BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
54. Kembali Bisa Merasakan


__ADS_3

Elisya dengan tegas menolak keinginan ibu Noah untuk tinggal di kediaman mewah Papa Ahmad yang ditempati istri dan putranya. Keputusan Elisya mendapat dukungan seratus persen dari Papa Ahmad yang memang tidak ingin putri kesayangannya tinggal dikediaman itu. Saat dia memaksa Elisya untuk tinggal bersama istri dan putranya, semua itu hanya strategi yang dijalankan Papa Ahmad. Pria paruh baya itu sangat tahu bagaimana putri tercintanya tersebut akan semakin menolak bila semakin dipaksa.


Sedangkan hubungan Elisya dengan Rendra belum ada kemajuan, sampai hari inipun Rendra belum mengukuhkan hatinya untuk Elisya. Elisya hanya bisa pasrah, terlebih lagi Rendra sudah mulai sibuk di rumah sakit semenjak dia diangkat jadi wakil kepala rumah sakit. Tidak banyak waktu mereka untuk bersama, walaupun bersama akan ada Almaira, Ezra, Rendy dan Rangga.


Sementara hubungan Almaira dan Ezra semakin hangat, walau Almaira belum menyetujui ajakan Ezra untuk menikah seperti yang disarankam Rangga. Tapi mereka tetap memutuskan akan bertunangan bulan depan tepat di hari ulang tahun Almaira yang ke sembilan belas tahun.


Sedangkan Rangga terlihat sangat akrab dengan Anindya, selain mereka banyak kecocokan dalam banyak hal, mereka berdua tipe orang yang serius dalam belajar. Rangga menemukan teman belajar seperti saat dia bersama Almaira dan Elisya. Apa Rangga punya rasa dengan Anindya? Sampai saat ini Rangga belum merasakan apapun selain kenyamanan sebagai teman.


Hari ini ada photoshoot untuk butik Bunda Aisyah, dimana modelnya adalah tiga serangkai siapa lagi kalau bukan Almaira, Elisya dan Rangga. Mereka tidak hanya betiga tapi juga ada beberapa model yang lain yang ikut dalam photoshoot kali ini. Bunda Aisyah juga ada disana, untuk memastikan semua berjalan dengan baik ditemani Ezra tentunya yang sudah lima hari tidak bertemu Almaira karena kesibukan kantor barunya.


Di saat mereka tengah sibuk dengan pemotretan, Nayla dan keluarga kecilnya ikut hadir disana. Tidak hanya Nayla tapi juga ada Ayah Dimas, Adam dan Dafa. Mereka sengaja menyusul ke studio Jevan, seperti keinginan Bunda, mereka ingin melakukan foto keluarga.


Photoshoot selesai, mereka akan berganti pakaian dan istirahat. Ezra segera mendekari Almaira, dia segera merangkul kekasihnya yang membuat iri para model wanita yang lain.


"Capek Ai?" tanya Ezra dengan berbisik.


Ezra berbalik menggadap Almaira dan melingkarkan tanganya di pinggang ramping milik Almaira.


"Sedikit" jawab Almaira sambil menatap Ezra dengan senyum yang juga menatapnya.


"Cakep, natural banget" suara Jevan mengagetkan semua yang ada disana.


Ezra sudah berpesan pada Jevan untuk kembali mengambil foto candidnya dengan Almaira setelah sesi pemotretan selesai. Ezra sendiri sudah berganti pakaian menyesuaikan dengan pakaian yang dikenakan Almaira disesi terakhir gadis itu.


Suara Jevan membuat Almaira memalingkan wajahnya pada Jevan. Dengan sigap Jevanpun mengabadikan momemt itu dengan beberapa kali jepretan kamera.


"Om Eza curang, mencuri start" teriak Putri dan Lola yang sudah terlihat cantik dengan gaun yang disiapkan oleh Bunda Aisyah untuk foto keluarga kali ini.


Lola dan Putri yang ngefans dengan Rangga pun tidak ingin membuang kesempatan, mereka mendekati Rangga untuk foto bersama mereka di tempat dimana Ezra dan Almaira berada yang masih melanjutkan foto mereka tapi kali ini bukan candid.


"Kak Rangga, kita boleh foto ya" pinta kedua gadis tersebut.


"Foto sama Om Eza aja yah yang lebih ganteng" ucap Ezra begitu kedua keponakanya mendekat.


"Ogah, bosen" jawab Lola dan.Putri hampir bersmaan.


"Ih omnya siapa sih narsis gini" lanjut Putri.


"Ya omnya kamulah Put" Lola yang menjawab.


Rangga yang berdiri didekat mereka ikut tertawa begitu juga Almaira melihat keakraban kedua gadis itu dengan Ezra.


"Kalian kenalan dulu, jangan langsung sok akrab" ucap Ezra pada Putri dan Lola.

__ADS_1


"Iya om sampe lupa"


"Tante aku Lola, ini Putri. Kami keponakan Om Eza yang paling cantik"


"Ya iyalah, yang lain ponakannya laki semua" sahut Ezra membuat kedua keponakannya mencebik kesal.


