BILA AKU JATUH CINTA

BILA AKU JATUH CINTA
68. Permintaan Maaf


__ADS_3

Seorang pria berjalan menyusuri lorong kamar hotel didampingi oleh dua orang laki-laki bertubuh besar yang selalu setia mengikuti perintahnya. Dia adalah Zein Harley yang diperintahkan Ayah Dimas untuk menyelesaikan masalah yang tak kunjung selesai antara Dave dan Cecilia.


"Buka" Zein memberi perintah pada dua orang pengawal yang dia tempatkan untuk menjaga para sanderanya.


Dengan cepat salah satu pengawal tersebut membukakan pintu. Zein masuk terlebih dahulu lalu diikuti kedua pengawalnya.


Pemandangan pertama yang Zein dapatkan saat masuk ke kamar hotel tersebut adalah wajah kusut kelimanya, dengan rambut yang juga berantakan. Tapi dia berusaha untuk tidak tertawa didepan para wanita tersebut, dia yakin sudah terjadi perang diantara mereka hingga sekacau ini.


Cecilia yang menggenal Zain sedikit terkejut, dia yakin yang mengurungnya di kamar hotel ini orang suruhan Dave tapi dia tidak mengira kalau kakak sepupu Dave ikut turun tangan menyelesaikan masalah ini. Zein sudah terlatih di keluarganya untuk menangani setiap kasus yang mengusik keluarga mereka dan Cecilia tidak bisa membayangkan hukuman yang akan diterimanya. Zein hangat dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya tapi dia akan kejam dengan siapapun yang berani mengusik keluarga dan orang-orang yang disayanginya.


"Apa kabar Cil? Sudah lama kita tidak bertemu" sapa Zein pada Cecilia yang hanya menunduk dan tidak mau menjawab sapaan Zein.


"Apa terjadi sesuatu sampai kalian semua terlihat berantakan seperti ini?" Zein bertanya dengan berdiri tepat di hadapan Diandra sambil terkekeh, menertawakan mereka semua.


Diandra yang mengenal Zein sebagai pemilik cafe De Art tidak berani menjawab. Yang dipikirkannya saat ini adalah rasa malu, popularitasnya baru saja naik setelah dipasangkan dengan Noah tapi dia juga mengutuk kesal pada Noah yang tidak segera membantunya.


"Kalian ingin bebas atau saya laporkan polisi?" tanya Zein begitu melihat tidak ada yang mau menjawab sapaan dan pertanyaannya.


"Apa salah kami sampai harus dilaporkan kepolisi" Soraya menjawab dengan beraninya.


"Benarkah kalian tidak punya salah?" tanya Zein lagi mencoba mengintimidasi sambil meminta satu persatu dari mereka untuk melihat kearahnya.


"Kamu, apa motifmu sampai ingin mengganggu acara pertunangan keluarga Harley?" tanya Zein pada Vivi yang sebenarnya dia sudah tahu jawabannya.


Cecilia membulatkan matanya pada Vivi saat teman yang juga asistenya itu melihat kearahnya. Memberi perintah untuk tidak menyebut namanya.


"Mengapa kamu melihat Cecilia?" tanya Zein lagi. Vivi kembali menunduk begitu sadar dia sedang jadi perhatian Zein.


"Angkat kepalamu dan lihat pada saya. Saya sedang bicara dan bertanya padamu jadi jawab sekarang atau mau dibawa kekantor polisi oleh mereka" Zein menunjuk pada kedua pengawalnya.


"Sa... saya hanya menjalankan perintah Cecil" Vivi akhirnya menjawab.


Zein tersenyum tipis hampir tak terlihat. Dia sudah mengantongi semua informasi tentang mereka dan sekarang hanya ingin sedikit bermain-main.


"Kamu" Zein berpindah pada Raisa.


"Saya?" beo Raisa. Zein menatap tajam tapi tidak membuat takut Raisa.


"Tanyakan saja pada Cecil apa fungsi saya disini" jawab Raisa dengan tenang.

__ADS_1


"Cil" Zein kini menatap tajam pada Cecilia.


"Dia sakit hati di campakkan Rendra jadi dia ingin membalasnya lewat Almaira" jawab Cecilia tanpa ragu. Raisa yang kini membulatkan matanya pada Cecilia dengan tatalan membunuh.


"Benar begitu?" Zein beralih pada Raisa yang langsung menunduk dan hanya diam tidak ingin melakukan pembelaan lagi, dia tidak ingin salah bicara.


Zein berjalan kearah Soraya, tapi dia hanya melewatinya saja tanpa memberikan pertanyaan. Zein kembali berdiri dihadapan Diandra.


"Kamu, apa karena ingin membantu Noah?" tanya Zein langsung pada pokok masalah. Diandra menggeleng pelan.


"Bukan" jawab Diandra jujur.


Dia hanya merasa cemburu dengan Ezra yang bisa bersikap lembut pada Almaira juga rasa cemburunya pada Noah yang baru dia ketahui kalau pria itu memiliki hati pada Almaira. Dia marah pada dirinya sendiri, selalu ditolak oleh pria yang disukainya dan semua memilih hatinya pada Almaira. Dalam hatinya memupuk rasa benci pada Almaira dan tidak ingin gadis itu bahagia terlebih lagi hidup bahagia bersama Ezra.


