
Sudah hampir lima hari ini Ibu Sri, ibu kepala panti dimana Ayu tinggal memperhatikan Ayu yang sering melamun dan tidak konsentrasi dengan pekerjaanya. Tepatnya setelah mereka membawa anak-anak panti menghadiri acara tujuh bulanan yang diadakan di kediaman Ayah Dimas.
Bahkan saat itu, Ibu Sri meminta Ayu untuk menemui dan menyapa Rangga. Gadis yang sudah dianggap seperti putrinya sendiri itu menolak, tidak seperti biasanya Ayu bersikap datar bila nama Rangga disebut. Ayu yang biasanya sangat senang bila nama Rangga disebutkan kini seolah tidak peduli.
"Ayu" Ibu Sri memanggil Ayu untuk kesekian kalinya, tapi gadis itu tetap saja diam tanpa menjawab panggilannya.
"Yu" Ibu Sri menepuk lengan Ayu membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.
"Ada apa? Bude perhatikan kamu beberapa hari ini sering melamun"
"Tidak ada apa-apa bude" jawab Ayu yang sudah pasti berbohong.
Ayu patah hati, itulah yang dia rasakan saat ini. Perhatian Rangga padanya selama ini sudah menubuhkan rasa kagum dan mendamba pada pria itu. Tapi Ayu harus sadar diri begitu dia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat seorang wanita cantik merangkul dan bersandar pada bahu Rangga dengan manja. Bahkan kakak angkatnya itu terlihat sangat nyaman dengan itu semua, dia melihat tawa dan senyum bahagia Rangga yang tidak pernah dilihatnya.
"Jangan menyembunyikan apapun pada budemu ini Yu" Ibu Sri bicara sabil mengawasi anak-anak panti bermain.
"Apa kamu memikirkan Mas Ranggamu?" tanya Bu Sri lagi. Ayu menggelengkan kepala.
"Tidak pantas bagi Ayu memikirkan Mas Rangga bude. Ayu harus tahu siapa Ayu ini, hanya anak kecil yang kebetulan menolong anak orang kaya sehingga mendapat balasan seperti sekarang ini" jawab Ayu.
Ibu Sri menghela nafasnya dengan kasar. Dia merasa bersalah menyembunyikan rahasia besar dalam hidup Ayu sehingga menjalani hidup seperti sekarang ini.
"Yu, kamu memang tidak boleh menaruh hati pada Mas Rangga sebagai seorang wanita. Tapi kamu bisa menyanginya sebagai saudaramu"
Ayu hanya diam menanggapi ucapan budenya. Tidak perlu diberi tahu dia sudah menyadarinya, tapi hatinya saat ini menentukan jalannya sendiri. Itu yang membuat Ayu tersiksa, disatu sisi dia menginginkan, disisi lain dia harus menepisnya.
"Bude ingin bercerita sesuatu yang harus kamu ketahui Yu" Ayu menoleh pada Ibu Sri.
"Dengarkan baik-baik" pinta Ibu Sri pada Ayu.
"Delapan belas tahun yang lalu, ada seorang wanita muda menemukan seorang pria yang kecelakaan. Pria itu penuh luka dan tidak sadarkan diri, sama seperti saat kamu menemukan Mas Rangga" Ibu Sri memulai ceritanya.
"Wanita muda itu melakukan hal yang sama denganmu, dia meminta bantuan pada seorang pria yang merupakan tetangganya untuk membantu pria itu"
__ADS_1
Ayu tertarik mendengar apa yang diceritakan Ibu Sri, terlebih lagi budenya menceritakan seorang wanita yang melakukan hal yang sama dengannya.
"Karena jarak rumah sakit yang jauh dan tidak ada kendaraan yang bisa membawa pria itu kesana, wanita muda dan pria tetangganya tersebut memutuskan untuk mengobati pria itu dirumah wanita muda tersebut" lanjut Ibu Sri setelah diam sesaat.
"Sampai dirumah wanita muda itu, pria tersebut langsung mendapatan perawatan dari wanita muda itu dan ibunya yang memang biasa diminta bantuan para warga untuk merawat orang-orang yang sakit"
"Tidak hanya wanita muda dan ibunya saja yang membantu, istri pria muda tetangganyapun ikut membantu merawat pria tersebut"
"Setelah tiga hari, pria yang terluka itu sadarkan diri. Tapi ternyata dia tidak ingat apapun tentang dirinya dan siapa dia"
"Kebetulan sekali saat pria itu sadar, hari itu adalah jadwal kunjungan dokter ke desa tersebut. Setelah diperiksa, dokter mengatakan kalau pria itu kehilangan ingatannya yang biasa disebut amnesia"
Ibu Sri meraih cangkir teh yang dibawanya sendiri tadi, dia meminum teh itu untuk menghilangkan haus karena bercerita dan juga ingin menenangkan hatinya karena cerita selanjutnya adalah cerita yang sangat penting bagi Ayu. Ibu Sri menarik nafas panjang lalu melepaskannya berlahan, dia siap untuk bercerita lagi.
