
Hari ini acara tujuh bulanan Mbak Nayla di kediaman Ayah Dimas, Bunda Aisyah meminta Almaira untuk datang dan membantunya. Kemarin saat mereka melakukan foto keluarga Bunda Aisyah meminta langsung pada kekasih putra bungsunya tersebut.
"Al sayang, besok jangan lupa bantu bunda ya" pinta Bunda Aisyah saat mereka tengah bersiap-siap di foto oleh Jevan.
Almaira yang masih syok karena diikut sertakan dalam foto keluarga, kali ini hanya bisa mengiyakan permintaan Bunda Aisyah.
Tadinya dia sempat menolak saat diajak ikut foto keluarga, karena dia merasa belum waktunya untuk ikut dalam foto keluarga ini. Dia hanya kekasih Ezra bukan siapa-siapa walau mereka sudah dijodohkan sejak kecil, terlebih lagi istri dari Kak Adam juga tidak ikut serta dalam foto keluarga kali ini.
"Bi, belum waktunya Al ikut foto keluarga" ucap Almaira pelan saat keluar dari ruang ganti.
Almaira tidak berani bicara langsung tentang penolakannya pada Bunda Aisyah, sehingga dia memilih Ezralah orang yang tepat dia ajak bicara. Tapi jawaban Ezra malah memihak pada Bunda Aisyah.
"Nanti atau sekarang sama saja Ai, kamu sudah pasti jadi anggota keluarga Kakek Wiraguna" jawab Ezra.
"Bunda sudah mempersiapkan semuanya sampai membuatkan pakaian khusus untukmu, jangan buat bunda kecewa. Ok" lanjut Ezra.
Mendengar ucapan Ezra, Almaira merasa bersalah. Dia memperhatikan Bunda Aisyah yang sangat bahagia, melihat itu benar apa yang dikatakan kekasihnya, kalau dia menolak maka dia akan membuat Bunda Aisya kecewa. Almaira tidak ingin wanita paruh baya yang sudah sangat sayang padanya itu kecewa, karena itulah walau berat dia menuruti keinginan sang bunda dari kekasihnya tersebut. Terlebih lagi tidak ada satupun dari keluarga ini menolak Almaira bergabung, entah apa yang ada dalam pikiran mereka tentang Almaira.
Mengingat permintaan Bunda Aisyah, sejak pagi-pagi sekali Almaira sudah datang ke kediaman Ayah Dimas. Bahkan Ezra kekasihnya masih setia dibalik selimutnya saat dia datang, kekasihnya itu kembali tidur setelah subuh menurut penjelasan Bunda Aisyah yang menghampirinya saat tiba di kediaman Ayah Dimas. Almaira sudah tidak heran mendengarnya saat Bunda Aisyah memberitahu kalau Ezra kembali tidur, dia sudah tahu kekasihnya itu tuti alias tukang tidur. Sudah dapat dipastikan kelak jika dia hidup bersama Ezra, itu adalah pr nya untuk merubah kebiasaan kekasihnya ini.
Almaira tidak datang sendiri pagi ini, dia ditemani Elisya dan juga Rangga. Bedanya Almaira langsung masuk dan ikut membantu dibagian dalam, sementara Rangga dan Elisya membantu dibagian depan.
Keluarga Ayah Dimas yang sebelumnya sudah mengenal Almaira saat acara pertemuan dua keluarga antara keluarga besar Harley dan keluarga Cecilia, sudah sangat tahu bagaimana gadis itu sangat ringan tangan dalam membantu pekerjaan. Sehingga mereka tidak heran lagi bagaimana sikap dan prilaku Almaira yang mereka acungi jempol.
Berbeda dengan keluarga Bunda Aisyah yang baru mengenal Almaira secara langsung, mereka sangat kagum dengan sikap dan cara Almaira, begitu tahu dan melihat sendiri Almaira yang tidak ragu dan sungkan melakukan apapun untuk membantu, serta dengan cepat bisa berbaur dengan keluarga mereka.
"Eza sangat pintar pilih calon istri" ucap salah satu keluarga Bunda Aisyah.
"Benar teh, Alma ini sudah cantik, terkenal, tapi tetap tidak malu membantu urusan dapur seperti ini" timpal keluarga yang lain.
__ADS_1
Mereka saat ini sedang menyiapkan puding untuk suguhan para tamu. Biasanya setiap kali ada acara semua makanan dipesan Bunda Aisyah melalui catring, atau dari dapur hotel mereka. Tapi Ayah Dimas ingin kali ini keluarganya dan keluarga Bunda Aisyah berkumpul di kediamannya dan masak bersama-sama. Dia merindukan suasana seperti itu, suasana tawa keluarga di rumahnya sambil bahu membahu memasak hidangan.
Almaira yang dipuji hanya bisa diam dan tersenyum, dia tidak mau jadi besar kepala menyahuti pujian tersebut. Bagi Almaira membantu orang yang akan punya acara hajatan seperti ini bukanlah hal baru, keluarga besarnya biasa mengadakan acara besar bahkan acara pernikahan yang semuanya dikerjakan bersama-sama keluarga besar seperti sekarang. Kebiasaanya sejak dulu yang suka ikut membantu setiap acara dikeluarga besarnya bahkan saat dia masih duduk disekolah dasar, membuatnya terbiasa bahkan dia merasa senang saat melakukan hal seperti ini.
