
Andra tidak menangapi pertanyaan Noah, dia lebih memilih meninggalkan sahabatnya itu menuju panggung hiburan yang disediakan. Lebih baik dia menyumbangkan suaranya di pesta siang ini untuk kedua mempelai yang sedang berbahagia dari pada melihat sesuatu yang tidak ingin dilihatnya.
"Selamat siang semuanya" Sapaan Andra menarik antensi semua yang hadir. Begitupun Elisya yang sangat kenal baik suara tersebut beberapa bulan terakhir ini.
"Selamat untuk kedua sahabat saya, Ezra dan Almaira yang sedang berbahagia hari ini. Semoga menjadi keluarga yang samawa" Andra melihat ke pelaminan dimana Almaira dan Ezra juga sedang melihat ke arahnya dan tersenyum.
"Baiklah saya akan menyanyikan sebuah lagu yang saya persembahkan khusus untuk kedua mempelai, semoga lagu sampai tutup usia milik Angga yang akan saya bawakan bisa mewakili perasaan kedua mempelai dan juga para tamu undangan yang sudah memiliki tambatan hati. Semoga kalian semua bahagia"
Aku tercipta oleh-Nya untuk selalu cintai kamu
Beri aku kesempatan ′tuk bahagiakan dirimu
Kamu tercipta oleh-Nya untuk selalu aku cintai
Genggam erat tangan ini, jangan sampai kau lepaskan
"Itu Andra, bukannya dia..."
"Kami sudah tidak bersama" potong Elisya ucapan Fian.
"Ohh, kalau begitu.." Fian tidak melanjutkan ucapannya takut Elisya tidak suka.
Sampai aku tutup usia
'Kan ′ku jaga hatimu sampai aku tua
Walau keriput di pipimu terlihat
Takkan goyahkan cintaku yang begitu kuat
Kamu tercipta oleh-Nya untuk selalu aku cintai
Genggam erat tangan ini, jangan sampai kau lepaskan
Sampai aku tutup usia
'Kan 'ku jaga hatimu sampai aku tua
Walau keriput di pipimu terlihat
Takkan goyahkan cintaku yang begitu kuat (Ah-ah-ah-ah...)
__ADS_1
"Kalau begitu apa?" tanya Elisya penasaran. Fian menggelengkan kepala.
"Bukan apa-apa?" jawab Fian sambil tersenyum untuk meyakinkan.
Sampai aku tutup usia
′Kan ′ku jaga hatimu sampai aku tua
Walau keriput di pipimu terlihat
Takkan goyahkan cintaku yang begitu kuat (Sampai aku tutup usia)
'Kan ′ku jaga hatimu sampai aku tua
Walau keriput di pipimu terlihat Takkan goyahkan cintaku yang begitu kuat
Tepuk tangan terdengar meriah setelah Andra mengakhiri lagunya. Elisya hanya bisa melihat dan memperhatikan Andra dari jauh, pria itu menepati janji dengan tidak lagi mengusik kehidupan Elisya agar bisa menemukan wanita yang mencintainya seperti yang Elisya ucapkan. Bagi Andra untuk bisa mendapatakan seorang kekasih bukan hal yang sulit, pengemarnya sangat banyak, tidak sedikit dari mereka yang menyatakan perasaannya pada Andra walaupun pria itu masih berstatus kekasih Elisya. Tapi bukan itu masalahnya, hatinyalah yang memilih dan itu tertpaut pada Elisya sejak pertama bertemu.
"Kamu disini El? Hai Fian, apa kabar?" tanya Rangga pada Elisya dan sapanya pada Fian.
"Kabar baik Ga" Fian menjawab pertanyaan Rangga.
"Ada apa kamu nyariin aku?" tanya Elisya pada sahabatnya itu.
Keduanya mengikuti kemana Rangga membawa mereka bertemu teman-teman SMP mereka. Sementara di pelaminan Almaira sedang mendapat ucapan dari Damar, pria yang pernah menyatakan cintanya dimalam perpisahan pada Almaira, sehingga membuat istri Ezra Syahreza itu mengungkapkan isi hatinya pada sang suami untuk pertama kalinya..
Ezra yang mengenali Damar tampak waspada. Damar pria yang nekat, itu yang Ezra tahu. Dia takut Damar melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan. Ketakutan Ezra tidak terjadi, Damar hanya menatap Almaira cukup lama sebelum dia memberi ucapan selamat pada keduanya. Pria itu menyadari kalau dia bukan siapa-siapa untuk bisa bersanding dengan seorang Almaira, terlebih lagi rivalnya seorang Ezra Syahreza.
Kepergian Damar digantikan Andra dan Noah, keduanya memberikan ucapan selamat dengan memberikan pelukan pada Ezra dan Almaira. Untuk kali ini Ezra harus ikhlas istrinya dipeluk kedua pria itu.