"Karena pria tersebut tidak ingat apa-apa, akhirnya sang ibu wanita itu meminta pria tersebut untuk menikahi anaknya. Dia tidak tega mengusir pria itu, tapi dia juga tidak ingin terjadi sesuatu pada putrinya. Karena wanita muda dan pria itu terlihat sama-sama saling menyukai"
"Tak ada penolakan dari pria itu karena dia memang sudah jatuh hati pada wanita muda yang membantunya. Begitupun wanita muda itu sudah jatuh cinta pada pria tampan yang dia tolong"
"Pucuk dicinta ulampun tiba. Karena saling mencintai keduanya menikah"
Ibu Sri kembali menarik nafas panjang dan menghembuskannya berlahan, bibirnya sedikit bergetar dan matanya mulai berkaca-kaca. Berat baginya untuk menceritakan kisah ini pada Ayu, tapi tidak ada pilihan lain. Dia sudah bercerita sejauh ini.
"Kenapa bude sedih?" tanya Ayu yang heran melihat perubahan wajah Ibu Sri.
"Tidak apa-apa, bude hanya sedih mengingat kisah ini" jawab Ibu Sri dengan bibir yang bergetar.
"Tidak perlu dilanjutkan kalau bude tidak sanggup" ucap Ayu, dia tidak ingin Ibu Sri sedih hanya karena cerita yang Ayu tidak mengerti maksud dan tujuan dari ceritanya.
"Bude akan lanjutkan, karena ini sangat penting" jawab Ibu Sri lalu melanjutkan ceritanya.
"Pria itu bekerja di kebun, tapi dia tidak terlalu pandai bekerja dikebun. Akhirnya dia ikut pria tetangganya untuk kerja dikota. Tapi..." Ibu Sri menghentikan ceritanya.
"Tapi apa bude?" Ayu jadi penasaran.
__ADS_1
"Setelah dua hari bekerja dikota, pria itu diculik oleh orang tidak dikenal ditempat tinggalnya dikota bersama pria tetangganya. Entah siapa mereka, pria tetangganya tidak tahu"
"Saat pulang ke desa, pria tetangganya menceritakan kejadian yang dialaminya dan pria yang terluka itu pada wanita muda dan ibunya"
"Kesedihan menyelimuti wanita muda tersebut, karena dia ingin menyampaikan berita bahagia pada suaminya kalau dia sedang hamil"
"Jadi wanita itu hamil dan suaminya tidak tahu karena diculik?" tanya Ayu antusias. Ibu Sri mengangguk membenarkan pertanyaan Ayu.
"Sampai akhirnya wanita itu akan melahirkan, pria yang sudah menjadi suaminya tidak juga kembali. Yang lebih menyedihkan lagi wanita itu tidak bisa merasakan menggendong bayinya, karena dia harus pergi selamanya. Dua jam setelah melahirkan, desa tempatnya tinggal mengalami bencana. Wanita muda itu termasuk dalam korban bencana, karena tubuhnya yang tidak berdaya sehabis melahirkan"
Ayu menegang, dia merasakan sesuatu yang seakan mengingatkan dirinya pada dia dan ibu kandungnya. Ibunya meninggal setelah melahirkannya karena bencana yang melanda desa mereka, itu yang diceritakan nenek Ayu padanya. Sementara ayahnya menurut nenek Ayu sudah pergi lebih dahulu sebelum Ayu lahir.
"Wanita itu melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik, persis seperti ibunya"
"Bagaimana kehidupan bayi perempuan itu? Apa ayahnya kembali?" tanya Ayu penasaran.
"Saat anak perempuan itu berusia delapan tahun, dia melakukan hal yang sama dengan ibunya. Membantu anak kecil yang terluka, membawanya pulang kerumah dan merawatnya. Ternyata apa yang dilakukannya membawanya bertemu dengan sang ayah"
"Ayahnya tak kala terkejut kala dia tahu kalau dia sudah memiliki putri dengan wanita muda yang menolongnya saat itu. Karena saat desa itu terkena bencana pria itu datang untuk mencari keberadaan istrinya, namun sayangnya dia menemukan nama istrinya dalam korban bencana tersebut dan memutuskan kembali kekota dan menghapus kenangannya di desa itu"
"Yang lebih membuatnya terkejut adalah putri yang tidak pernah dia ketahui ada, telah menolong putra kesayangannya"
Suasana seketika hening. Baik Ibu Sri dan Ayu sama-sama terdiam, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Sampai akhirnya Ayu memberanikan diri bertanya pada Ibu Sri.
"Apakah bayi perempuan itu Ayu bude?" tanya Ayu sambil bergetar.
Ibu Sri terisak sambil menganggukkan kepalanya. Ayu yang melihat itu tidak dapat menahan sesak di dadanya, selama ini dia menyimpan rasa pada kakaknya sendiri.
"Jadi Mas Rangga adalah kakak Ayu dan Ayah Fauzi itu benar-benar ayah Ayu?" tanya Ayu lagi untuk meyakinkan.
Ibu Sri kembali hanya mengangguk membenarkan. Dia sudah tidak bisa bicara lagi karena tangisnya, hatinya sedih menceritakan ini semua. Tapi tidak dipungkiri dia juga merasa beban yang selama ini dia pikul telah hilang, rahasia yang dia simpan selama ini selalu membuatnya merasa menaruh beban berat dipundaknya.
"Apakah cerita ini benar adanya bu?" tanya seseorang yang mengejutkan Ayu dan Ibu Sri.
__ADS_1
...Bila Aku Jatuh Cinta...
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...