
Elisya membulatkan matanya saat Almaira menelpon dan memintanya segera membaca pesan dari Almaira . Ini baru pukul tiga dini hari, tapi ponselnya terus berdering dan itu adalah kelakuan Almaira.
"Pantas saja Almaira melakukan ini" gumam Elisya saat membaca pesan yang masuk dari Almaira tadi malam dan tidak dibacanya sampai sekarang.
"Kenapa tiba-tiba kita pulang ke Palembang Al?" tanya Elisya saat mereka menuruni tangga.
Ezra mengabari kalau dia sudah menunggu di halaman bersama Sopir pribadi keluarga Ayah Dimas.
"Aku, Kak Rendra dan Kak Rendy diminta mama pulang. Lalu Kak Rendra bilang kalau kamu semalam menangis rindu oma, Makanya Kak Rendra minta aku memesankan tiket untukmu sekalian" Almaira menjelaskan pada Elisya. Sementara Elisya merasa bersalah telah membohongi Rendra.
"Apa keluarga kalian ada masalah? Kenapa si Doel jadi ikutan juga? Kak Eza juga?" tanya Elisya beruntun.
"Nanti aku ceritakan" jawab Almaira.
Mereka sudah didepan pintu Rendy dan Rangga yang bersebelahan. Kedua pintu tersebut terbuka bersamaan, menghadirkan Rangga dipintu kamarnya dan Rendra di pintu kamar Rendy.
"Ayo kak, Kak Eza sudah menunggu didepan" ajak Almaira yang diangguki Rendra.
Rangga mencoba menghubungi Ayu, ingin mengabari kalau mereka sudah dalam perjalanan ke panti asuhan menjemput Ayu.
"Kita kepanti asuhan keluarga Harley dulu pak" Rangga memberi tahu sopir Ayah Dimas yang sudah dia kenal saat pergi bersama Bunda Aisyah.
"Jemput Ayu di panti asuhan?" tanya Ezra yang masih belum tahu ceritanya. Akhirnya Rangga menjelaskan sekilas tentang hubunganya dengan Ayu pada Ezra.
"Lalu ada masalah apa sampai kalian bertiga diminta pulang sama mama?" Elisya yang bertanya dan menagih janji Almaira yang akan memberitahunya.
Almaira dibantu Rangga menceritakan masalah yang menimpa Rendy. Elisya tidak menyangka wanita seperti Diana yang dia kenal sangat baik bisa seperti itu.
Pesawat sudah mendarat, mereka langsung menuju pintu kedatangan tanpa menunggu bagasi. Mereka tidak membawa banyak barang, karena malam ini akan kembali lagi ke Jakarta.
Elisya ikut kendaraan yang menjemput Rangga bersama Ayu langsung menuju kediaman omanya. Sementara Almaira bersama kedua kakaknya dan Ezra dijemput Danu dan langsung menuju kediaman Papa Dhani.
"Ayo masuk dan sarapan dulu" ucap Papa Dhani yang sudah menunggu mereka di teras.
Walau belum lama Almaira meninggalkan kota kelahirannya, sang papa sudah merindukan putri satu-satunya itu. Dia langsung memeluk dan merangkul Almaira, mebawa putrinya menuju meja makan setelah memberi semangat pada Rendy putranya yang sedang mendapatkan masalah.
"Hari ini keluarga Diana akan datang dan membicarakan masalah pertunagan kalian Ndy" ucap Papa Dhani disela-sela sarapan mereka.
"Kamu baik-baik sajakan?" tanya Mama Rahma sambil mengelus pundak Rendy.
"Aku baik ma, Tuhan sayang padaku dengan membuka ini semua melalui Danu" jawaban Rendy membuat Papa Dhani dan Mama Rahma melihat kearah putra bungsu mereka.
__ADS_1
Keduanya tidak tahu cerita awalnya seperti apa? yang mereka tahu keluarga Diana meminta maaf atas kelakuan putrinya dan menjelaskan kalau kakak Diana yang diminta Rendy untuk menyaksikan sendiri kelakuan adiknya.
Danu yang mengerti arti pandangan kedua orang tuanya menceritakan kejadian diawal dan dilanjutkan Rendy menceritakan kejadian kemarin.
"Ibu sudah sampai" ucap Papa Dhani begitu melihat ibunya sudah berdiri bersama Aida putri adiknya.
Papa Dhani langsung berdiri dan menyalimi tangan ibunya diikuti Mama Rahma dan keempat anaknya serta Ezra.
"Kalian sudah selesai sarapannya?" tanya ibu Papa Dhani.
"Sudah bu" Papa Dhanu yang menjawab mewakili semuanya.
"Bagus ada yang ingin ibu bicarakan sebelum keluarga Diana datang"
Mendengar itu Ezra pamit memisahkan diri untuk tidak ikut dalam pembicaraan keluarga tersebut.
"Kalau begitu saya akan duduk didepan" ucap Ezra memberi tahu.
"Kamu tidak perlu kemana-mana. Duduk disini, karena saya ingin membicarakan masalah kamu dan cucu saya Alma" Ibu Papa Dhani langsung menjawab ucapan Ezra.
"Ada apa bu? mereka tidak ada masalah" Papa Dhani merasa tidak enak dengan Ezra.
