BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
95. Pernikahan Rangga dan Elisya


__ADS_3

Pernikahan Rangga dan Elisya mengejutkan banyak orang termasuk para fans mereka berdua. Tidak sedikit yang mengira kalau mereka berdua pada akhirnya akan menikah. Tapi banyak juga yang tidak mengira kedua sahabat itu memutuskan untuk menikah, mengingat Elisya pernah memiliki kekasih. Termasuk Fian yang mulai menaruh hati pada Elisya dan juga Andra yang menganggap ini adalah setingan untuk menaikkan pamor mereka yang mulai mengurangi kontrak kerja setelah Almaira menikah.


Tidak peduli dengan pendapat orang lain Rangga dan Elisya tetap melangkah setelah mendapat restu dari kedua keluarga khususnya Papa Ahmad yang memang sudah punya rencana untuk menjodohkan Elisya dengan Rangga setelah perjodohan yang dia lakukan dengan Rendra gagal. Papa Ahmad tidak ingin orang yang belum dikenalnya dengan baik yang mendampingi Elisya, karena itulah saat Rangga menghadapnya dan meminta restu untuk menikahi Elisya, tanpa mempertanyakan alasan Rangga Papa Ahmad segera merestuinya.


Ayah Fauzi tak jauh berbeda denga Papa Ahmad, dia langsung memberikan restu pada Rangga. Apa lagi selama ini dia tidak pernah mendengar putranya itu memiliki teman dekat wanita selain Elisya dan Amaira. Menghargai pilihan putranya itulah yang dilakukan ibunya Rangga, apa lagi Rangga dan Elisya sudah mengenal sangat baik satu sama lain.


Berbeda dengan Mama Rosa yang mengajukan banyak pertanyaan saat Rangga mengemukakan keinginannya untuk menikahi Elisya. Satu alasan yang Rangga berikan pada Mama Rosa, yaitu dia menyayangi Elisya dan ingin menjaga serta melindungi sahabatnya itu lewat ikatan pernikahan. Butuh waktu lama mendapatkan restu Mama Rosa, karena itu setelah dua bulan Rangga menghadap Mama Rosa, baru hari ini dia akhirnya bisa mempersunting Elisya.


Kata SAH yang di ucapkan saksi membuktikan keseriusan Rangga yang mengucap ijab kabul dengan satu tarikan nafas tanpa kesalahan.


"El" peluk Almaira memberi selamat begitu sahabatnya ini resmi menjadi istri dari seorang Rangga Abdoelah.


"Ini benerankan Al? Aku sama Rangga?" tanya Elisya yang masih tidak percaya.


"Jangan katakan kalau kamu ragu dan ingin membatalkannya" ucap Almaira sambil memperhatikan wajah sahabatnya.


"Emang masih bisa dibatalin, Auww?" tanya Elisya lalu teriak kesakitan karena keningnya disentil Almaira.


"Udah sah tau, ingat S A H" Almaira mengeja satu persatu hurup dari kata sah yang itu berarti tidak bisa dibatalkan. Elisyah terkekeh, dia sangat suka melihat Almaira yang panik mengira dia yang tidak serius.


Sahabat Almaira ini sudah memikirkan baik buruknya menerima lamaran Rangga. Nyaman itulah yang Elisya temukan pada Rangga, sosok laki-laki yang tidak banyak menuntut yang tidak dia temukan pada Andra yang banyak mengaturnya harus begini dan begitu. Rangga selalu meluangkan waktu untuknya, apapun dan kapanpun keadaannya, yang tidak bisa Elisya dapatkan dari sosok Rendra walaupun bisa memberikan kenyamanan yang sama dengan Rangga. Bersama Ranggalah, Elisya bisa mengekspresikan dirinya menjadi apapun.


"Ayo keluar El" Mama Rahma memanggil Elisya untuk menemui Rangga. Sebelumnya Mama kedua dari Elisya ini memeluk putrinya erat dengan mata yang berkaca-kaca.


Terharu, itulah yang Mama Rahma rasakan, bagaimana dia menyaksikan kehancuran sosok Elisya di tinggal kedua orang tuanya atas dasar keadilan. Untung saja dia berlindung pada keluarga yang tepat, yaitu keluarganya dimana bukan hanya Almaira yang menemani Elisya dalam keterpurukannya tapi mereka semua mendampinginya. Sayangnya dia tidak bisa merestui hubungan Elisya dan Rendra saat itu dan sekarang jawabannya, karena Ranggalah yang tepat bersanding dengan Elisya yang selalu butuh perhatian.


Elisya mencium tangan Rangga untuk pertama kalinya, dan dibalas Rangga dengan mencium kening Elisya.


"Kak Rangga, Mbak El. Selamat menempuh hidup baru" Lola yang memberikan ucapan selamat pada keduanya. Dia menyempatkan terbang ke Palembang khusus menghadiri pesta pernikahan pria yang sempat berjalan bersamanya.