Tidak hanya Noah dan Andra artis yang hadir diacara pernikahan Almaira dan Ezra, tapi juga ada Diandra ditemani Raisa yang ikut memberi ucapan selamat.
"Selamat Za, kalian memang pasangan yang serasi" ucap Diandra tulus.
"Terima kasih sudah menyempatkan untuk hadir" Almaira yang menjawab ucapan selamat Diandra.
"Terima kasih Mbak Raisa" begitu Almaira menerima ucapan selamat dari wanita itu. Almaira sudah memaafkan Diandra dan Raisa setelah tahu kalau mereka berdua bersama Cecilia punya rencana untuk menggagalkan acara pertunagannya dan Ezra.
Kehadiran teman-teman kos Almaira menambah ramai suasana pelaminan.
"Sedih loh dedek gue udah nikah duluan" ujar Aji sambil menyalami Almaira.
__ADS_1
"Ya tinggal nyusul aja sih bang, Winda juga udah siap ya Win" jawab Almaira menanggapi ucapan Aji.
"Siapa yang mau nyusul ke pelaminan?" Galang yang baru akan menjabat tangan Ezra ikut menimpali.
"Kagak ada, Winda kagak mau sama gue. Dia masih berharap sahabat lo ngelirik dia Al, Aaww.." sahut Aji lagi sambil menahan sakit karena cubitan dari Winda.
"Aji bertepuk sebelah tangan ceritanya nih. Kok gue baru tahu ya" Fiona ikut menyahuti.
"Sudah jangan ribut disini, lihat banyak yang antri" Wibi mencoba menengahi adik-adik kosnya yang selalu saja tidak mengontrol situasi dan kondisi kalau sudah saling ejek.
"Kita foto dulu" ajak Almaira pada teman-teman kosnya.
Merekapun melakukan sesi foto bersama, tidak lupa mereka meminta Rangga dan Elisya untuk bergabung ikut berfoto bersama mereka.
"Ga, Winda kangen nih" ucap Aji memberitahu Rangga dan kembali mendapati cubitan dari Winda.
"Aww... Winda cantik-cantik hobi nyubit. Untung aja sayang" seru Aji yang membuat lainnya ketawa.
"Sini Win berdiri samping aku" Rangga menarik tangan Winda agar mendekat padanya. Winda yang tidak menyangka Rangga merespon dengan baik merasa tersanjung terlebih lagi pria itu merangkulnya saat ini. Hal yang biasanya hanya dia lakukan pada Almaira dan Elisya.
Tanpa Rangga sadari, Lola sedari tadi memperhatikannya yang akan foto bersama. Kekasih Rangga itu memasang muka tidak suka karena kekasihnya menarik tangan perempuan lain untuk mendekat padanya. Tidak hanya itu, Rangga yang bahkan merangkul Winda, membuat Lola semakin kesal.
Elisya yang menyadari itu berbisik pada Rangga, memberi tahu sahabatnya itu kalau Lola sedang mengawasinya.
"Lola kayaknya cemburu lo rangkul-rangkul Winda" Rangga mengedarkan pandanganya mencari sosok gadis yang dibicarakan Elisya.
Dia memasang senyum lebar saat menemukan Lola sang kekasih yang masih setia menatapnya. Bukan balas tersenyum, Lola malah membuang muka.
"Aduh ngambek lagi tuh doi" gumam Rangga yang mendapat kekehan dari Elisya. Mereka sedang berjalan menuruni panggung pelaminan.
"Udah sana samperin, skalian ajak Winda kenalin ke Lola, kasih tahu kalau itu teman kos" saran Elisya pada sahabatnya itu.
Tanpa memikirkan perasaan Winda yang nanti akan terluka, Rangga menarik Winda untuk berkenalan dengan kekasihnya mengikuti saran Elisya. Winda yang tidak mengerti tujuan Rangga hanya mengikuti saja kemana laki-laki itu membawanya.
"Winda kenalin ini Lola, pacar aku" ucap Rangga sambil merangkul kekasihnya.
"Lola kesayangan Kak Rangga kenalin, ini Winda teman satu kos Kakak" Rangga memberi tahu Lola.
"Jangan cemburu" ucap Rangga lagi sambil berbisik ditelinga Lola.
Winda yang menyaksikan kedekatan Rangga dan Lola tentu saja membuatnya terluka tapi tak berdarah. Apa yang Rangga lakukan tadi padanya hanya sebatas perhatian sebagai teman satu atap, begitupun kebaikan Rangga selama mereka tinggal bersama tidak berarti lebih seperti yang Winda kira selama ini. Sebelum lebih besar lukanya, Winda pamit untuk kembali bersama rombongannya yang sedang berbincang bersama Rendra dan Rendy.
__ADS_1
...Bila Aku Jatuh Cinta...
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...