya, tidak akan menangisi lagi kehilangan orang tua. Bahkan aku sekarang memiliki dua ayah dan dua ibu" Elisya mengatakan dengan senyum bahagia di hadapan Rendra.
"Aku membebaskan kakak dari tanggung jawab sebagai calon suamiku karena permintaan papa. Carilah kebahagiaan kakak, karena aku sudah mendapatkan kebahagianku yang hilang, yaitu keluarga"
Elisya diam sambil menatap sungai musi yang tampak tenang. Mereka saat ini berada di kampung arab, keduanya baru saja mengunjungi salah satu saudara Papa Dhani untuk memberikan undangan pernikahan Rendy dan Selena.
"El, jangan pernah berubah" pinta Rendra.
"Adik kakak satu ini tidak akan pernah berubah"
"Akhh lupa" Elisya menepuk keningnya.
"El bukan memiliki dua keluarga tapi tiga keluarga"
"Eli masih adik kakak kan? Dan masih jadi anak Papa Dhani dan Mama Rahma juga?" lanjut Elisya sambil terkekeh.
"Tentu Papa Dhani dan Mama Rahma itu punya enam anak" jawab Rendra.
"Iya ketambahan aku dan Rangga" keduanya tertawa bersama.
Ada persaan lega dalam hati keduanya saat ini, kecanggungannya diantara mereka berdua beberapa bulan terakhir lepas sudah. Mereka sudah kembali bercanda seperti dulu lagi.
"Begini lebih baik dan bahagia" gumam Elisya yang hanya bisa didengarnya sendiri.
Rangga didaulat jadi tour guide oleh Lola, Putri dan Arya. Ketiga sahabat itu memaksa Ezra mengajak mereka liburan di Palembang.
"Om, liburan kita bertiga ikut ke Palembang" ucap Putri kala mereka sedang berkumpul dikediaman Ayah dimas.
"Mau ganggu om pacaran ya?" goda Ezra.
__ADS_1
"Ishhh, kita mau jalan-jalanlah disana. Belum pernah keliling seluruh Palembang" sahut Lola.
"Bener tu om. Ada Kak Rangga yang siap jadi tuor guide kita" timpal putri.
"Ok omku yang paling ganteng" rayu Lola membuat Ezra geleng kepala tentang kelakuan dua abg tersebut.
Disinilah Lola dan Putri sekarang berada, duduk di dalam perahu bersama Rangga dan Arya menuju pulau kemaro yang cukup terkenal dengan pagoda yang berlantai sembilan sehingga menjadi salah satu tujuan yang sering dikunjungi wisatawan.
Ezra memasrahkan kedua keponakannya dan Arya pada Rangga, karena dia memilih untuk bersama Almaira, membantu Rendy mempersiapkan pernikahannya yang akan diadakan satu minggu lagi.
"Kak tolongin Lola" Rangga mengulurkan tangannya pada Lola yang akan turun dari perahu.
Mereka sudah sampai dipulau kemaro. Sebelumnya dia sudah membantu Putri dan Arya. Rangga pikir Arya yang akan membantu Lola karena itu dia pergi begitu saja sampai Lola memanggilnya.
"Kakak jahat banget sih sama Lola. Kok hanya Putri yang dibantuin" ucap Lola begitu sampai di daratan.
"Maaf, tadi kirain Arya yang mau bantu Lola" jawab Rangga jujur.
Sampai saat ini Rangga tidak bisa bohong pada dirinya, dia menyukai Lola tapi dia sangat tahu Lola yang menyukai Arya. Mata gadis itu tidak bisa berbohong saat melihat Arya.
"Arya itu tipe suami yang cuek kak, dia menganggap aku ini wanita yang mandiri, kadang-kadang dia lupa kalau aku ada. Padahal yang namanya wanita butuh perhatian"
"Kenapa kak? Sakit kepala? Kok geleng-geleng" tanya Lola beruntun.
"Tidak ada apa-apa" jawab Rangga lalu menarik tangan Lola untuk jalan lebih cepat menyusul Putri sementara Arya telah hilang entah kemana.
"Kita minum air kelapa dulu disana sambil menunggu Arya" ajak Rangga sambil menunjuk salah satu tenda yang ada tempat duduknya.
