
"Kak... Kak Eza, bangun kak" Ezra membuka mata dan menemukan wajah cantik kekasih hatinya sedang tersenyum.
"Ai"
"Bangun kak, mandi terus sholat ashar" Ezra tidak bergeming sedikitpun, dia masih menatap wajah Almaira tanpa berpaling sedetikpun.
"Kak ayo, kita harus ke studio Kak Jevan, jangan sampai telat"
Almaira menghela nafasnya, kesal saat melihat Ezra masih juga tidak bergerak dari posisinya berbaring. Terlebih lagi setelah sholat dzuhur Ezra langsung tidur tanpa peduli kehadirannya di kediaman Ayah Dimas. Untung saja ada Bunda Aisyah yang menemaninya dan dari Bunda Aisyah juga Almaira akhirnya tahu kalau kekasih hatinya itu punya hobi tuti alias tukang tidur.
"Ya udah kalau kakak masih mau tidur Al berangkat sendiri aja ke studio Kak Jevan" ancam Almaira.
"Iya kakak mandi ai. Tapi kok kakak tidur dikamar? Bukannya kita tadi di balkon belakang ya?"
Almaira menyatukan alisnya tanda tidak mengerti apa yang diucapkan Ezra.
"Dari habis ijin sholat dzuhur kakak itu nggak keluar-keluar kamar. Waktu Al disuruh bunda buat lihatin kakak, ternyata Kak Eza tidur"
Kali ini Ezra yang menyatukan alisnya tampak berpikir. Mimpikah? Tapi dia merasa itu sangat nyata.
"Ya udah Al biarin aja soalnya tidurnya pulas. Al baru tahu kalau Kak Eza ini ternyata tuti" Almaira terkekeh menertawakan Ezra.
"Pasti bunda yang kasih tahu kamu" Almaira mengangguk membenarkan.
"Al dari tadi sama bunda, bantuin bunda bikin kue sambil dengarin bunda cerita tentang Kak Eza. Terus main kerumah belakang, ketemu sama Zizi family"
Terdengar suara azan berkumandang tanda waktu ashar sudah tiba.
"Tuh kak sudah adzan, sana mandi sholat terus kita pergi"
Ezra mengangguk setuju, dia bangkit dari tidurnya dan langsung menuju kamar mandi. Tidak lupa dia mencuri cium di pipi Almaira.
Almaira keluar dari kamar Ezra, dia turun dan masuk kekamar tamu untuk mandi, sholat dan berganti pakaian. Bunda Aisyah memberinya pakaian baru untuk salin, karena pakaian yang dikenakan Almaira terkena noda pewarna kue. Almaira sempat menolak tapi bunda memaksa, mau tidak mau Almaira harus menerimanya.
Sementara dikamar mandi yang berbeda Ezra sedang menggumpulkan ingatannya, dia mengusap wajahnya setelah sadar kalau dia hanya bermimpi saat mendengar Alma memintanya menikah. Terlebih lagi begitu dia mengingat kalau Almaira membicarakan Rendra dan Rangga di saat dia mengeringkan rambut milik Almaira, bukan dibalkon seperti mimpinya.
__ADS_1
Ezra turun dari kamarnya, dia tidak menemukan Almaira diruang keluarga, ruang tamu dan di dapur. Bi Suti yang baru saja masuk dari tempat jemur langsung dihampiri Ezra.
"Bi, tahu Alma dimama?" tanyanya.
"Mbak Alma dikamar tamu mas" jawab Bi Suti sambil menunjukkan ibu jarinya kearah kamar yang ditempati Alma.
Ezra langsung meninggalkan Bi Suti setelah dia mengucapkan terima kasih pada pengasuhnya tersebut. Baru saja Ezra akan membuka pintu kamar, Bunda Aisyah memaggilnya.
"Eza" Eza melihat kearah Bunda Aisyah.
"Sini duduk. Nunggu Almanya disini bukan dikamar" Ezra tersenyum sambil mengaruk-garuk rambutnya.
"Alma sedang berganti pakaian, kamu main nyelonong aja masuk" tegur Bunda Aisyah.
"Ya nggak apa-apakan bun, rezeki buat Eza. Nanti juga Eza bisa lihat semuanya" Bunda Aisyah menggelengkan kepala mendengar jawaban putra bungsunya.
"Udah Za bunda pusing sama kamu. Cepat ajak Alma nikah kalau sudah tidak tahan. Tapi ingat nikah dulu baru kawin, bukan kawin dulu baru nikah"
"Eza bukan laki-laki seperti itu bun" Eza langsung menjawab tegas. Bunda terkekeh senang menggoda putranya.
Tidak dipungkiri saat berdua Alma ada keinginan untuk melakukan hal lebih, dia laki-laki dewaaa yang normal. Tapi dia tidak akan merusak hubungan baiknya dengan keluarga Almaira hanya karena nafsu sesaat, akan ada waktunya dia bisa melakukan semua hal dengan Almaira. Cintaya karena dia memang menyayangi gadis kecilnya bukan karena nafsu.
"Ai" Ezra terpaku melihat penampilan Almaira.
"Sana berangkat, kalau dilihatin terus nanti pikiranmu kemana-mana Za" Bunda Aisyah menyindir Ezra yang terpesona melihat Almaira.
