BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
72. Calon Pacar


__ADS_3

Setelah acara pernikahan Rendy selesai dua hari kemudian Almaira, Ezra, Rendra dan Anindya pulang ke Jakarta, sementara Rangga, Ayu, Noah dan Elisya tetap tinggal di Palembang karena ada acara keluarga besar mereka.


"Aku malas sebenarnya hadir di acara seperti ini" bisik Elisya pada Rangga saat mereka sudah berkumpul dengan keluarga besar mereka.


"Sudah tahu malas malah ngajakin aku" rutuk Rangga pada Elisya yang hanya menyengir kuda.


"Lagian nggak biasanya kamu mau El"


"Ya sekali-sekali Doel biar kenal saudara yang lain juga, bukan hanya Rangga Abdoelah doang yang aku kenal sebagai sahabat sekaligus saudara. Lagian kita sekarang bukan orang biasa yang bisa mereka olok-olok lagi karena status kita seperti dulu"


Keduanya hampir tidak pernah hadir diacara keluarga besar mereka seperti hari ini setelah beberapa kali mereka hadir hanya sebagai bahan olokan, merasa tidak dianggap ada dikeluarga besar mereka, keduanya sering menghindar untuk hadir di acara ini dengan sejuta alasan. Tapi kali ini mereka tidak punya pilihan setelah Ayah Fauzi meminta Rangga menemani Ayu untuk pertama kalinya kenal keluarga dari ayahnya. Sementara Elisya diminta Papa Ahmad untuk hadir karena keluarga mereka sekarang sudah baik-baik saja.


"Ya kamu benar El, bukankah Alma menyetujui kontrak-kontrak kita agar kita bisa dilihat lebih oleh mereka. Terutama dua wanita itu" tunjuk Rangga pada kedua kakak perempuannya.


Noah baru selesai bicara dengan beberapa tetua dikeluarga mereka, dia berjalan menghampiri Rangga dan Elisya dan ikut duduk di samping Ayu.


"Membosankan" gumam Noah.


Walau kecil masih bisa didengar oleh Rangga, Elisya dan Ayu. Membuat Elisya dan Rangga terkekeh.


"Makanya, kakak jangan suka maksain orang buat datang keacara ini" sahut Elisya.


Noah terkekeh sambil mengacak-acak rambut adikya, dia yang memaksa Elisya untuk hadir diacara ini. Dia hanya ingin Papa Ahmad sekarang bangga dengan keluarganya, walau sudah tidak bersama ibunya lagi tapi Papa Ahmad memiliki tiga anak yang saling menyayangi.


Sepanjang acara Noah lebih banyak bicara dengan Ayu yang ternyata bagi Noah enak diajak berbincang. Sementara Rangga dan Eli sibuk dengan urusan mereka berdua entah kemana.


"Kamu masih tinggal di panti asuhan?" tanya Noah pada Ayu. Gadis itu mengangguk.


Noah sedikit banyak tahu tentang Ayu dari Elisya, menurutnya Ayu itu gadis yang mandiri dan kuat. Ayu tidak mempersalahkan bila orang bertanya mengapa dia masih tinggal di panti, dia malah akan bangga dengan dirinya.


"Kak Rangga sama Yuk Eli kemana ya kak?" tanya Ayu pada Noah.


"Kenapa?"


"Ayu tidak ada yang kenal sama mereka, Kak Rangga janji jagain Ayu kalau ada keluarga yang banyak tanya tentang Ayu" jawab Ayu jujur.


"Nggak usah takut. Ada saya yang akan jagain kamu" Noah mencoba menenangkan Ayu.


Sementara itu di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin ll, pesawat yang akan membawa Almaira, Ezra, Rendra dan Anindya terbang ternyata delay. Mereka sekarang masih duduk menunggu diruang tunggu, Rendra tampak sibuk berbincang dengan Anindya. Yang mereka bahas apa lagi kalau bukan dunia kedokteran dan kesehatan karena profesi mereka yang sama.


"Ai bagaimana kalau kita jodohkan saja Rendra sama Anin, sepertinya mereka cocok" bisik Ezra ditelinga Almaira.


"Nggak usah Bi, kalau jodoh mereka akan bersatu dengan sendirinya" jawab Almaira.

__ADS_1


"Seperti kita" sambung Almaira.


"Emang udah yakin kita jodoh? Kita belum nikah lho" godaan Almaira membuat Ezra kesal.


"Ai, Aku cium kamu sekarang disini mau? Biar semua tahu gadis cantik ini tunagan dan calon istri seorang Ezra Syahreza" ucap Ezra.


"Siapa takut" tantang Almaira.


Almaira sangat tahu, tidak mungkin Ezra berani menciumnya ditempat umum. Bisa-bisa akan ada gosip baru lagi tentang mereka. Beberapa waktu yang lalu mereka di terpa berita tidak enak, sebuah berita online memberitakan kehamilan Almaira.


Entah siapa yang mengabadikan foto Almaira dan Ezra yang terlihat sedang duduk di kursi tunggu klinik bersalin, di sekitar mereka terlihat jelas banyak pasangan dengan istri mereka yang sedang hamil. Kenyataannya saat itu mereka berdua sedang menemani Nayla yang kontrol kandungan sehabis melahirkan.