Merekapun akhirnya berkenalan dan foto bersama, tidak lupa Elisya juga ikut serta. Disaat Lola minta foto berdua Rangga, Rangga menyadari ada sesuatu yang berbeda yang dia rasakan. Rasa yang belum pernah dia rasakan selama ini.


"Hemm" suara deheman mengagetkan Rangga yang terlihat melamun.


"Mikirin apa Doel?" tanya Elisya yang memperhatikan Rangga tampak berbeda dari biasanya.


"El" Rangga meraih tangan Elisya dan meletakkan didadanya.


"Bisa merasakan sesuatu?" tanya Rangga.


"Kamu apaan si Doel? kita sudah bersahabat lama" Elisya salah mengerti maksud Rangga yang meminta Elisya merasakan debar jantungnya.


"Karena kita bersahabat, aku mina tolong kamu menjawab arti debaran ini" jawab Rangga.


"Kamu sekarang bisa merasakannya Ga?" tanya Elisya yang mulai paham maksud Rangga. Rangga mengangguk membenarkan.


Elisya langsung memeluk Rangga, dia bersyukur ternyata jantung Rangga sudah bisa normal kembali. Bisa mersakan detak dan getaran seperti orang-orang pada umumnya.


Tapi kali ini dia bisa merasakan debaran itu, debaran yang selalu dia tunggu rasanya. Semua kembali hanya karena dia dekat dengan Lola.


"Sejak kapan?" tanya Elisya lagi.


"Saat berdua Lola" jawab Rangga jujur.


"Ada apa ini?" tanya Almaira.


Sejak tadi Almaira memperhatikan Rangga dan Elisya, dia yakin ada sesuatu hal yang baik yang disampaikan Rangga sehingga sahabatnya Elisya langsung memeluk Rangga dengan wajah bahagia.


"Kabar gembira Al" jawab Elisya dengan senyum mengembang.


"Rangga bisa merasakan debaran jantungnya Al" lanjut Elisya memberitahu Almaira.


"Benarkah?" tanya Almaira tidak yakin. Rangga hanya bisa mengangguk.


"Dan itu saat tadi dia dekat dengan Lola" tambah Elisya penjelasannya.


Almaira menatap tidak percaya, bukan tidak percaya berita baik yang disampaikan Elisya. Tapi dia tidak percaya kalau akhirnya Rangga bisa jatuh cinta.

__ADS_1


"Itu debaran cinta Doel" ucap Almaira dengan keyakinan penuh.


"Tapi Al, itu tidak menjamin kalau alatku befungsi" sahut Rangga.


Saat ini mereka bicara cukup jauh dari orang-orang, sehingga Rangga tidak malu membicarakan masalahnya pada kedua sahabat baiknya.


"Berlahan Ga, ini saja sudah suatu kemajuan yang baik untukmu" nasehat Almaira untuk Rangga.


"Apa yang dikatakan Cek Al benar Ga, ini awal yang baik. Setelah sekian lama kini kamu bisa kembali merasakannya" tambah Elisya nasehat Almaira.


Rangga hanya diam, dalam hatinya dia membenarkan apa yang diucapkan oleh kedua sahabtanya. Harusnya saat ini dia sujud syukur karena kembali bisa merasakan apa yang lama tidak dia rasakan.


"Ai" suara Ezra memecah keheningan tiga sahabat tersebut.


"Iya Bi" jawab Almaira dengan senyum tulusnya pada sang kekasih.


"Kamu dipanggil bunda" Ezra memberitahu maksudnya menghampiri Almaira.


"Bunda ada perlu apa Bi?" tanya Almaira saat dia jalan berdua Ezra menuju kamar ganti dan rias untuk wanita yang ada di studio Jevan. Ezra hanya menaikan bahunya.


Almaira masuk diikuti Ezra, tentu saja dengan protes Almaira pada Ezra, karena ini ruang khusus untuk wanita tapi Ezra nekat ikut masuk. Saat didalam ternyata yang ada diruang ganti ini hanya Bunda Aisyah dan Mbak Nayla serta dua orang asisten Bunda Aisyah yang tadi membantunya beganti pakaian. Almairapun bernafas lega, tadinya dia berpikir masih ada model lain yang tadi ikut foto bersamanya.


"Pantas saja nekat masuk" bisik Almaira pada Ezra. Laki-laki itu hanya tersenyum.


"Bunda memanggil Al?" tanya Almaira begitu dia mendekati Bunda Aisyah.


"Iya sayang, kamu ganti baju yang dipegang Yuni" ucap Bunda Aisyah sambil menunjuk kearah Yuni bediri.


"Untuk apa bunda?" tanya Almaira heran.


"Ya untuk foto dong sayang" jawab Bunda Aisyah, dia bicara sambil tersenyum pada calon istri putra bungsunya ini.


"Za, kamu tunggu diluar" Bunda Aisyah mengusir Ezra.


"Sama calon istri aja bolehkan lihat" gumam Ezra yang langsung mendapati mata Almaira yang membulat besar.


"Bercanda Ai" ucap Ezra membalas tatapan Almaira.


Ezra mengecup pucuk kepala Almaira sebelum menghilang dibalik pintu. Sementara Bunda Aisyah menggelengkan kepalanya menyaksikan kelakuan putranya.


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...

__ADS_1


__ADS_2