"Dari sini kalian mau kemana lagi?" tanya Rangga.
"Terserah kak kemana saja kakak mau bawa kita berkeliling" Putri yang menjawab.
"Karena kita sudah sewa perahu, dari sini kita langsung ke kampung Arab saja. Kalau disini budaya Tionghoa yang kita jumpai, di kampung Arab kita menemukan orang-orang keturunan arab yang tinggal dipinggir sungai musi" jelas Rangga.
"Di kampung itu juga terdapat kedai kopi yang menyediakan kopi khas buatan dari kampung itu, kita kesana nanti. Kita bisa menikmati secangkir kopi dan ditemani dengan pemandangan indah Sungai Musi yang akan memanjakan mata kalian"
"Seru tuh kak" jawab Putri.
"Satu hal lagi" ucap Rangga.
__ADS_1
"Kalian kalau ketemu jodoh disana diperbolehkan, tapi kalau kakak yang menyukai gadis disana tidak diijinkan" jelas Rangga.
"Kok gitu?" tanya Lola penasaran.
"Iya, karena gadis disana tidak boleh menikah dengan pria yang ada diluar kampung mereka. Sementara pihak laki boleh mempersunting wanita dari luar kampung"
"Kalian disini?" Arya yang entah dari mana menyapa mereka memotong cerita Rangga.
"Dari mana aja lo Ar?" Putri yang bertanya.
"Heheh... biasa ada cewek cantik. Jadi gue kejar"
Rangga terkekeh, Putri menggelengkan kepala sementara Lola membuang muka.
"Jangan marah, Lola tetap istri tua Arya" Arya terkekeh sambil merangkul Lola.
"Jadi laki jangan playboy Ar" Rangga mencoba menasehati.
"Mumpung masih bebas kak, wajarkan cari-cari" jawab Arya tanpa peduli perasaan gadis yang ada di sebelahnya.
"Kalau yang dekat sudah ada yang baik kenapa harus cari yang lain. Belum tentu yang lain itu lebih baik dan bisa menerima kita apa adanya" jelas Rangga.
Rangga bicara tentang dirinya sendiri, suatu saat dia akan bahagia dengan mencari pendamping yang mau menerima segala kekurangannya. Termasuk tentang traumanya yang mungkin sedikit kesulitan saat berhubungan suami istri. Almaira dan Elisya juga sudah memintanya berobat, mereka sudah memiliki penghasilan sendiri yang hasilnya lebih dari cukup untuk biaya pengobatan Rangga.
"Benar apa yang dikatakan kak Rangga" sahut Lola sambil memandang sinis Arya.
Tanpa ketiganya ketahui kalau Arya sengaja menjauh dari mereka. Dia ingin Lola dekat dengan Rangga, seperti yang dia yakini Rangga memiliki rasa pada Lola. Dia sengaja bersikap menyebalkan pada Lola agar gadis itu ilfil padanya dan menjauh. Bukan Arya tidak suka pada Lola tapi ada Putri yang harus dia jaga hatinya.
Untuk menghindari keributan antara Lola dan Arya, Rangga menyarankan mereka untuk berkeliling dipulau ini sambil mengabadi setiap moment. Puas berkeliling Rangga mengajak mereka kembali ke perahu yang mereka sewa untuk melanjutkan perjalanan ke kampung Arab, sesuai yang Rangga katakan pada Putri dan Lola.
Sampai dikampung Arab mereka langsung menuju kedai kopi yang Rangga ceritakan. Disana mereka melihat Rendra dan Elisya yang sedang menikmati pemandangan sungai sambil menikmati secangkir kopi.
"Nah... ketahuan lagi kencan" Lola mengagetkan Rendra dan Elisya yang sibuk dengan pikiran masing-masing, membuat yang lain tertawa melihatnya.
"Ishhh kalian menganggu saja" Elisya mengerucutkan bibirnya seolah-olah kesal.
"Ayo duduk disini" Rendra mempersilakan Rangga, Arya, Putri dan Lola bergabung bersmanya dan Elisya.
...Bila Aku Jatuh Cinta...
__ADS_1
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...