"Nanti sampai kos-kosan habis kamu Ai, Bimbi makan" ancam Ezra.


"Takut ih.. ternyata Bimbi kanibal" jawab Almaira.


Ezra merangkul tunangannya dengan gemas. Hanya bisa mengecupi pucuk kepala gadis kecilnya yang sudah jadi candu untuknya.


"Ai kita nikahnya besok gimana?" tanya Ezra disela-sela kecupannya di pucuk kepala Almaira.


"Jangan mulai lagi Bi" sahut Almaira.


"Udah nggak kuat Al" bisik Ezra membuat Almaira bergidik ngeri.


"Jauh-jauh sana Bi" Almaira mendorong Ezra menjauh. Bukan sekali dua kali Ezra mengungkapkan hasratnya.


"Kenapa Al?" tanya Rendra saat adiknya memeluk lengan dan menyandarkan kepala dibahunya.


"Kalau berantem kayak anak kecil kamu Al" kekeh Rendra begitu melihat Ezra mendekat dan meminta maaf pada adiknya.


"Reza udah minta maaf baikan dong. Udah mau nikah juga masih kayak anak TK" ledek Rendra.


Anindya yang melihat dan mendengar ucapan Rendra hanya bisa tertawa pelan. Dia bisa melihat Rendra adalah kakak yang sangat perhatian dan sayang pada Almaira. Dia juga bisa melihat Ezra benar-benar mencintai Almaira. Pria itu bahkan tidak malu meminta maaf pada tunangannya didepan banyak orang, demi tidak ingin seorang Almaira yang dicintainya marah berlarut-larut.


Ezra duduk disamping Almaira dan menarik Almaira yang masih merangkul lengan Rendra masuk dalam pelukannya.


"Maaf Ai" kini kedunya saling tatap dan saling melempar senyum.


Baru saja Ezra akan mengecup kening Almaira sebagai permintan maafnya, suara panggilan untuk penumpang menuju Jakarta dipersilakan untuk menaiki pesawat yang akan membawa mereka terbang.


Rangga dan Elisya mencari udara segar diluar ruangan dimana acara keluarga besar mereka sedang berlangsung. Kesempatan ini dimanfaatkan Rangga untuk cerita pada Elisya tentang Lola. Kemarin dia juga sudah memberi tahu Almaira. sahabatnya itu mendukung kalau memang itu bisa membuat Rangga bahagia.


"Kalau dia bisa membantu menyembuhkanmu aku mendukung keputusanmu Ga. Aku akan bahagia bila kamu bahagia, aku yakin kamu tahu yang terbaik untuk kamu" ucap Almaira setelah Rangga menceritakan apa yang dia sepakati dengan Lola.

__ADS_1


flash back


"Kak Rangga, mau nggak jadi pacar Lola?" pertanyaan Lola membuat jantung Rangga berdebar dan juga merasa heran.


"Arya?" tanya Rangga.


"Kenapa dengan dia? Lola tidak ada hubungan apapun selain persahabatan. Lagian ya kalau Lola jadian sama Arya yang ada Lola akan sakit hati terus tiap hari" jawab Lola.


"Terus kenapa mlilih saya?" tanya Rangga lagi.


"Hanya Kak Rangga yang Lola kenal sebagai pria yang baik. Teman Lola mau temanan sama Lola hanya karena Lola dari keluarga berada. Mereka nggak tulus kak" jawab Lola jujur.


"Terus ya kak, ada yang ngajak Lola ngedate di hotel"


"What?" sela Rangga terkejut dengan penjelasan Lola.


"Benernan kak, ya Lola tolak dong. Bisa-bisa nggak diaku anak lagi sama Mommy Nay dan Daddy Sandy. Terus dia bilang gini ke Lola" Lola menarik nafas panjang.


"Pantes aja kamu nggak punya pacar, diajak ngedate di hotel saja tidak mau" lanjut Lola ucapannya menirukan apa yang diucapkan cowok yang ngajaknya kencan.


"Lalu?" tanya Rangga lagi. Lola menyengir kuda.


"Kalau Kak Rangga yang jadi pacar Lola nggak akan minta yang aneh-aneh, karena Kak Rangga pria sejati yang baik dan tidak sombong" Rayu Lola pada Rangga.


"Berani ngegombal nih" Rangga menggoda Lola.


"Siapa yang ngegombal, orang Lola beneran" bantah Lola ucapan Rangga.


"Yang benar kamu nggak usah punya pacar kalau masih sekolah" nasehat Rangga untuk remaja satu ini.


"Tuhkan Lola di tolak" ucap Lola sedih.


"Bukan di tolak Lola, tapi kamu kalau mau pacaran lulus sekolah dulu"


"Kakak mau nungguin Lola sampe lulus nggak?"


Entah apa yang Rangga pikirkan, dia menganggukan kepala tanda setuju dengan permintan Lola.


"Terima kasih kak, tunggu Lola lulus" Lola mencium pipi Rangga cepat lalu meninggalkan Rangga sendiri sambil berteriak.


"Lola sayang kak Rangga calon pacar Lola"


Jangan tanya bagaimana Rangga, jantungnya berdetak lebih kencang. Satu hal yang membuat Rangga bahagia, dia bisa merasakan miliknya yang membesar, yang tidak pernah dia rasakan lagi setelah peristiwa kelam itu.

__ADS_1


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2