Semua persiapan untuk pesta sudah siap, Almaira tampak ikut berbincang dengan para sahabat Mbak Nayla setelah tadi dia dikenalkan pada mereka. Walau sejak datang dia belum bertemu Ezra, tapi tidak ada niatannya untuk mencari kekasihnya. Semua orang menyambut kehadiran Almaira sangat baik, sehingga dia tidak merasa kesepian.
Ezra mencari Almaira setelah dia melihat kehadiran Rangga dan Elisya di kediaman Ayah Dimas. Puas di mengelilingi sekitar tapi tidak menemukan kekasihnya.
"Alma mana El?" tanya Ezra pada Elisya dan ikut duduk bergabung bersama dua sahabat kekasihnya yang juga sudah duduk bersama Putri dan Lola.
"Sejak datang dia membantu didalam Kak" jawab Elisya memberitahu.
Baru saja Ezra akan berdiri, dia melihat kekasihnya berjalan dengan tangannya yang dirangkul Mbak Mery istri sepupunya. Tidak membuang waktu, Ezra langsung berdiri menghampiri kekasihnya. Dia langsung mengandeng tangan Almaira untuk ikut duduk bersama yang lain.
Di tengah pembicaraan mereka terlihat Dave yang baru saja datang dan langsung menghampiri mereka. Dia menyapa dan bersalaman dengan semua yang ada disana, lalu terakhir dia akan berjabat dengan Almaira dan Ezra.
"Kak Dave apa kabar?" sapa Almaira sambil bertanya pada Dave.
"Kabar baik Al. Bagaimana kabar adik kecilku ini?" Dave balik bertanya.
Biasanya dia akan mengacak-acak rambut Almaira, tapi tidak kali ini. Dia harus menghentikan kebiasaannya tersebut. Almaira juga menyadari Dave yang tidak merusak tatanan rambutnya seperti biasa, ada yang hilang yang dia rasakan. Almaira tidak bisa membohongi dirinya sendiri, dia merasa kehilangan kasih sayang Dave yang sering laki-laki itu tunjukkan.
"Seperti yang kakak lihat, adik kecilmu ini baik-baik saja kak" jawab Almaira.
"Sekarang sudah jarang terlihat dikampus kak" lanjut Almaira ucapannya.
"Kakakmu ini sudah tidak ada urusan lagi dikampus dan akan terbang ke Jerman bulan depan" jawab Dave sambil tersenyum.
Dave tersenyum tapi hatinya sedih, walau dia sendiri yang mengambil keputusan ini. Setelah pembicaraannya dengan Ezra, Dave berpikir untuk mengasingkan diri dari Indonesia. Dia menerima tawaran Kak Heru untuk membantu di perusahaan keluarga mereka yang ada disana. Selain untuk menjauh dari Almaira, tapi dia juga berusaha untuk menjauh dari Viola.
__ADS_1
Dave menyadari kalau dia sudah melakukan kesalahan. Karena itulah setelah kejadianya dengan cecilia viral, Dave mulai mejauhi Viola. Bukan untuk lari dari tanggung jawabnya pada Viola tapi lebih untuk menghindari dosa yang sudah sering dia lakukan.
"Untuk apa kak? Lanjut pendidikan?" tanya Rangga.
"Tugas negara Ga" jawab Dave sambil terkekeh. Lalu dia menjelaskan pada semua tentang keputusannnya yang menerima tawaran untuk mengelola perusahaan yang di Jerman.
"Itu keputusan yang bagus bro, setidaknya lo dapat ilmu disana untuk bekal mengelola perusahaan disini" Ezra menimpali ucapan Dave.
"Rendra dan Rendy mana? Tidak ikut?" tanya Dave mencari kedua kakak kembar Almaira.
"Kak Rendra belum datang, kalau Kak Rendy pulang ke Palembang" kembali Rangga yang bicara.
Semenjak tahu perasaan Dave pada Almaira, Rangga mulai menjaga sahabatnya tersebut biar tidak terlalu dekat dengan Dave.
"Kalian disini ternyata" Arya yang baru datang langsung merangkul Putri dan Lola.
"Lama amat lo baru nyampe" jawab Putri sambil melepaskan tangan Arya.
"Ini bukannya Mbak Almaira, Mbak Elisya dan Kak Rangga?" tanya Arya begitu menyadari kalau ketiga orang yang ada bersama mereka adalah trio tiga serangkai yang dikenalnya.
"Eits, kamu nggak boleh kenalan sama kak Rangga" Lola menarik tangan Rangga saat akan membalas uluran tangan Arya. Dia langsung merangkul lengan Rangga dan menyandarkan kepalanya dibahu Rangga.
Jangan ditanya bagaimana Rangga, hal tersebut tentu saja membuat Rangga kembali merasakan detak jantung yang semakin kencang, sentuhan pisik dari Lola membuat Rangga merasakan debar didadanya lebih cepat dari yang tadi dia rasakan karena duduk bersebelahan dengam Lola. Untung saja Rangga bisa dengan cepat menetralkan kembali debaran itu.
Sementara Almaira dan Elisya menatap cemas, takut terjadi sesuatu dengan Rangga. Rangga yang tahu itu memberi kode pada kedua sahabatnya kalau dia baik-baik saja, membuat Almaira dan Elisya sedikit lega.
...Bila Aku Jatuh Cinta...
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...
__ADS_1