Rangga memeluk Lola sebagai adiknya, mereka mengakhiri hubungan mereka dengan baik-baik. Bukan Rangga yang meminta tapi Lola sendiri yang dengan berani mengakui perasaannya yang sebenarnya pada Arya. Rangga mendukung Lola mengejar cinta Arya walau sampai sekarang hati laki-laki itu masih sulit Lola gapai walau selalu berada disisinya.


"Terima kasih" ucap Rangga setelah mengurai pelukannya pada Lola.


"Mbak El memang yang terbaik untuk Kak Rangga" Lola mengatakannya saat berada dalam pelukan Elisya.


"Terima kasih sayang" balas Elisya.


Ini salahku


Terlalu memikirkan egoku


Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku

__ADS_1


Hingga kau pergi tinggalkan aku


Suara Andra terdengar menyanyikan lagu Aku Bukan Jodohmu milik Tri Suaka, lagu yang mengambarkan isi hati seorang Andra.


Terlambat sudah


Kini kau t'lah menemukan dia


Seseorang yang mampu membuatmu bahagia


Ku ikhlas kau bersanding dengannya


Aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Bahagiakan dia, kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya


'Kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


'Kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya


Aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Bahagiakan dia, kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya


Dan 'kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


'Kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya, oh-wo-wo

__ADS_1


Oh, aku titipkan dia


Lanjutkan perjuanganku 'tuknya


Bahagiakan dia, kau sayangi dia


Seperti ku menyayanginya


'Kan kuikhlaskan dia


Tak pantas ku bersanding dengannya


Dan 'kan kuterima dengan lapang dada


Aku bukan jodohnya


Andra langsung menghampiri Rangga dan Elisya yang ada di pelaminan. Untuk terakhir kalinya dia ingin melihat Elisya dari dekat, terlebih lagi mantan kekasihnya ini terlihat sangat cantik dengan riasan dan gaun pengantin yang dikenakannya.


"Boleh peluk untuk terakhir kalinya?" tanya Andra.


Elisya menatap Rangga yang mengangguk mengijinkan. Itulah yang Elisya suka dari Rangga, suaminya ini bisa memposisikan dirinya sebagai sahabat disaat seperti ini. Tidak ada larangan, raut kemarahan dan kecemburuan yang Rangga tunjukkan, tapi senyuman manis sebagai bentuk dukungan.


"Terima kasih" ucap Andra setelah mengurai pelukannya pada Elisya, lalu dia melakukan hal yang sama pada Rangga.


Di meja VIP Noah duduk bersama Almaira, Ezra dan juga Reina, sambil melihat apa yang dilakukan Andra sahabatnya. Kini dia beralih menatap Reina sepupu Almaira, sikap, cara bicara dan senyum Reina sangat mirip dengan Almaira, ada perasaan lain yang Noah rasakan sama saat pertama dia bertemu Almaira. Dari tempatnya duduk, Noah juga bisa melihat Ayu yang kini sedang bahagia, becanda dan berbagi tawa bersama Gevin dan Jevan. Sejak malam itu, Ayu benar-benar menghindarinya, dan Noah sangat paham dengan kesalahanya.


Ponsel Almaira berdering, nama Fiona tertulis disana mengirim pesan agar Almaira segera ke pelaminan. Saat dia melihat kearah dimana Rangga dan Elisya berada sudah ada anak-anak kost yang memberi selamat pada keduanya.


"Ayo Bi, kita ke pelaminan. Anak-anak disana" ajak dan tunjuk Almaira ke panggung.


"Re sama Kak Noah bentar ya" ucap Almaira pada Rere sepupunya. Sengaja Almaira mengajak Ezra untuk ikut bersamanya dan meninggalkan Noah dan Reina. Almaira dapat melihat dari mata keduanya yang sesekali saling melirik.


"Kamu sengaja ya Ai" tuduh Ezra yang mengikuti saja keinginan istrinya yang menarik tangganya untuk meninggalkan Reina bersama Noah. Almaira menyengir kuda membenarkan tuduhan Ezra, membuat suaminya gemas dan mencuri mengecup pipi istrinya.


Terlukis senyum diwajah Noah setelah ditinggalkan Almaira dan Ezra berdua Reina. Kesempatan ini tidak di sia-siakan Noah untuk mengenal Reina lebih jauh lagi. Kali ini dia tidak ingin gagal lagi, hatinya juga sudah bisa menerima Almaira yang bukan jodohnya.


Begitu sampai di pelaminan, benar saja dugaan Almaira, Rangga dan Elisya habis jadi bahan godaan mereka semua.


"Rangga lo tega teman makan teman ya" Aji yang bicara.


"Namanya juga jodoh bang" jawab Rangga.


"Alah sok ngomongin Rangga, lo juga juga teman makan teman Ji" sahut Fiona menunjuk tangan Aji yang tak lepas menggengam tangan Winda, membuat yang lain tertawa.

__ADS_1


...Bila Aku Jatuh Cinta...


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2