"Menantu bunda cantik banget soalnya bun" Bunda Aisyah kembali menggelengkan kepalanya.
Almaira pamit pada Bunda Aisyah diikuti Ezra, mereka berjalan keluar dengan Ezra yang terus menggenggam erat tangan kekasihnya sampai Almaira berusaha melepaskanpun tidak diijinkannya.
Tidak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di studio Jevan. Baru saja Ezra memarkirkan kendaraannya, tampak Rangga juga memarkirkan kendaraannya tepat disamping kendaraan Ezra.
Ezra keluar terlebih dahulu dari kendaraannya lalu dia memutar dan membukakan pintu untuk Almaira. Ezra mengulurkan tangan untuk disambut sang kekasih yang tampil sangat cantik dengan senyum yang bisa meluruhkan hati setiap pria yang melihatnya, beruntungnya Ezra hanya dia yang mendapatkan senyum itu. Walau semua peristiwa yang terjadi tidak dilewatkan oleh para pemburu berita yang sudah hadir disana sejak siang.
Rangga yang baru keluar dari kendaraannya menghampiri dua sejoli tersebut. Almaira menyambut Rangga, memeluk sahabatnya tersebut.
__ADS_1
"Sudah sehat Al?" tanya Rangga sambil mengguraikan pelukannya. Almaira mengangguk mengiyakan.
Rangga beralih pada Ezra, kini keduanya berjabat tangan lalu berpelukan, peluk untuk saling menghormati.
"Ayo masuk" ajak Almaira yang sudah risih dengan suara cekrekan kamera sejak tadi.
Ezra memberikan lengannya untuk dirangkul Almaira, sementara Rangga berjalan dibelakang keduanya. Baru saja mereka akan masuk ke dalam gedung, mereka melihat Elisya berjalan dengan merangkul tangan Papa Ahmad sementara Noah tangannya merangkul sang ibu.
Keempatnya disambut Almaira, Ezra dan Rangga. Almaira yang terlebih dahulu menyalimi Papa Ahmad masuk dalam pelukan Pria paruh baya tersebut begitu papa sahabatnya itu merentangkan tangannya. Tidak lupa Papa Ahmad memberikan kecupan dipucuk kepala Almaira, sahabat putrinya ini sudah seperti putrinya sendiri.
Kini Almaira beralih pada ibunya Noah, wanita paruh baya itu menyambut Almaira sama seperti suaminya dia memeluk dan mencium pucuk kepala sahabat putri suaminya tersebut.
Papa Ahmad melakukan hal yang sama dengan Rangga dan Ezra, hanya saja beliau tidak mengecup pucuk kepala keduanya.
Almaira bersalaman dengan Noah, tiba-tiba pria itu menarik Almaira masuk dalam pelukanya.
"Agar wartawan yakin kalau aku dan Eli sudah tahu kami adik kakak sejak kecil" bisik Noah disela-sela dia memeluk Almaira.
Ezra yang melihat itu mencoba menahan cemburunya dengan memasang senyum saat menyalami Noah dan berpelukan dengan pria tersebut, seakan-akan mereka sudah sangat akrab.
Dikejauhan tampak sikembar Rendra dan Rendy berjalan beriringan. Almaira yang melihat kedua kakaknya langsung menghambur kepelukan keduanya dan mendapatkan kecupan sayang dari mereka tepat dikeningnya, begitu kedua kakak kembarnya sudah berada diantara mereka.
"Sudah sehat Al?" tanya Rendra setelah dia memeluk adik kesayangannya tersebut. Almaira mengangguk.
"Sudah siap kak?" Rendra hanya tersenyum mendengar pertanyaan Almaira.
Elisya juga menyambut kedua kakak kembar sahabatnya dengan masuk kedalam pelukan mereka bergantian. Ada tatapan yang berbeda dia rasakan saat Rendra tersenyum setelah mengecup keningnya. Jiwanya bergetar sungguh berharap itu adalah tatapan cinta sebagai pria bukan sebagai kakak.
Tidak ada satupun kegiatan mereka yang tidak terliput oleh media, bahkan sebagian media online sudah melakukan siaran langsung. Tim kreatif Tiga Serangkai yang disiapkan Jevanpun melakulan siaran langsung di semua media sosial milik Almaira, Elisya dan Rangga.
Tidak hanya Jevan, tim manajer pihak Noahpun melakukan hal yang sama. Tidak sedikit komentar penuh pertanyaan dari para nitizen menyaksikan peristiwa tersebut, terutama saat Elisya mengandeng tangan Papa Ahmad dan Noah yang memeluk Almaira.
Mereka belum mendengar penjelasan dari pihak Noah dan Elisya tapi sudah meberikan komentar yang menyudutkan Almaira dan Elisya, terlebih lagi para penggemar Noah yang tidak menginginkan Noah menjalin hubungan dengan Elisya.
Semua masuk kedalam gedung studio milik Jevan, dimana gedung ini tidak hanya studio foto tapi juga kantor untuk para model yang dinaungi Jevan, serta tempat belajar menjadi photographer dan kursus tata rias dan juga tempat belajar mereka yang ingin jadi model. Baru dua tahun Jevan mengembangkan usahanya ini, tepatnya setelah dia menyelesaikan skripsinya.
__ADS_1
...Bila Aku Jatuh Cinta...
...💐💐💐🌹🌹💐💐💐...