Zein menjauh dan duduk di sofa yang tersedia dikamar tersebut. Dia melihat ke arah Soraya.


"Kamu, anak siapa yang kamu kandung?" tanya Zein dengan jarinya menunjuk pada Soraya.


"Ezra" dengan yakin Soraya menyebut nama Ezra membuat Zein tertawa keras.


"Saya tidak suka dengan orang yang berbohong"


Zein meminta pengawalnya membawa Soraya untuk dipindahkan ketempat lain.


Sementara di kediaman Papa Dhani, Alma langsung berbaring dikamarnya karena kondisinya yang masih belum terlalu sehat setelah acaranya selesai. Para tamu juga memaklumi hal tersebut saat Almaira pamit untuk istirahat lebih awal, semua tahu peristiwa yang menimpa Almaira.


"Ai, kamu harus makan sebelum tidur" Ezra menyusul Almaira ke kamar dan membawakan makan untuk tunangannya.


"Bimbi suapin ya" tawar Ezra pada Almaira. Gadis kecilnya menggeleng pelan.


"Al masih bisa makan sendiri Bi. Bimbi juga harus makan"


Almaira turun dari tempat tidur dan berjalan ke sofa yang ada dikamarnya. Ezra menyusul sambil membawakan piring yang ada ditanganannya dan ikut duduk disampimg Almaira. Almaira mengambil alih piring dari tangan Ezra, dia memang lapar tapi malas untuk mengambil sendiri. Kepalanya masih sedikit pusing dan lemas.


"Kalian sudah selesai makan?" suara Elisya yang menyapa mereka dari pintu yang memang sengaja Ezra buka karena dia sedang berdua dengan Almaira dan tidak ingin ada komentar miring walau mereka sudah bertunangan.


"Sudah, masuk El" jawab Almaira.


Elisya tidak datang sendiri, melainkan bersama Papa Ahmad. Keduanya berjalan mendekati Alamira dan Ezra lalu mengambil posisi duduk dihadapan mereka.

__ADS_1


"Ada apa pa?" tanya Almaira, tidak biasanya Papa Ahmad mencarinya sampai kekamar tapi dia yakin ada hubungannya dengan apa yang terjadi kemarin.


"Papa mau minta maaf Al" Almaira tersenyum, seperti dugaannya kemana arah pembicaran Papa Ahmad.


"Papa tidak salah apa-apa pada Al, tidak perlu meminta maaf" jawab Almaira tulus.


Almaira sangat menghormati papa sahabatnya ini sama seperti hormatnya pada Papa Dhani. Dia juga tidak menyalahkan pria paruh baya dihadapannya ini atas peristiwa yang dia alami. Almaira sadar tidak semua orang menyukainya, dia juga merasa sudah banyak membuat kesalahan sehingga mungkin tidak sengaja menyakiti orang lain.


"Tetap saja papa harus bertanggung jawab Al" sanggah Papa Ahmad.


"Berarti papa juga harus minta maaf pada El" Papa Ahmad tersenyum dan mengangguk.


"Papa sudah minta maaf pada Eli" jawab papa Ahmad sambil mengelus rambut Elisya yang panjang sebahu.


"Dia juga sudah memaafkan semua kesalahan papa yang tidak pernah usai" jawab Papa Ahmad dengan lirih.


"Al juga memafkan papa, jadi papa jangan merasa berslah lagi pada kami.


Almaira berdiri dan mendekat pada Papa Ahmad dan Elisya. Papa Ahmad memeluk kedua putrinya. Ezra hanya diam melihat apa yang terjadi dihadapannya. Satu hal yang dia tahu, kekasih hatinya adalah gadis yang memiliki hati pemaaf dan penuh kasih sayang.


Wajah Ezra melukiskan senyum, sekali lagi dia jatuh cinta. Jantuh cinta pada orang yang sama yang selalu mengisi ruang hatinya.


Suara dering telepon memecah kesunyian dikamar Almaira. Papa Ahmad segera mengangkat panggilan dari Noah.


"Iya kak" sapa Papa Ahmad begitu sudah menggeser logo hijau.


"Ibu sudah dibawa polisi" jawab Noah dari seberang sana.


"Biarkan saja, papa hanya bisa mengirim pengacara" jawab Papa Ahmad.


Noah mengerti maksud papanya, sehingga dia hanya bisa diam. Diapun tidak akan menampakkan mukanya di kantor polisi. Sesuai rencana Papa Ahmad, dia akan mengikuti apapun yang akan papanya lakukan, semua untuk kebaikannya juga.


"Kamu masih di sana kak?" suara Papa Ahmad menarik lamunan Noah.


"Apa disana baik-baik saja?" tanya Noah.


"Semua baik-baik saja. Jalankan saja hari-harimu seperti biasa. Tidak perlu memberi komentar pada wartawan" jelas papa Ahmad.


...Bila Aku Jatuh Cinta...

__ADS_1


...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...


__ADS_2