"Sejak dulu ibu sudah katakan kalau ibu tidak merestui perjodohan Almaira dengan cucu Wiraguna"
"Perjodohan saya Nyai (nenek)?" tanya Almaira tidak mengerti.
"Kamu tidak tahu kalau kamu dijodohkan sejak bayi oleh kakek?" Aida menjawab pertanyaan Almaira dengan pertanyaan yang membuat Almaira menggeleng.
"Apa alasan ibu tidak setuju perjodohan yang dilakukan ayah dan Om Wiraguna?" tanya Papa Dhanu.
"Almaira itu pantasnya di jodohkan sama Erwin" jawaban ibu Papa Dhani sontak membuat keluarganya terkejut.
"Bukannya ibu menjodohkan Erwin dengan Aida?" tanya Papa Dhani.
"Aku tidak mau wak sama Erwin. Bukan level aku yang seorang anak dari pemilik perusahaan dijodohkan dengan anak pegawai negeri seperti dia" Aida yang menjawab.
"Anak pemilik perusahaan itu cocoknya sama anak pemilik perusahaan juga" lanjutnya.
"Kalau begitu batalkan saja perjodohan kalian tanpa harus mengganggu perjodohan Almaira dan Reza yang sudah disepakati kakek sejak Almaira masih bayi " jawab Rendra dengan kesal. Dia sudah tahu motif yang dilakulan adik sepupunya tersebut.
Sejak dulu Aida selalu ingin merebut apa yang menjadi milik Almaira, bahkan kasih sayang dari nenek merekapun ingin dia sendiri yang menguasainya. Dengan mulut manisnya dia meminta semua keinginanya terwujud, seperti sekarang Rendra yakin kalau Aida sudah membicarakan yang buruk tentang Almaira sehingga nenek mereka mau menuruti keinginan Aida untuk merebut Ezra dari Almaira.
__ADS_1
"Bukan seperti itu kak" sahut Aida yang tidak ingin ketahuan maksud dan tujuannya.
"Kamu diam Aida" pinta ibu Papa Dhani pada Aida.
"Dhani, kalau kamu menuruti ibu, maka ibu akan menyerahkan perusahaan dan warisan ibu padamu"
"Saya tidak butuh itu bu, saya hanya ingin keluarga saya terutama anak-anak saya bahagia. Harta bukan tujuan utama kami" tegas Papa Dhani.
"Kamu itu anak ibu laki-laki satu-satunya, harusnya kamu yang mengurus perusahaan bukan adik iparmu" ibu Papa Dhani merutuki putranya.
"Ibu heran kamu malah memilih jadi karyawan orang lain dari pada jadi pemilik perusahaan"
"Karena aku tidak mau hidupku dan anak-anakku didalam kapal yang ibu kemudikan. Kami bahagia dengan hidup seperti sekarang tanpa meminta uang satu senpun dari ibu"
"Aida sebagai kakak dari ibumu saya sangat tahu apa yang kamu inginkan. Kamu menyodorkan Erwin pada Almaira dan ingin mengambil Reza untukmu"
"Kamu selalu iri dengan apa yang Almaira dapatkan selama ini. Apa kamu tidak sadar juga, kalau selama ini Almaira tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari nyainya karena kamu yang menguasai"
"Almaira tidak pernah meminta apapun dari nyainya dan juga dari kamu untuk keperluan pribadinya selama ini, jadi jagan pernah meminta apa yang dimilik Almaira"
Papa Dhani akhirnya mengeluarkan semua kekesalan yang dia pendam selama ini pada keponakannya yang tidak pernah bersyukur dengan apa yang dia miliki.
Sementara Almaira sudah memegangi kepalanya, dia tidak peduli keributan yang terjadi. Yang ada dalam pikirannya mengapa tidak ada yang memberi tahunya kalau sejak kecil dia sudah dijodohkan denga Ezra oleh kedua kakek mereka.
Ezra yang sejak tadi duduk disamping Almaira mencoba menenangkan Almaira dengan menggenggam tangan kekasihnya sambil menatap sinis pada Aida. Dia dibantu Rendra yang juga mengelus pundak Almaira untuk bersabar lagi kali ini dengan tingkah Aida yang selalu ingin menyusahkan Almaira.
"Boleh saya bicara" Ezra menegakkan kepalanya, aura kepemimpinanya cukup terlihat, masalahnya itu memuat Aida semakin ingin mendapatkan Ezra untuk dirinya.
"Tentu saja nak Reza, silakan" Papa Dhani memberi kesempatan pada Ezra.
"Terima kasih pa" balas Ezra sebelum dia bicara. Ada sesuatu yang ingin dia bongkar hari ini dihadapan semuanya.
"Saya ingin memberitahu sesuatu yang penting, yang memang saya tunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkannya"
"Danu bisa tolong minta Rangga dan Elisya ikut hadir disini?" Danu segera menuruti permintaan Ezra. Danu tahu apa yang akan dibongkar Ezra didepan keluarganya.
Sementara Papa Dhani dan keluarga yang ada disana masih tidak mengerti sambil menunggu kedatangan Rangga dan Elisya.
...Bila Aku Jatuh Cinta...
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...
__ADS_1